Kamis, Juli 23MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUTOleh:Bidang Publikasi dan Dokumentasi Untuk memberikan pembekalan bagi santri akhir, Pesantren Persatuan Islam 81 Cibatu Garut telah menyelenggarakan program "pematangan" berupa daurah santri selama sepekan lamanya. Selain santri Rijaalul Ghad dan Ummahaatul Ghad dimatangkan kembali ingatan kognetif, afektif, dan psikomotoriknya, juga diberikan berbagai wawasan kekinian lainnya. A. Dialog Pendidikan Islam Dengan menghadirkan Dr. H. Adian Husaini, M.Si [Kaprodi doktoral Pendidikan Islam UIKA Bogor, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia] yang didampingi Mudier 'Aam Pesantren, suguhan pembahasan lebih diarahkan kepada bagaimana santri harus merasa bangga dan mulia menjadi k...
15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASI

15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASI

Da'wah, Uncategorized
15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASIOleh:Teten Romly Qomaruddien Mengakhiri Jum'at pamungkas tahun 2021 di Masjid Islamic Center Bekasi-Jawa Barat, pengurus DKM menyodorkan tema: "Pesan Peradaban dari Pergantian Tahun untuk Ummat". Dalam durasi singkat tersebut, khatib hanya bisa menyampaikan pesan-pesan berikut: Pertama; Tak ada yang lebih istimewa dari pergantian tahun [baik qamariyyah atau pun syamsiyyah] selain bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan, juga tadabbur akan tanda-tanda kebesaran Allah 'azza wa jalla. Kedua; Potret perjalanan setahun [kaleidoskop] merupakan "sunnatul mudaawalah" yang akan terus bergulir sepanjang waktu. Selain muhaasabah, maka yang paling penting dilakukan adalah fa idzaa faraghta fanshab; "Apabila telah selesai merampungkan suatu agenda, ...
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

Hikmah, Uncategorized
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN// Memang tak mudah untuk menjadikan diri ini sebagai tempat bersandar; Orang tua menjadi payung dan penopang bagi anak-anaknya, dan anak-anak menjadi penyejuk bagi kedua orang tuanya. Suami menjadi tiang sandar bagi isterinya, dan isteri menjadi penawar atas beban dan keluh kesah suaminya. Seorang guru mampu meyakinkan muridnya, dan murid mampu menunjukkan prestasi bagi gurunya. Seorang senior mampu mewariskan keteladanan bagi yuniornya, dan yunior mampu menunjukkan harapan bagi seniornya. Seorang komandan mampu menyemangati prajuritnya, dan prajurit berhasil menunjukkan kesetiaan dan kepatuhannya. Demikian pula dalam mengarungi urusan ummat yang lebih besar; perjuangan dakwah, berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semuanya tak lepas dari...
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

Hikmah, Uncategorized
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA// Sungguh, penciptaan yang sempurna. Tak hanya gambarkan baqa'-nya alam akhir dengan segala yang dilaluinya, namun lukiskan pula fana'-nya dunia dengan segala yang ada di dalamnya. Di antaranya, ada siang, juga ada malam. Allah 'azza wa jalla ciptakan malam sebagai waktu untuk istirahat [libaasan; makna asal berselimut], dan jadikan waktu siang untuk mata pencaharian [ma'aasyan; makna asal penghidupan]. Demikian kalamNya memfirmankan. Ketika mentari muncul di ufuq timur, terbentanglah garis putih sirnakan bayangan hitam. Ketika kala senja, bayangan hiasan merah jingga tuntunkan mentari terbenam ke peraduan. Rembulan pun tak mau kalah, diiringi cahaya bintang gemintang berkedipan hantarkan purnama yang menakjubkan. Naiklah sebentar ke tempat ketinggian wahai Tuan...
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

Hikmah, Uncategorized
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA// Kata-kata bijak seringkali luluhkan hati, itulah Abu Bakar as-Shiddiq. Kata-kata digdaya penuh 'izzah pria gagah, itulah 'Umar bin Khaththab. Kata-kata yang melarutkan jiwa mampu menitikkan air mata, itulah Utsman bin 'Affan. Kata-kata cerdas membahana penuh pesona, itulah 'Ali bin Abu Thalib. Mereka adalah generasi yang Allah 'azza wa jalla ridhai, dan mereka pun meridhaiNya. Kapan gelegar kata harus mendentum hebat, dan kapan pilinan kata lembut harus lirih. Kapan kata-kata bijak harus menyeruak, dan kapan kata-kata pesona harus keluar? Semuanya ada tempatnya, seiring sejalan dengan kawalan iman. Betapa pikiran dan hati wajib senyawa, karena keduanya akan mendorong kata yang keluar dari lisan. Ternyata benar, "Membuncah kata beraroma dusta, jauh lebih mudah ...
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

Hikmah, Uncategorized
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN// Terkadang kita banyak mengeluh, dari pada bersyukur. Lebih mengedepankan ratapan, ketimbang harapan. Lebih senang berenang di lautan amarah dan gundah, dari pada berselancar di samudera pemaafan dan kelapangan. Sikap dengki yang tak berujung hanya akan melanggengkan kesumat, sedangkan sikap penyayang menjamin datangnya cinta kasih dan persaudaraan. Benar, beragama saja tak cukup sekadar mengunggulkan keshalehan ritual yang ditampakkan. Melainkan, sejauhmana seorang hamba mampu membunuh nafsu hayawan yang membelenggu qalbu dan jiwa insan. Seorang sahabat pernah menasihati: "Belajarlah untuk bahagia atas kesuksesan saudaramu … Dan sebaliknya, sederhanakan ekspresi bahagiamu agar tidak jadi peluang tumbuhnya rasa hasad di hati saudaramu". Sungguh, akal pikir...
BELAJARLAH DARI MEREKA

BELAJARLAH DARI MEREKA

Hikmah, Uncategorized
BELAJARLAH DARI MEREKA// Tanpa bermaksud menyoal apa yang dilakukannya, namun bagi diriku "safarku adalah madrasahku". Apa yang diucapkannya mungkin biasa saja bagi kebanyakan orang, namun diriku sungguh ternasihati. Apa yang dipakainya itu, aku pun tidak begitu paham mengapa pakaian itu yang dipilihnya. Yang jelas, 'izzah dan ghirah hidupku semakin tumbuh menyaksikannya. Kesantunannya dalam menyapa, membuat aku sangat menghargainya. Dia telah mengajariku di kendaraan ini tentang hakikat, tentang substansi, dan tentang komunikasi. Pagi ini, aku harus belajar darinya; Belajar tentang bagaimana aku harus bersyukur, dan bagaimana diri harus selalu besar hati menghadapi apa yang tengah dihadapi. "Untuk menjadi orang bijak, tidaklah cukup mengisi akal pikiran semata dengan ilmu pengetahuan. Mel...
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

Jadwal Kajian, Uncategorized
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM// Istilah wasathiyyatul Islaam, merupakan musthalahat syar'i yang termaktub dalam kalam Allah 'azza wa jalla [Lihat QS. Al-Baqarah/2: 143]. Abu Sa'id al-Khudri radhiyallaahu 'anh menjelaskan, bahwa Allah bertanya kepada Nabiyullah Nuh 'alaihis salaam terkait risalah yang disampaikan pada ummatnya, dan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam kelak menjadi saksinya. Demikian Imam Bukhari meriwayatkan [8/141, no.4487]. Adapun disematkannya ummatan wasathan terhadap ummat Rasul, merupakan anugerah atas kepercayaan Allah sebagai ummat pilihan yang adil dan seimbang. Diskursus berikutnya, kini istilah ini berkembang maknanya dengan beragam penafsiran. Yang jelas, para ulama memaknainya dengan karakteristik istiqamah di antara dua tarikan yang ujungnya s...
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

Hikmah, Uncategorized
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH // Apa yang Allah 'azza wa jalla tetapkan untukmu, itu lebih baik dari apa yang engkau inginkan. Bahkan, bisa jadi lebih utama dari apa yang engkau sukai, dan lebih mulia dari apa yang sering engkau semogakan. Apa pun yang terjadi dalam perjuangan hidupmu, jangan pernah menyerah. Hadapi tantangan yang menghadang, dan berikan yang terbaik bagi semua orang. Yang mendukungmu, yang mencintaimu, senantiasa menanti hasil karyamu dengan segala daya upaya, hingga ujung kemampuan yang engkau miliki. Masih ingatkah petuah yang menasihatkan? Lauw lam takunil hayaatu shu'batan … Lammaa kharajnaa min buthuuni ummahaatinaa nabkiy; "Seandainya hidup ini tidak sulit, maka kita tidak akan keluar dari rahim ibu kita dalam keadaan menangis". Berprasangka baiklah pada Rabb-mu; jagal...

BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN

imamah, Tarbiyah, Uncategorized
BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN// Selain maknanya dekat, sementara, kata ad-dunyaa beririsan makna dengan diinun [agama] dan dainun [utang]. Keduanya bermuara kepada kata al-jazaau, maknanya "balasan". Karenanya, kenikmatan dunia bersifat sementara. Ath-Thabari rahimahullaah berkata: Aku pernah mendengar Abu Bakar Asy-Syibli mengatakan: "Jika engkau melihat dunia dengan segala kemewahannya, maka lihatlah tempat pembuangan sampah, seperti itulah dunia. Jika engkau ingin melihat hakikat dirimu, maka ambillah segenggam tanah, karena engkau diciptakan darinya, akan kembali menjadi tanah, dan dibangkitkan pun ketika engkau sedang terkubur tanah. Dan jika engkau ingin melihat keadaan dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari isi perutmu ketika engkau ada di kakus. Siapa saja yang keadaannya seperti ...
AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

Tsaqofah, Uncategorized
AGAMA TELAH SEMPURNA; "NGAGUAR" WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pengakuan Kesempurnaan Ada seorang Yahudi menghampiri ‘Umar bin Khaththab radhiyallaahu anhu, lalu berkata: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, niscaya hari turunnya ayat itu sudah kami jadikan sebagai Hari Raya." Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar. Yahudi itu pun menjawab, yaitu firman Allah 'azza wa jalla: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا "… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu." (Al-Maaidah/5: 3) Maka ‘U...
TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

Hikmah, Uncategorized
TETAP "MARAHMAY" MESKIPUN KONDISI KURANG "MURUHMUY"// Biasanya, kata "muruhmuy" muncul ketika mengkonsumsi makanan jenis umbi-umbian [dibakar atau direbus] yang terasa nikmat [legit, lembut] di lidah. Namun apabila kata tersebut disandarkan pada raut muka seseorang yang selalu sumringah, itulah bahasa tubuh yang dikenal dengan sebutan "marahmay". Alangkah luar biasanya seseorang yang wajahnya selalu ceria, sekalipun ujian hidup menghimpitnya. Merekalah orang-orang yang mampu menarik banyak simpatik, walaupun tak selamanya demikian. Di samping bernilai shadaqah, juga merupakan cerminan budi luhur. Bukankah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bertutur: Innakum latasa'uunan naasa biamwaalikum, wa laakin liyasa'uhum minkum basthul wajhi wa husnul khuluq; "Kalian tak akan mampu me...
AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR’AAN WAS SUNNAH

AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR’AAN WAS SUNNAH

Uncategorized
AL-HIKAM FIE QASHASHIL QUR'AAN WAS SUNNAH// Hal terpenting dalam berkisah, adalah menentukan "sub tema" dan "sumber rujukan". Agar literasinya disiplin, dan sari pati hikmahnya terasa, maka menentukan sumber rujukan pokok menjadi perhatian utama. Pertama, Al-Qur'an itu sendiri sebagai kitab petunjuk [bukan buku sejarah]. Kedua, hadits yang shahih. Ketiga, tafsir mu'tabar dan syarah hadits. Keempat, atsar shahabat dan taabi'in, serta riwayat orang-orang terdahulu yang utama [al-qudamaa, al-fudhalaa]. Dan kelima, merujuk kepada kitab-kitab ulama sejarah yang terpercaya [muarrikhuun]. Dengan demikian, Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran, sekaligus menjadi sumber pokok sejarah yang abadi dan penuh kemukjizatan. Al-Hafizh Ibnu Katsir memetik riwayat Imam Tirmidzi dari shahabat 'Ali bin Abi Th...
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

Hikmah, Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan 'Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Berangkat dari sebuah pertanyaan, berimankah kita? Tentu jawabannya tidak semudah pertanyaannya. Pertanyaan ini mengingatkan kita pada peristiwa masa lampau, di mana hal ini terjadi di kalangan orang-orang shalih terdahulu, baik kalangan shahabat, taabi'in, atau pun generasi sesudahnya. Dikatakan oleh Ibnu Abi Najih: "Seseorang bertanya kepada Al-Hasan, apakah anda orang beriman? Kalau yang dimaksud beriman di situ adalah mengimani Allah 'azza wa jalla, para malaikatNya, para rasulNya, kitab-kitabNya, adanya hari akhir, adanya sorga, adanya hari kebangkitan, dan adanya hari penghisaban, tentu aku seorang yang be...
FALSAFAH ANAK TANGGA

FALSAFAH ANAK TANGGA

Hikmah, Uncategorized
FALSAFAH ANAK TANGGA// "Proses tak akan mengkhianati hasil", demikian seorang santri ketika ditanya kesiapannya menghadapi setelah kelulusan. Benar, apa yang dikatakannya. Memperbanyak bicara proses harus diutamakan, dari pada membicarakan hasil. Itulah kehidupan yang seharusnya dijalani, ibarat anak tangga yang tak boleh terlewatkan untuk dititi. Al-Qur'an mengisyaratkan dalam QS. Al-Insyiqaaq/84:19 berikut ini: Latarkabunna thabaqan 'an thabaqin; "Sungguh engkau akan menjalani tahapan demi tahapan [dalam kehidupan ini]". Karenanya, bersyukurlah siapa pun yang telah "merasa di atas" dalam menggapai apa yang dituju, namun janganlah lupa untuk sering-sering "menengok ke bawah", yakni anak tangga kehidupan yang pernah dilalui. Hal itu penting dilakukan, agar kita terhindar dari kejumawaan. M...
error: Content is protected !!