Sabtu, September 12MAU INSTITUTE
Shadow

Tsaqofah

SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Beberapa hari ke depan, negeri ini genap 78 tahun. Setiap waktunya tiba, beragam pesta dan perlombaan pun digelar. Semua ini mengingatkan diri ini menerawang masa ke belakang ketika masih di bangku SD dan Sekolah Menengah, juga masa di Pesantren tentunya. Aneka lomba dan pentas ditawarkan, diri yang masih bocah ini pun mencoba mengambil peran sebagai anak bangsa; kalau lomba gambar lebih senang menggambar pahlawan pejuang yang ulama seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Tuanku Imam Bonjol atau Mohammad Natsir [bapak Mosi Integral, arsitek NKRI]. Kalau disuruh lomba peran, maka lomba pidato kemerdekaan dan drama perjuangan yang diambil. Dengan penuh penghayatan, lagu kebangsaan, pembacaan teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945, serta do'a p...
HIKMAH TEOLOGIS TASU’A-‘ASYURA

HIKMAH TEOLOGIS TASU’A-‘ASYURA

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
HIKMAH TEOLOGIS TASU'A-'ASYURA// Telah dimaklumi bahwa hari ke-9 dan ke-10 bulan Muharram ini di dalamnya ada kemuliaan; Allah 'azza wa jalla akan menghapuskan kesalahan satu tahun yang sudah berlalu bagi hamba yang menunaikan shaum pada keduanya [sebagaimana hadits riwayat Muslim dari Abu Qatadah]. Yang menarik, beriringannya dua hari tersebut, hari kesembilannya merupakan cita-cita sang Rasul [Sunnah hammiyyah] yang sebelumnya beliau hanya menunaikan hari ke-10 saja. Dengan diingatkannya oleh para shahabat [sehubungan ada kesamaan dengan Yahudi], membuat beliau berniat menambahkannya di tahun depan [terlepas ada riwayat lemah/ dhaif yang membolehkan hari ke-11]. Hikmah bagi kita sebagai umatnya, betapa prinsip teologis itu penting dan wajib ditegakkan. Karenanya, sangat terlarang meniru-...
MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sifat yang bisa merusak ajaran agama adalah mengikuti kehendak nafsu [ittibaa'ul hawaa], berburuk sangka kepada Allah 'azza wa jalla [suu'uz zhan billaah], dan berlebihan dalam memahami agama tanpa piranti ilmu [al-ghuluw fid diin]. Selain itu, sikap menyombongkan diri [takabbur] yang menyebabkan seseorang terbiasa menolak kebenaran [batharul haq], dan senang merendahkan orang lain [ghamthun naas]. Menarik untuk direnungkan, timbulnya beragam kegaduhan dan penyimpangan dalam beragama tidak lepas dari sifat yang telah disebutkan. Ketika akal pikiran dipertuhankan, menyangka bahwa Allah 'azza wa jalla memiliki banyak kelemahan sehingga menempatkan diri berhak untuk menafsirkan, kemudian memaksakan kehendak diri dalam menyimpulkan pemahaman ag...
MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dengan mengucapkan al-hamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin, akhirnya Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta kembali menyuguhkan hasil telaahnya. Adapun yang menjadi obyek kajian, adalah terkait fenomena baru yang akhir-akhir ini cukup viral di media sosial, yakni "Mimpi Muhammad Qasim" dari Pakistan. Melalui beragam sumber berupa artikel-artikel, tayangan youtube, bahkan tulisan PDF berbahasa Melayu, pengkajian ini pun dapat diselesaikan. Sebagai pengurus dan penulis sekaligus, adinda Ustadz H. Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. bersama Tim biidznillaah telah berhasil mengkritisinya dalam sebuah buku yang diberi judul: "Penyimpangan Mimpi-mimpi Muhammad Qasim" . Tujuannya tidak lain, selain menjadi penyeimbang pandangan dalam mengedukasi ummat I...
SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

Fiqih Parenting, Parenting, Tarbiyah, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Bagi kalangan tertentu, bisa jadi suasana lebaran memang sangat mengasyikkan, namun bagi sebahagian kalangan lain bisa sebaliknya; menjadi sesuatu yang menyesakkan dada, bahkan menjadi petaka yang tidak terduga, terlebih ketika musim mudik tiba. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah hari lebaran menjanjikan rasa senang dan bahagia? Bagi seorang anak muda yang sukses, ketika berjumpa dengan keluarga besarnya atau pun kerabat dan handai taolan yang menyodorkan pertanyaan "Bagaimana kabarmu sekarang; kuliah atau bekerja?" Tentu jawabannya gayung bersambut dengan bahasa tubuh yang membanggakan. Tapi apabila pertanyaan tadi tertuju pada anak muda yang belum beruntung, responnya akan jauh berbeda. Bagi pasangan tertentu yang dianugerahi kehangatan had...
MENEGUHKAN HAKIKAT FITHRAH MENEPIS GELOMBANG FITNAH (Jawaban Bijak Terhadap Fenomena Islamophobia)

MENEGUHKAN HAKIKAT FITHRAH MENEPIS GELOMBANG FITNAH (Jawaban Bijak Terhadap Fenomena Islamophobia)

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Ikhwaani fid diin A’azzakumullaah … Saudara-saudara … kaum Muslimin yang berbahagia!! Patut disyukuri di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan takbir, tahlil dan tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah 'azza wa jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia dan seisinya. Bukan saja kaum Muslimin, melainkan seluruh manusia penghuni bumi ini bisa selamat dari malapetaka [fitnah, fit...
NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT

NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT // Setelah mengikuti Reboan di Kramat Raya 45, pamit duluan karena ada tugas di salahsatu mesjid legendaris Kebayoran Lama. Sekalipun berangkat lebih awal, kondisi perjalanan tetap tidak bisa diprediksi. Namun sudahlah, masih banyak yang bisa disyukuri, di antaranya bisa "ngabuburit" sambil keliling Trans Jakarta dari halte ke halte. Masjid As-Syukur yang menjadi tujuan, masih sangat jauh jarak tempuhnya. Di tengah kemacetan, suara adzan Maghrib berkumandang memecah langit Batavia yang mendung berselimutkan awan. Satu persatu penumpang Muslim merogoh tasnya; ada yang sekadar mengambil air mineral, atau mengambil permen sebagai ta'jil. Alhamdulillaah, rasa syukur pun bertambah, ketika melihat mereka yang berbuka shaum. Benar sabda Rasulullaah shallallaahu '...
DIKSI DAN NARASI RAMADHAN MEMANG ‘AJIB

DIKSI DAN NARASI RAMADHAN MEMANG ‘AJIB

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Tidak ada diksi dan narasi yang apabila dikaitkan dengan bulan mulia Ramadhan, melainkan akan terasa elok, indah nan mempesona. Mulai pemaknaan, kandungan hikmah, hingga filosofis kehidupan. Setiapkali Ramadhan datang menyapa, tidak bosan-bosannya para cerdik pandai membincangnya. Banyak 'ibaarat, tamtsiil, dan pujian para ahli ilmu akan kedudukannya yang teramat istimewa; ada yang mengibaratkan sebagai bulan "panen raya", ada yang mengumpamakannya seperti Nabiyullaah Yusuf 'alaihis salaam di tengah dua belas anak-anak Nabiyullaah Ya'qub 'alahis salaam, serta kiasan-kiasan lainnya. Semua itu menunjukkan, betapa kehadiran bulan yang satu ini bukanlah "rutinitas biasa" yang hampa makna, melainkan sarat dengan beragam keistimewaan yang tidak terduga...
KETIKA SANG PRIMADONA TIBA

KETIKA SANG PRIMADONA TIBA

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi kebiasaan orang-orang mulia kalangan generasi emas [yakni salafus shaalih], apabila tiba bulan Ramadhan mereka menyambutnya jauh sebelum bulan tersebut datang menyapa. Ada yang bersiap diri sejak tiga bulan sebelum, dua bulan sebelum, atau satu bulan sebelumnya. Sebagaimana dipetik Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullaah dalam Lathaaiful Ma'aarif yang menuturkan ungkapan Abu Bakar al-Warraq al-Balkhy [ulama kelahiran Turmudz Uzbekistan, wafat 893 M.] yang mengumpamakan "tiga bulan berturut-turut" [tsalaats mutawaaliyaat]; yakni Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan laksana pohon. شهر رجب شهر للزرع، وشعبان شهر السقي للزرع، ورمضان شهر حصاد الزرع "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam pohon, bulan Sya'ban untuk menyiram pohon, dan bulan Ra...

AROMA RAMADHAN DAN GELIAT HARI INTERNASIONAL ANTI ISLAMOPHOBIA

Breaking News, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sejak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] yang menyepakati tanggal 15 Maret sebagai hari internasional anti Islamophobia, kaum Muslimin di beberapa negara Eropa pun gegap gempita turut menyambutnya. Tidak terkecuali di Indonesia dengan dimotori Gerakan Nasional Anti Islamophobia [GNAI] yang menggelar acara akbarnya pertama kali di Mesjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan menyusul sebelumnya pernyataan Bidang Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia [MUI] Pusat tertanggal 20 Maret 2022. Kini memasuki tahun kedua [2023], gaung anti Islamophobia kembali disemarakkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa yang pada hari Jum'at [10 Maret 2023] memperingati hari Internasional untuk memerangi Islamophobia yang pertama dengan acara khusus di Aula Majel...

AGAR KACANG TIDAK MUDAH LUPA PADA KULITNYA

Hikmah, persatuan umat, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dalam setiap kehidupan manusia tidak lepas dari "jalan cerita" masing-masing yang mungkin pernah dialaminya; Ada yang merasa kebahagian yang diraihnya seolah-olah tidak ada hubungan dengan orang lain, ada yang semula tidak turut serta berperas keringat tiba-tiba muncul jadi penguasa, ada yang sama sekali tidak ikut berjuang dalam waktu sekejap tampil menjadi pahlawan. Bahkan, ada pula yang dirinya merasa terusik ketika orang lain sukses atau bisa mengunggulinya sehingga harus berusaha keras untuk menyikut dan meminggirkannya. Adanya matahari kembar, merupakan sesuatu yang sangat tidak diinginkannya. Bukankah setiap taqdir itu ada masanya? Pepatah Arab mengingatkan: يسخر الله لك كل شيىء بوقته "Segala sesuatu akan ditetapkan Allah 'azza wa jalla p...

MU’JIZAT ABADI

Jadwal Kajian, Tsaqofah, Uncategorized
MU'JIZAT ABADI // Ketika Nabiyullaah Ibrahim 'alaihis salaam dibakar Raja bengis Namrudz, api tak mampu melumatkan dirinya. Ketika Nabiyullaah Yunus 'alaihis salaam dilemparkan ke lautan lepas, buasnya ikan paus tak menjadikan dirinya binasa. Dahsyatnya gelombang samudra, tak mampu menghempaskan Nabiyullaah Musa 'alaihis salaam dan pengikutnya dari kejaran raja bengal Fir'aun. Dan masih banyak qishah lainnya, yang semua itu menunjukkan betapa Allah 'azza wa jalla tak pernah tidur dan senantiasa terlibat dalam menolong para kekasihNya di jalan perjuangan Tauhid. Itulah kebesaran Dzat Maha Digdaya yang disebut Mu'jizat hissiyyah, yakni senjata pertolongan untuk "melumpuhkan" rekayasa musuh-musuhNya. Berbeda dengan Al-Qur'aanul 'Azhiim yang dianugerahkan kepada Nabi akhir zaman, mu'jizatnya b...

AL-QUR’AN AGUNG; MU’JIZAT ABADI SEPANJANG ZAMAN

Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Seputar Istilah Mu’jizat Dalam pengertian umum, mu’jizat merupakan isim faa’iI dari a’jaza yu’jizu i’jaazan artinya "sesuatu yang dapat membuktikan kelemahan." Menurut Mannaa' Al-Qaththaan dalam Mabaahits Fii ‘Uluumil Qur’aan disebutkan, yang disebut i’jaaz adalah tampaknya kebenaran Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam pengakuannya sebagai seorang pengemban risalah dengan membuktikan kelemahan bangsa Arab untuk menghadapi mu’jizat yang abadi, yaitu Al-Qur’aan al-Kariim. Dengan makna itu, maka muncullah definisi istilah yang popular sebagai berikut: “Sesuatu hal yang luar biasa [amrun khaariqun] dengan disertai tantangan dan selamat dari perlawanan." (Al-Qaththaan, 1420, hlm. 258-259). Sisi perbedaan dengan mu’jizat yang diberikan kepada N...

KATA ORANG: “COLT SETAN” ITU MEMPERCEPAT SAFARKU

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Jangan underestimate dengan judulnya, agar tidak gagal paham dalam menyimpulkannya!!! ... Ini hanya tentang sebuah penggalan pengalaman perjalanan untuk didulang hikmahnya dan diambil pelajarannya sekaligus. Betapa sang Nabi panutan melarang keras memberikan nama atau menisbatkan sesuatu dengan panggilan maupun sebutan yang buruk; bahkan bukan sekadar nama orang dengan panggilan yang hina seperti halnya 'Aashiyah, yang berarti "wanita pelaku maksiat" atau Haazin, yang maknanya "si malang" sebagaimana diceritakan Ibnu Umar dan Ibnul Musayyib radhiyallaahu 'anhumaa dalam riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Tentu saja, termasuk nama-nama makanan [semisal "bakso setan", "seblak jahanam", dan lain-lain], bahkan nama tempat atau fasilitas lainnya [seperti nama kampung atau nama bukit...
MEREKA MENABUH GENDERANG PERANG DAN MERUSAK SUMBER KESEJUKAN HATI KITA

MEREKA MENABUH GENDERANG PERANG DAN MERUSAK SUMBER KESEJUKAN HATI KITA

Aqidah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Merendahkan, melecehkan, dan menghinakan berbagai simbol agama [syi'aarud diin] merupakan bentuk penentangan yang nyata terhadap Dzat Yang Maha Pencipta. Terlebih syi'ar suci berupa kalamNya seperti halnya Mushhaful Qur'aan yang wajib dirawat dan dipelihara. Ada banyak bentuk penodaan yang dilakukan; mulai dari merusak fisik mushhaf, menyamakan ayatNya dengan qaul manusia, melantunkan ayatNya dengan alunan permainan hiburan, membaca ayatNya bukan pada tempatnya [termasuk di gereja, klenteng, atau tempat pemujaan lainnya], membacanya di tempat-tempat kotor dan terlarang, atau memposisikan tulisan ayatNya pada tempat yang tidak layak [di toilet, di bawah telapak sandal/sepatu, dan lain-lain], juga menafsirkan Al-Qur'an dengan sekehendak nafsu tanpa pi...
error: Content is protected !!