Jumat, April 12MAU INSTITUTE
Shadow

DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN // Sekalipun banyak yang menyebut, kata-kata indah Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii ini sebagai do’a bercermin, sebenarnya memiliki dimensi luas mencakup kebaikan lahir-bathin manusia. Ar-Raghib al-Ashbahani memaknai khalqun itu fisik [beauty], sedangkan khuluqun itu psikis [inner beauty]. Paripurnanya kebaikan seseorang itu, sangat terkait erat dengan keduanya. Dalam bahasa shahabat ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu ‘anh: “Yang disebut faqir itu bukanlah mereka yang tak memiliki perhiasan, melainkan mereka yang kehilangan akhlaq dan adab”. Do’a yang termaktub dalam Kitaabul Jaami’ dan Shahiih Ibnu Hibban ini mengajarkan akan pentingnya mengeja kembali narasi kehidupan; di mana pikiran, ucapan, tindakan, kebiasaan, dan keperibadian merupakan satu hentakan nafas. Karenanya, perhatikan kembali pola pikir kita, karena ia akan melahirkan kata yang kita buncahkan. Perhatikan kata-kata kita, karena ia akan melahirkan perbuatan. Perhatikan perbuatan kita, karena ia akan menjadi kebiasaan. Dan perhatikan kebiasaan kita, karena ia akan menjelma menjadi karakter. Yang terakhir, perhatikan karakter kita, karena ia akan menentukan kita menjadi apa dan akan bagaimana. Semoga yang terbaik!!! Wallaahul musta’aan wal ‘iyaadzu billaah … πŸ’«πŸ’ŸπŸŒΈβœ’οΈ (@TenRomlyQ)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!