Rabu, September 9MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK “PANJANG USIA”

RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK “PANJANG USIA”

Tsaqofah, Uncategorized
RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK "PANJANG USIA"Oleh:Teten Romly Qomaruddien Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, sedangkan manusia mati tinggalkan amalan dan kenangan. Demikian peribahasa menyebutkan, betapa manusia makhluq yang merugi ketika di akhir kehidupan tak meninggalkan perbuatan yang dapat dibanggakan di hadapan Penciptanya. Jangankan untuk mendatangkan keberuntungan dua alam [dunia dan akhirat], sekedar meninggalkan kesan yang bisa dikenang pun belum tentu didapatkan. Tak selamanya yang namanya senang, atau bahagia itu harus selalu takarannya harta melimpah, atau kedudukan dan jabatan tinggi, serta kekuasaan. Sekalipun semua itu tak bisa dipungkiri menjadi sebab seseorang bisa bahagia. Ternyata, selain itu semua kita mesti yakin bahwa semua manusia ber...
MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT

MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT

Media, Tokoh, Uncategorized
MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT "Saya di sana untuk mengumpulkan tugas; itulah mengapa saya masuk kampus. Mereka tidak mengizinkan saya masuk ke dalam hanya karena saya pakai cadar," ujarnya kepada saluran berita India, NDTV, seperti dikutip Al-Jazeera, Rabu [9/2]. Itulah pengakuan jujur gadis tersebut, sebagaimana banyak dipetik insan media yang viral belakangan ini memenuhi jagad media maya. Dengan meneriakkan: "Jai Shri Ram" (Terpujilah Dewa Rama atau Salam Tuhan Ram), gerombolan laki-laki dengan mengenakan kain safron [yang menunjukkan pada kelompok Nasionalis Hindu] itu merangsek "ngerubutin" gadis tangguh yang seorang diri. Lalu saya mulai meneriakkan "Allahu Akbar" [Allah Maha Besar], ujar Muskan Khan [gadis belia usia 19 tahun yang tercatat sebagai mahasiswi Pra-Universitas Ma...
TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF

TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF

Breaking News, Tokoh, Uncategorized
TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF // Berita wafatnya Guru Besar Hukum Islam & Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, mengingatkan diri ini ketika menjadi mahasiswanya. Waktu itu, terlibat diskusi terkait jalan keluar yang tepat bagi pejabat yang melanggar. Setelah beliau memaparkan "Pemetaan Sumber Hukum Islam Dalam Kehidupan Sosial", ada yang menarik, beliau bercerita kasus seorang Raja Muslim Andalusia yang melanggar di siang Ramadhan [hubungan suami isteri]. Raja pun sadar akan kesalahannya, lalu memasrahkan diri kepada Hakim Agung minta dihukum. Tuan Hakim menjawab: "Wahai Tuan Raja, tak ada pilihan sangsi untukmu kecuali Paduka shaum 2 bulan berturut-turut". Adapun sangsi syar'inya, memilih antara memerdekakan hamba sahaya, shaum 2 bulan berturut-turut, atau memberikan maka...
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK Apa pun tema obrolannya, kalau "Bang Ada" [panggilan KH. Syuhada Bahri] yang menceritakan kembali, pasti menarik; berkesan, membekas dan menggelitik. Padahal waktu itu [tahun 1998an], tanpa meminjam telinga, al-faqir pun mendengar langsung Allaahu yarhamh H. Husein Umar menyampaikan taushiyah zhuhurnya di Masjid Al-Furqan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. Isi kuliahnya, sama persis dengan yang diceritakan Bang Ada. Masih teringat dalam bayangan, Bang Husein Umar saat berdiri di mimbar memakai setelan batik krem tanpa peci menyampaikan ulasannya tentang Kerukunan Ummat Beragama. Di sela-sela ceramahnya, Bang Husein menyuguhkan cerita detik-detik keputusan pembangunan Islamic Centre di area Kramat Tunggak Jakarta Utara yang terkenal itu. ...
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

Hikmah, Uncategorized
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN // Si Kabayan; sosok lucu tapi cerdik, bertingkah salah tapi bener. Itulah legenda tatar Pasundan. Mun urang nanjak kudu seuri, sabab sakeudeung deui bakal mudun. Nyakitu sabalikna mun urang mudun kudu ceurik, sabab sakeudeung deui bakal nanjak; "Kalau kita jalan menanjak tersenyumlah, karena sebentar lagi akan menurun. Sebaliknya, kalau kita sedang jalan menurun menangislah, karena sebentar lagi akan menanjak". Demikianlah, perjuangan bukanlah proses penderitaan menuju sukses, melainkan proses "memantaskan diri" meraih tujuan. Karenanya, sesekali rehatlah sejenak! Bukan untuk terlena, namun membangun semangat perjuangan berikutnya. Puncak penderitaan adalah awal kebahagiaan, puncak kegelapan malam berarti telah dekatnya cahaya pagi. Kalau begitu, pun...
BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

Fiqih Parenting, Uncategorized
BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJAOleh:Teten Romly Qomaruddien Seiring dengan berjalannya usia; Yang secara nominal semakin bertambah, namun hakikatnya usia kita semakin berkurang. Kondisi ini berlaku bagi siapa saja manusianya, tak pandang turunan bangsawan, maupun masyarakat biasa. Tak peduli orang kaya, maupun manusia jelata. Tak memilah berpangkat, maupun tidak. Tak pandang orang sekolahan, maupun bukan. Semuanya mengalami pengalaman yang sama sesuai penglamaan hidup mereka. Hal yang wajar, banyak di antara manusia kini, yang bertanya pada dirinya sendiri: "Mungkinkah aku bisa, dan masih bertahan menghadapi hidup yang semakin penuh kewaswasan?". Pertanyaan batin ini, tentu saja terbilang alami dan sesuatu yang fithrah bagi manusia. Jawabannya, sudah tentu sangat tergantung kepad...
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

Hikmah, Uncategorized
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH? // Tak ada yang bisa menolak, ketika Allah 'azza wa jalla sudah berkehendak. Tak seorang pun dapat membantah, kalaulah semua itu sudah menjadi qudrah dan iradah-Nya. Mungkin saja, ketika derita bertubi-tubi menimpa seseorang, maka akan muncul perasaan suu'uz zhan "mengapa cuma aku yang harus terus mengalami seperti ini?" Itulah prasangka ahlul mushibah yang seolah-olah dirinya selalu dirundung malang. Memang berat, bagi siapa pun yang mengalaminya pasti bersikap demikian. Namun kalaulah dihadapi dengan penuh iman, justeru kelak di kampung akhirat mereka berhak mendapatkan status barunya sebagai ahlul 'aafiyah yang berhak mendapatkan tiga keutamaan sekaligus; kekuatan yang prima ['aafiyatan], perlakuan khusus [khairan], dan kedudukan yang tinggi [manzilatan]. U...
FIQIH REALITA JUGA PENTING

FIQIH REALITA JUGA PENTING

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH REALITA JUGA PENTING // Jangan "bermimpi" mengecat langit dan mengeringkan lautan, karena keduanya tak mungkin kita lakukan. Birunya bentangan langit dan hamparan lepas lautan adalah realita alam yang dicipta oleh Dzat yang Maha cipta dan Maha karya sekaligus. Dalam kehidupan pun demikian, apa yang telah menjadi kehendak Allah 'azza wa jalla merupakan realita yang wajib diimani dan disyukuri. Agar iman dan syukur itu berpadu, maka dibutuhkan ilmu yang mampu mendamaikan antara teori dan praktiknya. Itulah Fiqih Realita. Tanpa memahami realita, seorang pemimpin akan merasa di atas menara gading. Tanpa memahami realita, orang kuat akan memaksakan kehendaknya. Tanpa memahami realita, orang lemah akan merasa teraniaya. Tanpa memahami realita, sang pemenang akan merasa jumawa. Tanpa memaha...
FIQIH DILEMA ITU PENTING

FIQIH DILEMA ITU PENTING

Fiqh Ikhtilaf, Hikmah, Uncategorized
FIQIH DILEMA ITU PENTING // Singkatnya, mobil jeep ini tengah berusaha memutar balik dengan kondisi jalan yang terbatas. Maju kena mundur pun kena; depan mentok karena sempit, mundur apalagi bisa terpelanting ke jurang curam. Kalaulah bukan karena kemahiran [mahaaraat], mengetahui medan [ma'rifatul maidaaniyyah], dan yang paling utama adalah yakin tanpa keraguan [al-yaqiinu bilaa syakkin] yang diiringi tawakkal, sudah tentu keinginan memutar balik tak dapat dilanjutkan. Demikian pula dengan hidup ini, terkadang kita sering dihadapkan dengan kondisi yang dilematis [qadhaayaa, musykilaat]. Sekiranya kita tak pandai menyiasati, dan mendudukkan setiap masalah yang dihadapi secara adil dan seimbang, maka tebing tinggi, tikungan tajam, lembah yang dalam dapat merenggut kita kapan saja lengahnya....
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

Hikmah, Uncategorized
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU // Ketika bertamasya, pernahkah kita menatap penuh seksama birunya langit, luasnya lautan. Atau putihnya awan dan hamparan taman daratan? Allah 'azza wa jalla mencipta, sementara manusia membuat. Samakah ciptaan Allah dengan buatan manusia?? Jawabnya, tentu saja "tidak". CiptaanNya tak mengenal kata berubah yang berarti, juga tak mengenal kata bosan. Kalaulah ada kejenuhan, Allahpun sudah menyiapkan alternatifnya. Sangat berbeda dengan buatan manusia, apa yang diproduknya mengalami keterbatasan; mudah berubah, dan cepat bosannya. Demikian sang ulama bergelar Hujjatul Islaam Abu Hamid al-Ghazali, melukiskannya dalam Al-Hikmatu Fie Makhluuqaatillaah. Memang benar, jangankan memikirkan makhlukNya yang lebih besar seperti halnya Andromeda Galaxy; Untuk memiki...
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

Hikmah, Uncategorized
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI// Dialah Allah 'azza wa jalla yang menganugerahkan bahasa, dan ini hanyalah sebagian kecil di antara tanda-tanda kebesaranNya. Dunia penuh dengan kata-kata, hamparan bumi terisi dengan narasi. Berbahagialah mereka yang memelihara kata-kata mulia, binasalah mereka yang mengobralnya tanpa makna. Bukankah Rasul panutan banyak mengingatkan bahwa seburuk-buruk ucapan, adalah perkataan sia-sia? Namun demikian, tak berarti kita harus diam seribu basa ketika angkara murka merajalela [di dunia nyata maupun dunia maya]. Bahasa bisa mengubah moral, dan narasi bisa membimbing jiwa insan hakiki. Benar apa yang dituturkan Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallaahu 'anh: Maa nadamtu 'alaa sukuutii marratan, laakinnani nadamtu 'alal kalaami miraaran; "Aku...
MANHAJ ‘AQIDAH MOHAMMAD NATSIR

MANHAJ ‘AQIDAH MOHAMMAD NATSIR

Aqidah, Jadwal Kajian, Manhaj, Uncategorized
MANHAJ 'AQIDAH MOHAMMAD NATSIR// Sekalipun telah banyak dipaparkan beragam pemikirannya, namun terkait 'aqidah dan yang bertalian dengannya masih sepi dari perbincangan. Sebagaimana banyak ditanyakan, apa manhaj 'aqidahnya? Yang jelas, beliau sangat disiplin dalam berpegang pada wahyu. Namun, beliau sangat merdeka dalam menempatkan akal. Apakah beliau itu Asy'ariyah, Maturidiyah, Mu'tazilah, atau Atsariyyah, dan sederet pertanyaan lain? Jawabnya, beliau seorang Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang sangat menjunjung tinggi akal pikiran. Menurutnya, hakikat akal itu merdeka; akal manusia wajib terpimpin dan melepaskan diri dari berbagai kejumudan berpikir, akal merdeka bisa tersesat ketika melepaskan dari wahyu, dan akal merdeka benar-benar akan terlepas ketika hilang spirit agama. Bagi beliau, aga...
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

Hikmah, Uncategorized
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA// Keringat ditambah pengorbanan sama dengan kesuksesan. Demikian Charles O. Finley pernah memotivasi. Karenanya, aroma kesuksesan itu muncul dibalik bau keringat yang diperoleh dengan susah payah. Lihatlah Tuan dan Puan, "sang ibu petani" di atas!!. Tidakkah trenyuh qalbu kita melihatnya? Sungguh, pengorbanan yang menampar jiwa. Dengan demikian, marilah belajar menghargai sekecil apa pun yang dilakukan saudara kita; Karena kita tak tahu, sesuatu yang sepele menurut kita, bisa jadi besar menurut mereka. Karena kita tak tahu, bahwa yang diusahakannya itu sudah maksimal menurut mereka. Benar terasa, ternyata berusaha itu tak semudah kita bicara. Ketika kita sudah tahu bagaimana arti menghargai dan dihargai, maka di situlah kita akan mengerti keberadaan orang lain...
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

Hikmah, Uncategorized
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA// Tahun 1994, rekan-rekan mendaulat diri ini sebagai Bidang Ilmiah Keluarga Mahasiswa Lembaga Pendidikan Dakwah Islam [KM-LPDI] Jakarta. Di antara programnya, bedah literasi tokoh. Bersama rekan angkatan, terselenggaralah saresehan bertajuk "Pemikiran Politik M. Natsir". Sekalipun bahasannya siyasah, namun kami mendapatkan mutiara lain dari keteladanan kepemimpinannya. Kajian demi kajian masih terus bergulir sampai sekarang, bahkan sore ini [24/01/22] yunior kami Wildan Hassan mengirimkan temuan nasihat sang khaadimul ummat yang dipetik Bang YIM dalam tulisannya Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir berikut ini: "Pemimpin menurutnya harus lahir dari bawah, ia lahir karena masyarakat dan kelompoknya menganggap orang itu layak dan pa...
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

Hikmah, Uncategorized
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU // Kalimat itu masih terngiang dalam ingatan; baik ketika menjadi murid MDA tahun 80an, maupun ketika belajar menjadi Guru tingkat Tahdhiri [Pra MDA], semasa masih di bangku Mu'allimien jelang tahun 90an. Pelajaran Mahfuuzhaat, itulah pelajaran pavorit para muridku saat itu [kini banyak di antara mereka yang telah lebih sukses dari Gurunya]. Sekarang, setiap bertemu mereka, pasti mereka mengingatkan tentang pelajaran tadi yang kerapkali disuguhkan secara kisah alias mendongeng [hikaayat]. Merupakan kebahagiaan tersendiri waktu itu, ketika anak-anak menyapa: "Kakak … Kakak … koq belum cerita lagi sih!!??", itulah pinta mereka kalau telat bercerita [sambil gelayutan]. Walau sudah cukup lama, mereka masih mengingatnya. Benar kata pepatah: "Sekian banyak mu...
error: Content is protected !!