Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

Uncategorized
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3) Jentikkan lentera itu ... sahabat Goresanku adalah riuh nadiku dalam ujud tak kentara Terkadang persahabatan butuh pengorbanan ... butuh pengertian ... butuh kesan yang mendalam Goresanku adalah untaian kata yang asah mata hati agar tak lagi berkarat Kuingin hidup lebih bermakna tak hanya menunaikan apa yang sudah tertulis ... Ada rasa warnai labirin hidup yang penuh liku Jentikkan lentera itu ... bahwa hidup butuh kehidupan Ada sahabat yang faham akan harapan ... Ada sahabat pilin indahnya piranti ... Bahwa kasih sayang bukanlah hal yang ma'ashi ... jika dihidupkan ruh tazkiyah di dalamnya ... Ada sahabat jinjing tali batin ... bahwa semua butuhkan perjuangan untuk dapat memahami ... tidak takut ada cela di semua sela ...
AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

Uncategorized
AL-'IBRATUL 'UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Secara umum, Al-Qur'an telah membentangkan betapa Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam seorang manusia yang memiliki keagungan akhlaq (khuluqin 'azhiem) yang dengannya itulah mengantarkan dirinya memiliki keteladanan yang paripurna (uswatun hasanah). Allah 'azza wa jalla berfirman: وانك لعلى خلق عظيم "Dan sesungguhnya engkau [Muhammad] memiliki akhlaq yang agung" (QS. Al-Qalam/ 68: 4) لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة ... "Sesungguhnya pada diri Rasulullaah ada suri tauladan yang baik bagimu ... " (QS.Al-Ahzaab/ 33: 21) Banyak tafsir dalam memaknai suri tauladan Rasulullaah, baik dari sisi pedoman hidup (minhaajan, manhajan), kesungguhan dalam men...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-2) Kuketuk pintu berkarat usang Tuasnya geregas memamah waktu Kuingin hanya sekedar suara yang lama tak kudengar Sahabat lama yang sudah tak pernah ada kabar Baiknya tak kentara dalam nafas sengalmu Kawan ... berapa jeda kan kau hapus jejak itu dalam sua Rindu bayangmu kawan Ruhmu selalu mengembara di benak Rindu mewarna semua sedan yang menyembab Kawan ... jangan lupa kita pernah bertali kelindan Menjinjing batin yang menali setandan harap Aku rindu hilang bertahun-tahun lalu Jangan, kau usai ... Untuk semua sahabat yang pernah menambat dulu Tak kan pernah usang persahabatan kita Kawan, di manakah ... Siapa pun dirimu ... Ruh kita bertemu sudah ... kami butuh hadirmu ... (Diadaptasi Oleh: TenRomlyQ dari "Jentikan Jema...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-1) Seperti selaksa cahaya Ia datang tanpa dipaksa Seperti seantero jagat melanglang angan Ia pun datang tanpa dirunding Hanyasanya Saat hati bicara Tak butuh kata dan aksara Diam saja cukup menjadi saksi Ada banyak tanya Tak ada jawab Ada banyak rasa Tak ada firasat Bahwa ... hidup butuh kehidupan Dalam resonanse harmoni Berdoa sajalah Sejatinya peluh kan sirna dengan sendirinya Karna kita punya sumber mata air jiwa Yang kan meluruh semua noda Dalam doa segala doa Pertanyaan yang hiba memaksa untuk menulis Ada kata yang singgah di benak Kekuatan cinta dan rasa percaya Dari teman sebaya Mengingat hati ... mata ... jiwa ... saling bicara Untuk mengubah peduli menjadi cinta sejati Saat menikmati kesadaran batin...
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

Uncategorized
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Menjadi penolong agama Allah, merupakan cita-cita semua orang beriman; mulai zaman para Nabi terdahulu, hingga Nabi akhir zaman. Mulai dari para shahabat, taabi'ien, hingga manusia-manusia pilihan yang hidup setelah mereka. Mereka disebut Hawaariyyuun, terkadang disebut juga Ashhaabun, atau mereka pun terkadang dipanggil Anshaar. Ketiga-tiganya saling terkait, hal ini menggambarkan betapa mereka itu orang-orang bersih dan terpilih (akhlasha wa ikhtayara), di samping berjiwa penolong (naashir) dan menjunjung tinggi pertemanan (shaahib). (Lihat: Ibrahim Musthafa dkk., Al-Mu'jamul Wasieth, tp. thn: hlm. 205). Dalam QS. As-Shaff/ 61: 14 Allah 'azza wa jalla berfirman: "Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian penolon...
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

Uncategorized
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR'AN, BIBLE DAN SEJARAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tepatnya tahun 1418 H., 22 tahun yang lalu, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya bersama Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Jakarta menyelenggarakan Seminar Sehari terkait Sejarah Kelahiran Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Adapun para pemateri yang dihadirkan, tiga da'i senior Dewan Da'wah yang piawai di bidangnya; Rifyal Ka'bah, MA. (Pakar Studi Islam, waktu itu belum Prof. Dr.), KH. Drs. Ramly Nawai (Kristolog, Dosen senior IAI Al-Ghuraba Jakarta) dan KH. Drs. Moh. Nabhan Husein (Dosen senior LPDI Jakarta, Pendiri Majlis Tafsir Indonesia). Kini ketiganya, telah berpulang ke rahmatullaah. Semoga Allah 'azza wa jalla menempatkan mereka pada maqaaman mahmuudan-...
BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

AKHBAR NEWS!
BUKU "MEMULIAKAN BENDERA TAUHID" DIBEDAH Menyongsong Reuni 212 pada hari Ahad, 2 Desember 2018, Madrasah Ghazwul Fikri menggelar bedah buku. Sebagai Keynote Speak, KH. Abdul Wahid Alwy, MA. (Musyrief Mafatiha Dewan Da'wah) menyebutkan bahwa: "Tidak ada persoalan di dunia ini, melainkan kembali pada Laa ilaaha illallaah." Sementara Drs. H. Syamsul Bahri Ismail, MH. (Sekretaris Mafatiha) yang mewakili Tim Penulis menuturkan: "Kedudukkan liwaa' dan raayat mesti didudukkan dalam bab tersendiri seperti halnya para fuqaha menuliskan bab-bab fiqih." Hal ini menunjukkan betapa urgentnya bab ini. Sedangkan KH. Dr. Jeje Zainuddin (sebagai Pembanding) memaparkan temuannya, "Bahwa liwaa' dan raayat, bisa bermakna haqiqi dan majazi; yakni fisik bendera dan makna lain seperti halnya komitmen da...
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

Tarbiyah
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pendahuluan Ada istilah yang mengemuka di kalangan orang-orang bijak terdahulu mengenai pendidikan. Kata mereka: “Didikan itu bukan dadakan”. Lalu ada lagi ungkapan lain mengenai pendidiknya, yaitu "Guru" yang mengandung arti (dalam nasihat Sunda) "digugu jeung ditiru", satu lagi adalah kata "Murid". Dikatakan murid, terkait dengan semangat belajar seseorang tanpa keterpaksaan. Sekalipun nampak kurang jelas asal usulnya, namun ada benarnya apabila diartikan seperti itu, di mana kata murid dalam bahasa arab merupakan isim fâ’il dari araada yuriedu iraadatan fahuwa muriedun (artinya: orang yang memilik kehendak belajar). Apabila direnungkan dari kata didikan, guru dan murid memang ketiga...
KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah)

KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah)

Uncategorized
KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Berbicara kelahiran Nabi, sejujurnya para penulis sejarah masih berselisih mengenai tanggal pastinya. Namun menurut riwayat yang masyhur, Nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal di tahun Gajah. Itulah yang lebih populer di kalangan kaum Muslimin, bagaimana pun ini adalah sebuah tanggal yang diperkirakan yang menjadi konsensus (ijma', kesepakatan) di kalangan ummat dan bukan sebuah kepastian. Sekali pun demikian, kesepakatan ini tetap dihargai. Akan tetapi, para ahli sierah tidak menemukan bahwasanya Nabi memperingati hari kelahirannya, demikian juga para shahabat, tabi'ien, tabi'ut taabi'ien dan generasi setelah mereka dari para Imam petunjuk...
SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT 

SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT 

AKHBAR NEWS!
SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT  Dengan Tema: "Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya" yang bertempat di Aula Utama Gedung MUI Pusat, merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Mendorong KDK-MUI sebagai "rumah perjuangan" bagi penyelamatan 'aqiedah ummat; baik sebagai tempat kajian ilmiah atau pun penelitian lapangan ('ilmiyyatan wa maiydaaniyyatan). 2. Mengharapkan optimalisasi dan maksimalisasi peran dan fungsi KDK-MUI sebagai lembaga koordinatif para creative minority yang terdiri dari lembaga-lembaga filantropi Islam yang berkaitan dengan strategi hukum, strategi politik, strategi opini dan hal-hal lain yang dibutuhkan. 3. Menguatkan kembali KDK-MUI dalam menjalankan kembali fungsi pokoknya, yaitu: a. Fun...
APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

Parenting
APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Iman dan Amal Shalih Landasan Profesionalisme Kerja 1. Mendapatkan kemenangan yang nyata Dalam al-Qur’an kita jumpai bimbingan dan arahan seperti ini: فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmatNya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jatsiah/ 45: 30). 2. Dipuji Allah 'azza wa jalla sebagai khairul bariyyah Manusia beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan banyak karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya. Mereka itulah "sebaik-baiknya makhluq." إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُو...
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

Da'wah
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Terwujudnya sebuah tujuan (maqaashid), sangat tergantung kepada perantara tujuan itu (wasaail). Dalam logika da’wah, di dalamnya mengandung pengertian: “Keberhasilan sebuah usaha da’wah sangat ditentukan oleh strategi fiqih da’wah itu sendiri.” Sekalipun bukan harga mati, paling tidak mendorong bagi pelaku da’wah untuk melakukan persiapan yang lebih maksimal agar tujuan da’wah dapat tercapai tanpa menafikan kehendak (iraadah) yang Maha Kuasa. Makanya, diperlukan peningkatan kemampuan untuk memahami segala perbedaan tingkatan aqal, karakter, wawasan dan lainnya, terutama mengenai pribadi da’i sebagai subjek da’wah dan kehidupan da’wah itu sendiri sebagai objeknya.(Fathi Yakan, Al-Istii'aab fî Hayaatid D...
USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL

USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL

AKHBAR NEWS!
USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL Oleh: Ketua Bidang Pendidikan dan Ilmiah KM-LPDI Jakarta Tepatnya tahun 1993-1994, adinda masih duduk di semester 2 Lembaga Pendidikan Da'wah Islam (LPDI) Jakarta, sebuah masa yang adinda rasakan banyak kenangan manisnya. Walau sedikit ada pengalaman pahit, namun kenangan manisnya jauh lebih banyak in syaa Allah. Sebuah masa yang sedang-sedangnya dahaga jiwa membutuhkan hikmah, yaitu ilmu dan pengalaman di mana menyadap ilmu para senior menjadi kebutuhan yang diburu. Dengan mengucap rasa syukur, adinda masih dipertemukan dengan muharrik-muharrik da'wah yang luar biasa semangatnya (tanpa menyebutkan satu persatu). Barisan senior yang tidak asing lagi, hampir ustadz-ustadz yang terlibat mengajar di kampus perjuangan Kramat dengan spesifikasi ...
MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH

MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH

Aqidah
MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tauhied dan Alam Rahim Sejak anak manusia diproses dan dicipta; mulai dari air hina yang memancar, kental dan bercampur (maain mahienin, maniyyin tumnaa, nuthfatin amsyaajin), berproses menjadi segumpal darah ('alaqah), berubah menjadi daging (mudhghah), lalu Allah 'azza wa jalla menjadikan daging membungkus tulang (fakasaunaal 'izhaama lahman), dan berlanjut diciptakan yang lainnya teriring ditiupkannya ruh di alam rahim seraya menyodorkan pertanyaan tauhied "Apakah Aku ini Tuhan kalian?" Semua manusia (di alam rahim) menjawabnya: "Benar, Engkau adalah Tuhan kami." Firman Allah 'azza wa jalla dalam QS. Al-A'raaf/ 7: 172 وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُ...
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

Tarbiyah
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR'ANIC PARENTING: "MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK" Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alhamdulillaahil ladzie bini'matihi tatimmus shaalihaat ... wa ba'du: Gembira rasanya, dalam kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam rangka membincangkan satu pembahasan, "proyek raksasa" yang sangat penting. Mengapa sangat penting? Karena kita akan menyiapkan anak-anak kita benar-benar sebagai anak yang layak hidup di zamannya. Marilah kita berpikir 10, 20, 30, 40 bahkan 50 tahun ke depan. Akankah anak-anak kita mampu menjadi pemimpin? Pemimpin bagi dirinya, pemimpin bagi lingkungan keluarganya, pemimpin bagi masyarakatnya, pemimpin bagi bangsanya dan pengawal bagi agamanya. Al-Qur'an yang mulia, banyak mengisyaratkan adanya berbagai...
error: Content is protected !!