Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

Hikmah, Uncategorized
"KUDA-KUDA ILMU" SANG MAESTRO DAKWAH// Lama merenung, seiring perjalanan panjang Jakarta-Merak. Terbersit ingin mencari tahu akan kokohnya argumentasi Allah yarhamh Mohammad Natsir. Alhamdulillaah kutemukan file kiriman si bungsu Ibnu Hisyam [alumni TK & SD Pusdiklat Dewan Da'wah, MTs & MA PPI 81] dengan Sinar Tajdid Official-nya. Ananda menukil Fiqhud Da'wah, hlm. 13 di mana dari sekian "kuda-kuda ilmu" murid ulama pembaharu Tuan Ahmad Hassan [Guru utama Persatuan Islam] ini adalah "Wahyu tidak memusuhi panca-indera dan akal". Baik wahyu, panca-indera, dan akal merupakan pemberian Al-Khaaliq yang Maha mengetahui perkara yang tidak nampak dan perkara yang nampak. Artinya, perkara mana yang tidak mampu dicapai panca-indera, akal siap menjemputnya. Perkara mana yang tidak mampu dijan...
BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH

BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Uncategorized
BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH Dalam usianya yang lebih setengah abad [55 tahun sejak berdirinya 1967], Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia akan melangsungkan Rapat Koordinasi Nasional [Rakornas] 2022 di kota Padang. Selain itu, akan diresmikannya rumah kelahiran Allaahu yarhamh Mohammad Natsir sebagai cagar budaya. Keinginan untuk menjadikan rumah tempat kelahiran sang tokoh sebagai "rumah sejarah" di Alahan Panjang Kabupaten Solok ini, sebenarnya sudah ada sejak zaman Gubernur Sumatera Barat masih dipegang oleh Gamawan Fauzi. Karenanya, Dewan Da’wah berinisiatif mendorong cita-cita mulia tersebut segera dapat diwujudkan sebagaimana diharapkan Bupati Kabupaten Solok dan Gubernur Sumatera Barat saat ini. Di samping Mohammad Natsir merupakan bagian tak terpisa...
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

Hikmah, Uncategorized
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUANOleh:Teten Romly Qomaruddien Untuk menggambarkan kehidupan, kata "perahu" atau "bahtera" seringkali dimunculkan sebagai tamtsiil. Bahkan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pun menggunakannya. Tak terkecuali dalam memotret kehidupan kita yang semakin senja, ibarat kapal layar atau perahu yang telah melaju begitu jauhnya di lautan lepas. Sebagai penumpang di dalamnya, sudah tentu akan menemukan banyak pengalaman di samping kejenuhan dikarenakan lamanya waktu pengembaraan. Di tengah-tengah panjangnya waktu pelancongan, ujian demi ujian kian mendera seiring ditemukannya jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Karena telah menjadi sunnah Rabbaniyah, setiap ada kesusahan Allah 'azza wa jalla pun tela...
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Tokoh, Uncategorized
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL // Kembali dunia dakwah dibuat pilu, harus rela kehilangan putera terbaiknya; Beliau bapaknya para da'i [abud du'aat], tumpuan curhat para kader [abul ghawaadir], teman yang membersamai rekan-rekan muda [abus syabaab]. Bahkan lebih dari sekedar itu, tak segan bagi dirinya bercanda, berkelakar, tanpa kehilangan substansi walau sering diulang. Beliau bilang: "Anggap saja radio yang diputar ulang!!", ujarnya setiap kali menutup obrolan pewarisan nilai penuh riang dan semangat [baik di kediamannya atau sedang dalam forum umum]. Di tengah-tengah ujian sakit yang Allah 'azza wa jalla anugerahkan, rupanya Dzat Rahmaan dan Rahiim ingin lebih menyempurnakan untuk mengantarkan sampai waktu "penjemputannya" di hari yang penuh barakah ini ...
MENITI ILMU MERENDA AMALAN

MENITI ILMU MERENDA AMALAN

Parenting, Uncategorized
MENITI ILMU MERENDA AMALANOleh:MENITI ILMU MERENDA AMALAN Bertambahnya usia tak berarti harus menjadi sebab berkurangnya semangat menuntut ilmu, semakin melemahnya tenaga tak berarti harus merosotnya daya amal. Yang terbaik adalah, bagaimana meniti ilmu dan merenda amalan harus tetap menjadi sikap hidup yang bersenyawa dalam kehidupan yang tak terhalang dengan lajunya usia. Ilmu amaliah dan amal ilmiah, merupakan dua senyawa yang tak boleh terputus. Kalaulah ilmu selama ini dirasakan belum membuahkan amal, atau sebaliknya amal yang telah dilakukan belum selaras dengan ilmu. Maka di usia menuju senja inilah, momentum yang tepat untuk menyempurnakan segala sesuatu yang dianggap kurang itu. Jangankan manusia umum, ahli ilmu sekalipun bisa kehilangan keseimbangan, ketika ilmu dan ama...
DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

Hikmah, Uncategorized
DAHSYATNYA DO'A BERCERMIN // Sekalipun banyak yang menyebut, kata-kata indah Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii ini sebagai do'a bercermin, sebenarnya memiliki dimensi luas mencakup kebaikan lahir-bathin manusia. Ar-Raghib al-Ashbahani memaknai khalqun itu fisik [beauty], sedangkan khuluqun itu psikis [inner beauty]. Paripurnanya kebaikan seseorang itu, sangat terkait erat dengan keduanya. Dalam bahasa shahabat 'Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anh: "Yang disebut faqir itu bukanlah mereka yang tak memiliki perhiasan, melainkan mereka yang kehilangan akhlaq dan adab". Do'a yang termaktub dalam Kitaabul Jaami' dan Shahiih Ibnu Hibban ini mengajarkan akan pentingnya mengeja kembali narasi kehidupan; di mana pikiran, ucapan, tindakan, kebiasaan, dan keperibadian merupakan sat...
RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK “PANJANG USIA”

RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK “PANJANG USIA”

Tsaqofah, Uncategorized
RAJIN SHILATURRAHIM LAYAK "PANJANG USIA"Oleh:Teten Romly Qomaruddien Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, sedangkan manusia mati tinggalkan amalan dan kenangan. Demikian peribahasa menyebutkan, betapa manusia makhluq yang merugi ketika di akhir kehidupan tak meninggalkan perbuatan yang dapat dibanggakan di hadapan Penciptanya. Jangankan untuk mendatangkan keberuntungan dua alam [dunia dan akhirat], sekedar meninggalkan kesan yang bisa dikenang pun belum tentu didapatkan. Tak selamanya yang namanya senang, atau bahagia itu harus selalu takarannya harta melimpah, atau kedudukan dan jabatan tinggi, serta kekuasaan. Sekalipun semua itu tak bisa dipungkiri menjadi sebab seseorang bisa bahagia. Ternyata, selain itu semua kita mesti yakin bahwa semua manusia ber...
MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT

MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT

Media, Tokoh, Uncategorized
MUSKAN KHAN, ANTI MEMANG HEBAT "Saya di sana untuk mengumpulkan tugas; itulah mengapa saya masuk kampus. Mereka tidak mengizinkan saya masuk ke dalam hanya karena saya pakai cadar," ujarnya kepada saluran berita India, NDTV, seperti dikutip Al-Jazeera, Rabu [9/2]. Itulah pengakuan jujur gadis tersebut, sebagaimana banyak dipetik insan media yang viral belakangan ini memenuhi jagad media maya. Dengan meneriakkan: "Jai Shri Ram" (Terpujilah Dewa Rama atau Salam Tuhan Ram), gerombolan laki-laki dengan mengenakan kain safron [yang menunjukkan pada kelompok Nasionalis Hindu] itu merangsek "ngerubutin" gadis tangguh yang seorang diri. Lalu saya mulai meneriakkan "Allahu Akbar" [Allah Maha Besar], ujar Muskan Khan [gadis belia usia 19 tahun yang tercatat sebagai mahasiswi Pra-Universitas Ma...
TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF

TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF

Breaking News, Tokoh, Uncategorized
TAKZIYAH ATAS WAFATNYA PROF. Dr. H. HASANUDDIN AF // Berita wafatnya Guru Besar Hukum Islam & Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, mengingatkan diri ini ketika menjadi mahasiswanya. Waktu itu, terlibat diskusi terkait jalan keluar yang tepat bagi pejabat yang melanggar. Setelah beliau memaparkan "Pemetaan Sumber Hukum Islam Dalam Kehidupan Sosial", ada yang menarik, beliau bercerita kasus seorang Raja Muslim Andalusia yang melanggar di siang Ramadhan [hubungan suami isteri]. Raja pun sadar akan kesalahannya, lalu memasrahkan diri kepada Hakim Agung minta dihukum. Tuan Hakim menjawab: "Wahai Tuan Raja, tak ada pilihan sangsi untukmu kecuali Paduka shaum 2 bulan berturut-turut". Adapun sangsi syar'inya, memilih antara memerdekakan hamba sahaya, shaum 2 bulan berturut-turut, atau memberikan maka...
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK Apa pun tema obrolannya, kalau "Bang Ada" [panggilan KH. Syuhada Bahri] yang menceritakan kembali, pasti menarik; berkesan, membekas dan menggelitik. Padahal waktu itu [tahun 1998an], tanpa meminjam telinga, al-faqir pun mendengar langsung Allaahu yarhamh H. Husein Umar menyampaikan taushiyah zhuhurnya di Masjid Al-Furqan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. Isi kuliahnya, sama persis dengan yang diceritakan Bang Ada. Masih teringat dalam bayangan, Bang Husein Umar saat berdiri di mimbar memakai setelan batik krem tanpa peci menyampaikan ulasannya tentang Kerukunan Ummat Beragama. Di sela-sela ceramahnya, Bang Husein menyuguhkan cerita detik-detik keputusan pembangunan Islamic Centre di area Kramat Tunggak Jakarta Utara yang terkenal itu. ...
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

Hikmah, Uncategorized
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN // Si Kabayan; sosok lucu tapi cerdik, bertingkah salah tapi bener. Itulah legenda tatar Pasundan. Mun urang nanjak kudu seuri, sabab sakeudeung deui bakal mudun. Nyakitu sabalikna mun urang mudun kudu ceurik, sabab sakeudeung deui bakal nanjak; "Kalau kita jalan menanjak tersenyumlah, karena sebentar lagi akan menurun. Sebaliknya, kalau kita sedang jalan menurun menangislah, karena sebentar lagi akan menanjak". Demikianlah, perjuangan bukanlah proses penderitaan menuju sukses, melainkan proses "memantaskan diri" meraih tujuan. Karenanya, sesekali rehatlah sejenak! Bukan untuk terlena, namun membangun semangat perjuangan berikutnya. Puncak penderitaan adalah awal kebahagiaan, puncak kegelapan malam berarti telah dekatnya cahaya pagi. Kalau begitu, pun...
BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJA

Fiqih Parenting, Uncategorized
BERBENAH DIRI MENUJU USIA SENJAOleh:Teten Romly Qomaruddien Seiring dengan berjalannya usia; Yang secara nominal semakin bertambah, namun hakikatnya usia kita semakin berkurang. Kondisi ini berlaku bagi siapa saja manusianya, tak pandang turunan bangsawan, maupun masyarakat biasa. Tak peduli orang kaya, maupun manusia jelata. Tak memilah berpangkat, maupun tidak. Tak pandang orang sekolahan, maupun bukan. Semuanya mengalami pengalaman yang sama sesuai penglamaan hidup mereka. Hal yang wajar, banyak di antara manusia kini, yang bertanya pada dirinya sendiri: "Mungkinkah aku bisa, dan masih bertahan menghadapi hidup yang semakin penuh kewaswasan?". Pertanyaan batin ini, tentu saja terbilang alami dan sesuatu yang fithrah bagi manusia. Jawabannya, sudah tentu sangat tergantung kepad...
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

Hikmah, Uncategorized
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH? // Tak ada yang bisa menolak, ketika Allah 'azza wa jalla sudah berkehendak. Tak seorang pun dapat membantah, kalaulah semua itu sudah menjadi qudrah dan iradah-Nya. Mungkin saja, ketika derita bertubi-tubi menimpa seseorang, maka akan muncul perasaan suu'uz zhan "mengapa cuma aku yang harus terus mengalami seperti ini?" Itulah prasangka ahlul mushibah yang seolah-olah dirinya selalu dirundung malang. Memang berat, bagi siapa pun yang mengalaminya pasti bersikap demikian. Namun kalaulah dihadapi dengan penuh iman, justeru kelak di kampung akhirat mereka berhak mendapatkan status barunya sebagai ahlul 'aafiyah yang berhak mendapatkan tiga keutamaan sekaligus; kekuatan yang prima ['aafiyatan], perlakuan khusus [khairan], dan kedudukan yang tinggi [manzilatan]. U...
FIQIH REALITA JUGA PENTING

FIQIH REALITA JUGA PENTING

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH REALITA JUGA PENTING // Jangan "bermimpi" mengecat langit dan mengeringkan lautan, karena keduanya tak mungkin kita lakukan. Birunya bentangan langit dan hamparan lepas lautan adalah realita alam yang dicipta oleh Dzat yang Maha cipta dan Maha karya sekaligus. Dalam kehidupan pun demikian, apa yang telah menjadi kehendak Allah 'azza wa jalla merupakan realita yang wajib diimani dan disyukuri. Agar iman dan syukur itu berpadu, maka dibutuhkan ilmu yang mampu mendamaikan antara teori dan praktiknya. Itulah Fiqih Realita. Tanpa memahami realita, seorang pemimpin akan merasa di atas menara gading. Tanpa memahami realita, orang kuat akan memaksakan kehendaknya. Tanpa memahami realita, orang lemah akan merasa teraniaya. Tanpa memahami realita, sang pemenang akan merasa jumawa. Tanpa memaha...
FIQIH DILEMA ITU PENTING

FIQIH DILEMA ITU PENTING

Fiqh Ikhtilaf, Hikmah, Uncategorized
FIQIH DILEMA ITU PENTING // Singkatnya, mobil jeep ini tengah berusaha memutar balik dengan kondisi jalan yang terbatas. Maju kena mundur pun kena; depan mentok karena sempit, mundur apalagi bisa terpelanting ke jurang curam. Kalaulah bukan karena kemahiran [mahaaraat], mengetahui medan [ma'rifatul maidaaniyyah], dan yang paling utama adalah yakin tanpa keraguan [al-yaqiinu bilaa syakkin] yang diiringi tawakkal, sudah tentu keinginan memutar balik tak dapat dilanjutkan. Demikian pula dengan hidup ini, terkadang kita sering dihadapkan dengan kondisi yang dilematis [qadhaayaa, musykilaat]. Sekiranya kita tak pandai menyiasati, dan mendudukkan setiap masalah yang dihadapi secara adil dan seimbang, maka tebing tinggi, tikungan tajam, lembah yang dalam dapat merenggut kita kapan saja lengahnya....
error: Content is protected !!