RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK “PANJANG USIA”
RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK "PANJANG USIA"Oleh:Teten Romly Qomaruddien
Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, sedangkan manusia mati tinggalkan amalan dan kenangan. Demikian peribahasa menyebutkan, betapa manusia makhluq yang merugi ketika di akhir kehidupan tak meninggalkan perbuatan yang dapat dibanggakan di hadapan Penciptanya. Jangankan untuk mendatangkan keberuntungan dua alam [dunia dan akhirat], sekedar meninggalkan kesan yang bisa dikenang pun belum tentu didapatkan.
Tak selamanya yang namanya senang, atau bahagia itu harus selalu takarannya harta melimpah, atau kedudukan dan jabatan tinggi, serta kekuasaan. Sekalipun semua itu tak bisa dipungkiri menjadi sebab seseorang bisa bahagia. Ternyata, selain itu semua kita mesti yakin bahwa semua manusia ber...













