Selasa, Juli 21MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

“KEMATIAN YANG DIRINDUKAN”. Ustadz Insan L.S Mokoginta

“KEMATIAN YANG DIRINDUKAN”. Ustadz Insan L.S Mokoginta

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Uncategorized
KEMATIAN YANG DIRINDUKAN... Ustadz Insan L.S Mokoginta, belakangan ini namamu sering kami sebut. Banyak hal yang ingin kami bincangkan ... Maraknya akhir-akhir ini gerakan pemurtadan di pelosok, pinggiran kota, bahkan dunia digital saat ini sangat mengkhawatirkan ummat dan juga bapak tentunya. Kami sedang menyiapkan "hidangan forum" buat bapak (baik di Madrasah Ghazwul Fikri, Komite Dakwah Khusus dan Kajian Aqidah & Pemikiran). Nama bapak sudah kami catat, karena kami tahu integritas perjuangan dan keilmuan bapak sebagai peraih "Mu'allaf Award" (21 Mei 2006) oleh Wakil Ketua MPR AM. Fatwa di Masjid Pondok Indah Jakarta. Bagaimana Berdakwah Dengan Kristologi (Seri Komik), itulah satu di antara karya puluhan karya bapak. Pembicaraan via telpon, bapak sudah menyanggupi. Namun kini taqdir ...
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Luapan rasa gembira bagi seluruh anak bangsa di mana pun adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, karena keinginan hidup merdeka adalah fithrah insâniyyah setiap jiwa manusia. Terlebih, bagi mereka yang telah turut merasakan pahit getirnya penjajahan. Manusia dicipta dan dilahirkan ke muka bumi, pada dasarnya benar-benar murni bersih dan memiliki hak merdeka. Namun semua itu bisa berubah, hak menikmati hidup merdeka bisa terganggu dan bisa saja tidak berpihak pada dirinya, ketika banyak unsur-unsur lain yang menghalanginya. Kondisi ibu yang mengandung, bapak yang seharusnya menjaga, apabila keduanya tidak stabil dapat berpengaruh pada putera mereka yang akan lahir nanti. Demikian pula dengan lahirnya sebuah bangs...
NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman)

NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman)

Aqidah, Uncategorized
NESTAPA KARENA MURTAD (Sekedar Mengingatkan Sesama Saudara Seiman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Akhir-akhir ini, berita pemurtadan kembali menghiasi jagat media, terutama media sosial yang seolah-olah lepas kendali. Mulai dari warta yang menggambarkan kabar sebenarnya, atau sekedar berita burung. Yang jelas, sulit dinafikan bahwa aktivitas tersebut memang benar-benar adanya. Sebagai sesama saudara seiman, tentunya saling mengingatkan menjadi kewajiban agar kewaspadaan menjadi perhatian bersama. Masalahnya adalah, bagaimana kita bisa menjaga ketauhidan dan mengenal lebih jauh apa yang dimaksud dengan murtad, lalu dengan penuh kesadaran dapat mengetahui bagaimana meruginya menjadi orang yang murtad. Fithrah Tauhîd yang Wajib Dijaga Di antara anugerah terbesar yang Allah 'azza w...
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

Tarbiyah
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH "DRAMA" MENJADI REALITA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Keutamaan bulan Dzulhijjah kini sudah berlalu; Terhitung tanggal 1 hingga 13 (mulai dari memperbanyak amal kebaikan sejak pekan pertama, shaum 'arafah, tarwiyah di Mina yang dilanjutkan wuquf bagi yang menunaikan ibadah haji, juga pelaksanaan shalat 'iedul adhha dan penyembelihan hewan qurban hingga tiga hari tasyriq). Datangnya bulan mulia ini, laksana sebuah episode "drama" yang terus diputar ulang untuk mengingatkan para pemirsa, yakni ummat manusia akan pengorbanan sosok-sosok agung teladan sepanjang zaman. Mereka itulah nabiyullâh Ibrahim 'alaihis salâm, bunda Sarah yang melahirkan nabiyullâh Ishaq 'alaihis salâm yang akan melahirkan sosok nabiyullâh Ya'qub 'alaihis salâm bersama ke...
BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

Uncategorized
BUDAYA LITERASI LINTAS ZAMAN DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Karîm atau pun sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawiyyah, merupakan warisan pokok yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan yang tidak ada bandingannya...
TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

Tarbiyah
TA'LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT HALAQAH KE-2 Bersama: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA. (Mudier 'Aam) Saripati Taujieh: "Gigih dalam Menuntut Ilmu; Pengorbanan Terbesar Pelajar Sejati" A. Dalil dalam Menuntut Ilmu 1) Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 28: وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supa...
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

Tarbiyah
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien “Sesungguhnya kalian akan menjumpai banyak kaum yang menyangka bahwa mereka sedang menyeru kepada Kitâbullâh, padahal mereka sedang membuangnya ke belakang punggung mereka sendiri. (Kalau sudah kondisi demikian) maka kalian wajib berilmu, berhati-hati dari kebid’ahan dan sikap berlebih-lebihan, serta berdalam-dalam pada suatu urusan (yang tidak perlu). Dan hendaknya kalian berpegang pada peninggalan yang original (yaitu Sunnah).” (Lihat: Sunan Ad Dârimi I/ 54) Buahnya ilmu adalah amal, demikianlah orang-orang bijak menuturkan. Betapa tidak, sesungguhnya ilmu dimaksudkan untuk diamalkan dan ilmu adalah petunjuk amal. Nam...
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA?

Hikmah, Uncategorized
PENGORBANAN TIADA AKHIR; UNTUK SIAPA? Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalau bukan karena adanya pengorbanan, maka usaha apa pun menjadi tidak akan pernah terwujud. Terlebih perjuangan, yang membutuhkan totalitas pengabdian. Karenanya, ketika membincang pengorbanan, tidak dapat dilepaskan dari penghambaan atau pengabdian seseorang kepada yang diagungkannya. Dengan itu pula, pengorbanan seorang hamba terhadap Tuhannya sering disebut sebagai pendekatan penghambaan (taqarruban) atau penghambaan diri ('ibâdatan). Di antara definisi qurban, yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi korban dan pengorbanan adalah identik dengan upaya mendekatkannya seorang makhluq pada Dzat yang menciptakannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan berikut ini: القربان مايتقرب به العبد إلى ربه س...
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi, hadirnya STAI PERSIS Jakarta di tengah-tengah Ibu Kota menjadi harapan baru dalam melengkapi kehidupan intelektual di ranah metropolitan. Bukan sekedar menunjukkan adanya kesadaran terhadap ilmu secara umum pada setiap anak bangsa, melainkan adanya keinginan keras dari para aktivis pendidikan dan dakwah dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang menginginkan kepahaman terhadap agamanya. Sebagaimana termaktub dalam program jihad jam'iyah (QA Bab II Pasal 6 ayat 1, 2 dan 3) bahwa program tersebut mencakup: "Pertama; Mengembangkan dan memberdayakan potensi jam'iyah demi terwujudnya jam'iyah Persis sebagai shûratun mushagh...
AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati)

AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati)

Aqidah, Uncategorized
AGAMA FITHRAH DI ANTARA PARA PEMUJA SESAMA MAKHLUQ (Dalil Historis-Teologis Bahwa Tauhîd Harga Mati) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shahabat mulia Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallâhu 'anh diutus Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallâhu 'anh memimpin barisan pasukan Muslimin ke Persia bersama juru bicara Rib'i bin 'Amir Ats-Tsaqafi radhiyallâhu 'anh melalui gerbang kota Qâdisiyah. Jenderal Rustum sebagai panglima Kekaisaran menyambutnya dengan penuh siaga, lalu sang Jenderal Kekaisaran adidaya kedua di zamannya itu (setelah Kekaisaran Romawi) menghadap sang juru bicara seraya berkata: “Apa yang menyebabkan kalian datang kemari?” sergahnya. Dengan tenang tanpa kehilangan wibawa, sang jubir pun menjawab: “tahrîrun nâs min ‘ibâdatil makhlûq ilâ ‘ibâdatil khâliq; ... tidak semata-mata kami...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah 'Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Karîm atau pun sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawiyyah, merupakan warisan...
FIQIH KENORMALAN BARU (Menafsir Arti Memakna Kata)

FIQIH KENORMALAN BARU (Menafsir Arti Memakna Kata)

Uncategorized
FIQIH KENORMALAN BARU (Menafsir Arti Memakna Kata) Diadaptasi dari Diskusi Virtual bersama Bapak H. Edi Setiawan, SE, MM. (Pengurus Badan Waqaf Dewan Da'wah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Menyelaraskan "Hidup bersama Covid-19", itulah kata kunci diskusi kita kali ini. Senang atau tidak senang, suka atau tidak suka semua kita masih berada di tengah-tengah kondisi pandemi tersebut. Sekalipun perkembangan di beberapa negara mengalami perubahan, namun hampir seluruh dunia merasakannya. Tidak terkecuali di Indonesia, yang sampai hari ini belum bisa dinyatakan sirna 100%. Artinya, kita dituntut selalu waspada karena di sekitar kita bahaya virus tersebut bisa mengancam kapan saja dan menyebabkan penularan yang masif. Untuk itulah, pemerintah mencanangkan gerakan hidup kenormalan baru...
SELAMAT MENGHADAPI TANTANGAN ERA BARU PARA SANTRIKU (Taujih Tarbawi di Era New Normal)

SELAMAT MENGHADAPI TANTANGAN ERA BARU PARA SANTRIKU (Taujih Tarbawi di Era New Normal)

Uncategorized
SELAMAT MENGHADAPI TANTANGAN ERA BARU PARA SANTRIKU (Taujih Tarbawi di Era New Normal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Terlepas dari ragamnya pandangan terkait makna kenormalan baru (new normal), yang jelas semua kita sama-sama merasakan dan mengalami sendiri bahwa sekarang tengah berada pada situasi dan kondisi yang sedang tidak biasa-biasa saja. Sejumlah perubahan sikap; mulai dari pola fikir, pola kerja, pola tindak, pola aksi, pola ajar, pola kebijakan dan lain-lain terjadi hampir di semua lini; dari masalah keluarga, sekolah, pekerjaan, bermasyarakat, bernegara. Terutama dalam beragama, lahir di tengah-tengah ummat fiqih-fiqih baru seperti Fiqih Wabah Covid-19 dan Fiqih New Normal yang sudah banyak kita bincang akhir-akhir ini. Sebagai pelajar Muslim, maka para santri wajib...
DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah)

DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah)

Tsaqofah, Uncategorized
DAHSYATNYA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA (Sebuah Perspektif Aqidah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincang agama, berarti membincang Islam. Menyebut Islam berarti membicarakan inti ajaran Islam itu sendiri, yakni "kalimah thayyibah" Lâ ilâha illallâh yang dalam beberapa riwayat disebut sebagai kuncinya surga (miftâhul jannah). Betapa urgennya masalah prinsip ini, para ulama memasukkannya sebagai pokok agama (ashlud dîn) atau keyakinan pasti ('aqîdah). Adapun misi utamanya adalah tauhîdullâh, yaitu "meng-Esakan Allah". Lebih dari itu, para ulama pun meyakini bahwa "meng-Esakan Allah" merupakan fithrah dakwah para Nabi dan Rasul. Seruan yang berbunyi: يَقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu sela...
SIAGA HADAPI ZAMAN YANG “SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA” (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum’ah)

SIAGA HADAPI ZAMAN YANG “SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA” (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum’ah)

Hikmah, Uncategorized
SIAGA HADAPI ZAMAN YANG "SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA" (Secercah Hikmah Narasi Khutbah Jum'ah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Terlepas dari kondisi iklim yang terus berubah, cuaca pancaroba yang kian berpindah-pindah, kondisi wabah yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir sempurna. Bagi ummat beriman tetap bersyukur bahwa Allah jalla wa 'alâ senantiasa ada di hati semua hambaNya sehingga mereka diberi ketenangan dan menganggap semuanya itu sebagai ujian keimanan. Namun demikian, kita pun tak bisa menutup mata atau berpura-pura tidak faham akan beragam penyimpangan di depan mata. Ada banyak peragaan drama murahan yang tengah dimainkan; kejahatan dengan segala keculasannya kini dipertontonkan dan digelar sekalipun harus menipu Tuhan Dzat Pencipta alam. Sehebat apa pun mereka melak...
error: Content is protected !!