Sabtu, Mei 23MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

DA’WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGA

DA’WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGA

Aqidah, Uncategorized
DA'WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGAOleh:Teten Romly Qomaruddien Merupakan kehormatan yang sangat berharga, dapat mengantarkan diskusi hangat saudara kita dari negeri jiran Malaysia ini. Brother Lim, demikian panggilan akrab Tuan Lim Jooi Soon biasa disapa oleh kerabat dan para penyimak paparan bahasannya di chanel-chanel TV di kotanya dan media sosial yang telah menyebar. Turut membersamai lawatan ini, Ustadz Fadhli Burhan yang memang sudah menjadi rutinitasnya keliling Benua dalam rangka pembinaan para Muallaf. Turut hadir Ustadz Ahmad Kainama yang menjadi wasielah pertemuan ini, dibersamai oleh para aktivis dakwah lainnya. Hadir Ustadzah Nevy Amaliah Nanlohy [mantan pegiat Lembaga Pengkajian Bible], An-Nisa Theresia [mantan pegiat Gereja], dan Aries...
KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTI

KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTI

Tarbiyah, Uncategorized
KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTIOleh:Teten Romly Qomaruddien Bukan perkara mudah, ketika seseorang harus menentukan sikapnya di kala hati gundah gulana. Banyak faktor yang mempengaruhi, mengapa sang primadona jasad ini sulit memecahkan persoalannya. Meminjam istilah shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anh, bahwa hati merupakan panglimanya tubuh [amiirul badan]. Walaupun ia hanya "seketul daging" [mudhghah] secara fisik, namun mengandung rekaman gerak batin yang tiada tandingnya; Apabila ia baik, baiklah seluruh tubuhnya. Sebaliknya jika ia buruk, buruklah seluruh jiwa raganya. Karenanya, sangatlah wajar apabila ada ungkapan: "Jika pedang lukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh. Namun jika kata dan sikap lukai hati, kemana obat hendak dicari?". Jadi, seberapa kuatk...
KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG /

KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG /

Hikmah, Uncategorized
KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG //Di sana senang di sini senang, tentu menjadi harapan semua orang. Di mana pun kita hidup, inginnya senang dan tenang. Ternyata, keduanya tak semudah membalikan telapak tangan. Kita senang, belum tentu orang lain yang melihatnya tenang. Bahkan ketika sudah tenang, yang lain menjadi tak senang. Betapa agungnya ajaran Islam, di mana kita disuruh belajar senang, ketika saudaranya senang dan tenang. Memang benar, tak mudah menyenangkan semua orang. Al-Hafizh Ibnu Qayyim rahimahullaah dengan bijak mengingatkan: Laa budda likulli ni'matin min haasidin, wa likulli haqqin min jaahidin wa ma'aanida; "Mestilah pada setiap kenikmatan ada orang yang tak senang, sama halnya pada setiap kebenaran ada saja yang menyimpang dan membangkang." [Lihat: Miftaah, 1/ 216]....
MENAFSIR MAKNA DIAM

MENAFSIR MAKNA DIAM

imamah, Uncategorized
MENAFSIR MAKNA DIAM // Sumringah, girang, diam, bahkan pucat sekalipun, memiliki makna tersendiri. Semua itu, merupakan efek psikis yang sulit disembunyikan. Tampilan rona muka dan bahasa tubuh [body language] yang didorong dari kedalaman jiwa memang demikian adanya. Salah satunya "diam" di antara sikap yang sering muncul, ternyata memiliki banyak makna; Diam di kala bahagia menunjukkan keteguhan [artinya berekspresi wajar], diam di kala marah menunjukkan kekuatan menahan, diam di kala bekerja menunjukkan kreativitas yang khas, memilih diam ketika direndahkan menunjukkan keluhurannya, diam ketika diberi nasihat menunjukkan adab mulia, dan memilih diam saat kesedihan melanda menunjukkan kesabarannya untuk meraih anugerah pahala. Karena itu, berhati-hatilah dalam menyikapi diamnya seseorang,...
AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK

AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK

Hikmah, Uncategorized
AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK// Dalam mendefinisikan kata "indah", orang bisa beragam. Demikian pula memaknai "hakikat keindahan", bisa berdebat panjang. Selama masih di dunia, keindahan itu bersifat sementara [fanaa']. Ketika memasuki negeri akhir, keindahanpun bersifat kekal [baqaa']. Lalu bagaimana agar keduanya bisa berjalin berkelindan? Menjadikan dunia sebagai masa proses bercocok tanam [yaumaz zar'i] dan negeri akhir sebagai hari memanen [yaumal hishaad], itulah jawaban yang menentramkan. Agar hari esok tak lagi gegabah, maka semangat muhaasabah adalah jawabnya. Agar hidup tak sekedar lelah, maka mengubahnya menjadi lillaah merupakan pijakan niatnya. Hidup laksana arena pacu, Syaikh As-Sa'di menuturkan: "Mereka yang berlomba memburu aneka kebaikan di dunia, berarti mereka ...
MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABAN

MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABANOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian nikmat yang dianugerahkan kepada manusia adalah nikmat diberikannya fithrah dan kemajuan peradaban. Fithrah bersifat tetap, sedangkan peradaban terus berubah. Islam sebagai agama fithrah, sangat menekankan untuk memelihara dan merawatnya. Demikian pula dengan peradaban, Islam pun sangat mewantikan agar perkembangan peradaban senantiasa mendapatkan pengawalan. Fithrah menurut kitab-kitab kamus beragam maknanya; bersih, suci, asal kejadian, awal penciptaan, tabiat asli dan lain-lain. Semua itu benar, mengingat kata "fithrah" di dalam Al-Qur'an tidak kurang dari 20 kata dengan segala varian yang beragam maknanya. Dari sekian makna fithrah, di antaranya terkait dengan keyakinan manusia yang wajib dipel...
BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!!

BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!!

Hikmah, Uncategorized
BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!! // Sudah menjadi sunnatullaah, perjuangan itu ada pasang surutnya. Tak selalu semangat atau jenuh selamanya. Tak mudah merawat ghiirah; Ketika berusaha ikhlas, tiba-tiba muncul ujian yang membuat "terpaksa" menjadi tidak ikhlas. Ternyata benar, ikhlas itu tak cocok didiskusikan, apalagi diseminarkan. Ikhlas itu tepatnya diteladankan. Bagaimana caranya? Jawabnya, tak perlu dimatematiskan, cukup dirasakan. Karena hal ini merupakan ranahnya hati [af'aalul qalb], maka pertimbangan hitung-hitungan akal diarsipkan terlebih dahulu. Seperti kerja fisik yang pasti mengalami lelah, demikian pula perbuatan batin. Yang dibutuhkan ternyata rehatlah sebentar, lalu lanjutkan pekerjaan. Menepilah terlebih dahulu, lalu lanjutkan berselancar. Bersandarlah, lalu bert...
MENTOR “PEMULASARAAN JENAZAH” ITU, KINI TUTUP USIA

MENTOR “PEMULASARAAN JENAZAH” ITU, KINI TUTUP USIA

Breaking News, Uncategorized
MENTOR "PEMULASARAAN JENAZAH" ITU, KINI TUTUP USIA // Pria gempal asal Bumiayu itu, dikenal oleh lingkungan sejawat dan kawan-kawan perjuangannya di jam'iyyah sebagai mentor "pemulasaraan jenazah" yang handal. Suatu saat, Ustadz Asro [aslinya H. Muhammad Sudarno] kami panggil untuk menjadi mentor pertama kali "Kaifiyyat Pengurusan Jenazah" di Masjid Wadhhah 'Abdurrahman Al-Bahr Tambun Selatan Bekasi [tahun 1999-2000an]. Bahkan ada cerita yang membuat diri ini meringgis dan sedikit senyum, qaddarallaah mobil yang kami pakai jemput ustadz untuk pelatihan mesinnya "mati nyala" di lintasan Kereta Api Pasar Tambun [sebelum ada terowongan]. "Wadduhh hati-hati pak sopir, jangan mentang-mentang mau pelatihan mengurus jenazah dong!!", guyonnya sambil ngehkeh tertawa cemas. Alhamdulillaah selamat. "...
DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUR

DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUR

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUROleh:Teten Romly Qomaruddien Tak ada seorang pun dari kita yang bisa melepaskan dari "keteperdayaan" diri [ghuruur]; Baik teperdaya oleh keunggulan dirinya, teperdaya oleh kekayaan yang dimilikinya, atau teperdaya oleh faktor lain yang mempengaruhinya. Para ulama banyak menggambarkan ghuruur ini dengan narasi seperti berikut: الغرور وهمٌ يراه صاحبه علماً، فهو جهل مركب، لأن المتصف به لا يدري ولا يدري أنه لا يدري. هذا الجهل آفة عظيمة جامعة لمفاسد الأخلاق وقع في مهواتها الكثيرون، لأحد سببين: إما لأن الغرور لم ينل في نشأته شيئاً من التربية الصحيحة؛ أو لأنه نال حظاً ناقصاً. "Keteperdayaan itu sebuah ilusi di mana sang pelaku melihatnya sebagai ilmu, [padahal sebenarnya] kebodohan majemuk. Hal itu terjadi, dikarenakan orang yang tersifatinya tidak tahu, ...
TABAYYUN ‘ILMIYYAH ITU PENTING

TABAYYUN ‘ILMIYYAH ITU PENTING

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TABAYYUN 'ILMIYYAH ITU PENTING // Suatu hari, saya dipanggil khusus Bapak [Allaahu yarhamh Pak Moh. Natsir] saat genting-gentingnya "Revolusi Khomeini" di Iran. Hampir semua kampus dan pergerakan muda Islam tertuju ke sana … Saya ditanya: "Saudara Nabhan, apa benar ajaran Syi'ah sesat?", ujar Bapak. "Benar pak", jawab saya. "Saudara bisa buktikan?", kejar Bapak. "Bisa pak", jawab saya lagi. Setelah saya menjelaskan, bapak pun bertanya simpatik: "Apa yang saudara butuhkan dan saya bisa bantu?". Ujar pak Natsir meyakinkan. Demikianlah perhatian seorang "Amiirud Da'wah" terhadap masalah 'aqidah ummat. Beliau bertanya bukanlah tidak paham, melainkan ingin kejelasan ilmiah [tabayyun 'ilmiyyah] dan ketegasan penjelasan [ta'kiidul bayaan] dari seseorang yang dianggap memiliki otoritas ilmu. Tampa...
RUWET RUWETT AND RUWETTT!!

RUWET RUWETT AND RUWETTT!!

Hikmah, Uncategorized
RUWET RUWETT AND RUWETTT!!! // Itulah posting sticker yang viral saat ini; kata "ruwet" 3x, ditambah gambar "benang kusut" yang sulit diurai. Sebenarnya, dari mana datangnya keruwetan itu? Dari mana lagi, kalau bukan dari rekaman pandangan kita, masuk pada akal pikiran, lalu menyelinap dalam hati. Ketika mengkristal dan menular ke sekujur tubuh, khususnya wajah. Maka tak bisa disembunyikan lagi; ceria dan murungnya, sumringah dan dan pucatnya, serta menawan dan bermuram durja-nya sangat terlihat pada body language-nya. Petuah Arab menuturkan: Lil jamaali syuruuthun katsiiratun, ahammuhaa al-ibtisaamatu; "Seseorang untuk disebut mempesona itu memiliki banyak syarat, yang paling terlihat adalah senyumannya". Ketika penat dianggap sebagai pengingat untuk rehat sejenak, masalah dan musykilah d...
LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA

LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA

Hikmah, Uncategorized
LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA // Hidangan khas Hari Raya ala Nusantara ini, tetap menjadi idola. "Ketupat lebaran", demikian orang-orang menyebutnya. Lebih singkat disebut "kupat", merupakan singkatan dari "ngaku lepat" [artinya mengaku bersalah]. Atau "laku papat", mencerminkan empat tingkah laku; lebaran [suasana bahagia setelah puasa], luberan [saat tepat berbanyak shadaqah], leburan [momentum bermaafan melebur dosa], dan laburan [labur atau kapur, artinya putih bersih lahir-batin]. Adapun daun kelapa muda yang dianyam, menunjukkan harapan penguatan jiwa dan raga. Terlepas dari tafsir budaya yang debatable, Islam tidak menolaknya sebagai kandungan nasihat selama tidak berlebihan dan tidak menerabas batas 'aqidah dan syari'ah. Makanan ini, tentu tidak populer di nege...

KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU

Hikmah, Uncategorized
KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU // Menjadi pribadi Muslim yang tangguh, tak semudah membalikkan telapak tangan. Memaksimalkan usia yang tersisa bukanlah perkara ringan. Sementara kematian, ia datang tanpa menunggu seseorang menjadi pribadi yang istiqamah terlebih dahulu. Lalu bagaimanakah agar seseorang menjadi pribadi ideal yang diharapkan? Dalam hal ini, Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradhawy memberikan tujuh rambu-rambu sebagai berikut; paling baik amal perbuatannya [ahsanuhum 'amalan], paling unggul kreativitas karyanya [afdhaluhum intaajan], paling semangat menebar kemanfaatan diri dan orang banyak [ahrashuhum 'alal intifaa'], paling mampu membebaskan kesulitan sesama saudaranya [aqdaruhum 'alat ta'aawun], paling menjaga amanat yang diembannya [ar'aahum lil amaan...
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN // Sudah menjadi pemandangan yang lumrah, di mana sebahagian keluarga Muslim menyediakan suguhan makanannya lebih memilih kaleng bekas biskuit, dari pada wadah lainnya. Selain mudah didapat, juga murah meriah. Khong Guan menjadi wadah kaleng paling legendaris di antara merk wadah kue lainnya? Selain usia produksinya sudah sangat lama, juga keteguhannya dalam mempertahankan kekhasanannya. Maka sangatlah wajar apabila setiap musim lebaran, kaleng-kaleng tersebut kehilangan isinya, dan berubah fungsi menjadi "tempat mabitnya" aneka ragam makanan kering seperti halnya peyek, rengginang, dan keripik. Agar para tamu tidak merasa "kecele" dengan "toples kepalsuan" yang ada, alangkah eloknya apabila disematkan nama jenis makanan keringnya. Kelihatannya seperti sederha...

LELAHMU ADALAH MAHKOTAMU

Uncategorized
LELAHMU ADALAH MAHKOTAMU // Lelahnya kemacetan Cicalengka, Nagreg, hingga Limbangan karena masifnya arus mudik, belum sebanding dengan lelahnya sang Bocil ahlul Qur'an ini. Jauh dari hiruk pikuk keramaian, asyik menyepi dalam tadarusan. "Nam shaalihan yaa bunay, nikmat nian tidurmu! Dalam mimpimu, semoga tak ada kemacetan dan padat merayap seperti yang al-faqir alami. Sepertinya, ananda tengah bermimpi indah, di mana mahkota kemuliaan tengah disematkan di kepalamu …" Tak ada hijab penghalang bagimu untuk mendapatkannya; ketika kedua tanganmu menggenggam "Mu'jizat Abadi" di pangkuan, hal itu menunjukkan mimpimu akan menjadi kenyataan. "Siapa yang bertanya pada Al-Qur'an, pasti dijawab. Siapa yang memohon dengannya, pasti dibalas. Dan siapa yang minta solusi dengannya, pasti ditunjukkannya k...
error: Content is protected !!