Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

RUUHUL JIHAAD; ‘IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL

RUUHUL JIHAAD; ‘IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL

Uncategorized
RUUHUL JIHAAD; 'IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Kita mulai dengan penggalan qisshah aktivis mujaahid shahaabat 'Abdurrahman bin 'Auf radhiyallaahu 'anh yang menuturkan ceritanya, menurutnya: “Aku pernah berada di suatu barisan dalam perang Badar, tiba-tiba dari samping kanan dan samping kiri ada dua anak muda. Aku merasa tidak begitu nyaman dari keduanya, tiba-tiba salah satu dari keduanya berbisik padaku dengan merahasiakannya dari orang lain. Wahai paman, perlihatkanlah padaku yang mana Abu Jahal itu? Saya pun (kata 'Abdurrahman) spontan menjawab: Wahai anak saudaraku, apa yang akan engkau lakukan kepadanya? Ia menjawab: Saya telah berjanji kepada Allah, jika saya melihatnya, maka saya akan membunuhnya atau saya mati untuk itu. Dem...
MENCARI ULAMA’ PEWARIS NABI

MENCARI ULAMA’ PEWARIS NABI

Uncategorized
MENCARI ULAMA’ PEWARIS NABI Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. “Seluruh manusia laksana orang-orang mabuk, kecuali orang-orang yang berilmu (ulama’). Dan orang-orang berilmu pun laksana orang-orang bingung, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya.” Itulah salah satu untaian hikmah yang dialunkan Sahl bin Abdillah at-Tusturi, seakan mengingatkan kita hari ini atau para penuntut ilmu hari ini agar lebih mawas diri dan kembali menimbang-nimbang sejauhmana ilmu yang sudah diperoleh dapat mewujudkan amal perbuatan, karena pertautan ilmu dan amal merupakan satu ikatan yang satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan, apakah ilmu yang didapat sudah sesuai dengan amal?. Tentu saja, jawabannya bukanlah harus dijawab dengan "sudah" atau "belum", melainkan untuk direnungkan dan akhirnya dapat men...
HARI SANTRI ITU UNTUK MENJAYAKAN BUKAN UNTUK MELEMAHKAN

HARI SANTRI ITU UNTUK MENJAYAKAN BUKAN UNTUK MELEMAHKAN

AKHBAR NEWS!
HARI SANTRI ITU UNTUK MENJAYAKAN BUKAN UNTUK MELEMAHKAN Oleh: Ki Lurah Santri PPI 76 Tahun 90an Terlepas dari berbagai ragam pendapat, keberadaan "Hari Santri" penting diapresiasi. Terlebih, dimunculkannya hari tersebut sebagai momentum perjuangan para santri dalam membebaskan negerinya dari cengkeraman penjajahan. Itulah pelajaran berharga yang digoreskan tinta sejarah, yang tidak mudah begitu saja untuk dilupakan. Seremoni hari santri nasional, kini tercederai karena adanya sikap tidak terpuji oleh beberapa oknum yang memunculkan kegaduhan. Pembakaran bendera yang nyata-nyata termaktub padanya kalimah thayyibah Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasuulullaah benar-benar dipertontonkan. Sontak banjir protes pun terjadi di mana-mana sampai meluas secara nasional, bahkan internasional. T...
FAHAM INKAARUS SUNNAH DALAM SOROTAN

FAHAM INKAARUS SUNNAH DALAM SOROTAN

Uncategorized
FAHAM INKAARUS SUNNAH DALAM SOROTAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Seputar Istilah Inkaarus Sunnah Meyakini sunnah Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur`an, bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan lagi. Di samping banyak ayat yang menunjukkan dan mengisyaratkan wajibnya mengambil sunnah Rasulullaah (Lihat: QS. Al-Hasyr/ 59: 7), mentaati Rasulullaah berarti mentaati Allah (QS. An-Nisaa`/ 4: 80, QS. Alu Imraan/ 3: 32, QS. An-Nisaa`/ 4: 59), menjadikan Rasulullaah sebagai hakim (QS. An-Nisaa`/ 4 : 65, QS. An-Nisaa`/ 4 : 105), ingkar terhadap Rasulullaah berarti ingkar terhadap Allah (QS. An-Nisaa`/ 4 : 150 - 151) dan menjadikan Rasulullaah sebagai penjelas (mubayyin) (Lihat: QS. An-Nahl/ 16 : 44). Juga hadits Rasulullaah shalallaahu '...
SNOUCK HURGRONJE; ORIENTALIS BERJUBAH SANTRI

SNOUCK HURGRONJE; ORIENTALIS BERJUBAH SANTRI

Uncategorized
SNOUCK HURGRONJE; ORIENTALIS BERJUBAH SANTRI Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. “Agar ummat Islam dapat diredam kekuatannya, maka ia harus dibiarkan mengerjakan ibadah agamanya. Dalam bidang mu'amalah, kalau perlu mereka dibantu. Namun janganlah membiarkan kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan politik Islam. Pergolakan (agitasi) politik Islam yang harus ditumpas dengan kekerasan senjata, sehingga diperoleh ketenangan, pemerintah harus memajukan pendidikan, perekonomian, kesejahteraan dan sebagainya agar kaum pribumi mempercayai maksud Belanda dan akhirnya rela diperintah oleh orang-orang kafir. Hal ini merupakan langkah awwal menuju tercapainya "Politik Asosiasi", yaitu penyatuan antara negeri Belanda dengan Hindia Belanda. Agar cita-cita mewujudkan asosiasi ini lekas tercapai, ma...
PEMIKIRAN ORIENTALISME DALAM SOROTAN

PEMIKIRAN ORIENTALISME DALAM SOROTAN

Uncategorized
PEMIKIRAN ORIENTALISME DALAM SOROTAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Orientalisme, sebuah kata asing namun sudah popular, bahkan digandrungi oleh sebahagian kalangan secara berlebihan sehingga mendudukannya sebagai primadona dalam metodologi pemikiran. Untuk mengetahui apa dan bagaimana sepak terjang mereka, secara singkat tulisan ini akan memaparkan seputar latar belakang dan motivasi kemunculannya serta sikap kaum Muslimin yang seharusnya dalam menyikapinya. Latar Belakang Kemunculannya Sesuai dengan kandungan istilah yang digunakannya, orientalisme mengandung arti sebuah aliran yang mempelajari masalah-masalah ketimuran (orient: timur; dan isme: aliran). Dalam bahasa Edward W. Said adalah "Suatu cara untuk memahami dunia timur." (Edward W. Said, Orientalisme, 1985: hlm. ...
KEBENARAN DAN “AKAL MERDEKA” (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang ‘Aqal)

KEBENARAN DAN “AKAL MERDEKA” (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang ‘Aqal)

Uncategorized
KEBENARAN DAN "AKAL MERDEKA" (Menyelami Pandangan Seorang Pak Natsir tentang 'Aqal) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Apa itu Kebenaran? Sebagian orang mengatakan, kebenaran itu relatif, tergantung siapa yang mengatakannya, yang lain menyebutkan tergantung bisa dibuktikan atau tidak. Sementara lainnya, menegaskan kebenaran itu muthlaq adanya. Apabila dikaji dari sisi etimologi, benar itu sendiri disebut dalam Al-Quran dengan kata al-haq, yang menurut para ahli kamus semisal Ibnu Manzhur dalam kitabnya Lisaanul 'Arab, Ibrahim Unais dan kawan-kawan dalam kitabnya Mu'jamul Wasieth memiliki makna yang beragam; ketetapan, kewajiban, penjelasan, bagian tertentu atau kebalikan dari perkara batil. Al-Jarjani dalam kitabnya At-Ta'riefaat mendefinisikannya dengan "As-tsaabitu laa yasuughu...
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

Hikmah
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly) Diadaftasi kembali oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alam menyatukan semua makhluq. Mereka bercengkerama, berinteraksi, dengan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya. Meski ada banyak makhluq berbeda, mereka tetap ada dalam kesatuan. Semuanya menggambarkan kehidupan yang tidak berjalan otomatis. Ada yang menggerakkan mereka, yaitu Allah jalla jalaaluhu. Alam seperti rumah yang kokoh. Di dalamnya terdapat segala hal yang dibutuhkan. Langit menjulang tinggi seperti atap. Bumi terbentang layaknya karpet. Bintang berkelap-kelip bagaikan lampu. Ada banyak ciptaan di dunia ini. Saking banyaknya, manusia kesulitan untuk menghitung ciptaan Allah satu per satu. Jangankan menghitung semuanya, sekiranya semua makh...
KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH

KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH

Aqidah
KEHARUSAN BERJAMAA’AH DAN LARANGAN ‘ASHABIYYAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara penggalan wasiat Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam kepada para shahabatnya adalah: “Aku wasiatkan untuk kalian, agar bertaqwa kepada Allah, patuh dan taat. Jika seorang budak sahaya memerintahkan kalian, hendaklah mengikutinya. Siapa saja di antara kalian masih hidup (nanti), kalian akan menyaksikan perbedaan yang banyak.” Wasiat ini hakikatnya berlaku untuk semua umatnya. Isyarat Rasulullaah tentang akan munculnya beragam perbedaan, menunjukkan bahwa perbedaan itu sudah merupakan sunnatullaah yang tak dapat dipungkiri akan terjadinya. Demikian halnya lahirnya pemimpin yang dipatuhi, merupakan sesuatu yang harus diusahakan dalam rangka menjalankan dan memelihara ajaran agama serta men...
MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN ‘IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT

MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN ‘IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
MAJELIS ILMU DAN TADABBUR HUURUN 'IEN KOTA BEKASI SELENGGARAKAN KAJIAN DAN BAKSOS DI KOMPLEK PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU GARUT Memenuhi program khususnya, Majelis Ilmu dan Tadabbur Huurun 'Ien Grand Prima Bintara Kota Bekasi menyelenggakan kajiannya secara outing house di komplek Pesantren Persatuan Islam No. 81 Cibatu Garut. Kajian terbuka untuk umum; dihadiri jama'ah lingkungan pesantren, para sepuh dan asatidz pesantren, juga sebahagian santriwan-santriwati ini terselenggara bertepatan dengan hari jum'at, 28 September 2018, mulai pukul 10.00 dan berakhir jelang pelaksanaan ibadah jum'ah 11.45 WIB. Majelis yang dipimpin Ibunda Hj. Sri Haryanti bersama suami Ayahanda H. Mohammad Yahya ini, bertolak dari kota pejuang "Baghasasi" alias Bekasi tepat pukul 05.00 WIB bakda shalat...
KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA ‘AQIEDAH

KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA ‘AQIEDAH

Aqidah, Uncategorized
KEMUNGKARAN BERFIKIR MENURUT PARA ULAMA 'AQIEDAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertarungan antara yang haq dan yang batil (as-shiraa bainal haq wal baathil) akan senantiasa terjadi sepanjang zaman, karenanya agama mengajarkan adanya al-amru bil ma'ruuf wan nahyu 'anil munkar. Hakikatnya, tantangan dan problem yang terjadi di zaman salaf, itu pula yang terjadi di zaman khalaf, tidak terkecuali di zaman kita ini. Adapun kemungkaran dan penyimpangan yang terjadi, lebih disebabkan karena berfikir yang keliru dalam menjadikan sumber kebenaran di samping keluar dari fithrah. Lahirnya sikap berlebihan dan ekstrim (ghuluw), mengikuti kehendak hawa nafsu (ittibaa'ul hawaa) dan mengikuti praduga (ittibaa'uzh zhann) dalam beragama merupakan salah satu penopangnya. Akhir-akhir ini ada p...
ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

Uncategorized
ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Puritanisme, sering dimaknai dengan gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashaalah, purifikasi). Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan total (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlaah, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdied. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imarah dalam Al-Ushuuliyyah Bainal Gharbi wal Islaam, mereka menyebut diri sebagai "kaum...
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

Aqidah, Uncategorized
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertanyaan besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan? Bila dikatakan sebabnya karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya. Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan. Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan. Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagaimana memperlakukan ala...
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

Aqidah, Uncategorized
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Laksana seseorang yang menggemgam bara api di malam hari; dipegang panas dan membakar, tidak dipegang menyebabkan berjalan dalam kegelapan. Sungguh sebuah kondisi yang sangat membingungkan, ketika sebagian penyeru atas nama agama menebar kedustaannya. Jangankan membela kehormatan agamanya, yang terjadi justeru sebaliknya; agama bisa menjadi rusak, ummat pun dibuat ragu karenanya. Inikah yang disebut beragama di akhir zaman? Di mana semakin banyak kaum intelektual yang berani menafsirkan agama sekehendak fikirannya. Dengan logikanya, ia bermain kata-kata dan dengan sederet gelar akademiknya bisa menyihir jiwa yang lemah pemahamannya. Berkaca pada sejarah dengan merenungkan kembali taujieh nabawi  berupa dialo...
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

Aqidah
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Setiap kali da’wah dikumandangkan, maka saat itu pula rintangan datang menghadang.Tidak terkecuali da’wah tauhid, yang setiap zaman senantiasa ada. Penentangan dan pengingkaran telah ditunjukkan dengan berbagai cara, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dari sekedar mencibir, menghina dan membuat luka sampai kepada hilangnya nyawa. Semua merupakan ujian yang sudah pasti adanya bagi siapa saja yang menegakkan kebenaran, di mana pertarungan antara haq dan bathil selalu meramaikan jagat raya ini. Di antara manusia ada yang berpihak kepada kemungkaran, namun ada pula yang senantiasa berpihak kepada kebenaran. Itulah dinamika hidup yang selalu menghiasi kehidupan da’wah dan para penyerunya (taha...
error: Content is protected !!