Sabtu, Juli 18MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

Uncategorized
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Zaman Fitnah adalah zaman yang penuh dengan ujian, malapetaka, huru-hara, kegaduhan, hingga serangan dahsyat pemikiran. Bertubi-tubinya deraan yang menghantam, bisa mengakibatkan terjadinya banyak kegundahan dan keraguan, termasuk meragukan cara pandang beragama. Suasana yang tidak dapat dipungkiri, zaman pancaroba terkadang bukan hanya membiaskan akal sehat, namun dapat mengikis dinding-dinding keyakinan. Merobohkan bangunan nalar, dan bahkan menghempas jauh dari nurani tersembunyi sekalipun. Mana pandangan biasa dan mana hasil ijtihad, begitu sulit dipilih dan dipilah, dicerna dan ditangkap maknanya, terlebih bagi mereka yang mengabaikan ilmu. Maka dengan berpegang pada ilmu itulah menjadi salah satu kia...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5) Samudera adalah tampian hati Saat jiwa berserak menapak lara Bukankah peluk wibawa Memberi kharisma yang berbeda Di saat membuih amarah Jadilah samudera Melapang ... melenggang Seperti lanscap yang tak digiring ombak murka Damainya ada di genggaman ... tenangnya ada di naluri Piranti kasih ... saling menyayang Tanggalkan semua lukamu dalam lirih Kuntum membuka pagi Membiarkan sisa hujan tadi malam Membaur embun Menari riak ... Hidup butuh kehidupan Mengeja saat mengaji hari Berharap ada bunga yang bisa dipetik Bisikan bisu nurani Tentang rindu ... Sepikul gumam ... Sejinjing tali batin ... Setandan doa ... Kupikir ini indah Ada saat memilah Jeda terkadang amuk rasa Di tuas karat pintu yang pernah t...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4) Ketukan itu membuat ritme indah mendawai sukma ... aku ingin rinai kembali damaikan hati Merintis lagi sepenuh kebeningan jiwa ... riuhnya indah mainkan nada Aku ingin pulang ke ranah lama ... saat kasih sayang penuh merengkuh jiwa Aku ingin panggilan itu ... membersamai sahabat dalam pengabdian yang sangat Aku hanya rindu itu ... ketulusan mengabdi yang hakiki Ranahku .... kini aku datang kembali ... Allaahumma ikhtimnaa bil husni .... wakhtimnaa bis shaalihaati Ngarai mengapit alur sungai menuju muara Sauh mengayuh sampan menuju tepian nan tak berujung Jauh di ufuk ... kentara jelajah batas pandang dalam bias mulai menjingga Menderai kabut ... menyaput mega ... menghalau galau di batas senja Gelisah yang menggeligah ....
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

Tarbiyah
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Secercah Iftitah Renungan Sejarah "Sungguh telah berlalu pengalaman ummat sebelum kalian; maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang suka mendustakan." (QS. Ali Imraan/ 3: 137) Firman Allah 'azza wa jalla yang mulia ini mengisyaratkan pada kita bahwa dalam perjalanan (sunanun, bentuk jamak dari sunnatun) kita ini tidak lepas dari pembabakan sejarah. Ada generasi terdahulu (mutaqaddimien), ada pula generasi belakangan (muta'akhirien) atau kontemporer (mu'aashirien). Dalam bahasa para ulama, ada generasi salafiyyien, ada pula generasi khalafiyyin. Artinya adalah ada generasi masa silam dan ada ju...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

Uncategorized
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3) Jentikkan lentera itu ... sahabat Goresanku adalah riuh nadiku dalam ujud tak kentara Terkadang persahabatan butuh pengorbanan ... butuh pengertian ... butuh kesan yang mendalam Goresanku adalah untaian kata yang asah mata hati agar tak lagi berkarat Kuingin hidup lebih bermakna tak hanya menunaikan apa yang sudah tertulis ... Ada rasa warnai labirin hidup yang penuh liku Jentikkan lentera itu ... bahwa hidup butuh kehidupan Ada sahabat yang faham akan harapan ... Ada sahabat pilin indahnya piranti ... Bahwa kasih sayang bukanlah hal yang ma'ashi ... jika dihidupkan ruh tazkiyah di dalamnya ... Ada sahabat jinjing tali batin ... bahwa semua butuhkan perjuangan untuk dapat memahami ... tidak takut ada cela di semua sela ...
AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

Uncategorized
AL-'IBRATUL 'UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Secara umum, Al-Qur'an telah membentangkan betapa Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam seorang manusia yang memiliki keagungan akhlaq (khuluqin 'azhiem) yang dengannya itulah mengantarkan dirinya memiliki keteladanan yang paripurna (uswatun hasanah). Allah 'azza wa jalla berfirman: وانك لعلى خلق عظيم "Dan sesungguhnya engkau [Muhammad] memiliki akhlaq yang agung" (QS. Al-Qalam/ 68: 4) لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة ... "Sesungguhnya pada diri Rasulullaah ada suri tauladan yang baik bagimu ... " (QS.Al-Ahzaab/ 33: 21) Banyak tafsir dalam memaknai suri tauladan Rasulullaah, baik dari sisi pedoman hidup (minhaajan, manhajan), kesungguhan dalam men...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-2) Kuketuk pintu berkarat usang Tuasnya geregas memamah waktu Kuingin hanya sekedar suara yang lama tak kudengar Sahabat lama yang sudah tak pernah ada kabar Baiknya tak kentara dalam nafas sengalmu Kawan ... berapa jeda kan kau hapus jejak itu dalam sua Rindu bayangmu kawan Ruhmu selalu mengembara di benak Rindu mewarna semua sedan yang menyembab Kawan ... jangan lupa kita pernah bertali kelindan Menjinjing batin yang menali setandan harap Aku rindu hilang bertahun-tahun lalu Jangan, kau usai ... Untuk semua sahabat yang pernah menambat dulu Tak kan pernah usang persahabatan kita Kawan, di manakah ... Siapa pun dirimu ... Ruh kita bertemu sudah ... kami butuh hadirmu ... (Diadaptasi Oleh: TenRomlyQ dari "Jentikan Jema...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-1) Seperti selaksa cahaya Ia datang tanpa dipaksa Seperti seantero jagat melanglang angan Ia pun datang tanpa dirunding Hanyasanya Saat hati bicara Tak butuh kata dan aksara Diam saja cukup menjadi saksi Ada banyak tanya Tak ada jawab Ada banyak rasa Tak ada firasat Bahwa ... hidup butuh kehidupan Dalam resonanse harmoni Berdoa sajalah Sejatinya peluh kan sirna dengan sendirinya Karna kita punya sumber mata air jiwa Yang kan meluruh semua noda Dalam doa segala doa Pertanyaan yang hiba memaksa untuk menulis Ada kata yang singgah di benak Kekuatan cinta dan rasa percaya Dari teman sebaya Mengingat hati ... mata ... jiwa ... saling bicara Untuk mengubah peduli menjadi cinta sejati Saat menikmati kesadaran batin...
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

Uncategorized
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Menjadi penolong agama Allah, merupakan cita-cita semua orang beriman; mulai zaman para Nabi terdahulu, hingga Nabi akhir zaman. Mulai dari para shahabat, taabi'ien, hingga manusia-manusia pilihan yang hidup setelah mereka. Mereka disebut Hawaariyyuun, terkadang disebut juga Ashhaabun, atau mereka pun terkadang dipanggil Anshaar. Ketiga-tiganya saling terkait, hal ini menggambarkan betapa mereka itu orang-orang bersih dan terpilih (akhlasha wa ikhtayara), di samping berjiwa penolong (naashir) dan menjunjung tinggi pertemanan (shaahib). (Lihat: Ibrahim Musthafa dkk., Al-Mu'jamul Wasieth, tp. thn: hlm. 205). Dalam QS. As-Shaff/ 61: 14 Allah 'azza wa jalla berfirman: "Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian penolon...
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

Uncategorized
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR'AN, BIBLE DAN SEJARAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tepatnya tahun 1418 H., 22 tahun yang lalu, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya bersama Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Jakarta menyelenggarakan Seminar Sehari terkait Sejarah Kelahiran Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Adapun para pemateri yang dihadirkan, tiga da'i senior Dewan Da'wah yang piawai di bidangnya; Rifyal Ka'bah, MA. (Pakar Studi Islam, waktu itu belum Prof. Dr.), KH. Drs. Ramly Nawai (Kristolog, Dosen senior IAI Al-Ghuraba Jakarta) dan KH. Drs. Moh. Nabhan Husein (Dosen senior LPDI Jakarta, Pendiri Majlis Tafsir Indonesia). Kini ketiganya, telah berpulang ke rahmatullaah. Semoga Allah 'azza wa jalla menempatkan mereka pada maqaaman mahmuudan-...
BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

AKHBAR NEWS!
BUKU "MEMULIAKAN BENDERA TAUHID" DIBEDAH Menyongsong Reuni 212 pada hari Ahad, 2 Desember 2018, Madrasah Ghazwul Fikri menggelar bedah buku. Sebagai Keynote Speak, KH. Abdul Wahid Alwy, MA. (Musyrief Mafatiha Dewan Da'wah) menyebutkan bahwa: "Tidak ada persoalan di dunia ini, melainkan kembali pada Laa ilaaha illallaah." Sementara Drs. H. Syamsul Bahri Ismail, MH. (Sekretaris Mafatiha) yang mewakili Tim Penulis menuturkan: "Kedudukkan liwaa' dan raayat mesti didudukkan dalam bab tersendiri seperti halnya para fuqaha menuliskan bab-bab fiqih." Hal ini menunjukkan betapa urgentnya bab ini. Sedangkan KH. Dr. Jeje Zainuddin (sebagai Pembanding) memaparkan temuannya, "Bahwa liwaa' dan raayat, bisa bermakna haqiqi dan majazi; yakni fisik bendera dan makna lain seperti halnya komitmen da...
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

Tarbiyah
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pendahuluan Ada istilah yang mengemuka di kalangan orang-orang bijak terdahulu mengenai pendidikan. Kata mereka: “Didikan itu bukan dadakan”. Lalu ada lagi ungkapan lain mengenai pendidiknya, yaitu "Guru" yang mengandung arti (dalam nasihat Sunda) "digugu jeung ditiru", satu lagi adalah kata "Murid". Dikatakan murid, terkait dengan semangat belajar seseorang tanpa keterpaksaan. Sekalipun nampak kurang jelas asal usulnya, namun ada benarnya apabila diartikan seperti itu, di mana kata murid dalam bahasa arab merupakan isim fâ’il dari araada yuriedu iraadatan fahuwa muriedun (artinya: orang yang memilik kehendak belajar). Apabila direnungkan dari kata didikan, guru dan murid memang ketiga...
KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah)

KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah)

Uncategorized
KELAHIRAN NABI HINGGA PERINGATAN (Sebuah Renungan Sejarah) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Berbicara kelahiran Nabi, sejujurnya para penulis sejarah masih berselisih mengenai tanggal pastinya. Namun menurut riwayat yang masyhur, Nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal di tahun Gajah. Itulah yang lebih populer di kalangan kaum Muslimin, bagaimana pun ini adalah sebuah tanggal yang diperkirakan yang menjadi konsensus (ijma', kesepakatan) di kalangan ummat dan bukan sebuah kepastian. Sekali pun demikian, kesepakatan ini tetap dihargai. Akan tetapi, para ahli sierah tidak menemukan bahwasanya Nabi memperingati hari kelahirannya, demikian juga para shahabat, tabi'ien, tabi'ut taabi'ien dan generasi setelah mereka dari para Imam petunjuk...
SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT 

SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT 

AKHBAR NEWS!
SEMINAR NASIONAL KOMITE DAKWAH KHUSUS (KDK) MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT  Dengan Tema: "Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya" yang bertempat di Aula Utama Gedung MUI Pusat, merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Mendorong KDK-MUI sebagai "rumah perjuangan" bagi penyelamatan 'aqiedah ummat; baik sebagai tempat kajian ilmiah atau pun penelitian lapangan ('ilmiyyatan wa maiydaaniyyatan). 2. Mengharapkan optimalisasi dan maksimalisasi peran dan fungsi KDK-MUI sebagai lembaga koordinatif para creative minority yang terdiri dari lembaga-lembaga filantropi Islam yang berkaitan dengan strategi hukum, strategi politik, strategi opini dan hal-hal lain yang dibutuhkan. 3. Menguatkan kembali KDK-MUI dalam menjalankan kembali fungsi pokoknya, yaitu: a. Fun...
APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

Parenting
APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Iman dan Amal Shalih Landasan Profesionalisme Kerja 1. Mendapatkan kemenangan yang nyata Dalam al-Qur’an kita jumpai bimbingan dan arahan seperti ini: فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmatNya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jatsiah/ 45: 30). 2. Dipuji Allah 'azza wa jalla sebagai khairul bariyyah Manusia beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan banyak karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya. Mereka itulah "sebaik-baiknya makhluq." إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُو...
error: Content is protected !!