Senin, September 7MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI

SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI

Tsaqofah, Uncategorized
SEXUAL CONSENT; BIAS TAFSIR YANG MERUNTUHKAN TATANAN LANGIT DAN BUMI Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi fithrah manusia, kebutuhan akan seks (jinsiyyah) itu merupakan naluri yang telah Allah 'azza wa jalla anugerahkan. Sama halnya dengan kecintaan manusia terhadap wanita secara umum, anak yang dibanggakan, kekayaan yang dimiliki (termasuk kekuasaan). Al-Qur'an mengisyaratkan dalam firmanNya: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta y...
KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN

KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN

Hikmah, Uncategorized
KEPEMIMPINAN YANG DIRINDUKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak mengenal sosok sang pembebas dua negeri adidaya Romawi dan Persia? Seorang sosok berani dan ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis dan negeri-negeri lainnya ke pangkuan kaum Muslimin. Begitu juga dengan daya fikirnya yang tajam menembus relung zaman hingga terangkat martabat dirinya sebagai ahlul ijtihâd yang mumpuni dalam ilmu. Selain itu, mimpinya pun dibenarkan oleh Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam sebagai mimpi yang benar (ar-ru'yah as-shâdiqah). Namun di balik prestasinya yang sederet, semula tak ada yang menyangka kalau sosok brilian, cerdas, tangkas dan tegas itu memiliki jiwa yang sangat lembut. Berawal dari penggalan kisahnya di masa shahabat ridhwânullâh 'alaihim ajma'în, yakni Umar bi...
DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
DU'ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Waktu terus melaju, zaman semakin berubah. Perkembangan demi perkembangan semakin dapat dirasakan, betapa kemajuan ini bukanlah tanpa resiko, melainkan menuntut adanya konsekuensi yang harus segera dilakukan seiring dengan perubahan yang ada. Sebuah zaman, kini sudah hadir di depan mata. Yakni sebuah era yang menjadikan ummat manusia bisa terlindas dan ditinggalkan, apabila kurang sigap menyikapinya. Kurang fokus, tidak perhatian, enggan melibatkan dalam kancah perubahan ini, bisa berakibat fatal karenanya. Itulah sebuah era yang para ahli abad ini menyebutnya dengan disrupsi (disruption era). Guru besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, salah satu tokoh yang mempopuler...
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi fithrah, setiap manusia yang dilahirkan pasti memberi isyarat dengan tangisan. Yakni, tangisan yang ditunggu-tunggu oleh semua yang tengah menanti kelahiran sang buah hati dengan penuh cemas, haru dan berujung rasa bahagia. Tak jarang pihak keluarga merasa gundah, ketika sekian lama menunggu, namun tangisan bayi tak kunjung terdengar. Kalau pun sudah lahir tak bersuara pula, maka Mak Paraji atau pun Bidan yang membantu kelahirannya, akan sedikit menepuk-nepuknya agar jabang bayi bisa menangis. Sama halnya dengan akhir kehidupan manusia, maka tidak ada yang jauh lebih penting untuk ditinggalkan terakhir kalinya, selain dari kalimah thayyibah dan ungkapan wash...
FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri)

FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri)

Diraasatul Adyaan wal Firaq
FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selayang Pandang Keagamaan dan Ideologi Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dengan ukuran sebesar 1.904.569 km2. Jumlah penduduknya terdiri dari +270 juta yang bertebaran di seluruh wilayah tanah air dengan +17.508 pulau dan +1.128 etnis/ suku yang menggunakan +750 bahasa daerah. Adapun dinamika keagamaan di dalamnya terdiri dari penduduk Muslim 87,21%, Kristen 6,96%, Katolik 2,91%, Hindu 1,69%, Budha 0,72% dan Konghuchu 0,05%. Selain itu ada ratusan keyakinan dan kepercayaan lokal yang berkembang hampir di seluruh pelosok. Seiring dengan terjadinya euforia kebebasan dan demokratisasi, pasca reformasi 1998 bermunculanlah aliran dan ge...
“KEMATIAN YANG DIRINDUKAN”. Ustadz Insan L.S Mokoginta

“KEMATIAN YANG DIRINDUKAN”. Ustadz Insan L.S Mokoginta

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Uncategorized
KEMATIAN YANG DIRINDUKAN... Ustadz Insan L.S Mokoginta, belakangan ini namamu sering kami sebut. Banyak hal yang ingin kami bincangkan ... Maraknya akhir-akhir ini gerakan pemurtadan di pelosok, pinggiran kota, bahkan dunia digital saat ini sangat mengkhawatirkan ummat dan juga bapak tentunya. Kami sedang menyiapkan "hidangan forum" buat bapak (baik di Madrasah Ghazwul Fikri, Komite Dakwah Khusus dan Kajian Aqidah & Pemikiran). Nama bapak sudah kami catat, karena kami tahu integritas perjuangan dan keilmuan bapak sebagai peraih "Mu'allaf Award" (21 Mei 2006) oleh Wakil Ketua MPR AM. Fatwa di Masjid Pondok Indah Jakarta. Bagaimana Berdakwah Dengan Kristologi (Seri Komik), itulah satu di antara karya puluhan karya bapak. Pembicaraan via telpon, bapak sudah menyanggupi. Namun kini taqdir ...
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Luapan rasa gembira bagi seluruh anak bangsa di mana pun adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, karena keinginan hidup merdeka adalah fithrah insâniyyah setiap jiwa manusia. Terlebih, bagi mereka yang telah turut merasakan pahit getirnya penjajahan. Manusia dicipta dan dilahirkan ke muka bumi, pada dasarnya benar-benar murni bersih dan memiliki hak merdeka. Namun semua itu bisa berubah, hak menikmati hidup merdeka bisa terganggu dan bisa saja tidak berpihak pada dirinya, ketika banyak unsur-unsur lain yang menghalanginya. Kondisi ibu yang mengandung, bapak yang seharusnya menjaga, apabila keduanya tidak stabil dapat berpengaruh pada putera mereka yang akan lahir nanti. Demikian pula dengan lahirnya sebuah bangs...
NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman)

NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman)

Aqidah, Uncategorized
NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Akhir-akhir ini, berita pemurtadan kembali menghiasi jagat media, terutama media sosial yang seolah-olah lepas kendali. Mulai dari warta yang menggambarkan kabar sebenarnya, atau sekedar berita burung. Yang jelas, sulit dinafikan bahwa aktivitas tersebut memang benar-benar adanya. Sebagai sesama saudara seiman, tentunya saling mengingatkan menjadi kewajiban agar kewaspadaan menjadi perhatian bersama. Masalahnya adalah, bagaimana kita bisa menjaga ketauhidan dan mengenal lebih jauh apa yang dimaksud dengan murtad, lalu dengan penuh kesadaran dapat mengetahui bagaimana meruginya menjadi orang yang murtad. Fithrah Tauhîd yang Wajib Dijaga Di antara anugerah terbesar yang Allah 'azza w...
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

Tarbiyah
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH "DRAMA" MENJADI REALITA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Keutamaan bulan Dzulhijjah kini sudah berlalu; Terhitung tanggal 1 hingga 13 (mulai dari memperbanyak amal kebaikan sejak pekan pertama, shaum 'arafah, tarwiyah di Mina yang dilanjutkan wuquf bagi yang menunaikan ibadah haji, juga pelaksanaan shalat 'iedul adhha dan penyembelihan hewan qurban hingga tiga hari tasyriq). Datangnya bulan mulia ini, laksana sebuah episode "drama" yang terus diputar ulang untuk mengingatkan para pemirsa, yakni ummat manusia akan pengorbanan sosok-sosok agung teladan sepanjang zaman. Mereka itulah nabiyullâh Ibrahim 'alaihis salâm, bunda Sarah yang melahirkan nabiyullâh Ishaq 'alaihis salâm yang akan melahirkan sosok nabiyullâh Ya'qub 'alaihis salâm bersama ke...
BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

Uncategorized
BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Karîm atau pun sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawiyyah, merupakan warisan pokok yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan yang tidak ada bandingannya...
TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

Tarbiyah
TA'LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT HALAQAH KE-2 Bersama: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA. (Mudier 'Aam) Saripati Taujieh: "Gigih dalam Menuntut Ilmu; Pengorbanan Terbesar Pelajar Sejati" A. Dalil dalam Menuntut Ilmu 1) Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 28: وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supa...
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

Tarbiyah
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien “Sesungguhnya kalian akan menjumpai banyak kaum yang menyangka bahwa mereka sedang menyeru kepada Kitâbullâh, padahal mereka sedang membuangnya ke belakang punggung mereka sendiri. (Kalau sudah kondisi demikian) maka kalian wajib berilmu, berhati-hati dari kebid’ahan dan sikap berlebih-lebihan, serta berdalam-dalam pada suatu urusan (yang tidak perlu). Dan hendaknya kalian berpegang pada peninggalan yang original (yaitu Sunnah).” (Lihat: Sunan Ad Dârimi I/ 54) Buahnya ilmu adalah amal, demikianlah orang-orang bijak menuturkan. Betapa tidak, sesungguhnya ilmu dimaksudkan untuk diamalkan dan ilmu adalah petunjuk amal. Nam...
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

Hikmah, Uncategorized
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA? Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalau bukan karena adanya pengorbanan, maka usaha apa pun menjadi tidak akan pernah terwujud. Terlebih perjuangan, yang membutuhkan totalitas pengabdian. Karenanya, ketika membincang pengorbanan, tidak dapat dilepaskan dari penghambaan atau pengabdian seseorang kepada yang diagungkannya. Dengan itu pula, pengorbanan seorang hamba terhadap Tuhannya sering disebut sebagai pendekatan penghambaan (taqarruban) atau penghambaan diri ('ibâdatan). Di antara definisi qurban, yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi korban dan pengorbanan adalah identik dengan upaya mendekatkannya seorang makhluq pada Dzat yang menciptakannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan berikut ini: القربان مايتقرب به العبد إلى ربه س...
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi, hadirnya STAI PERSIS Jakarta di tengah-tengah Ibu Kota menjadi harapan baru dalam melengkapi kehidupan intelektual di ranah metropolitan. Bukan sekedar menunjukkan adanya kesadaran terhadap ilmu secara umum pada setiap anak bangsa, melainkan adanya keinginan keras dari para aktivis pendidikan dan dakwah dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang menginginkan kepahaman terhadap agamanya. Sebagaimana termaktub dalam program jihad jam'iyah (QA Bab II Pasal 6 ayat 1, 2 dan 3) bahwa program tersebut mencakup: "Pertama; Mengembangkan dan memberdayakan potensi jam'iyah demi terwujudnya jam'iyah Persis sebagai shûratun mushagh...
AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati)

AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati)

Aqidah, Uncategorized
AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shahabat mulia Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallâhu 'anh diutus Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallâhu 'anh memimpin barisan pasukan Muslimin ke Persia bersama juru bicara Rib'i bin 'Amir Ats-Tsaqafi radhiyallâhu 'anh melalui gerbang kota Qâdisiyah. Jenderal Rustum sebagai panglima Kekaisaran menyambutnya dengan penuh siaga, lalu sang Jenderal Kekaisaran adidaya kedua di zamannya itu (setelah Kekaisaran Romawi) menghadap sang juru bicara seraya berkata: “Apa yang menyebabkan kalian datang kemari?” sergahnya. Dengan tenang tanpa kehilangan wibawa, sang jubir pun menjawab: “tahrîrun nâs min ‘ibâdatil makhlûq ilâ ‘ibâdatil khâliq; ... tidak semata-mata kami...
error: Content is protected !!