Jumat, Mei 22MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

LIKULLI ZAMAANIN HADHAARATUN WA LIKULLI HADHAARATIN THARIIQATUN WA MANHAJUN

LIKULLI ZAMAANIN HADHAARATUN WA LIKULLI HADHAARATIN THARIIQATUN WA MANHAJUN

Hikmah, Uncategorized
LIKULLI ZAMAANIN HADHAARATUN WA LIKULLI HADHAARATIN THARIIQATUN WA MANHAJUN Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Setiap zaman ada peradabannya, setiap peradaban ada metode dan pedoman bagaimana menaklukkan peradaban itu". Untaian kalimat ini, belakangan begitu sangat terkesan untuk diungkapkan. Di mana, semua kita sangat merasakan betapa zaman terus melaju jauh, peradaban pun kian banyak mengalami perubahan. Maka sudah bisa dipastikan, betapa ikhtiar untuk menaklukkan peradaban pun membutuhkan metode dan pedoman yang sesuai. Keselaran ini adalah sebuah keniscayaan karena memang Islam adalah diinun hadhaaratun shaalihun likulli zamaanin wa makaanin; "Agama yang menjunjung tinggi peradaban yang senantiasa selaras dengan situasi dan kondisi". Banyak hal yang patut kita renungkan, per...
BERHARAP MUTIARA DI SORE BERKAH

BERHARAP MUTIARA DI SORE BERKAH

Hikmah, Uncategorized
BERHARAP MUTIARA DI SORE BERKAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sungguh, tak ada seorang pun kalangan berilmu yang tidak sepakat, bahwa engkau adalah benar-benar pesona hari ... Engkaulah hari mulia yang terabadikan dalam gugusan ayat-ayat yang Maha Rahman, karenanya ada Surat Al-Jumu'ah ... Engkau pula hari yang dimaksud oleh Manusia junjungan alam Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai induknya hari-hari. Sayyidul ayyaam, itulah gelar indah kemuliaanmu. Jum'at, biasa kita mengejanya dengan kata jum'ah. Tak jauh dengan sifat dan karaktermu sebagai hari di mana orang-orang beriman "berkumpul" memuji Dzat Maha Pencipta. Tak ada ruang kehinaan bagi siapa pun manusianya yang ingin membersihkan diri dari pekatnya lumpur kesalahan. Semua gerak dan langkah bermakna, amalan di...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Melanjutkan bahasan halaqah sebelumnya terkait "Fiqih Kegundahan; Sebuah Terapi Hawa Nafsu", berikutnya mari kita perhatikan secara seksama beberapa panuturan para ulama kita tentang pentingnya upaya bersih jiwa: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah yang menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman kesucian iman (tazkiyah imaaniyyah) melainkan orang yang menyadari akan kejahilan diri. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi paling baik yang ditaqdirkan mendapatkan nikmat yang satu ini dengan sebaik-baiknya. Mereka menemukan pemisah yang dapat menjauhkan anta...
ALUNAN ISTIRJA’ (Agar Duka Berubah Jadi Bahagia)

ALUNAN ISTIRJA’ (Agar Duka Berubah Jadi Bahagia)

Hikmah, Uncategorized
ALUNAN ISTIRJA' (Agar Duka Berubah Jadi Bahagia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uuna ... Itulah untaian kalimat yang mengisyaratkan di dalamnya akan ke-Mahabesaran Allah 'azza wa jalla. Tidaklah semua yang terjadi pada makhluqNya dan tidak pula yang dinikmati dan dimiliki, melainkan dari Allah dan milik Allah semata. Demikian pula akhir kejadian dan akhir kehidupan, semuanya akan kembali kepadaNya. Alunan inilah yang dapat mengingatkan kita, siapa pun yang mendengarkannya; orang baik atau sebaliknya, sama-sama akan terperangah jiwanya. Yang kasar menjadi lembut hatinya, yang sombong menjadi remuk batinnya. Semua ini menunjukkan, betapa masih tersimpan banyak harapan untuk mengakui keagunganNya seraya merendahkan diri di hadapan Dzat yang Maha mem...
SENYUMMU SENYUM KETULUSAN KHIDMAT JUANGMU …

SENYUMMU SENYUM KETULUSAN KHIDMAT JUANGMU …

AKHBAR NEWS!, Hikmah, Uncategorized
SENYUMMU SENYUM KETULUSAN KHIDMAT JUANGMU ... Gembira itu fithrah, senyum mempesona itu cerminan jiwa bahagia. Bukan tanpa beban di balik raut muka yang menawan, bukan pula tanpa masalah di balik tatapan tajam mata bersinar. Beningnya hati cerminan diri pejuang sejati, cerdiknya fikir pancaran nalar tanda pembelajar handal dan tegarnya mental menjadi hiasan kehidupanmu. Berlebihan sikap terhadap seseorang, adalah perkara terlarang. Namun banyak-banyak mengambil pelajaran dari sosok teladan, itu wajib menjadi "kurikulum kehidupan". Setidaknya, ada petikan kalam Qur'ani yang senantiasa terhidangkan: "Berbuatlah kalian, pasti Allah akan perlihatkan buah amalmu" dan "Dan mereka orang-orang yang berjuang di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan jalan-jalannya". Tak lupa syair Syauqi Beik yang...
KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN

KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN

Hikmah, Uncategorized
KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak mengenal sosok sang pembebas dua negeri adidaya Romawi dan Persia? Seorang sosok berani dan ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis dan negeri-negeri lainnya ke pangkuan kaum Muslimin. Begitu juga dengan daya fikirnya yang tajam menembus relung zaman hingga terangkat martabat dirinya sebagai ahlul ijtihâd yang mumpuni dalam ilmu. Selain itu, mimpinya pun dibenarkan oleh Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam sebagai mimpi yang benar (ar-ru'yah as-shâdiqah). Namun di balik prestasinya yang sederet, semula tak ada yang menyangka kalau sosok brilian, cerdas, tangkas dan tegas itu memiliki jiwa yang sangat lembut. Berawal dari penggalan kisahnya di masa shahabat ridhwânullâh 'alaihim ajma'în, yakni Umar bi...
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Luapan rasa gembira bagi seluruh anak bangsa di mana pun adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, karena keinginan hidup merdeka adalah fithrah insâniyyah setiap jiwa manusia. Terlebih, bagi mereka yang telah turut merasakan pahit getirnya penjajahan. Manusia dicipta dan dilahirkan ke muka bumi, pada dasarnya benar-benar murni bersih dan memiliki hak merdeka. Namun semua itu bisa berubah, hak menikmati hidup merdeka bisa terganggu dan bisa saja tidak berpihak pada dirinya, ketika banyak unsur-unsur lain yang menghalanginya. Kondisi ibu yang mengandung, bapak yang seharusnya menjaga, apabila keduanya tidak stabil dapat berpengaruh pada putera mereka yang akan lahir nanti. Demikian pula dengan lahirnya sebuah bangs...
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

Hikmah, Uncategorized
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA? Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalau bukan karena adanya pengorbanan, maka usaha apa pun menjadi tidak akan pernah terwujud. Terlebih perjuangan, yang membutuhkan totalitas pengabdian. Karenanya, ketika membincang pengorbanan, tidak dapat dilepaskan dari penghambaan atau pengabdian seseorang kepada yang diagungkannya. Dengan itu pula, pengorbanan seorang hamba terhadap Tuhannya sering disebut sebagai pendekatan penghambaan (taqarruban) atau penghambaan diri ('ibâdatan). Di antara definisi qurban, yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi korban dan pengorbanan adalah identik dengan upaya mendekatkannya seorang makhluq pada Dzat yang menciptakannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan berikut ini: القربان مايتقرب به العبد إلى ربه س...
SIAGA HADAPI ZAMAN YANG “SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA” (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum’ah)

SIAGA HADAPI ZAMAN YANG “SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA” (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum’ah)

Hikmah, Uncategorized
SIAGA HADAPI ZAMAN YANG "SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA" (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum'ah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Terlepas dari kondisi iklim yang terus berubah, cuaca pancaroba yang kian berpindah-pindah, kondisi wabah yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir sempurna. Bagi ummat beriman tetap bersyukur bahwa Allah jalla wa 'alâ senantiasa ada di hati semua hambaNya sehingga mereka diberi ketenangan dan menganggap semuanya itu sebagai ujian keimanan. Namun demikian, kita pun tak bisa menutup mata atau berpura-pura tidak faham akan beragam penyimpangan di depan mata. Ada banyak peragaan drama murahan yang tengah dimainkan; kejahatan dengan segala keculasannya kini dipertontonkan dan digelar sekalipun harus menipu Tuhan Dzat Pencipta alam. Sehebat apa pun mereka melak...
KEMBALI KE FITHRI BUKAN KE LAIN HATI (Kiat Menjaga Jiwa di Hari Bahagia)

KEMBALI KE FITHRI BUKAN KE LAIN HATI (Kiat Menjaga Jiwa di Hari Bahagia)

Hikmah, Uncategorized
KEMBALI KE FITHRI BUKAN KE LAIN HATI (Kiat Menjaga Jiwa di Hari Bahagia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian nikmat yang dianugerahkan kepada manusia adalah nikmat diberikannya harapan fithrah untuk kembali pada diri. Walau selain manusia pun mendapatkannya, namun yang diterima manusia jauh lebih besar dan lebih berarti dibanding yang diberikan kepada makhluk lainnya. Terlebih dalam suasana fithri seperti ini, sekalipun perayaannya tidak semeriah hari raya biasanya. Memang benar, kaum Muslimin kalau menyebut hari lebaran setelah shaum ramadhan, dengan sebutan 'iedul fithri. Tapi kalau ditanya, perasaan apa yang dirasa jiwa di hari tersebut? Maka jawabannya adalah "serasa kembali lagi ke fithrah". Dengan demikian terjawab sudah, bahwa antara fithri dengan fithrah itu se...
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ'AH Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Membicarakan ajaran agama, maka sudah pasti akan masuk pada bahasan 'aqîdah sebagai landasan pokok keyakinan (ashlun, ushûl) dan masuk bahasan syarî'ah sebagai praktek ritual (far'un, furû'). Sinergi keduanya merupakan keniscayaan, sedangkan keberpisahan keduanya merupakan kemustahilan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan: إعلم أن الإيمان والإسلام يجتمع فيهما الدين كله "Ketahuilah! Sesungguhnya Islam dan Iman itu keduanya bersatu padu." (Lihat: Kitâbul Imân, hlm. 3) Lalu, Imam Muhammad 'Ali As-Syaukâni merincikan terkait kesinambungan ini dengan menukil ayat QS. As-Syûra/ 42: 13 berikut ini: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya ke...
SETENGAH BULAN MULIA “DI RUMAH AJA” (Menilik Serba-serbi Ramadhan Era Pandemi)

SETENGAH BULAN MULIA “DI RUMAH AJA” (Menilik Serba-serbi Ramadhan Era Pandemi)

Hikmah, Uncategorized
SETENGAH BULAN MULIA "DI RUMAH AJA" (Menilik Serba-serbi Ramadhan Musim Pandemi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sekalipun melalui masa-masa yang tidak biasa, kaum Muslimin tetap masih setia dan ceria menikmati anugerah bulan mulia; masjid-masjid tetap mengumandangkan adzan walaupun yang shalat berjamaah terbatas, suara tilawah pun masih terdengar dari masjid-masjid, mushalla perkotaan dan langgar-langgar pedesaan. Rumah-rumah kaum Muslimin jadi lebih rame, di mana para ayah bergiliran jadi imam shalat dengan si kakak dengan segala keterbatasan dan serba-serbinya yang cukup unik namun menggembirakan. Tadarrus dan taklim ramadhan yang biasa digelar di majlis-majlis dan mimbar-mimbar mulia berubah posisi dan tempat menjadi dari rumah masing-masing. Dengan serta merta semua dibikin si...
MISTERI TIDUR DI BALIK ISTILAH AL-QUR’ÂNUL KARÎM

MISTERI TIDUR DI BALIK ISTILAH AL-QUR’ÂNUL KARÎM

Hikmah, Uncategorized
MISTERI TIDUR DI BALIK ISTILAH AL-QUR'ÂNUL KARÎM By MadrasahAbi-Umi.Com Ada banyak istilah "Tidur" yang dituliskan dalam Al-Qur'ânul Karîm. Sekalipun secara umum bermakna sama, namun penempatan kata dalam kalimat-kalimatnya berbeda. Adapun ayat-ayat dimaksud, adalah sebagai berikut: ●》 Sinah = Ngantuk ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia...
SAYYIDAH ‘AISYAH RADHIYALLÂHU ‘ANHÂ … KAUM MILENIAL MEMBINCANGMU

SAYYIDAH ‘AISYAH RADHIYALLÂHU ‘ANHÂ … KAUM MILENIAL MEMBINCANGMU

Hikmah, Uncategorized
SAYYIDAH 'AISYAH RADHIYALLÂHU 'ANHÂ ... KAUM MILENIAL MEMBINCANGMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di tengah pandemi yang mewabah, tiba-tiba dunia infotainment dihebohkan dengan melejitnya lirik lagu besutan vokalis negeri jiran Malaysia, Mr. Bie. Lagu "Aisyah Istri Rasulullah" yang dinyanyikan oleh grup musik Projector Band ini berhasil menjadi populer di belantara Youtube tanah air. Sejumlah penyanyi negeri ini ramai-ramai meng-cover lagu itu dan hampir semuanya menjadi trending di kalangan kaum milenial. Syakir Daulay misalnya, berhasil meng-cover lagu ini mencapai 24,6 juta hingga hari Senin kemarin (6/4). Annisa Rahman juga ikut meng-covernya dan sukses ditonton sekitar 21,4 juta. Tak ketinggalan, grup Sabyan Gambus juga meng-cover lagu ini dan berhasil ditonton sekitar 21,6 j...
BENIH-BENIH CINTA ITU BERSEMI DI MUSIM PANDEMI (Menakar Mashlahat di Tengah Mafsadat)

BENIH-BENIH CINTA ITU BERSEMI DI MUSIM PANDEMI (Menakar Mashlahat di Tengah Mafsadat)

Hikmah, Uncategorized
BENIH-BENIH CINTA ITU BERSEMI DI MUSIM PANDEMI (Menakar Mashlahat di Tengah Mafsadat) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak ada yang sia-sia bagi Allah 'azza wa jalla dalam menjalankan kehendakNya. Dia satu-satunya Dzat yang Maha berkuasa atas segala yang diinginkanNya. Tidak ada yang dapat menyamainya, sekalipun makhluq paling kuat di jagat raya menurut penglihatan manusia. Dialah fa'âlun limâ yurîd/ فعال لما يريد "Maha berkehendak atas segala sesuatu yang dimaukanNya". Demikian Allah sendiri yang menuturkan dalam QS. Al-Burûj/ 85: 16. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (ahli Tafsir abad 14) memaparkan pandangannya: "Allah 'azza wa jalla Maha berkehendak atas apa yang diinginkan, dan tidak ada yang mampu melemahkan dan menggagalkan rencanaNya". Hal ini sangat sesuai dengan ...
error: Content is protected !!