Sabtu, September 5MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

Fiqh Ikhtilaf
TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, di mana penduduknya (waktu itu) memiliki dua tradisi hari raya (yang biasa mereka rayakan), di dalamnya mereka bermain-main dengan gembira, maka beliau bersabda: "Sungguh Allah 'azza wa jalla telah mengganti untuk kalian dengan hari raya yang lebih baik dari dua hari raya itu, yakni hari raya adhha dan hari raya fithri." (HR. Abu Dâwud dan an-Nasâ'i dari shahabat Anas radhiyallaahu 'anh dalam Bulûghul Marâm, hadits no. 482) 'Iedul Fithri Tiba Setiap orang yang mengaku beragama dan memiliki peradaban, biasanya mempunyai hari yang diagungkan atau hari raya dengan masing-masing keragaman ritualnya. Di hari itu pemeluknya...
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

Fiqh Ikhtilaf
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selalu ada hikmah di balik peristiwa dan senantiasa ada pelajaran dari sebuah kejadian. Demikian pula perbedaan hari raya, baik 'iedul fithri atau pun 'iedul adhha. Semua itu, tidaklah membuat kita harus berputus asa atau pun menimbulkan sikap acuh terhadap persoalan agama apalagi mengabaikannya. Kalau pun ada sikap gundah seperti ini sangatlah wajar terjadi pada keumuman kaum Muslimin dengan berbagai faktor dan alasan tentunya, di antaranya: Pertama; Adanya harapan yang sangat tinggi di mana kaum Muslimin dapat menunaikan hari raya secara bersama-sama sehingga tidak mengurangi kebahagiaan di hari kemenangan itu, sebahagian sudah berbuka sementara yang lain masih shaum. Kedua; Tidak sem...
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Definisi dan Hukum Zakat fithri adalah zakat badan yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan berupa makanan pokok sebanyak satu sha' (2,5 kg atau 3,5 liter). Mulai diperintahkan kepada Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam pada tahun ke-2 H. Hukumnya wajib berdasarkan keterangan banyak hadits, di antaranya: "Rasûlullah shalallâhu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri satu sha' kurma atau gandum atas hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa dari orang Islam." (HR. Al-Bukhâri 3/ 473 No. 1511 dan Muslim 2/ 677 No. 984 dari 'Abdullah bin Umar radhiyallâhu 'anh) Adapun penyebutannya, para ulama lebih condong dengan sebutan zakat fithri, karena dikaitkan dengan mi...
YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

Hikmah
YANG "BERSAING" KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah dimaklumi, di samping ramadhan sebagai bulan berkah; bulan yang sarat nilai tarbiyah, tazkiyah dan bulan penuh spirit dan semangat juang (rûhiyah, jihâdiyah), juga ramadhan menjadi bulan yang menjadi faktor penggerak (driving factor) dalam beragam amal kebaikan. Di antara amalan yang dilipat gandakan itu adalah memperbanyak shadaqah dan infaq (taktsîrus shadaqât wal infâq), karena itu pula ramadhan menutup aktivitas amaliahnya dengan seruan mengeluarkan sebahagian harta berupa makanan pokok (tha'âmul adamiyyin) secara kolosal berupa zakat fithri, yaitu zakat badan yang dikeluarkan setiap Muslim (baik laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, bahkan anak yang masih...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ber...
KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da...
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

Hikmah
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN? Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Umur geus aya nu ngatur, napas geus aya nu ngalas ..." Demikianlah petuah orang toea doeloe warga priangan ketika mereka menasehati siapa pun yang dicintainya dalam mengingatkan usia. Nasihat ini mengingatkan kita pada bentangan sabda baginda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam dalam hadits-hadits peringatannya, baik peringatan baik atau peringatan buruk (al-wa'd wal wa'îd). Di antara sekian peringatan, adalah terkait kisaran usia ummat manusia, yakni ummat Rasûlullâh itu sendiri. Beliau bertutur: أعمار امتي ما بين ستين و سبعين و أقلهم لا يجوز ذلك "Usia ummatku dalam kisaran 60 hingga 70 tahun tidak melebihi dari usia itu." (HR. Al-Bukhâry dan Ibnu Mâjah dari shahabat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anh) Lal...
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu...
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

Tarbiyah
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah tak ada aral melintang, dalam hitungan hari dan jari kita, dua hari ke depan kita akan kembali dipertemukan dengan tamu yang sangat hebat (haibah). Yakni tamu agung ramadhan yang telah banyak mengantarkan kaum Muslimin ke gerbang kemenangan dan kejayaannya sepanjang bentangan sejarah. Tamu agung itu, selalu datang tepat waktu, selalu sesuai dan menemukan momentumnya. Hadir di tengah-tengah ummat yang menantikannya, selalu dirindukan kehadirannya. Sungguh tamu yang agung, tamu yang membawa multi kemanfaatan dan multi kemashlahatan. Fîhi manâfi' wa fîhi mashâlih, demikian Ar-Râghib al-Ashbahany melukiskan dalam _Al-Mufradat_-nya. Inilah hakikat sabda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihiwa sallam yang menuturkan...
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

Tarbiyah
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shaum adalah kata Arab yang mengandung makna amsaka (artinya: bertahan). Maksudnya "Menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan diiringi niat." (Ibrâhim Musthafa, Mu'jamul Wasîth, hlm. 529) Dikatakan pula, maknanya berhenti. Apabila dikatakan shâma ar-rîh (artinya: angin itu berhenti), shâmat as-syams (matahari berhenti di tengah-tengah), atau shâma al-fars (kuda itu enggan melakukan perjalanan). Termasuk makna shaum, adalah berhenti bicara sebagaimana dijelaskan Al-Ashbahâny dalam Mufradât-nya. Dalam pengertian syara', Imam As-Shan'any menuturkan: "Menahan diri dari makan dan minum serta bersebadan di siang hari dan lain-lain sesuai pertimbangan syara' (...
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Tarbiyah
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara keberkahan ramadhan, adalah spiritnya yang tidak lekas sirna dari ingatan dan punah begitu saja dalam catatan sejarah. Ada sederet data yang bisa dilacak dan fakta yang bisa menguatkan, betapa agungnya ramadhan, bulan penuh berkah yang memerdekakan dan membebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan. Lintasan peristiwa sepanjang sejarah ramadhan, tidak sekedar terkait dengan wahyu-wahyu yang turun; baik Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an, bahkan shuhuf Ibrahim pun turun di bulan mulia ini. Demikian pula dengan turunnya kewajiban shalat lima waktu, shaum wajib ramadhan dan zakat fithri, terjadi berdekatan di bulan ini juga. Terlebih berbagai peristiwa heroik yang membuat jiwa ini selalu bergelora. Adapun beberapa perist...
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam melakukan kajian apa pun, mengedepankan landasan teologis dan ideologis merupakan pendekatan yang harus dijadikan pijakan. Terlebih dalam mengkaji dan meneliti sebuah ajaran atau gerakan pemikiran. Di antara ayat Al-Qur'an yang sering dijadikan pijakan adalah: “Dan Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”(QS. Al-An’âm/ 06: 153) Al-Hâfizh Imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallâhu 'anh yang menceritakan bahwa Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya, seraya berkata: “Had...
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

Tarbiyah
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ramadhan kariem ... Ramadhan mubaarak ... Ramadhan syahrun 'azhiem ... Ramadhan bulan mulia Ramadhan bulan berkah Ramadhan bulan penuh keagungan. Ibnu Manzhur (seorang pakar bahasa), menguraikan bahwa kata "berkah" (barakat) sepadan dengan kata "birkah, artinya kolam" (birkat). Dari sekian nama-nama kemulian ramadhan, bulan berkahlah yang mewakili semuanya. Yang pertama mengandung makna "tetapnya anugerah/ kebaikan Allah" (tsubuutul khairil Ilaahy), sedangkan yang kedua bermakna "tempat bermuaranya air dari parit-parit" (maudhi'ul maa'i). Dikatakan ramadhan bulan berkah, laksana kolam yang mengalir padanya "parit-parit kebaikan", sehingga di situlah tempat berkumpulnya beragam kebaikan dan beragam...
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

Hikmah
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kita awali perbincangan ini dengan sapaan syair seseorang yang tengah dihiasi rindu berat akan kehadirannya. Bukan karena ini sebuah ajaran atau sebuah anjuran Rasul teladan, melainkan kesan dan bisikan batin yang tertanam dalam sanubari tersembunyi yang membuncah menjadi telaga kegembiraan: "Kembang melati sungguhlah indah, di tengah taman jadi hiasan ... Harum ramadhan tercium sudah, salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali, lama dipandang indah sekali ... Biar pun ramadhan sebentar lagi, mohon maaf setulus hati ..." Sebagai tamu agung engkau datang, tamu yang senantiasa membawa banyak kebaikan (mashâlih) dan kemanfaatan (manâfi') di dalamnya. Engkau laksana telaga atau ko...
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se...
error: Content is protected !!