Sabtu, Mei 23MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

Hikmah, Uncategorized
MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!! // Terlepas seberapa cepat do'a dikabulkan, manusia hanya disarankan meminta kepada yang Maha segalanya kalau memang merasa butuh. Di samping itu, janganlah lupa, bahwa permohonan seseorang wajib diiringi amal nyata. Itulah yang dialami Nabiyullah Musa 'alaihis salaam, ketika dikejar-kejar Fir'aun dan bala tentaranya. Di tengah-tengah kondisi tak menentu, masih sempat menolong orang-orang kesusahan [QS. Al-Qashash/28:24, dengan kasus menimbakan air bagi dua wanita gembala puteri-puteri Nabi Syu'aib 'alaihis salaam]. Sambil menikmati semilir angin di tempat teduh, diiringi rasa syukur atas nikmat keselamatan yang dianugerahkan. Butiran kata-kata indah pun terucap dari lisannya: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiirun; "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sa...
KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL

KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL

Da'wah, Materi Kajian, Uncategorized
KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL // Bulan Ramadhan 1443 H. mulai bergeser, kini babak baru bulan Syawwal siap menyambutnya. Ketika garis start perjuangan kembali digoreskan, maka bentangan sejarah panjang ke depan pun harus sudah siap untuk ditorehkan. Melalui Buletin Tsaqafah Ghazwul Fikri News Bidang Pemikiran dan Ghazwul Fikri Dewan Da'wah, kado spesial di bulan peningkatan ini siap untuk disajikan. Menepis Fitnah Menggapai Agungnya Fithrah, itulah bahasan pertama. Kembali ke Fithrah; Menafsir Pandemi Menalar Zaman, merupakan bahasan lanjutan. Sedangkan Hari Kemenangan Kita; Menuju Arah Baru Peradaban Ummat, adalah bahasan penutupnya. Demikian tiga materi "Khutbah Peradaban" yang telah disiapkan. Adapun dua bahasan berikutnya, berupa "Risalah Pengorbanan" yang meliputi; Falaa Tamuu...
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

Hikmah, Uncategorized
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!! // Terlepas dari perbedaan makna "mudik" dan "pulang kampung" yang sempat viral, yang lebih penting adalah bagaimana dua peristiwa itu mampu mereview memori yang "terhijab" tirai kejumawaan. Merasa sudah maju, banyak perubahan, memiliki keunggulan, taraf hidup yang melejit, serta status sosial yang menonjol. Semua itu terkadang, menjadi kunci penghalang bagi terbukanya "keran kepekaan" terhadap sesama. Ketika seseorang gagal memahami dirinya dari mana dia berasal, biasanya memaksa pribadi orang itu berubah secara ekstrim. Sekalipun, bisa jadi orang tersebut tidak menyadarinya. Dengan demikian, ketika mudik dan pulang kampung dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ditampilkan dengan penuh elegan, maka sudah bisa dipastikan bahwa mudik dan p...
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIKOleh:Teten Romly Qomaruddien Suasana batin kaum Muslimin pada Ramadhan 1443 H tahun ini memang berbeda dengan suasana dua tahun sebelumnya, di mana tahun 2020 dan 2021 pemerintah memberlakukan larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kini dengan dibolehkannya kembali, dalam sekejap jalanan kembali dipenuhi kendaran bermotor dan kendaraan roda empat. Dari sisi sosiologis dan psikologis sangatlah wajar, apabila kaum Muslimin menumpahkan rasa gembiranya dengan mudik. Di satu sisi, kegembiraan setelah menunaikan ibadah shaum Ramadhan, dan di sisi lainnya hidupnya kembali suasana kehidupan yang lebih optimis penuh antusias. Terlebih telah dibukanya kembali kebolehan mudik, sekalipun masih ada persyaratan yang mesti diperhatika...
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

Hikmah, Uncategorized
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA // "Apabila kita merasa kurang sempurna di permulaan, maka jangan kita cederai di masa perpisahan". Sungguh tak tersisa dari malam-malam pekan terakhir di bulan mulia ini, melainkan dalam hitungan jari semata. Di awal Ramadhan, orang-orang shalih terdahulu mengumpamakan Ramadhan sebagai bulan "panen raya". Setelah melewati masa puncaknya dan mendekati masa akhir, mereka umpamakan sebagai "hari-hari perburuan". Perburuan 10 malam terakhir, perburuan malam-malam ganjil, hingga perburuan malam ganjil tertentu [yakni malam ke-27 Ramadhan]. Semua itu menunjukkan, betapa Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan semangat yang tiada henti agar ummatnya memenangkan "perburuan" itu. Itulah primadona "malam kemuliaan" yang dibidik o...
MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

Tarbiyah, Uncategorized
MEMBERSAMAI MU'TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGATOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian momentum berharga dalam memaksimalkan babak pekan terakhir Ramadhan adalah "mengkarantina jiwa" dengan amalan ahlul i'tikaaf. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan sebagai "relaksasi kejiwaan" dan upaya mengendorkan saraf-saraf kedegilan diri dan kerasnya hati. Sebenarnya, amalan i'tikaf yang paling pokok tidak lepas dari mengoptimalkan ibadah [baik yang wajib maupun sunnat atau naafilah], menghidupkan dzikrullaah dengan cara-cara yang disunnahkan, mengoptimalkan tilaawatul Qur'aan, dan juga renungan diri di saat yang tepat, di mana mu'takifien biasanya lebih menerima dan rela untuk "menyerahkan jiwa" di hadapan Allah 'azza wa jalla. Namun demikian, di dalamnya pula dapat ...
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak motivasi, berupa kabar gembira [targhieb] dan motivasi kabar ancaman [tarhieb], bagi mereka yang tengah menentukan nasib hidupnya kelak. Apakah di negeri akhir menjadi pemenang atau pecundang? Sekalipun surga itu belum dapat dilihat hari ini dengan mata kepala sendiri [maa laa 'ainun ra'at], belum bisa didengar oleh telinga hari ini [wa laa udzunun sami'at], bahkan tidak bisa dirasakan oleh lintasan perasaan manusia saat ini sekalipun [wa laa khatara 'alaa qalbin basyarin]. Semua itu menunjukkan betapa perkara ini merupakan sirrun min asraarillaah, yakni suatu rahasia di antara sekian rahasia-rahasia Allah 'azza wa jalla. Alangkah merugi, mereka yang beranggapan bahwa alam akhir itu sebagai khayalan ...
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

Aqidah, Tarbiyah, Uncategorized
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH // Ada ungkapan popular dalam bahasa 'Arab: Yabqaa alhubbu kalimatan hattaa ya'tiya syakhshuhaa wa ya'thiihaa ma'nan; "Cinta hanya sekadar untaian kalimat belaka, hingga seseorang datang mengisinya dan memberinya makna". Artinya, tak ubahnya bejana kosong tanpa makna, ia akan tetap menjadi diksi tanpa narasi hakiki. Mahabbatullaah itulah substansi Ilahi, sedangkan yang didapat manusia dengan sesamanya hanyalah bentuk perhatian semata. Ahli hikmah menasihatkan: "Janganlah berkeinginan untuk dicintai manusia seutuhnya, karena sifat dan karakter hati manusia itu sendiri bolak-balik [mutaqallabah] sifatnya; hari ini ia bisa mencintaimu, besok hari bisa saja sebaliknya. Hendaklah luruskan fokus keinginanmu untuk dicintai Allah, karena dicintai Alla...
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

Hikmah, Uncategorized
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU // Ketika seseorang merasa tersakiti, biasanya syaithan gerak cepat meniupkan api kesumat [khushuumat; perseteruan]. Hal itu terjadi karena terkadang kurang pandai mengambil hikmah, dan sirnanya ketulusan diri dalam menerima kekurangan. Dengan bismillaah, senyum penuh syukur, mendo'akan orang yang terlibat dalam hidup kita dengan baik, merupakan ikhtiar dalam menampakkan hidup bahagia. Imam Ad-Dzahabi rahimahullaah bertutur: "Seorang mukmin apabila diuji, dia bersabar, menerima nasihat, beristighfar, dan tidak menyibukkan diri dengan mencela orang yang menyakitinya. Karena Allah 'azza wa jalla Hakim yang adil, dia akan memujiNya, dan dia tahu bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya." (Lihat: Siyaru A'laamin Nubalaa', 8/81). Jadi...
BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIA

BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIA

Materi Kajian, Tsaqofah, Uncategorized
BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIAOleh:Teten Romly Qomaruddien Dalam menggapai kesempurnaan beragama, ada yang dikenal dengan istilah syarat dan rukun. Syarat adalah, suatu yang mesti ditepati sebelum mengerjakan sesuatu. Apabila tidak sempurna syaratnya, maka pekerjaan yang dilakukan pun tidak shah. Sedangkan rukun, adalah sesuatu yang mesti dikerjakan dalam memulai sesuatu. Rukun merupakan bagian pokok yang tidak terpisahkan, apabila terlewatkan menyebabkan pekerjaan itu tidak shah. Berikutnya, jika sebuah pekerjaan itu terpenuhi syarat dan rukunnya, maka itulah yang disebut dengan shah. Kebalikannya, jika suatu pekerjaan tidak terpenuhi syarat dan rukunnya, maka itulah yang disebut bathal atau tidak shah. Namun, dalam memelihara shah dan tidak shahnya suatu pekerjaan...
BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES

BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES // Setiap sore kita menyaksikan, banyak orang berseliweran membawa es batu. Benda cair yang dipadatkan itu sering menjadi primadona, terlebih di bulan mulia Ramadhan ini. Sekalipun mengkonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan radang tenggorokan, atau penyakit lainnya. Namun, "rasanya kurang afdhal apabila berbuka shaum tanpa dibersamai minuman dingin", ujar milenial. Ketika belum membeku, dia memang benda cair. Sesudah menjadi es, berubah menjadi padat dan keras, jadilah batu es, bahkan gunung es dalam skala cuaca berat. Masih ingatkah peristiwa tragis yang melegenda? Tenggelamnya kapal super mewah Titanic [15 April 1912] di Utara Samudra Atlantic yang menabrak gunung es. Selain karakternya yang bisa mencair dan bisa keras itu, pelajaran penting ...
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak ungkapan kata di jagat raya ini, namun tak akan mampu mengalahkan kalam mulia dalam Kitaabullaah dan Sunnah nabi-Nya. Kalau pun ada bentangan kalimat terurai dari cerdik pandai yang diberi hikmah, itulah mereka para pelita zaman yang terus menebar narasi iman, menyalakan obor kemuliaan. Untaian kalimatnya laksana mutiara ratna mutu manikam, menyeruak ke seluruh relung batin yang teramat dalam. Terlebih ketika mereka bertutur akan makna sebuah ketaatan; yakni ketaatan hakiki tanpa kepalsuan dan pencitraan, ketaatan yang terdorong dari panggilan jiwa akan pentingnya ketundukkan makhluuq yang lemah di hadapan Rabbul khalqi yang Maha gagah. Misalnya Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahulla...
PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM

PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM

Hikmah, Uncategorized
PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM // Sejak ramai diberitakan media, bahwa akan ada aksi BEM SI seputaran Istana Negara dan DPR-MPR RI, diri ini langsung teringat pada tugas yang diamanahkan untuk mengisi acara "Syi'ar Ramadhan" di Pro1 91.2 FM RRI Jakarta. Sesuai dengan tema yang diminta, "Ketika Taat Terasa Berat" [Lihat: artikel kolom Dakwah atau Hikmah], mulailah al-faqir membuat goresan pena [tepatnya jentik jemari] di atas bis 9A sambil "menikmati" cuaca panas tapi mendung sepanjang jalan Tol Bekasi-Prumpung Jatinegara. Sambil menunggu jam 16.30 WIB tiba, bakda zhuhur sempat merapihkan tulisan di Lantai 6 Gedung Menara Da'wah Kramat Raya 45 [sekarang kami menyebutnya Lantam, merujuk pada aktivitas Madrasah Ilmiyah bidang-bidang yang kami garap di "lantai enam" Gedun...
KETIKA TAAT TERASA BERAT

KETIKA TAAT TERASA BERAT

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
KETIKA TAAT TERASA BERATOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian perkara yang sering tak terasa dan tak terlihat, adalah ketaatan. Apa pun bentuk pelanggaran manusia, pada akhirnya tertuju pada satu titik fokus, yakni tidak lagi mau taat pada Dzat yang wajib ditaatinya Allah 'azza wa jalla. Ketaatan berhubungan erat dengan keimanan dan ketakwaan, di mana keduanya merupakan unsur terpenting dalam kepasrahan seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Itulah yang disebut dengan taqwallaah, di mana para cerdik pandai mendefinisikan nya dengan imtitsaalul awaamiri wa ijtinaabun nawaahi; menjalankan apa yang telah menjadi perintah Allah dan menghindari larangannya. Selain itu, bertambah dan berkurangnya iman atau menyala dan redupnya iman itu sangat ditentukan oleh perbuatan ketaatanny...
WABUP GARUT: PESANTREN ITU LUMBUNG SDM

WABUP GARUT: PESANTREN ITU LUMBUNG SDM

Hikmah, Kebangsaan, Uncategorized
WABUP GARUT: PESANTREN ITU LUMBUNG SDM // "Anak-anak saya, dimasukkan ke PPI 76, karena saya percaya bahwa Sumber Daya Manusia [SDM] unggulan itu ada di Pesantren. Saya dan isteri merasakan, berkali-kali dikritik anak-anak sendiri hanya karena kami terlihat seperti ada yang ganjil", ujarnya santai penuh rasa bangga. Sebagai anak bangsa, santri harus terdepan dalam mengusung pembangunan, di mana negeri kaya raya dengan Sumber Daya Alam [SDA] yang melimpah, hanya bisa dikelola oleh penduduknya yang memiliki SDM yang memadai. Demikian pesan Wakil Bupati Garut ketika membuka "Expo Ramadhan 1443 H." di PPI 81 Cibatu. Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pesantren memberikan paparan dan dorongannya, agar para santri tampil elegan dan berwawasan dalam menghadapi berbagai iklim perubahan dengan tetap me...
error: Content is protected !!