Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

Hikmah
CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH Negeri idaman, adalah negeri barakah. Negeri yang penuh kebaikan dan limpahan kasih sayang dan ampunan Allah jalla jalaaluh... Bukan sekedar karena kemakmurannya semata, melainkan penduduknya yang menghiasi diri dengan iman ... Bila tiang tiang pancang 'aqidah tetap tertanam dalam jiwa, nafas juang selalu bergelora dan menyala ... Selama itu pula, keberkahan tak akan sirna dan kemenangan kan pasti datang ... Wahai sahabat, berjuang dan berkhidmat itulah pegangan, berdoa dan berbuat itulah hiasan. Untuk melepas penat, yuk kita bersenandung untuk menang ... Semoga senandung ini dapatlah kiranya meringankan kelelahan dan menambah 'izzah dan ghirah kita ... Allaahumma a'izzal Islaama wal muslimien ... Aamiin بلادي بلادي...
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

AKHBAR NEWS!
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI Menyongsong Pemilu 2019, Pemuda PERSIS Cibatu Garut menyelenggarakan Seminar Politik. Hadir pemateri Dr. H. Muslim Mufti (Ketua Dewan Tafkir PERSIS), H. Dedi Jamaluddin, MM. (Praktisi Politik HMI) dan Moh. Reza (Caleg Daerah). Sebagai Keynote Speaker, Mudier PPI 81 memberikan beberapa kata kunci; "Antara 'aqiedah, ibadah dan siyaasah, juga da'wah dan siyaasah merupakan paket yang tak dapat dipisahkan", lalu Mudier pun memetik perkataan Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir: "Politik kita sangat ditentukan oleh da'wah kita". Muslim mengingatkan, "Keterlibatan kader dalam kendaraan parpol sangat baik, bila siap menjadi aktor". Menurutnya, ini sudah dicontohkan oleh tokoh-tokoh pendahulu semisal KH. Moh. Isa Anshari yang menyebutkan: "Berpolitik bisa jadi fardhu 'ain, juga...
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

Hikmah
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum'atan Pertama 2019) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, demi waktu malam dan demi waktu siang. Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-saa'ah dan al-qiyaamah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya matahari dan bulan, sejalan pula manusia...
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

Da'wah
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Hammad bin Salamah radhiyallaahu 'anh pernah bercerita: "Ada seorang laki-laki yang menjual seorang budak, dia berkata kepada pembelinya; tak ada cacat pada diri budak ini, melainkan suka memfitnah. Sang pembeli mengabaikan pemberitahuan tersebut, ia pun tetap membelinya. Beberapa hari bersama majikannya, budak ini pun mulai menebar kebiasaannya. Si budak mendatangi isteri majikannya seraya berkata; Sesungguhnya suamimu tidak menyukaimu, bahkan akan menjadikanmu seorang budak. Apakah engkau ingin agar ia mencintaimu? Wanita itu menjawab; ya. Sang budak pun berkata padanya; ambillah sebilah pisau kecil dan potonglah rambut bagian dalam janggut suamimu saat tertidur. Dalam waktu yang sama, si budak mendatangi m...
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

AKHBAR NEWS!
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI'AH; Demikian tema FGD yang digelar Bidang Pengembangan Dakwah & Kajian Pemikiran Islam (PDKPI) PP. PERSIS, dengan menghadirkan Dr. Lathif Awaluddin (STAIPI Bandung) dan H.T. Romly Qomaruddien, MA. (Anggota DH/ Komisi 'Aqiedah). Pemateri pertama menegaskan, bahwa tashawwuf sebagai disiplin ilmu substansinya adalah "memelihara kebersihan jiwa", karena itu dirinya mengakui bahwa adanya neo sufisme, atau lebih populer dengan tashawwuf populis. Sementara pemateri kedua menuturkan, dalam pandangan ulama dan mayoritas peneliti, tashawwuf dalam perkembangannya cukup beragam; tashawwuf sunni, tashawwuf salafi, tashawwuf falsafi dan tashawwuf 'amali. Namun demikian, baik istilah tashawwuf atau pun shufi , keduanya tidak memiliki kejelas...
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

AKHBAR NEWS!
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA; Pembicaraan kerukunan ummat beragama tidak pernah sepi hingga diselenggarakannya Musyawarah Antar Ummat Beragama yang penutupannya pada 30 November 1967 oleh pemerintah guna mengakhiri berbagai sengketa. Demi terciptanya kesatuan, pemimpin negara waktu itu menyerukan bagaimana menciptakan "modus vivendi" sebagai upaya "cara hidup bersama" yang dapat melahirkan kedamaian antara pemeluk agama. Karena itulah Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir menerbitkan buku "Mencari Modus Vivendi Antar Ummat Beragama di Indonesia" (1980) sebagai upaya control terhadap perkembangan keberagamaan berikutnya. Berarti, 38 tahun yang lalu buku tersebut menjadi rujukan sebagai upaya mewujudkan toleransi. Dengan rentang waktu yang panjang itu, nampaknya buku ter...
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

AKHBAR NEWS!
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA; Jelang akhir tahun 2018, tepatnya 20/ 12/ 18 BAZNAS kembali menggelar FGD. KH. Cholil Nafis, Ph.D (Komisi Dakwah MUI Pusat) menuturkan: Prinsipnya pembinaan muallaf harus mengacu pada kaidah yassiruu walaa tu'assiruu, yakni memudahkan dan tidak menyulitkan. Sedangkan kurikulum, tidak lepas dari tiga hal pokok; materi iman/ 'aqiedah, materi ibadah/ fiqih dan akhlaq/ pengejawantahan ihsan. Sementara Shalahuddin al-Ayyubi, Lc., MA. (Muallaf Centre Baznas) memaparkan: "Perlu adanya standarisasi administrasi muallaf." Perhelatan ini dihadiri perwakilan Pusat Kajian Dewan Da'wah, perwakilan KDK MUI Pusat, perwakilan Istiqlal, Dompet Dhu'afa, PITI, KNAP dan lain-lain. Gagasan penting yang perlu diapresiasi di antaranya: menyusun Fiqih Muallaf Praktis, me...
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

Tarbiyah
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA Seputar Talaqqi Syaikh Banyak yang bertanya, apakah yang dimaksud dengan manhaj talaqqi dan bagaimana konsep menuntut ilmu yang seharusnya di era sekarang?. Ada yang mewajibkan tetap mesti talaqqi, bahkan tidak sedikit yang "mengharamkan" dan tidak mau mengambil ilmu kalau bukan karena talaqqi atau "sembarangan" mengambil ilmu kepada orang yang tidak bertalaqqi. Ada pula yang menilai, bahwa talaqqi merupakan methode yang pernah ada dalam sejarah intelektual Islam. Apabila dikaitkan dengan perkembangan hari ini, tentu saja pemaknaan terhadap metode ini menjadi berkembang. Secara maknawi, talaqqi memiliki pengertian "saling bertemu", maksudnya mengambil ilmu langsung dari guru. Dik...
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

Aqidah, Uncategorized
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Allah 'azza wa jalla berfirman dalam kalamNya: ... يَقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ... "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya." (QS. Al-A'raaf/ 7: 59, 65, 73, 85) Seruan tersebut disampaikan oleh Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Syu'aib dan para Nabi 'alaihimussalaam lainnya kepada kaumnya masing-masing. Demikian pula Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam; 13 tahun lamanya menyeru kaumnya di Makkah, mengajak bertauhid dan meluruskan aqiedah mereka. Hal ini dilakukan semata-mata karena tauhid merupakan asas utama dalam menegakkan agama (iqaamatud dien). Sungguh para penyeru da'wah (du'aat) hendaknya mengutamakan "da'wah Tauhid" dan membenahi keyakinan k...
KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama)

KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama)

Uncategorized
KRITIK ULAMA MU'TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad bin Hariz al-Zar'iy ad-Dimasqi Abi Abdillah Syamduddin lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah putra seorang 'alim yang menjadi dewan kurator (al-Qayyim) Madrasah Damsyiq di Jauziyyah. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Beliau lahir di desa Zar'i (propinsi Huran) tanggal 7 Shafar 691 H./ 1292 M. dan wafat pada malam Kamis, 23 Rajab 751 H./1350 M. Kepiawaiannya dalam hal ilmu tidak diragukan lagi. Menurut Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zaid dalam karyanya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah; Hayaatuhu, Atsaaruhu, Mawaariduhu, lbnu Qayyim telah menulis buku sebanyak 96 buku. Di antarany...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6) Seperti menyelam di telaga ... segenap hurup basah dalam utas do'a Lindap di celah lidah ... dalam nafas menghela harap Senyap di sayup riak ... dengarkan kalimat qalbu yang tak pernah dapat ditampung halaman buku Hidup adalah nafas ... mengubah udara yang kita hirup ... menjadi rasa syukur seumur hidup Alhamdulillaah 'alaa kulli haal ... Sepanjang rinai ... Ceruk matamu memilin kenang Sembari sesekali mengetuk pintu yang berkarat di garis ufuq ini ... cerita berakhir sudah Pohon rindang berbisik geligahi telinga Meraba rasa Memilih aksara di genang rindu Kusukai suara hujan menderai renyah dawaimu Merdu merayu ... Violin selalu temani temaram jiwa Tak usahlah beranjak di beranda ini kawan Tak usahlah tanganmu ge...
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

Uncategorized
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Zaman Fitnah adalah zaman yang penuh dengan ujian, malapetaka, huru-hara, kegaduhan, hingga serangan dahsyat pemikiran. Bertubi-tubinya deraan yang menghantam, bisa mengakibatkan terjadinya banyak kegundahan dan keraguan, termasuk meragukan cara pandang beragama. Suasana yang tidak dapat dipungkiri, zaman pancaroba terkadang bukan hanya membiaskan akal sehat, namun dapat mengikis dinding-dinding keyakinan. Merobohkan bangunan nalar, dan bahkan menghempas jauh dari nurani tersembunyi sekalipun. Mana pandangan biasa dan mana hasil ijtihad, begitu sulit dipilih dan dipilah, dicerna dan ditangkap maknanya, terlebih bagi mereka yang mengabaikan ilmu. Maka dengan berpegang pada ilmu itulah menjadi salah satu kia...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5) Samudera adalah tampian hati Saat jiwa berserak menapak lara Bukankah peluk wibawa Memberi kharisma yang berbeda Di saat membuih amarah Jadilah samudera Melapang ... melenggang Seperti lanscap yang tak digiring ombak murka Damainya ada di genggaman ... tenangnya ada di naluri Piranti kasih ... saling menyayang Tanggalkan semua lukamu dalam lirih Kuntum membuka pagi Membiarkan sisa hujan tadi malam Membaur embun Menari riak ... Hidup butuh kehidupan Mengeja saat mengaji hari Berharap ada bunga yang bisa dipetik Bisikan bisu nurani Tentang rindu ... Sepikul gumam ... Sejinjing tali batin ... Setandan doa ... Kupikir ini indah Ada saat memilah Jeda terkadang amuk rasa Di tuas karat pintu yang pernah t...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4) Ketukan itu membuat ritme indah mendawai sukma ... aku ingin rinai kembali damaikan hati Merintis lagi sepenuh kebeningan jiwa ... riuhnya indah mainkan nada Aku ingin pulang ke ranah lama ... saat kasih sayang penuh merengkuh jiwa Aku ingin panggilan itu ... membersamai sahabat dalam pengabdian yang sangat Aku hanya rindu itu ... ketulusan mengabdi yang hakiki Ranahku .... kini aku datang kembali ... Allaahumma ikhtimnaa bil husni .... wakhtimnaa bis shaalihaati Ngarai mengapit alur sungai menuju muara Sauh mengayuh sampan menuju tepian nan tak berujung Jauh di ufuk ... kentara jelajah batas pandang dalam bias mulai menjingga Menderai kabut ... menyaput mega ... menghalau galau di batas senja Gelisah yang menggeligah ....
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

Tarbiyah
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Secercah Iftitah Renungan Sejarah "Sungguh telah berlalu pengalaman ummat sebelum kalian; maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang suka mendustakan." (QS. Ali Imraan/ 3: 137) Firman Allah 'azza wa jalla yang mulia ini mengisyaratkan pada kita bahwa dalam perjalanan (sunanun, bentuk jamak dari sunnatun) kita ini tidak lepas dari pembabakan sejarah. Ada generasi terdahulu (mutaqaddimien), ada pula generasi belakangan (muta'akhirien) atau kontemporer (mu'aashirien). Dalam bahasa para ulama, ada generasi salafiyyien, ada pula generasi khalafiyyin. Artinya adalah ada generasi masa silam dan ada ju...
error: Content is protected !!