Minggu, September 26MAU INSTITUTE
Shadow

TASYRIEQ PUN SEGERA PAMIT

TASYRIEQ PUN SEGERA PAMIT … Sesuai itsbat Dzulhijjah 1442 H., jum’ah ini merupakan tasyrieq terakhir; Alunan takbir, tahlil, dan tahmid berhenti, penyembelihan berakhir sudah. Ribuan sapi, kambing, domba, kerbau dan unta bagi masyarakat jazirah, menjadi saksi kepasrahan seorang hamba pada Rabb-nya. Walau di tengah wabah, ghairah tak pernah punah. Islam benar-benar agama rahmatan lil ‘aalamiin, di mana terangkatnya nilai kemashlahatan merupakan tujuannya. Sungguh prestasi pemberian gizi yang massif dan peningkatan kesejahteraan massal yang sangat tepat saat dibutuhkan. Jadi, ini bukan ritual pembantaian makhluq Tuhan seperti dituduhkan, melainkan “pemerataan semesta untuk kemanusian” di atas ridha dan berkah Tuhan. Ingat!!! Lan yanaalallaaha luhuumuhaa wa laa dimaauha wa lakin yanaaluhut taqwaa minkum. “Daging dan darahnya tak akan sampai pada Allah, yang akan sampai kepadaNya hanyalah ketaqwaannya”. Allaahu akbar 2x, laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamd (TenRomlyQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!