Rabu, September 9MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

REUNI DI JALAN TOL

REUNI DI JALAN TOL

Hikmah, Uncategorized
REUNI DI JALAN TOL // Selagi belajar MDA [1984-an], diwajibkan menghafal kata-kata hikmah [mahfuuzhaat]. Hari ini, kalimat emas: Al-jaaru qablad daari war rafiiqu qablat thariiqi; "Bertetangga sebelum membangun rumah, berteman sebelum melakukan perjalanan", benar-benar terasa faidahnya. Pasalnya, si bungsu yang tengah melaju memacu kendaraan ciliknya berhenti mendadak karena mendengar bunyi "tarantang-tarantang". Setelah menepi dan diperiksa, rupanya laher persneling rontok dan pelurunya berhamburan. Lumayan panik; di samping pagi-pagi buta, posisi pun jauh kemana-mana. Kepanikan pun sirna, setelah mendapatkan nomer handphone teman "sekobong" waktu nyantren yang katanya buka bengkel di kota terdekat. Di tengah kesibukannya sang teman pun meluncur dari kota menembus jalan tikus melingkari b...
AQIDAH DAN PEMIKIRAN KALAM MOHAMMAD NATSIR (Pengantar Diskusi Webinar Pra-Rakornas Dewan Da’wah 2022)

AQIDAH DAN PEMIKIRAN KALAM MOHAMMAD NATSIR (Pengantar Diskusi Webinar Pra-Rakornas Dewan Da’wah 2022)

Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Siirah Dzaatiyah Singkat Sang Maestro Dakwah dan Pemikiran Pria yang lahir pada tanggal 17 Juli 1908 di Lembah Gumanti Alahan Panjang Solok Sumatera Barat ini, telah mengenal paham pembaharuan sejak masih remaja; selain menempuh Pendidikan Barat Algemene Middelbare school di Bandung tahun 1927 [HIS dan MULO ditamatkannya di ranah Minang, di samping sekolah Agama yang dipimpin Tuanku Mudo Amin kawannya Haji Rasul, dan mendapatkan pelajaran secara teratur dari Haji Abdullah Ahmad], Natsir muda pun menjadi anggota Jong Islamieten Bond [JIB] Cabang Bandung tahun 1928. Selain itu, mengajar agama di HIK [Sekolah Guru] dan MULO, serta aktif mengikuti pengajian Persatoean Islam sehingga mempunyai hubungan erat dengan tokoh-tokohnya, terutama Tuan Ahmad Ha...
NGALAP BERKAH SANG “KYAI PABRIK”

NGALAP BERKAH SANG “KYAI PABRIK”

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
NGALAP BERKAH SANG "KYAI PABRIK" // Bicara Ustadz H. Kahfi Amin, pria Betawi yang identik dengan pabrik atau perusahaan otomotif yang digelutinya itu menjadi menarik untuk dibincang. Pasalnya, sejak banyak belajar kepada para sesepuh; KH. Eman Sar'an, KH. Hasan Ishaq, KH. Amir Musthafa, KH. Ismail Fikri, KH. Moh. Si'in, KH. Ramundi, H.E.A. Hamid, H.A. Sukayat, dan lainnya, sosok "ngustadznya" lebih kentara dari pada seorang petinggi perusahaan. Bersama rekan-rekan; H.M. Lathif Nurdin, H. Soewardi Sulaiman, H. Nano, H. Nuh, H. Adjuk, H. Maknun, H. Sukardjo, dan lainnya lebih memilih menyibukkan diri di kancah dakwah ibukota memperkuat bangunan Jam'iyyah Persatuan Islam dibersamai asatidz senior lulusan PPI sebayanya. Di sela-sela minum kopi dan jeruk hangat [sebelum pengajian], al-faqir ber...
PELAJARAN BERHARGA DARI “ABU THULAAB”

PELAJARAN BERHARGA DARI “ABU THULAAB”

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
PELAJARAN BERHARGA DARI "ABU THULAAB" // Setelah mengetahui Ummu Thulaab, tak sempurna rasanya apabila kita tak memungut gaharu rindu keteladanan sang Abu Thulaab K.H. Sjihabuddin [Pimpinan Ponpes PPI Tarogong]. Pria Yogya ini dikenal disiplin dalam segala hal, ribuan alumni pasti mengenal karakternya. "Merawat itu tak semudah membangun, walau merintis itu pun ngak mudah juga", ujar Kyai Sepuh pesantren yang diresmikan Mr. Mohammad Roem [Mewakili Dr. Mohammad Natsir] ini dengan dialek khasnya. Di hadapannya semua santri sama; ngak ada santri kaya, santri miskin, anak pangkat, atau masyarakat biasa. Yang penting, tutur beliau: "Maraneh dididik teh supaya jadi jalma bageur, bener, pinter, cageur, jeung jalinger" [artinya: "Kalian belajar itu agar menjadi orang baik, jujur, pintar, sehat lahi...
MENGUKIR PRESTASI UMMAT TERBAIK MERAWAT KENDARAAN DA’WAH ILALLAAH

MENGUKIR PRESTASI UMMAT TERBAIK MERAWAT KENDARAAN DA’WAH ILALLAAH

Tsaqofah, Uncategorized
MENGUKIR PRESTASI UMMAT TERBAIK MERAWAT KENDARAAN DA'WAH ILALLAAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Bakda mengucap tahmid, shalawat, tasyahhud, dan pesan ayat taqwa; Sebagai peserta Rakornas Dewan Da'wah 2022, al-faqir didaulat Panitia pelaksana untuk menyampaikan Khutbah Jum'ah dalam majelis mulia sayyidul ayyaam yang dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dan sebagian karyawan Pangeran Beach Hotel Kota Padang Sumatera Barat, yakni tempat di mana perhelatan tersebut diselenggarakan. Seiring banyaknya peserta yang meminta teks materi khutbah, maka bahasan Mengukir Prestasi Ummat Terbaik Merawat Kendaraan Da'wah Ilallaah ini pun, biidznillaah dapat dihaturkan. Adapun pointer-pointernya tak lepas dari bahasan berikut: Pertama; Bersyukur atas anugerah Allah 'azza wa jalla yang dengan k...
“UMMU THULAAB” DALAM KENANGAN

“UMMU THULAAB” DALAM KENANGAN

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
"UMMU THULAAB" DALAM KENANGAN // Sebagai santri yang pernah nyorog kepada beliau, banyak menyimpan kenangan. Hal serupa, dialami pula santri lain tentunya. Selama menjadi murid, Ustadzah Hj. Aminah Dahlan jarang memberikan pelajaran banyak-banyak, lebih banyak menasihati dan mempraktekkan "ilmu terapan" yang diperagakannya langsung, baik di kelas, di asrama, dan tempat lainnya. Dari sekian nasihat paling terngiang adalah: "Mun hoyong pinter kedah daek ngajar nyaa!!!" [artinya: "Kalau ingin pintar harus mau mengajar yaahh!!!"]. Suatu sore, beliau memanggil ke rumah hanya sekadar menunjukkan foto yang tertera di kamus Al-Munjid [karya Louis Ma'luf & Bernard Tottel, 1908]. "Ten, perhatoskeun gambar ieu. Ieu teh karuhun Ibu" [Ten, perhatikan gambar ini, foto ini nenek moyang Ibu]. Ternyata...
MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU // Kini usianya 87 tahun [Lahir di Koto Gadang Agam, 1935]. Apabila menyimak taujieh dan mencermati bodylanguage-nya, sungguh tak terlihat tanda-tanda ketuaan. Dengan fasih Buya H. Mas'oed Abidin, ulama kharismatik [penulis buku: "Mentawai dalam Pelukan Muhtadin"] ini menyuguhkan sajian nasihatnya pada Rakornas Dewan Da'wah yang digelar bersama Gubernur Sumatra Barat. Menurutnya: "Sekalipun zaman berubah, musim berganti, menggelindingkan da'wah ilallaah adalah kewajiban. Tantangan dakwah hari ini bukan sekedar penetrasi budaya, melainkan infiltrasi budaya yang harus dijawab dengan budaya syari'at". Dalam hal ini, petuah Minang "Adat basandi syara', Syara' basandi Kitaabullaah. Adat mangato, Syara' mamakai" merupakan jawabannya. Buya pun mengingatkan;...
ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

Hikmah, Pendidikan, Tokoh, Uncategorized
ANAK RANTAU DARI 'AQABAH BUKIT TINGGI // Pria kelahiran Palembang 1954 ini, sebenarnya keluarga Minang dengan gelar Imam Sinaro. Beliau H. Amlir Syaifa Yasin, M.A. [Dosen Ilmu Dakwah LPDI Jakarta, kini Waketum Dewan Da'wah]. Yang menarik dari obrolan dhuha [sambil menunggu hasil Antigen di RSI Ibnu Sina], yaitu "bijak memaknai sebuah kegagalan". Ketika lulus dari Thawalib Parabek 1975, berlanjut ke 'Aqabah 1976 [Pimpinan Buya Muslim 'Aboud Ma'ani sebelum memimpin Al-Azhar Kebayoran]. Dalam usianya 26 tahun merantau ke Jakarta dikarenakan "gagal faktor usia" mendaftar di Universitas Islam Madinah [1983], alternatifnya beralih pada penawaran studi di Daarul 'Uluum miliknya Sayyid Abul Hassan Ali al-Hasani an-Nadawy [India]. Lagi-lagi "gagal" karena tidak keluar visa. Pak Natsir pun menasehat...
GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENAL

GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENAL

Tokoh, Tsaqofah, Uncategorized
GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENALOleh:Teten Romly Qomaruddien Melanjutkan catatan perjalanan Merak-Bakauhuni Lampung, kemudian terselang rehat panjang di atas kendaraan bis hingga Palembang, alhamdulillaah jauhnya jarak tempuh menuju Jambi bisa melanjutkan catatannya sambil sekali-kali melirik pemandangan indah hamparan perkebunan sawit sepanjang jalan. Bayangan pun menerawang jauh ke alam masa silam, bagaimana ulama-ulama terdahulu [khususnya yang terlahir dari ranah Minang] berpacu dalam gelombang dakwah. Kulak-keloknya jalan yang menguji adrenalin Pak Sopir MMJ Trans yang membawa rombongan Rakornas 2022 Dewan Da'wah di kota Padang, membuat diri ini pun tak mau ketinggalan untuk menemaninya dengan sekedar mencurahkan apa yang pernah diketahui dari literatur yang...
“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

Hikmah, Uncategorized
"KUDA-KUDA ILMU" SANG MAESTRO DAKWAH// Lama merenung, seiring perjalanan panjang Jakarta-Merak. Terbersit ingin mencari tahu akan kokohnya argumentasi Allah yarhamh Mohammad Natsir. Alhamdulillaah kutemukan file kiriman si bungsu Ibnu Hisyam [alumni TK & SD Pusdiklat Dewan Da'wah, MTs & MA PPI 81] dengan Sinar Tajdid Official-nya. Ananda menukil Fiqhud Da'wah, hlm. 13 di mana dari sekian "kuda-kuda ilmu" murid ulama pembaharu Tuan Ahmad Hassan [Guru utama Persatuan Islam] ini adalah "Wahyu tidak memusuhi panca-indera dan akal". Baik wahyu, panca-indera, dan akal merupakan pemberian Al-Khaaliq yang Maha mengetahui perkara yang tidak nampak dan perkara yang nampak. Artinya, perkara mana yang tidak mampu dicapai panca-indera, akal siap menjemputnya. Perkara mana yang tidak mampu dijan...
BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH

BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Uncategorized
BISMILLAAH SIAP BERANGKAT SAKSIKAN MOMENTUM BERSEJARAH Dalam usianya yang lebih setengah abad [55 tahun sejak berdirinya 1967], Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia akan melangsungkan Rapat Koordinasi Nasional [Rakornas] 2022 di kota Padang. Selain itu, akan diresmikannya rumah kelahiran Allaahu yarhamh Mohammad Natsir sebagai cagar budaya. Keinginan untuk menjadikan rumah tempat kelahiran sang tokoh sebagai "rumah sejarah" di Alahan Panjang Kabupaten Solok ini, sebenarnya sudah ada sejak zaman Gubernur Sumatera Barat masih dipegang oleh Gamawan Fauzi. Karenanya, Dewan Da’wah berinisiatif mendorong cita-cita mulia tersebut segera dapat diwujudkan sebagaimana diharapkan Bupati Kabupaten Solok dan Gubernur Sumatera Barat saat ini. Di samping Mohammad Natsir merupakan bagian tak terpisa...
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

Hikmah, Uncategorized
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUANOleh:Teten Romly Qomaruddien Untuk menggambarkan kehidupan, kata "perahu" atau "bahtera" seringkali dimunculkan sebagai tamtsiil. Bahkan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pun menggunakannya. Tak terkecuali dalam memotret kehidupan kita yang semakin senja, ibarat kapal layar atau perahu yang telah melaju begitu jauhnya di lautan lepas. Sebagai penumpang di dalamnya, sudah tentu akan menemukan banyak pengalaman di samping kejenuhan dikarenakan lamanya waktu pengembaraan. Di tengah-tengah panjangnya waktu pelancongan, ujian demi ujian kian mendera seiring ditemukannya jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Karena telah menjadi sunnah Rabbaniyah, setiap ada kesusahan Allah 'azza wa jalla pun tela...
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Tokoh, Uncategorized
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL // Kembali dunia dakwah dibuat pilu, harus rela kehilangan putera terbaiknya; Beliau bapaknya para da'i [abud du'aat], tumpuan curhat para kader [abul ghawaadir], teman yang membersamai rekan-rekan muda [abus syabaab]. Bahkan lebih dari sekedar itu, tak segan bagi dirinya bercanda, berkelakar, tanpa kehilangan substansi walau sering diulang. Beliau bilang: "Anggap saja radio yang diputar ulang!!", ujarnya setiap kali menutup obrolan pewarisan nilai penuh riang dan semangat [baik di kediamannya atau sedang dalam forum umum]. Di tengah-tengah ujian sakit yang Allah 'azza wa jalla anugerahkan, rupanya Dzat Rahmaan dan Rahiim ingin lebih menyempurnakan untuk mengantarkan sampai waktu "penjemputannya" di hari yang penuh barakah ini ...
MENITI ILMU MERENDA AMALAN

MENITI ILMU MERENDA AMALAN

Parenting, Uncategorized
MENITI ILMU MERENDA AMALANOleh:MENITI ILMU MERENDA AMALAN Bertambahnya usia tak berarti harus menjadi sebab berkurangnya semangat menuntut ilmu, semakin melemahnya tenaga tak berarti harus merosotnya daya amal. Yang terbaik adalah, bagaimana meniti ilmu dan merenda amalan harus tetap menjadi sikap hidup yang bersenyawa dalam kehidupan yang tak terhalang dengan lajunya usia. Ilmu amaliah dan amal ilmiah, merupakan dua senyawa yang tak boleh terputus. Kalaulah ilmu selama ini dirasakan belum membuahkan amal, atau sebaliknya amal yang telah dilakukan belum selaras dengan ilmu. Maka di usia menuju senja inilah, momentum yang tepat untuk menyempurnakan segala sesuatu yang dianggap kurang itu. Jangankan manusia umum, ahli ilmu sekalipun bisa kehilangan keseimbangan, ketika ilmu dan ama...
DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

Hikmah, Uncategorized
DAHSYATNYA DO'A BERCERMIN // Sekalipun banyak yang menyebut, kata-kata indah Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii ini sebagai do'a bercermin, sebenarnya memiliki dimensi luas mencakup kebaikan lahir-bathin manusia. Ar-Raghib al-Ashbahani memaknai khalqun itu fisik [beauty], sedangkan khuluqun itu psikis [inner beauty]. Paripurnanya kebaikan seseorang itu, sangat terkait erat dengan keduanya. Dalam bahasa shahabat 'Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anh: "Yang disebut faqir itu bukanlah mereka yang tak memiliki perhiasan, melainkan mereka yang kehilangan akhlaq dan adab". Do'a yang termaktub dalam Kitaabul Jaami' dan Shahiih Ibnu Hibban ini mengajarkan akan pentingnya mengeja kembali narasi kehidupan; di mana pikiran, ucapan, tindakan, kebiasaan, dan keperibadian merupakan sat...
error: Content is protected !!