Kamis, Juli 23MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

Fiqih Parenting, Uncategorized
BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJAOleh:Teten Romly Qomaruddien Seiring dengan berjalannya usia; Yang secara nominal semakin bertambah, namun hakikatnya usia kita semakin berkurang. Kondisi ini berlaku bagi siapa saja manusianya, tak pandang turunan bangsawan, maupun masyarakat biasa. Tak peduli orang kaya, maupun manusia jelata. Tak memilah berpangkat, maupun tidak. Tak pandang orang sekolahan, maupun bukan. Semuanya mengalami pengalaman yang sama sesuai penglamaan hidup mereka. Hal yang wajar, banyak di antara manusia kini, yang bertanya pada dirinya sendiri: "Mungkinkah aku bisa, dan masih bertahan menghadapi hidup yang semakin penuh kewaswasan?". Pertanyaan batin ini, tentu saja terbilang alami dan sesuatu yang fithrah bagi manusia. Jawabannya, sudah tentu sangat tergantung kepad...
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

Hikmah, Uncategorized
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH? // Tak ada yang bisa menolak, ketika Allah 'azza wa jalla sudah berkehendak. Tak seorang pun dapat membantah, kalaulah semua itu sudah menjadi qudrah dan iradah-Nya. Mungkin saja, ketika derita bertubi-tubi menimpa seseorang, maka akan muncul perasaan suu'uz zhan "mengapa cuma aku yang harus terus mengalami seperti ini?" Itulah prasangka ahlul mushibah yang seolah-olah dirinya selalu dirundung malang. Memang berat, bagi siapa pun yang mengalaminya pasti bersikap demikian. Namun kalaulah dihadapi dengan penuh iman, justeru kelak di kampung akhirat mereka berhak mendapatkan status barunya sebagai ahlul 'aafiyah yang berhak mendapatkan tiga keutamaan sekaligus; kekuatan yang prima ['aafiyatan], perlakuan khusus [khairan], dan kedudukan yang tinggi [manzilatan]. U...
FIQIH REALITA JUGA PENTING

FIQIH REALITA JUGA PENTING

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH REALITA JUGA PENTING // Jangan "bermimpi" mengecat langit dan mengeringkan lautan, karena keduanya tak mungkin kita lakukan. Birunya bentangan langit dan hamparan lepas lautan adalah realita alam yang dicipta oleh Dzat yang Maha cipta dan Maha karya sekaligus. Dalam kehidupan pun demikian, apa yang telah menjadi kehendak Allah 'azza wa jalla merupakan realita yang wajib diimani dan disyukuri. Agar iman dan syukur itu berpadu, maka dibutuhkan ilmu yang mampu mendamaikan antara teori dan praktiknya. Itulah Fiqih Realita. Tanpa memahami realita, seorang pemimpin akan merasa di atas menara gading. Tanpa memahami realita, orang kuat akan memaksakan kehendaknya. Tanpa memahami realita, orang lemah akan merasa teraniaya. Tanpa memahami realita, sang pemenang akan merasa jumawa. Tanpa memaha...
FIQIH DILEMA ITU PENTING

FIQIH DILEMA ITU PENTING

Fiqh Ikhtilaf, Hikmah, Uncategorized
FIQIH DILEMA ITU PENTING // Singkatnya, mobil jeep ini tengah berusaha memutar balik dengan kondisi jalan yang terbatas. Maju kena mundur pun kena; depan mentok karena sempit, mundur apalagi bisa terpelanting ke jurang curam. Kalaulah bukan karena kemahiran [mahaaraat], mengetahui medan [ma'rifatul maidaaniyyah], dan yang paling utama adalah yakin tanpa keraguan [al-yaqiinu bilaa syakkin] yang diiringi tawakkal, sudah tentu keinginan memutar balik tak dapat dilanjutkan. Demikian pula dengan hidup ini, terkadang kita sering dihadapkan dengan kondisi yang dilematis [qadhaayaa, musykilaat]. Sekiranya kita tak pandai menyiasati, dan mendudukkan setiap masalah yang dihadapi secara adil dan seimbang, maka tebing tinggi, tikungan tajam, lembah yang dalam dapat merenggut kita kapan saja lengahnya....
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

Hikmah, Uncategorized
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU // Ketika bertamasya, pernahkah kita menatap penuh seksama birunya langit, luasnya lautan. Atau putihnya awan dan hamparan taman daratan? Allah 'azza wa jalla mencipta, sementara manusia membuat. Samakah ciptaan Allah dengan buatan manusia?? Jawabnya, tentu saja "tidak". CiptaanNya tak mengenal kata berubah yang berarti, juga tak mengenal kata bosan. Kalaulah ada kejenuhan, Allahpun sudah menyiapkan alternatifnya. Sangat berbeda dengan buatan manusia, apa yang diproduknya mengalami keterbatasan; mudah berubah, dan cepat bosannya. Demikian sang ulama bergelar Hujjatul Islaam Abu Hamid al-Ghazali, melukiskannya dalam Al-Hikmatu Fie Makhluuqaatillaah. Memang benar, jangankan memikirkan makhlukNya yang lebih besar seperti halnya Andromeda Galaxy; Untuk memiki...
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

Hikmah, Uncategorized
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI// Dialah Allah 'azza wa jalla yang menganugerahkan bahasa, dan ini hanyalah sebagian kecil di antara tanda-tanda kebesaranNya. Dunia penuh dengan kata-kata, hamparan bumi terisi dengan narasi. Berbahagialah mereka yang memelihara kata-kata mulia, binasalah mereka yang mengobralnya tanpa makna. Bukankah Rasul panutan banyak mengingatkan bahwa seburuk-buruk ucapan, adalah perkataan sia-sia? Namun demikian, tak berarti kita harus diam seribu basa ketika angkara murka merajalela [di dunia nyata maupun dunia maya]. Bahasa bisa mengubah moral, dan narasi bisa membimbing jiwa insan hakiki. Benar apa yang dituturkan Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallaahu 'anh: Maa nadamtu 'alaa sukuutii marratan, laakinnani nadamtu 'alal kalaami miraaran; "Aku...
MANHAJ ‘AQIDAH MOHAMMAD NATSIR

MANHAJ ‘AQIDAH MOHAMMAD NATSIR

Aqidah, Jadwal Kajian, Manhaj, Uncategorized
MANHAJ 'AQIDAH MOHAMMAD NATSIR// Sekalipun telah banyak dipaparkan beragam pemikirannya, namun terkait 'aqidah dan yang bertalian dengannya masih sepi dari perbincangan. Sebagaimana banyak ditanyakan, apa manhaj 'aqidahnya? Yang jelas, beliau sangat disiplin dalam berpegang pada wahyu. Namun, beliau sangat merdeka dalam menempatkan akal. Apakah beliau itu Asy'ariyah, Maturidiyah, Mu'tazilah, atau Atsariyyah, dan sederet pertanyaan lain? Jawabnya, beliau seorang Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang sangat menjunjung tinggi akal pikiran. Menurutnya, hakikat akal itu merdeka; akal manusia wajib terpimpin dan melepaskan diri dari berbagai kejumudan berpikir, akal merdeka bisa tersesat ketika melepaskan dari wahyu, dan akal merdeka benar-benar akan terlepas ketika hilang spirit agama. Bagi beliau, aga...
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

Hikmah, Uncategorized
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA// Keringat ditambah pengorbanan sama dengan kesuksesan. Demikian Charles O. Finley pernah memotivasi. Karenanya, aroma kesuksesan itu muncul dibalik bau keringat yang diperoleh dengan susah payah. Lihatlah Tuan dan Puan, "sang ibu petani" di atas!!. Tidakkah trenyuh qalbu kita melihatnya? Sungguh, pengorbanan yang menampar jiwa. Dengan demikian, marilah belajar menghargai sekecil apa pun yang dilakukan saudara kita; Karena kita tak tahu, sesuatu yang sepele menurut kita, bisa jadi besar menurut mereka. Karena kita tak tahu, bahwa yang diusahakannya itu sudah maksimal menurut mereka. Benar terasa, ternyata berusaha itu tak semudah kita bicara. Ketika kita sudah tahu bagaimana arti menghargai dan dihargai, maka di situlah kita akan mengerti keberadaan orang lain...
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

Hikmah, Uncategorized
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA// Tahun 1994, rekan-rekan mendaulat diri ini sebagai Bidang Ilmiah Keluarga Mahasiswa Lembaga Pendidikan Dakwah Islam [KM-LPDI] Jakarta. Di antara programnya, bedah literasi tokoh. Bersama rekan angkatan, terselenggaralah saresehan bertajuk "Pemikiran Politik M. Natsir". Sekalipun bahasannya siyasah, namun kami mendapatkan mutiara lain dari keteladanan kepemimpinannya. Kajian demi kajian masih terus bergulir sampai sekarang, bahkan sore ini [24/01/22] yunior kami Wildan Hassan mengirimkan temuan nasihat sang khaadimul ummat yang dipetik Bang YIM dalam tulisannya Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir berikut ini: "Pemimpin menurutnya harus lahir dari bawah, ia lahir karena masyarakat dan kelompoknya menganggap orang itu layak dan pa...
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

Hikmah, Uncategorized
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU // Kalimat itu masih terngiang dalam ingatan; baik ketika menjadi murid MDA tahun 80an, maupun ketika belajar menjadi Guru tingkat Tahdhiri [Pra MDA], semasa masih di bangku Mu'allimien jelang tahun 90an. Pelajaran Mahfuuzhaat, itulah pelajaran pavorit para muridku saat itu [kini banyak di antara mereka yang telah lebih sukses dari Gurunya]. Sekarang, setiap bertemu mereka, pasti mereka mengingatkan tentang pelajaran tadi yang kerapkali disuguhkan secara kisah alias mendongeng [hikaayat]. Merupakan kebahagiaan tersendiri waktu itu, ketika anak-anak menyapa: "Kakak … Kakak … koq belum cerita lagi sih!!??", itulah pinta mereka kalau telat bercerita [sambil gelayutan]. Walau sudah cukup lama, mereka masih mengingatnya. Benar kata pepatah: "Sekian banyak mu...
BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAH

BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAH

Tarbiyah, Uncategorized
BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAHOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Kisah Qur'aniy itu Penting Betapa Al-Qur'an itu kaya dengan berbagai tuntunan, tak terkecuali pelajaran penting dari setiap kisah inspiratif yang terkandung di dalamnya. Yakni berbagai kisah yang diharapkan, dapat diambil pelajaran oleh siapa pun yang mau dan mampu menggunakan akal pikirannya. (Lihat: QS. Yusuf/ 12: 111) Sebagaimana fungsinya, kisah sejarah dalam Al-Qur'an mengandung banyak kegunaan; baik sebagai penjelas [bayaan], sebagai petunjuk [hudan], dan sebagai nasihat [mauw'izhah]. (Lihat: QS. Alu Imran/ 3: 138). Selain itu, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam mewartakan bahwa Al-Qur'an itu bukan sekadar berita masa lampau, melainkan berbicara pula peristiwa hari ini, dan masa yan...
MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN

MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN

Tsaqofah, Uncategorized
MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN// Tak ada silang pandangan di kalangan pemburu ilmu dan amal [thaalibul 'ilmi wal 'amal], bahwa hari jum'at adalah hari yang penuh hiasan keberkahan. Karenanya, menata kemuliaan merupakan sesuatu yang niscaya dilakukan. Di antaranya ada empat capaian kemuliaan yang diinginkan: Afdhalul qalbi qalbun shaadiqun; Menjadi pemilik hati paling mulia, yaitu hamba yang selalu berusaha menjaga ketulusan. Afdhalun naas man lan yansaaka liannahu yuhibbuka fillaah; Menjadi sebaik-baiknya manusia, yaitu seseorang yang tak pernah melupakanmu karena dirinya mencintaimu karena Allah 'azza wa jalla. Afdhalul ayyaam yaumun yamurru bika bilaa dzanbin; Menjadi seseorang yang sukses menapak hari, yaitu hari-hari yang dilewati tanpa kubangan perbuatan do...
MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN

MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN

Aqidah, Uncategorized
MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN// Sebagian kalangan, ada yang berpandangan: "Belajarlah anda menjadi manusia sebelum belajar agama, agar kelak ketika membela agama tetap menjadi manusia, tidak bertindak sebagai Tuhan". Untaian kalimat ini tentu ada benarnya, apabila yang dimaksudkan pentingnya memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dalam memahamkan agama. Namun, apabila yang dimaksudkan menyalahkan manusia yang tengah berikhtiar menegakkan kebenaran agama dengan tuduhan menggantikan fungsi Tuhan, tentu tak dapat dibenarkan. Apa yang menjadi hak Tuhan, dan mana yang menjadi kewajiban manusia, sudah sangat jelas dituntunkan. Karenanya, keduanya tak elok untuk dibenturkan. Justeru yang patut kita wanti-wantikan adalah: "Ajarilah anak-anak kita ngaji yang benar, agar sudah besar kelak...
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

Hikmah, Uncategorized
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS// Selagi menjadi mahasiswa, pernah diberi amanah mendampingi seorang mentor membedah buku Fiqhul Waaqi' karya Nashir Sulaiman al-'Umr. Sebuah panduan praktis yang mengurai bagaimana aktivis dakwah wajib memahami realita ummatnya. Seorang peserta bertanya, mengapa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika ditanya "Amal apakah yang paling mulia? Terkadang Nabi menjawab: berbuat baiklah kepada orang tua, shalatlat di awal waktu, infaqlah di jalan Allah, bahkan menjawab berjihadlah di jalan Allah". Sang mentor menjawab, "Itulah Nabi, beliau sangat memahami realita, dan tahu siapa yang bertanya, maka jawaban disesuaikan dengan kadar akal orang yang bertanya". Demikian pula dalam hal peran dakwah, semua muslim berakal dan dewasa memiliki tugas dakwa...
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

Hikmah, Uncategorized
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH// Sunnah yang terlupakan, di mana mengingatkan generasi anak cucu akan pentingnya ajaran agama merupakan kewajiban yang tak boleh diabaikan. Hisyam bin 'Urwah menceritakan nasihat ayahnya: As-sunana, as-sunana, fa innas sunana qiwaamud dien; "Perhatikan sunnah Nabimu, perhatikan sunnah Nabimu. Karena sunnah Nabi itu tiang pancang agamamu". Demikian penulis kitab Dharuuratul Ihtimaam Bis Sunanin Nabawiyyah [1414: hlm. 39] menukilkan. Siapa pun kita, tanpa membedakan satu sama lain terpanggil untuk menunaikannya. Orang tua kita doeloe berpesan: Abah mah teu nitah hidep jadi ajengan, kumaha hidep bae ka hareupna mah. Nu penting mah, ulah eureun ngaji nyiar elmuna. Supaya nyaho ka diri jeung nyaho ka Gusti. Artinya: "Ayah ngak nyuruh k...
error: Content is protected !!