Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

Hikmah, Uncategorized
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA// Kata-kata bijak seringkali luluhkan hati, itulah Abu Bakar as-Shiddiq. Kata-kata digdaya penuh 'izzah pria gagah, itulah 'Umar bin Khaththab. Kata-kata yang melarutkan jiwa mampu menitikkan air mata, itulah Utsman bin 'Affan. Kata-kata cerdas membahana penuh pesona, itulah 'Ali bin Abu Thalib. Mereka adalah generasi yang Allah 'azza wa jalla ridhai, dan mereka pun meridhaiNya. Kapan gelegar kata harus mendentum hebat, dan kapan pilinan kata lembut harus lirih. Kapan kata-kata bijak harus menyeruak, dan kapan kata-kata pesona harus keluar? Semuanya ada tempatnya, seiring sejalan dengan kawalan iman. Betapa pikiran dan hati wajib senyawa, karena keduanya akan mendorong kata yang keluar dari lisan. Ternyata benar, "Membuncah kata beraroma dusta, jauh lebih mudah ...
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

Hikmah, Uncategorized
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN// Terkadang kita banyak mengeluh, dari pada bersyukur. Lebih mengedepankan ratapan, ketimbang harapan. Lebih senang berenang di lautan amarah dan gundah, dari pada berselancar di samudera pemaafan dan kelapangan. Sikap dengki yang tak berujung hanya akan melanggengkan kesumat, sedangkan sikap penyayang menjamin datangnya cinta kasih dan persaudaraan. Benar, beragama saja tak cukup sekadar mengunggulkan keshalehan ritual yang ditampakkan. Melainkan, sejauhmana seorang hamba mampu membunuh nafsu hayawan yang membelenggu qalbu dan jiwa insan. Seorang sahabat pernah menasihati: "Belajarlah untuk bahagia atas kesuksesan saudaramu … Dan sebaliknya, sederhanakan ekspresi bahagiamu agar tidak jadi peluang tumbuhnya rasa hasad di hati saudaramu". Sungguh, akal pikir...
BELAJARLAH DARI MEREKA

BELAJARLAH DARI MEREKA

Hikmah, Uncategorized
BELAJARLAH DARI MEREKA// Tanpa bermaksud menyoal apa yang dilakukannya, namun bagi diriku "safarku adalah madrasahku". Apa yang diucapkannya mungkin biasa saja bagi kebanyakan orang, namun diriku sungguh ternasihati. Apa yang dipakainya itu, aku pun tidak begitu paham mengapa pakaian itu yang dipilihnya. Yang jelas, 'izzah dan ghirah hidupku semakin tumbuh menyaksikannya. Kesantunannya dalam menyapa, membuat aku sangat menghargainya. Dia telah mengajariku di kendaraan ini tentang hakikat, tentang substansi, dan tentang komunikasi. Pagi ini, aku harus belajar darinya; Belajar tentang bagaimana aku harus bersyukur, dan bagaimana diri harus selalu besar hati menghadapi apa yang tengah dihadapi. "Untuk menjadi orang bijak, tidaklah cukup mengisi akal pikiran semata dengan ilmu pengetahuan. Mel...
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

Jadwal Kajian, Uncategorized
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM// Istilah wasathiyyatul Islaam, merupakan musthalahat syar'i yang termaktub dalam kalam Allah 'azza wa jalla [Lihat QS. Al-Baqarah/2: 143]. Abu Sa'id al-Khudri radhiyallaahu 'anh menjelaskan, bahwa Allah bertanya kepada Nabiyullah Nuh 'alaihis salaam terkait risalah yang disampaikan pada ummatnya, dan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam kelak menjadi saksinya. Demikian Imam Bukhari meriwayatkan [8/141, no.4487]. Adapun disematkannya ummatan wasathan terhadap ummat Rasul, merupakan anugerah atas kepercayaan Allah sebagai ummat pilihan yang adil dan seimbang. Diskursus berikutnya, kini istilah ini berkembang maknanya dengan beragam penafsiran. Yang jelas, para ulama memaknainya dengan karakteristik istiqamah di antara dua tarikan yang ujungnya s...
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

Hikmah, Uncategorized
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH // Apa yang Allah 'azza wa jalla tetapkan untukmu, itu lebih baik dari apa yang engkau inginkan. Bahkan, bisa jadi lebih utama dari apa yang engkau sukai, dan lebih mulia dari apa yang sering engkau semogakan. Apa pun yang terjadi dalam perjuangan hidupmu, jangan pernah menyerah. Hadapi tantangan yang menghadang, dan berikan yang terbaik bagi semua orang. Yang mendukungmu, yang mencintaimu, senantiasa menanti hasil karyamu dengan segala daya upaya, hingga ujung kemampuan yang engkau miliki. Masih ingatkah petuah yang menasihatkan? Lauw lam takunil hayaatu shu'batan … Lammaa kharajnaa min buthuuni ummahaatinaa nabkiy; "Seandainya hidup ini tidak sulit, maka kita tidak akan keluar dari rahim ibu kita dalam keadaan menangis". Berprasangka baiklah pada Rabb-mu; jagal...

BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN

imamah, Tarbiyah, Uncategorized
BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN// Selain maknanya dekat, sementara, kata ad-dunyaa beririsan makna dengan diinun [agama] dan dainun [utang]. Keduanya bermuara kepada kata al-jazaau, maknanya "balasan". Karenanya, kenikmatan dunia bersifat sementara. Ath-Thabari rahimahullaah berkata: Aku pernah mendengar Abu Bakar Asy-Syibli mengatakan: "Jika engkau melihat dunia dengan segala kemewahannya, maka lihatlah tempat pembuangan sampah, seperti itulah dunia. Jika engkau ingin melihat hakikat dirimu, maka ambillah segenggam tanah, karena engkau diciptakan darinya, akan kembali menjadi tanah, dan dibangkitkan pun ketika engkau sedang terkubur tanah. Dan jika engkau ingin melihat keadaan dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari isi perutmu ketika engkau ada di kakus. Siapa saja yang keadaannya seperti ...
AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

Tsaqofah, Uncategorized
AGAMA TELAH SEMPURNA; "NGAGUAR" WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pengakuan Kesempurnaan Ada seorang Yahudi menghampiri ‘Umar bin Khaththab radhiyallaahu anhu, lalu berkata: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, niscaya hari turunnya ayat itu sudah kami jadikan sebagai Hari Raya." Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar. Yahudi itu pun menjawab, yaitu firman Allah 'azza wa jalla: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا "… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu." (Al-Maaidah/5: 3) Maka ‘U...
TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

Hikmah, Uncategorized
TETAP "MARAHMAY" MESKIPUN KONDISI KURANG "MURUHMUY"// Biasanya, kata "muruhmuy" muncul ketika mengkonsumsi makanan jenis umbi-umbian [dibakar atau direbus] yang terasa nikmat [legit, lembut] di lidah. Namun apabila kata tersebut disandarkan pada raut muka seseorang yang selalu sumringah, itulah bahasa tubuh yang dikenal dengan sebutan "marahmay". Alangkah luar biasanya seseorang yang wajahnya selalu ceria, sekalipun ujian hidup menghimpitnya. Merekalah orang-orang yang mampu menarik banyak simpatik, walaupun tak selamanya demikian. Di samping bernilai shadaqah, juga merupakan cerminan budi luhur. Bukankah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bertutur: Innakum latasa'uunan naasa biamwaalikum, wa laakin liyasa'uhum minkum basthul wajhi wa husnul khuluq; "Kalian tak akan mampu me...
AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR’AAN WAS SUNNAH

AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR’AAN WAS SUNNAH

Uncategorized
AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR'AAN WAS SUNNAH// Hal terpenting dalam berkisah, adalah menentukan "sub tema" dan "sumber rujukan". Agar literasinya disiplin, dan sari pati hikmahnya terasa, maka menentukan sumber rujukan pokok menjadi perhatian utama. Pertama, Al-Qur'an itu sendiri sebagai kitab petunjuk [bukan buku sejarah]. Kedua, hadits yang shahih. Ketiga, tafsir mu'tabar dan syarah hadits. Keempat, atsar shahabat dan taabi'in, serta riwayat orang-orang terdahulu yang utama [al-qudamaa, al-fudhalaa]. Dan kelima, merujuk kepada kitab-kitab ulama sejarah yang terpercaya [muarrikhuun]. Dengan demikian, Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran, sekaligus menjadi sumber pokok sejarah yang abadi dan penuh kemukjizatan. Al-Hafizh Ibnu Katsir memetik riwayat Imam Tirmidzi dari shahabat 'Ali bin Abi Th...
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

Hikmah, Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan 'Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Berangkat dari sebuah pertanyaan, berimankah kita? Tentu jawabannya tidak semudah pertanyaannya. Pertanyaan ini mengingatkan kita pada peristiwa masa lampau, di mana hal ini terjadi di kalangan orang-orang shalih terdahulu, baik kalangan shahabat, taabi'in, atau pun generasi sesudahnya. Dikatakan oleh Ibnu Abi Najih: "Seseorang bertanya kepada Al-Hasan, apakah anda orang beriman? Kalau yang dimaksud beriman di situ adalah mengimani Allah 'azza wa jalla, para malaikatNya, para rasulNya, kitab-kitabNya, adanya hari akhir, adanya sorga, adanya hari kebangkitan, dan adanya hari penghisaban, tentu aku seorang yang be...
FALSAFAH ANAK TANGGA

FALSAFAH ANAK TANGGA

Hikmah, Uncategorized
FALSAFAH ANAK TANGGA// "Proses tak akan mengkhianati hasil", demikian seorang santri ketika ditanya kesiapannya menghadapi setelah kelulusan. Benar, apa yang dikatakannya. Memperbanyak bicara proses harus diutamakan, dari pada membicarakan hasil. Itulah kehidupan yang seharusnya dijalani, ibarat anak tangga yang tak boleh terlewatkan untuk dititi. Al-Qur'an mengisyaratkan dalam QS. Al-Insyiqaaq/84:19 berikut ini: Latarkabunna thabaqan 'an thabaqin; "Sungguh engkau akan menjalani tahapan demi tahapan [dalam kehidupan ini]". Karenanya, bersyukurlah siapa pun yang telah "merasa di atas" dalam menggapai apa yang dituju, namun janganlah lupa untuk sering-sering "menengok ke bawah", yakni anak tangga kehidupan yang pernah dilalui. Hal itu penting dilakukan, agar kita terhindar dari kejumawaan. M...
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH// "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bershabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [QS. Az-Zumar/39:10]. Itulah kalam Allah 'azza wa jalla yang mengingatkan bahwa shabar itu wajib dipelihara. Tak terkecuali shabar menghadapi zaman yang semakin melaju dengan segala problematikanya. Selain ikhtiar yang tak boleh berhenti, juga shabar dalam berprinsip dan berpegang pada agama di tengah pusaran aneka kemusykilan. Maju kena, mundur pun kena. Kondisi dilematis seperti inilah yang terkadang sering menggiring kita pada sikap salah tingkah, dan berujung pada salah kaprah. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menuturkan dalam sabdanya: Ya'tii 'alan naasi zamaanun, ash-shaabiru fiihim 'alaa diinihi kalqaabidhi 'alal jamri; “Akan tiba waktunya kep...
DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH/

DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH/

Hikmah, Uncategorized
(Ilustrasi) DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH// Perhatikan kedua anak ini dengan seksama! "Guyang lumpur", itulah sebutan tepatnya. Sungguh apabila kita tafakkur, pemandangan ini merupakan gambaran kita yang sebenarnya. Sebuah kenyataan apa adanya, bahwa kita bukan siapa-siapa. Ya benar, bukan siapa-siapa! Hanya sebongkah tanah seperti halnya tembikar, genteng, cobekan, gentong, dan kendi. Pokoknya, serba terbuat dari tanah. Al-Qur'an dan As-Sunnah berkata benar; manusia dicipta dari tanah [QS. Shad/38:71], manusia dicipta dari tanah liat [QS. As-Shaffaat/37:11], manusia dijadikan dari saripati tanah yang menjadi air dan dititipkan pada rahim wanita [QS. Al-Mu'minuun/23:12-14], dan manusia dijadikan dari tanah liat kering dari lumpur hitam [QS. Al-Hijr/15:26]. Juga ditegaskan Rasulullaah ...
Bidang Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Da’wah

Bidang Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Da’wah

Breaking News, Kebangsaan, Uncategorized
Bidang Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Da'wah menyampaikan pandangannya di Komisi X DPR RI terkait Permendikbudristek No. 30 Thn 2021 bersama Majelis Ormas Islam (MOI) dan seluruh anggota Komisi (baik fisik dan virtual). Disampaikan bahwa Permendikbudristek tersebut "terlalu sekuler" dengan alasan: hilangnya ruh agama dan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi sila Ketuhanan Yang Maha Esa, juga tidak berpijak pada HAM Partikular yang mempertimbangkan Kewajiban Asasi Manusia yang mengedepankan nilai-nilai religius sebagaimana dideklarasikan Organisasi Konfrensi Islam (OKI). Hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) ini perwakilan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, PERSIS, PUI, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al-Washliyah, Mathla'ul Anwar, PERTI, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, IKADI, dan be...
SEMUA KITA “KUDU DAEK JADI GURU”

SEMUA KITA “KUDU DAEK JADI GURU”

Hikmah, Uncategorized
SEMUA KITA "KUDU DAEK JADI GURU"// 25 November dipilih sebagai hari Guru bersamaan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] yang awalnya Persatuan Guru Hindia Belanda [PGHB] sejak didirikan pada tahun 1912. Berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia [PGI] pada tahun 1932, jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada 24-25 November 1945 hari Guru mulai digaungkan seiring kongres Guru di Surakarta yang mendukung kemerdekaan Indonesia, dan pada tanggal 25 November 1945 berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI]. Baru ditetapkan sebagai hari Guru Nasional berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994, juga UU Nomor 14 Tahun 2005. Dalam Islam, ada atau tidak ada hari Guru, kita ini "kudu daek" [terj. harus mau jadi Guru], karena hakikatnya secara mutlak Allah 'azza wa jalla telah menga...
error: Content is protected !!