Sabtu, Juli 18MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

AKHBAR NEWS!
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Berpijak pada ayat Allah 'azza wa jalla, yang termaktub dalam QS. An-Nahl/ 16: 125 : ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik (mauizhah hasanah), dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik (mujadalah billati hiya ahsan)." Maka, cukuplah ayat tersebut menjadi pondasi yang mampu memetakan objek dakwah. Ada objek dakwah yang harus dihadapi penuh kebijakan, ada yang memang harus menggunakan tutur yang teratur dan nasihat yang tepat, juga bertukar pikiran dengan cara-cara yang baik apabil...
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

Hikmah
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Saudara-saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air ..." Demikian bunyi ungkapan pembuka teralunkan (sembari guyon), di mana ungkapan tersebut terasa ganjil di telinga namun apabila dipikir ada benarnya. Memang manusia dicipta oleh Dzat yang Kuasa dari tanah dan air. Informasi qur'ani pun begitu jelas dalam bentangan ayat-ayat Allah 'azza wa jalla. Inilah gugusan firman mulia yang termaktub dalam kitabNya: 1. Sebelum menciptakan nabiyullah Adam ‘alaihis salam, Allah 'azza wa jalla memberitakan terlebih dahulu kepada malaikatNya: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (QS. Shad/ 38: 71) 2. Ketika orang-orang musyrik menunjukkan keingkaran dan kesombongannya tentang dari a...
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

AKHBAR NEWS!
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI) Tentang: "Pemetaan Gerakan Dakwah Khusus di Daerah Rawan Pemurtadan" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan memanjatkan segala puji dan rasa syukur kepada Rabbul 'Aalamiin, semoga aktivitas keummatan yang dijalankan ada dalam berkah dan lindunganNya ... Aamiin. Di antara kewajiban hamba terhadap agamanya, adalah mengawal ajaran agama tersebut di samping mempelajari dan mengamalkannya. Dalam konteks dakwah sebagai gerakan, Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Pusat memiliki tugas mulia, yakni mengawal aqidah ummat dan menjalankan dakwah sebagaimana mestinya (himaayat al-ummat wa ad-da'wah) secara profesional dengan tidak mengabaikan anaashir konstitusional yang berlaku. Dengan bertolak pada tugas pokok...
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

Uncategorized
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN "MEMAMORKAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Institusi paling tua dan paling melegenda di muka bumi adalah masjid. Yakni sebuah tempat khusus, di mana di dalamnya manusia bersujud menghadap Rabbnya dengan menjalankan shalat lima waktu sebagaimana ditunjukkan Syaikh Sa'id Wahf al-Qahthany. Mengapa hanya sujud yang disebut?, Imam Az-Zarkasyi menuturkan: "Tempat tersebut disebut masjid, karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya ketika sujud" Bukan hanya dimulai sejak Nabi akhir zaman, melainkan para Nabi sebelumnya pun telah mengenalnya sejak lama. Adapun pengertian "setiap tempat di muka bumi adalah masjid", merupakan kekhususan yang Allah 'azza wa jalla anugerahka...
MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

Aqidah, Manhaj
MA'RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA "KEKAFIRAN" BERFIKIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak pertempuran yang kita kenal akhir-akhir ini, di antaranya: perang opini, perang proxy, perang cyber dan perang terminologi (ma'rakah musthalahât). Perang opini; Lebih pada bagaimana menciptakan gambaran (tashawwur) sesuatu, baik berupa kesan (image) atau pencitraan dalam mengunggulkan satu kelompok dan memojokkan kelompok lain. Perang proxy;  Lebih pada peperangan dengan penggunaan pihak lain (biasa disebut pihak ketiga) untuk menghancurkan lawannya dengan berbagai cara yang mungkin dan tidak diketahui secara terbuka. Perang cyber; Lebih pada peperangan yang "tidak kentara" kerusakannya secara fisik, namun bisa dirasakan lebih pada pengrusakkan sistem dan data...
HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF

HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF

Pendidikan
HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Oleh: Teten Romly Qomaruddien Islam sebagai agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, tidak diragukan lagi. Banyak argumen yang dapat dirujuk, di samping ada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam terkait diangkatnya derajat orang berilmu, juga di dalam Al-Qur’an mengandung banyak terkait rasionalisasi, bahkan menempati bagian terbesar. Hal ini diakui Meksim Rodorson (seorang penulis Marxis) ketika menelaah QS. Ali Imrãn/3: 190 – 191 dan QS. Al-Baqarah/2: 164. Menurutnya, dalam Al-Qur’an, kata 'aqala (mengandung pengertian menghubungkan sebagian pikiran dengan sebagian yang lain dengan mengajukan bukti-bukti yang nyata sebagai argumentasi yang harus dipahami secara rasional) disebut berulang kali, tidak k...
TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU

TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU

Aqidah, Manhaj
TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak hal yang menjadi sebab, mengapa akal bisa menyimpang dan hati bisa berpaling. Siapa pun orangnya dapat terpapar akal fikirannya (termasuk kita) apabila akal dibiarkan liar. Bukan sekedar dapat merusak orang lain, melainkan dirinya pun bisa hancur dan binasa karenanya. Sebagaimana disimpulkan para ulama Rabbani yang mu'tabar, bahwa "Pandangan yang benar dipengaruhi cara berfikir yang lurus dan berfikir yang lurus dipengaruhi akal yang sehat dan selamat, demikian pula pandangan yang salah dipengaruhi cara berfikir yang keliru dan cara berfikir yang keliru dipengaruhi oleh akal yang rusak". Karena itulah, liarnya berfikir dan binalnya intelektual bisa saja terjadi pada siapa pun apabila akalnya dib...
HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT

HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT

Aqidah, Manhaj
HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada yang mengatakan bahwa antara ilmu, filsafat, dan agama memiliki hubungan. Namun demikian, tidak menafikan terhadap pandangan bahwa satu sama lain merupakan "sesuatu" yang terpisah; di mana ilmu lebih bersifat empiris, filsafat lebih bersifat ide, dan agama lebih bersifat keyakinan. Menurut Muhammad Iqbal dalam Recontruction of Religious Thought in Islam sebagaimana dikutip Asif Iqbal Khan (2002), “Agama bukan hanya usaha untuk mencapai kesempurnaan, bukan pula moralitas yang tersentuh emosi. Bagi Iqbal, "Agama dalam bentuk yang lebih modern, letaknya lebih tinggi dibandingkan puisi. Agama bergerak dari individu ke masyarakat. Dalam geraknya menuju pada realitas penting yang berlawanan dengan keterbatasan manusia. A...
FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan)

FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan)

Kebangsaan
FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara istilah Al-Qur'an untuk menyebut "kawan dekat" adalah dengan menggunakan kata bithaanah. Lalu, seperti apa pandangan ulama Islam dalam memaknainya? Mengetahui hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan dalam kondisi-kondisi tertentu ummat merasa butuh dan merasa teredukasi betapa memilih pertemanan, kekerabatan dan keberpihakan itu akan sangat berdampak pada kehidupan seseorang. Bersandar pada ayat Allah 'azza wa jalla yang menyebutkan: “… Janganlah kalian menjadikan selain orang-orang yang beriman sebagai bithaanah ...”(QS. Alu 'Imran/ 3: 118) para ulama menguraikan asal maknanya sebagai berikut: "Bithaanah menurut bahasa memiliki banyak pengertian; di antaranya samar, tersembunyi, mengetah...
MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

Uncategorized
MEMAKNAI "MADZHAB" AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu apabila dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". (Lihat: Ibnu Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan Min Mashaaid as-syaithaan) Dengan adanya akal, manusia mampu meng...
‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

Uncategorized
'UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika mendengar atau membaca kata 'uzlah, sangatlah wajar apabila yang ada dalam pikiran adalah "menyepi" di tempat sunyi atau "meniadakan diri" dari keramaian, "menjauh" dari hiruk pikuk kesibukkan dan kehingar bingaran. Praktek semacam ini, mirip-mirip dengan mereka yang terbiasa dengan kehidupan skeptis yang menganggap urusan dunia itu hanyalah beban belaka yang tidak memiliki makna apa-apa, bahkan dinilainya sesuatu yang hina sehina-hinanya. Gerak lampah semisal ini, banyak dipraktekkan oleh mereka yang meyakini bahwa haqiqat adalah maqam tertinggi dalam pencarian "bebeneran". Kondisi semacam ini dapat kita baca dalam riwayat-riwayat hidup para shufi dan penganut ajaran suluk thariqah yang b...
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

Uncategorized
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". Dengan adanya akal, manusia mampu mengemban beban dan tanggung jawab di atas pundaknya, dengan akal pula ma...
RISALAH MERINTIS DA’WAH MELANJUTKAN

RISALAH MERINTIS DA’WAH MELANJUTKAN

AKHBAR NEWS!
RISALAH MERINTIS DA'WAH MELANJUTKAN; Agar risalah tetap berjalan dan da'wah tetap berlanjut, maka lahirnya anak-anak ideologis menjadi keharusan. Menurut Wildan Hassan, M.Pd.I (Lingkar Studi Capita Selecta), menggerakkan "ruh intiqadhi", yakni membangkitkan semangat belajar generasi akhir zaman dapat melahirkan generasi milenial yang kritis. Artawijaya (Penulis buku tentang Masyumi), menambahkan bahwa kini krisis keteladanan melanda tokoh-tokoh zaman ini; kesederhanaan dalam hidup dan teguh dalam prinsip perjuangan sudah mulai hilang. Sedangkan Tatang Muttaqin, Ph.D (Peneliti Groningen Research Centre & Direktorat PT Bappenas), mengingatkan bahwa "mewarisi semangat Natsir" harus lebih dihidupkan dari sekedar menikmati hasil yang dilahirkan. Diskusi dengan Moderator Dwi B...
BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB

BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB

AKHBAR NEWS!
BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB; Itulah kalimat pembuka pengarah halaqah yang mengisyaratkan betapa pentingnya kaum muda (syabaab) memupuk semangat juang dan menimba pengalaman dari sikap bijaknya generasi yang lebih senior (kibaar, syuyuukh). Mengawali halaqah Madrasah Ghazwul Fikri di awal tahun 2019 ini, MGF memulainya dengan "pewarisan nilai" dari wawasan intelektual seorang khaadimul ummah Allaahu yarham Mohammad Natsir. Dengan menghadirkan para pemateri milenial, kita sangat mengharapkan temuan mutiara berharga, berupa pandangan-pandangan Natsir yang menyegarkan ala generasi milenial. Hal ini dirasakan sangat penting kehadirannya untuk menjadi oase yang menyejukkan di tengah-tengah dahaga akan peradaban hanif yang hilang. Gharasas saabiquuna fa-akalnaa ... Afa...
SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

AKHBAR NEWS!
SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL; Pemandangannya indah, di tepi bukit Gunung Talang Solok, Sumatra Barat, H. Ghufrani dan kawan-kawan memulai jihad tarbiyah-nya. Setelah meluluskan satu angkatan (SMP Putra), bersama perwakilan Gubernur Sumbar, Walikota dan Bupati Solok, Kemenag Solok dan UPTD. Bersama Bapak H. Edy Setiawan (pengurus Dewan Da'wah Pusat), al-faqir berkesempatan turut serta menyampaikan orasi pembukaan dan dorongan terkait pilar kejayaan bangsa; adilnya para umara, faqihnya para ulama, dermawannya para aghniya dan beraninya para ksatria. Di samping itu, termasuk pilar kemakmuran negeri adalah do'anya fuqara dan masakin. Di tanah seluas 7 hektare ini, kini telah berdiri 1 unit 3 lantai ruang belajar, 1 unit asrama putra, 1 unit asrama putri (dala...
error: Content is protected !!