Jumat, September 4MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

KEBENARAN DAN “AKAL MERDEKA” (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang ‘Aqal)

KEBENARAN DAN “AKAL MERDEKA” (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang ‘Aqal)

Uncategorized
KEBENARAN DAN "AKAL MERDEKA" (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang 'Aqal) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Apa itu Kebenaran? Sebagian orang mengatakan, kebenaran itu relatif, tergantung siapa yang mengatakannya, yang lain menyebutkan tergantung bisa dibuktikan atau tidak. Sementara lainnya, menegaskan kebenaran itu muthlaq adanya. Apabila dikaji dari sisi etimologi, benar itu sendiri disebut dalam Al-Quran dengan kata al-haq, yang menurut para ahli kamus semisal Ibnu Manzhur dalam kitabnya Lisaanul 'Arab, Ibrahim Unais dan kawan-kawan dalam kitabnya Mu'jamul Wasieth memiliki makna yang beragam; ketetapan, kewajiban, penjelasan, bagian tertentu atau kebalikan dari perkara batil. Al-Jarjani dalam kitabnya At-Ta'riefaat mendefinisikannya dengan "As-tsaabitu laa yasuughu...
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

Hikmah
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly) Diadaftasi kembali oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alam menyatukan semua makhluq. Mereka bercengkerama, berinteraksi, dengan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya. Meski ada banyak makhluq berbeda, mereka tetap ada dalam kesatuan. Semuanya menggambarkan kehidupan yang tidak berjalan otomatis. Ada yang menggerakkan mereka, yaitu Allah jalla jalaaluhu. Alam seperti rumah yang kokoh. Di dalamnya terdapat segala hal yang dibutuhkan. Langit menjulang tinggi seperti atap. Bumi terbentang layaknya karpet. Bintang berkelap-kelip bagaikan lampu. Ada banyak ciptaan di dunia ini. Saking banyaknya, manusia kesulitan untuk menghitung ciptaan Allah satu per satu. Jangankan menghitung semuanya, sekiranya semua makh...
KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH

KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH

Aqidah
KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara penggalan wasiat Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam kepada para shahabatnya adalah: “Aku wasiatkan untuk kalian, agar bertaqwa kepada Allah, patuh dan taat. Jika seorang budak sahaya memerintahkan kalian, hendaklah mengikutinya. Siapa saja di antara kalian masih hidup (nanti), kalian akan menyaksikan perbedaan yang banyak.” Wasiat ini hakikatnya berlaku untuk semua umatnya. Isyarat Rasulullaah tentang akan munculnya beragam perbedaan, menunjukkan bahwa perbedaan itu sudah merupakan sunnatullaah yang tak dapat dipungkiri akan terjadinya. Demikian halnya lahirnya pemimpin yang dipatuhi, merupakan sesuatu yang harus diusahakan dalam rangka menjalankan dan memelihara ajaran agama serta men...
MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN ‘IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT

MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN ‘IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN 'IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT Memenuhi program khususnya, Majelis Ilmu dan Tadabbur Huurun 'Ien Grand Prima Bintara Kota Bekasi menyelenggakan kajiannya secara outing house di komplek Pesantren Persatuan Islam No. 81 Cibatu Garut. Kajian terbuka untuk umum; dihadiri jama'ah lingkungan pesantren, para sepuh dan asatidz pesantren, juga sebahagian santriwan-santriwati ini terselenggara bertepatan dengan hari jum'at, 28 September 2018, mulai pukul 10.00 dan berakhir jelang pelaksanaan ibadah jum'ah 11.45 WIB. Majelis yang dipimpin Ibunda Hj. Sri Haryanti bersama suami Ayahanda H. Mohammad Yahya ini, bertolak dari kota pejuang "Baghasasi" alias Bekasi tepat pukul 05.00 WIB bakda shalat...
KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA ‘AQIEDAH

KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA ‘AQIEDAH

Aqidah, Uncategorized
KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA 'AQIEDAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertarungan antara yang haq dan yang batil (as-shiraa bainal haq wal baathil) akan senantiasa terjadi sepanjang zaman, karenanya agama mengajarkan adanya al-amru bil ma'ruuf wan nahyu 'anil munkar. Hakikatnya, tantangan dan problem yang terjadi di zaman salaf, itu pula yang terjadi di zaman khalaf, tidak terkecuali di zaman kita ini. Adapun kemungkaran dan penyimpangan yang terjadi, lebih disebabkan karena berfikir yang keliru dalam menjadikan sumber kebenaran di samping keluar dari fithrah. Lahirnya sikap berlebihan dan ekstrim (ghuluw), mengikuti kehendak hawa nafsu (ittibaa'ul hawaa) dan mengikuti praduga (ittibaa'uzh zhann) dalam beragama merupakan salah satu penopangnya. Akhir-akhir ini ada p...
ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

Uncategorized
ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Puritanisme, sering dimaknai dengan gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashaalah, purifikasi). Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan total (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlaah, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdied. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imarah dalam Al-Ushuuliyyah Bainal Gharbi wal Islaam, mereka menyebut diri sebagai "kaum...
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

Aqidah, Uncategorized
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertanyaan besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan? Bila dikatakan sebabnya karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya. Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan. Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan. Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagaimana memperlakukan ala...
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

Aqidah, Uncategorized
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Laksana seseorang yang menggemgam bara api di malam hari; dipegang panas dan membakar, tidak dipegang menyebabkan berjalan dalam kegelapan. Sungguh sebuah kondisi yang sangat membingungkan, ketika sebagian penyeru atas nama agama menebar kedustaannya. Jangankan membela kehormatan agamanya, yang terjadi justeru sebaliknya; agama bisa menjadi rusak, ummat pun dibuat ragu karenanya. Inikah yang disebut beragama di akhir zaman? Di mana semakin banyak kaum intelektual yang berani menafsirkan agama sekehendak fikirannya. Dengan logikanya, ia bermain kata-kata dan dengan sederet gelar akademiknya bisa menyihir jiwa yang lemah pemahamannya. Berkaca pada sejarah dengan merenungkan kembali taujieh nabawi  berupa dialo...
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

Aqidah
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Setiap kali da’wah dikumandangkan, maka saat itu pula rintangan datang menghadang.Tidak terkecuali da’wah tauhid, yang setiap zaman senantiasa ada. Penentangan dan pengingkaran telah ditunjukkan dengan berbagai cara, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dari sekedar mencibir, menghina dan membuat luka sampai kepada hilangnya nyawa. Semua merupakan ujian yang sudah pasti adanya bagi siapa saja yang menegakkan kebenaran, di mana pertarungan antara haq dan bathil selalu meramaikan jagat raya ini. Di antara manusia ada yang berpihak kepada kemungkaran, namun ada pula yang senantiasa berpihak kepada kebenaran. Itulah dinamika hidup yang selalu menghiasi kehidupan da’wah dan para penyerunya (taha...
AKAL DALAM TIMBANGAN ‘AQIEDAH

AKAL DALAM TIMBANGAN ‘AQIEDAH

Aqidah
AKAL DALAM TIMBANGAN 'AQIEDAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Dalam diri manusia, terdapat tiga unsur pokok yang paling menunjang dalam menentukan arah kehidupan demi tercapainya keselamatan. Apabila salah satu unsur ini berkurang fungsinya, maka hilanglah keseimbangan manusia dalam cara dan fungsi geraknya. Ketiga unsur pokok tersebut adalah: Pertama, badan (al-jasadu). Unsur ini sangat menentukan laju gerak kehidupan setiap manusia sehingga perlu pemeliharaan dan pemupukkan. Ia membutuhkan asupan berupa makanan yang dinetralisir melalui sebuah proses pemeliharaan berupa gerak badan (riyadhah). Kedua, Akal (al-'aql). Akal pun tak kalah pentingnya dalam menentukan roda kehidupan. Di samping itu, akal juga merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla, di mana akal dapat menangkap...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

Tarbiyah
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Melanjutkan pembahasan hakikat tazkiyatun nafs, berikutnya kita perhatikan beberapa pandangan para ulama, di antaranya: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman tazkiyah imaniyah melainkan orang yang mengetahui kejahiliyahan. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi yang paling baik ditaqdirkan mendapatkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya. Mereka mendapatkan pemisah yang dapat menjauhkan antara iman dan kufar, antara ibadah kepada Allah dengan ibadah kepada taghut, dan antara kebebasan dalam mensucikan jiwa kepada Rabb dan kekakuan antara rabb-rabb yang menghinaka...
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

Da'wah
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK NTB Puluhan mobil datang berombongan di kawasan itu, ada apakah gerangan? Rupanya mereka adalah rombongan yang hendak berziarah ke kawasan Desa Bayan di Lombok Utara. Rasa ingin tahu pun muncul, apa yang selama ini tanda tanya besar pun sedikit terjawab. Sebuah tulisan tentang budaya Sasak di Pulau Seribu Masjid, kurang lebih 15 tahun lalu pun teringat kembali. Oohh ini yang namanya komunitas "Islam Wetu Telu", gumamku. Diantar ustadz muda energik, al-faqier pun menyempatkan untuk melihatnya. Setiba di tempat, ternyata di lokasi sudah ramai dipadati para peziarah. Dengan membungkukkan badan, mereka pun jongkok sembari melantunkan do'a yang beragam, di samping ada pula yang mengikuti komando rombongannya. Bila dahulu, komunitas ini ide...
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

Tarbiyah
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tugas para Nabi selain membacakan ayat-ayat Allah (tilaawah) dan mengajarkan kitab serta hikmah (ta'liem) adalah membimbing agar manusia membersihkan jiwa (tazkiyah) dari kotoran-kotoran jahiliyyah. Banyak ayat Al-Qur'an menjelaskan makna tazkiyah dan fungsi kerasulan itu ada pada diri para Nabi, tidak terkecuali Nabi akhir zaman Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam. Hal ini dapat kita renungkan dalam beberapa firmanNya: 1. Kisah Nabiyullaah Ibrahim 'alaihis salaam yang mendo'akan anak cucunya "Yaa Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesun...
SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM

SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM

Aqidah
SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Dijadikannya Muharram sebagai awwal penanggalan dalam Islam, karena di dalamnya ada momentum tepat yang layak direnungkan dan semangat yang patut diabadikan dalam sejarah, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Inilah yang melatar belakangi Khalifah 'Umar bin Khathab radhiyallaahu 'anh menjadikannya titik tolak penentuan awwal bulan Hijriyyah. Walaupun data lain menyebutkan, hijrahnya kaum Muslimin terjadi awal bulan shafar sebagaimana informasi Al-Manshurfuri yang dipetik Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab sierahnya Ar-Rahiequl Makhtuum . Api sejarah dan spirit perjuangan yang tetap harus menyala; peristiwa hijrah benar-...
GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi’ah, Hingga Local Wisdom

GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi’ah, Hingga Local Wisdom

Aqidah
GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi'ah, Hingga Local Wisdom Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Shaum Sunnah Telah dimaklumi dalam Kitabullah, bahwa dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada empat bulan mulia (QS. At-Taubah/9: 36). Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Al-Bazzar dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan, empat bulan (arba'atun hurum) yang dimaksud adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. (Ibnu Katsier, Tafsierul Qur'aanil 'Azhiem/2, hlm. 322). Kaitannya dengan shaum sunnah Muharram, di dalamnya ada hari kesembilan (tasu'a) dan hari kesepuluh ('asyura) yang hakikatnya semua bulan memiliki nama kedua hari tersebut. Namun yang dimaksud di sini adalah hari kesembilan dan kesepuluh di bulan Muharram saja. Sejak kapan penamaan itu populer?, tentunya perlu me...
error: Content is protected !!