Senin, Oktober 25MAU INSTITUTE
Shadow

BELAJAR FANATIK DARI DIALOG MEMAKNAI “TOLERANSI BERAGAMA”

BELAJAR FANATIK DARI DIALOG MEMAKNAI “TOLERANSI BERAGAMA”// Dalam acara bedah buku Dr. Sudibyo Markus, “Dunia Barat dan Islam; Cahaya di Cakrawala”. Prof. Romo Magnis Suseno, membedah dengan sangat baik bagaimana tolerannya Islam di masa-masa awal Eropa. Sebagai peserta, al-faqir memberanikan diri mengajukan pertanyaan sembari guyon. “Membaca banyak tulisan, dan mendengarkan paparan Romo, nampaknya Romo sangat simpatik terhadap Islam. Mungkinkah Romo pun siap memeluk Islam?”. Sontak sang Profesor pun, mengubah tegak tempat duduknya, seiring suara riuh peserta (ada yang tepuk tangan, ada juga yang tertawa lebar). “Saudara Romly, pertanyaan ini kali kedua, setelah pertanyaan yang sama waktu seminar di UGM. Beginih!!! Seperti keimanan saudara terhadap Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula keimanan saya terhadap Yesus Kristus yang telah membajak hati saya yang mendalam sampai ke tulang sum-sum”. Itu artinya, fanatik beragama merupakan keniscayaan bagi pemeluknya … ✒️☪️ (@TenRomlyQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!