Selasa, April 21MAU INSTITUTE
Shadow

Tsaqofah

“TAK KENAL MAKA TA’ARUF” (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam)

“TAK KENAL MAKA TA’ARUF” (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam)

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
"TAK KENAL MAKA TA'ARUF" (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam) Bersama: Teten Romly Qomaruddien 1. Sebagai lembaga ilmiah yang berfungsi merumuskan pelbagai hukum Islam di lingkungan Persatuan Islam (PERSIS), Dewan Hisbah (yang semula sejarah awalnya Majelis Ulama Persatuan Islam; zaman Tuan Ahmad Hassan, Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan, KH. Munawwar Chalil, Al-Ustadz Abdul Hamid Hakim, Tengku Hasbi As-Shiddiqi, KH. Mohammad Isa Anshary dan sejumlah tokoh lainnya) dalam menjalankan tugasnya, berpegang pada qaidah ilmiah sebagaimana dilakukan para fuqaha dari kalangan ulama Salaf. Maka tidak dapat dibenarkan, apabila ada anggapan pandangan-pandangannya bertolak belakang dengan qaidah ilmiah mereka. 2. Dalam merumuskan berbagai masalah hukum, Dewan Hisbah memand...
PEMBAHARUAN ISLAM; ANTARA TAJDÎD DAN TAJRÎD

PEMBAHARUAN ISLAM; ANTARA TAJDÎD DAN TAJRÎD

Tsaqofah, Uncategorized
PEMBAHARUAN ISLAM; ANTARA TAJDÎD DAN TAJRÎD Oleh: Teten Romly Qomaruddien Munculnya seseorang atau beberapa orang pembaharu, bahkan berupa "gerakan pembaharuan" pada setiap 100 tahun (satu abad, satu qurun), telah diisyaratkan Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya: إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا "Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk ummat ini pada setiap akhir seratus tahun, orang yang akan memperbaharui ajaran agamanya." (HR. Abû Dâwud no. 4291 dari shahabat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anh) Sekaliber Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani, As-Suyûthi, Al-‘Iraqi, Syamsul Haq Abadi, As-Sakhâwi, Al-Munâwi dan Syaikh Nâshiruddin Al-Albani menyebutkan bahwa hadits tersebut riwayatnya tsi...
SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI

SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI

Tsaqofah, Uncategorized
SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi fithrah manusia, kebutuhan akan seks (jinsiyyah) itu merupakan naluri yang telah Allah 'azza wa jalla anugerahkan. Sama halnya dengan kecintaan manusia terhadap wanita secara umum, anak yang dibanggakan, kekayaan yang dimiliki (termasuk kekuasaan). Al-Qur'an mengisyaratkan dalam firmanNya: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta y...
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi fithrah, setiap manusia yang dilahirkan pasti memberi isyarat dengan tangisan. Yakni, tangisan yang ditunggu-tunggu oleh semua yang tengah menanti kelahiran sang buah hati dengan penuh cemas, haru dan berujung rasa bahagia. Tak jarang pihak keluarga merasa gundah, ketika sekian lama menunggu, namun tangisan bayi tak kunjung terdengar. Kalau pun sudah lahir tak bersuara pula, maka Mak Paraji atau pun Bidan yang membantu kelahirannya, akan sedikit menepuk-nepuknya agar jabang bayi bisa menangis. Sama halnya dengan akhir kehidupan manusia, maka tidak ada yang jauh lebih penting untuk ditinggalkan terakhir kalinya, selain dari kalimah thayyibah dan ungkapan wash...
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Luapan rasa gembira bagi seluruh anak bangsa di mana pun adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, karena keinginan hidup merdeka adalah fithrah insâniyyah setiap jiwa manusia. Terlebih, bagi mereka yang telah turut merasakan pahit getirnya penjajahan. Manusia dicipta dan dilahirkan ke muka bumi, pada dasarnya benar-benar murni bersih dan memiliki hak merdeka. Namun semua itu bisa berubah, hak menikmati hidup merdeka bisa terganggu dan bisa saja tidak berpihak pada dirinya, ketika banyak unsur-unsur lain yang menghalanginya. Kondisi ibu yang mengandung, bapak yang seharusnya menjaga, apabila keduanya tidak stabil dapat berpengaruh pada putera mereka yang akan lahir nanti. Demikian pula dengan lahirnya sebuah bangs...
DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah)

DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah)

Tsaqofah, Uncategorized
DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincang agama, berarti membincang Islam. Menyebut Islam berarti membicarakan inti ajaran Islam itu sendiri, yakni "kalimah thayyibah" Lâ ilâha illallâh yang dalam beberapa riwayat disebut sebagai kuncinya surga (miftâhul jannah). Betapa urgennya masalah prinsip ini, para ulama memasukkannya sebagai pokok agama (ashlud dîn) atau keyakinan pasti ('aqîdah). Adapun misi utamanya adalah tauhîdullâh, yaitu "meng-Esakan Allah". Lebih dari itu, para ulama pun meyakini bahwa "meng-Esakan Allah" merupakan fithrah dakwah para Nabi dan Rasul. Seruan yang berbunyi: يَقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu sela...
PANCASILA YANG SAYA PELAJARI KOQ BERBEDA DENGAN YANG DI RUU-HIP? (Keheranan Seorang Santri)

PANCASILA YANG SAYA PELAJARI KOQ BERBEDA DENGAN YANG DI RUU-HIP? (Keheranan Seorang Santri)

Tsaqofah, Uncategorized
PANCASILA YANG SAYA PELAJARI KOQ BERBEDA DENGAN YANG DI RUU-HIP? (Keheranan Seorang Santri) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Mungkin kita sudah mendengar dan membaca di media masa atau elektronik, jagad bumi pertiwi berketuhanan Yang Maha Esa ini berguncang dahsyat ketika Rancangan Undang-undang Republik Indonesia Tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP) sebagai bahan rapat Baleg 22 April 2020 digulirkan. Sebagai santri yang pernah belajar Pancasila tentunya, RUU-HIP ini sangat membingungkan. Di samping sangat membahayakan keutuhan bangsa, juga sangat menodai agama dan tidak berpijak pada keadilan sejarah. Di mana apa yang dirumuskan di dalamnya banyak keganjilan dan mengundang kecurigaan. Karena itu, sangat tidak sesuai dengan apa yang dipelajari dan dibaca selama ini. Keganji...
STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN

STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN

Tsaqofah, Uncategorized
STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Gerakan tinggal di rumah, kini menemukan momentumnya. Bukan semata-mata karena menghindari kemadharatan, namun di dalamnya mengandung hikmah yang tidak kecil nilainya bagi kehidupan. Berarti benar apa yang diajarkan selama ini oleh agama yang mulia, di mana Al-Qur'ânul 'Azhîm menuturkan firman Allah 'azza wa jalla: وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَٰثًا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ "Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binat...
KHALAFUN YES! KHALFUN NO! … MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING

KHALAFUN YES! KHALFUN NO! … MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING

AKHBAR NEWS!, Tsaqofah, Video Kajian
KHALAFUN YES! KHALFUN NO! ... MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara peran pokok mahasiswa Muslim itu, tidak lepas dari peran pemuda Muslim. Yang membedakan keduanya adalah fokus binaannya saja. Pemuda lebih mencerminkan komunitas umum, sedangkan mahasiswa objek binaannya lebih pada komunitas khusus dengan kampus sebagai basisnya. Adapun peran pokok yang dimaksud, tidak keluar dari empat perkara berikut: 1. Tajdîdu ma'nawiyyatil ummat; lahirnya sosok yang mampu melakukan pembaharuan mentalitas ummat. 2. Ba'tsul himmat fit tasâulât; lahirnya generasi yang mampu membangun jiwa kritis. 3. 'Anâshirul ishlâh; lahirnya komunitas yang mampu menjadi agen atau unsur-unsur perubahan. 4. Naqlul ajyâl; terjadinya gayung bersambut yang mampu melahirkan ...
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

Tsaqofah, Uncategorized
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejarah mencatat, tegaknya bangunan jamâ’ah dan imâmah di masa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam merupakan sebuah bukti keberhasilan akan perjuangan dan pengorbanan manusia-manusia mulia yang mendapatkan bimbingan langsung dari seorang manusia teladan yang terpelihara (ma’shûm) dari berbagai kesalahan. Dia adalah Nabi akhir zaman yang seluruh kehidupannya patut dijadikan panutan. Banyak ayat menyebutkan, dalam kapasitasnya sebagai Rasûlullâh, beliau memiliki kewajiban-kewajiban pokok yang paling mendasar (sebagaimana pernah dibahas sebelumnya); di samping membangun peradaban manusia dengan akhlaq yang agung (shâlihul akhlâq, makârimul akhlâq), j...
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

Tsaqofah, Uncategorized
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN 'AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jatuh bangunnya penegakkan agama (iqâmatud dîn) dari masa ke masa senantiasa berjalan terus, seiring dengan lajunya semangat kaum Muslimin untuk tetap menjaga dan memelihara nilai agung ini; kerinduannya untuk dapat melaksanakan hukum syari’at merupakan dambaannya, hidup damai di bawah payung satu imâmah merupakan sesuatu yang diimpi-impikan. Mutiara indah yang pernah menghiasi ratusan tahun ke belakang, kini tinggal kenangan jatuh di atas tumpukan peradaban zaman yang semakin banyak mengalami perubahan. Akankah kaum Muslimin menemukan kembali jejak sejarah yang hilang itu? Bukankah Rasûlullâh shallallaahu 'alaihi wa sallam telah memberikan isyaratnya, bahwasanya kaum M...
error: Content is protected !!