Sabtu, Juli 18MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da...
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

Hikmah
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN? Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Umur geus aya nu ngatur, napas geus aya nu ngalas ..." Demikianlah petuah orang toea doeloe warga priangan ketika mereka menasehati siapa pun yang dicintainya dalam mengingatkan usia. Nasihat ini mengingatkan kita pada bentangan sabda baginda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam dalam hadits-hadits peringatannya, baik peringatan baik atau peringatan buruk (al-wa'd wal wa'îd). Di antara sekian peringatan, adalah terkait kisaran usia ummat manusia, yakni ummat Rasûlullâh itu sendiri. Beliau bertutur: أعمار امتي ما بين ستين و سبعين و أقلهم لا يجوز ذلك "Usia ummatku dalam kisaran 60 hingga 70 tahun tidak melebihi dari usia itu." (HR. Al-Bukhâry dan Ibnu Mâjah dari shahabat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anh) Lal...
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu...
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

Tarbiyah
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah tak ada aral melintang, dalam hitungan hari dan jari kita, dua hari ke depan kita akan kembali dipertemukan dengan tamu yang sangat hebat (haibah). Yakni tamu agung ramadhan yang telah banyak mengantarkan kaum Muslimin ke gerbang kemenangan dan kejayaannya sepanjang bentangan sejarah. Tamu agung itu, selalu datang tepat waktu, selalu sesuai dan menemukan momentumnya. Hadir di tengah-tengah ummat yang menantikannya, selalu dirindukan kehadirannya. Sungguh tamu yang agung, tamu yang membawa multi kemanfaatan dan multi kemashlahatan. Fîhi manâfi' wa fîhi mashâlih, demikian Ar-Râghib al-Ashbahany melukiskan dalam _Al-Mufradat_-nya. Inilah hakikat sabda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihiwa sallam yang menuturkan...
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

Tarbiyah
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shaum adalah kata Arab yang mengandung makna amsaka (artinya: bertahan). Maksudnya "Menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan diiringi niat." (Ibrâhim Musthafa, Mu'jamul Wasîth, hlm. 529) Dikatakan pula, maknanya berhenti. Apabila dikatakan shâma ar-rîh (artinya: angin itu berhenti), shâmat as-syams (matahari berhenti di tengah-tengah), atau shâma al-fars (kuda itu enggan melakukan perjalanan). Termasuk makna shaum, adalah berhenti bicara sebagaimana dijelaskan Al-Ashbahâny dalam Mufradât-nya. Dalam pengertian syara', Imam As-Shan'any menuturkan: "Menahan diri dari makan dan minum serta bersebadan di siang hari dan lain-lain sesuai pertimbangan syara' (...
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Tarbiyah
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara keberkahan ramadhan, adalah spiritnya yang tidak lekas sirna dari ingatan dan punah begitu saja dalam catatan sejarah. Ada sederet data yang bisa dilacak dan fakta yang bisa menguatkan, betapa agungnya ramadhan, bulan penuh berkah yang memerdekakan dan membebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan. Lintasan peristiwa sepanjang sejarah ramadhan, tidak sekedar terkait dengan wahyu-wahyu yang turun; baik Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an, bahkan shuhuf Ibrahim pun turun di bulan mulia ini. Demikian pula dengan turunnya kewajiban shalat lima waktu, shaum wajib ramadhan dan zakat fithri, terjadi berdekatan di bulan ini juga. Terlebih berbagai peristiwa heroik yang membuat jiwa ini selalu bergelora. Adapun beberapa perist...
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam melakukan kajian apa pun, mengedepankan landasan teologis dan ideologis merupakan pendekatan yang harus dijadikan pijakan. Terlebih dalam mengkaji dan meneliti sebuah ajaran atau gerakan pemikiran. Di antara ayat Al-Qur'an yang sering dijadikan pijakan adalah: “Dan Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”(QS. Al-An’âm/ 06: 153) Al-Hâfizh Imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallâhu 'anh yang menceritakan bahwa Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya, seraya berkata: “Had...
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

Tarbiyah
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ramadhan kariem ... Ramadhan mubaarak ... Ramadhan syahrun 'azhiem ... Ramadhan bulan mulia Ramadhan bulan berkah Ramadhan bulan penuh keagungan. Ibnu Manzhur (seorang pakar bahasa), menguraikan bahwa kata "berkah" (barakat) sepadan dengan kata "birkah, artinya kolam" (birkat). Dari sekian nama-nama kemulian ramadhan, bulan berkahlah yang mewakili semuanya. Yang pertama mengandung makna "tetapnya anugerah/ kebaikan Allah" (tsubuutul khairil Ilaahy), sedangkan yang kedua bermakna "tempat bermuaranya air dari parit-parit" (maudhi'ul maa'i). Dikatakan ramadhan bulan berkah, laksana kolam yang mengalir padanya "parit-parit kebaikan", sehingga di situlah tempat berkumpulnya beragam kebaikan dan beragam...
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

Hikmah
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kita awali perbincangan ini dengan sapaan syair seseorang yang tengah dihiasi rindu berat akan kehadirannya. Bukan karena ini sebuah ajaran atau sebuah anjuran Rasul teladan, melainkan kesan dan bisikan batin yang tertanam dalam sanubari tersembunyi yang membuncah menjadi telaga kegembiraan: "Kembang melati sungguhlah indah, di tengah taman jadi hiasan ... Harum ramadhan tercium sudah, salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali, lama dipandang indah sekali ... Biar pun ramadhan sebentar lagi, mohon maaf setulus hati ..." Sebagai tamu agung engkau datang, tamu yang senantiasa membawa banyak kebaikan (mashâlih) dan kemanfaatan (manâfi') di dalamnya. Engkau laksana telaga atau ko...
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se...
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Da'wah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-...
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

Hikmah
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum'at Wadhhah 'Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da'wah) Disarikan dari Khutbah Jum'ah KH. Abdul Wahid Alwy, MA. pada tanggal 13 Sya'ban 1440 H./ 19 April 2019 oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan idzin Allah jalla jalâluh, dengan kuasaNya Al-Faqîr dapat menyimak untaian mutiara khuthbah sang guru dan sekaligus orang tua kita Ustâdzunal Fâdhil Abdul Wahid 'Alwy hafizhahullâh (Wakil Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia) yang berkesempatan menjadi khathib di majlis mulia dan ranah persemaian da'wah di kawasan Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kampung Bulu Setiamekar Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat ini. Tidak kurang dari 10 Mutiara Hikmah yang dapat disarikan dari tutur katanya yang berat,...

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Uncategorized
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-karîmah). Terw...
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

Kebangsaan
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Para cerdik pandai nampaknya sepakat, bahwa "sejarah" itu sangat penting. Ia merupakan pohon (syajarah =  شجرة/ pohon) perjalanan akan realitas kehidupan atau sebab musababnya sebuah keadaan. Demikian sosiolog besar Muslim terkemuka Ibnu Khaldun menyebutkan. Tidaklah salah, apabila seseorang akan lebih bisa bijak dan sangat menghargai sebuah proses, juga lebih mampu memaklumi keadaan seseorang atau komunitas dan gerakan apabila orang tersebut faham sejarah perjalanannya. Maka sangat wajar, banyak orang percaya bahwa: "Orang bijak adalah orang yang mau menghargai sejarah para pendahulunya atau sejarah orang lain." Al-Qur'anul Kariem, bukanlah buku sejarah, namun di dalamnya berisikan ban...
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

Kebangsaan
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Disampaikan di: Gedung Nusantara V DPR/ MPR RI pada tanggal 5 April 2019 dalam rangka Seminar Kebangsaan: "Mengokohkan Spirit NKRI Sebagai Nilai Fundamental Melalui Refleksi dan Deklarasi Bulan NKRI" Dustur Rabbani Membaca kembali bentangan panjang di belantara dakwah tanah air, tidak lengkap rasanya apabila tidak mentakrifkan sosok rajulud da'wah yang satu ini, yakni Allâhu yarham Mohammad Natsir. Di antara kekhassan tulisannya, adalah kekentalannya dalam mengurai bahasan dakwah. Ayat dan hadits Nabi shalallâhu 'alahi wa sallam kerapkali menjadi pijakan utama dalam membedah semua persoalan ummat. Di antara ayat-ayat yang dipetik terkait dengan; 1. Dâ'i adalah profesi termuli...
error: Content is protected !!