Minggu, September 6MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

Da'wah, Uncategorized
ISTIQOMAH DALAM DA'WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN "PANCAROBA" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah bukan karena kegigihan para Nabi dan Rasul, maka agama tauhîd tidak akan pernah berdiri tegak di muka bumi. Kalaulah bukan karena kerja keras generasi emas, maka mutiara sunnah tidak akan pernah kita dapatkan dalam kehidupan. Kalaulah bukan karena da'wah dan tarbiyah para penyeru keduanya, maka ummat pun akan kehilangan pijakan dan kompas hidupnya. Semua itu bermuara pada satu kata universal yang mengokohkan dan menyimpan banyak harapan di sepanjang kehidupan. Itulah Istiqomah. Karenanya, jawaban Rasûlullâh shalallâhu 'alahi wa sallam sangat tepat, ketika seorang shahabat bertanya kepada dirinya terkait amalan mulia yang yang sangat luar biasa dahsyatnya. Perkara ini pern...
MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan)

MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan)

Fiqh Ikhtilaf, Fiqih Kontemporer
MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jabal 'Arafah Itulah nama sebuah bukit sekitar 25 km dari Mekkah. Tempat ini menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan ibadah haji, sehubungan dengan wukuf di tempat itu. Rasûlullâh shalallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Al-hajju ‘arafah,” Artinya: “Haji adalah ‘Arafah.” (HR. Ahmad dan Ashhâbus Sunnan). Dalam riwayat yang lain disebutkan, Rasûlullâh bersabda: “Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari siksa neraka selain hari ‘arafah, dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman: Mâ arâda hâulâi (apa yang mereka kehendaki?)” (HR. Muslim). Bukit ‘arafah, berada pada ket...
PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI’AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien

PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI’AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien

Hikmah, Uncategorized
PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI'AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dialah Allah 'azza wa jalla, yang dengan kekuasaanNya diciptakan langit dan bumi dengan segala isinya. Tidak terkecuali penciptaan matahari (as-syams) dan bulan (al-qamar) dengan segala keistimewaan keduanya. Di antaranya terjadinya gerhana matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf) merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Dzat Maha pencipta. Demikian pula yang akan terjadi malam ini, bertepatan dengan hari Rabu, 14 Dzulqa'dah 1440 H./ 17 Juli 2019 M. yang secara astronomi awal gerhana dimulai jam 03:01:45 WIB., pertengahan gerhana terjadi jam 04.30.44 WIB. dan akhir gerhana terjadi pada jam 05:59:44 WIB. (Lihat: Surat Edaran Persatuan Islam, Tentang Gerhana Bulan Sebagian, N...
MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita)

MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita)

Uncategorized
MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Semua kita tentu pernah baca, bagaimana dialog inspiratif antara Syaikh Muhammad Abduh (ulama pembaharu di Mesir 1849 - 1905) dengan seorang filosof Prancis Joseph Ernest Renan (1823 - 1892) terkait dengan siapa yang lebih unggul dan lebih maju, dunia Islamkah atau dunia Barat? Akhirnya Syaikh Abduh pun membuktikannya dengan cara datang ke Prancis, ia pun tidak dapat menyembunyikan apa yang dilihat dan dirasakannya bahwa dunia Barat tampak lebih maju dan dunia Islam jauh terbelakang. Bukankah Islam itu ya'lû wa lâ yu'lâ 'alaihi; "Islam itu unggul dan tidak ada yang lebih unggul dari Islam." Jadi, Islamnya tetap unggul, namun manusia-manusia Muslimnya tidak unggul. Barat menjadi maju ...
GELIAT DU’AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA’WAH KEKINIAN

GELIAT DU’AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA’WAH KEKINIAN

AKHBAR NEWS!
GELIAT DU'AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA'WAH KEKINIAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di sela-sela agenda awal tahun, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh unsur fungsionaris pimpinan dan para ujung tombaknya yang terdiri dari para juru da'wah dan para pegiat pendidikan. Ziyarah Da'wah dan Shilaturrahim kali ini, panitia lebih memilih tema bahasan: "Daurah Du'ât dan Mudarris se-Provinsi Lampung untuk Menghadang Pemikiran Menyimpang" dengan menghadirkan anggota Pusat Kajian Bidang Ghazwul Fikri dan Harakah Haddâmah. Tema ini diangkat, berhubung pentingnya pembekalan para da'i di lapangan, juga para guru di sekolah-sekolah, khususnya di lingkungan binaan Dewan Da'wah. H...
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj, Uncategorized
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-4) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Fikratut Taqrîb Bainal Adyân wa Kamâlur Risâlah al-Khâtimah Setelah penulis buku kecil ini (Syaikh Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy rahimahullâh) memaparkan latar belakang mengapa beliau menuliskan goresan pena yang ringkas ini, dilanjutkan pembahasan terkait bahwa Islam adalah sejatinya ad-dîn, beliau pun menguraikan dengan jelas bahwa Islam merupakan agamanya seluruh para Nabi dan Rasul. Selain itu, penulis pun menegaskan, para Nabi dan Rasul memiliki agama yang sama (yakni al-Islâm) sekalipun tata cara bagaimana mereka beribadah (syarâ'i) berbeda-beda. Sebagai bahasan pamungk...
KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH UDHHIYYAH RISÂLAH 'IEDUL ADHHA 1440 H. FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA Bersama: Teten Romly Qomaruddien Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Illallâh, Wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, Walillâhilhamd Ikhwânie fid dîn a'azzakumullâh ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Allah 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Allah dengan bimbingan kehanifan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan tersebut; damai dan sejahterany...
“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

Tarbiyah
"NYOROG ELMU ATIKAN" (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Hari-hari bulan syawwal masih diselimuti suasana mudik dan nuansa lebaran, namun qaddarallâh hampir di semua desa yang di situ ada lembaga pendidikan (madrasah, pesantren) diramaikan pula dengan Haflah Imtihan (berupa hiburan rakyat yang ditampilkan anak-anak santri dalam rangka perpisahan dan taujih umum untuk masyarakat). Di antara taujih umum kali ini, senior kami Kang Atip cukup menarik perhatian. Di samping sudah sangat lama teu pendak, rasanya sangat penting pula untuk turut serta nyipuh ilmu pangaweruh nyuprih pangarti bersama beliau. Di antara mutiara yang dapat kami ringkaskan dari pemaparannya adala...
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-3) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ittihâd ad-Dîn wa at-Ta'addud as-Syarâ'i Dengan memetik kalam Allah 'azza wa jalla dalam firmanNya: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepadaNya)." (QS. As-Syûra/ ...
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-2) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Inna ad-Dîna 'inda Allâhi al-Islâm Sebagaimana kalam Allah 'azza wa jalla: "Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam" (QS. Âlu 'Imrân/ 3: 19) Setelah menampilkan ayat tersebut, Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy hafizhahullâh memberikan beberapa catatan penting sebagai berikut: Pertama; Agama yang disyari'atkan (ad-dînul masyrû') di sisi Allah 'azza wa jalla hanya Islam, adapun selainnya merupakan produk manusia(shun'ul basyar)  dengan segala bentuknya, seperti halnya berhala-berhala dengan keragaman jenisnya. Kedua; Tanda agama para Rasul Allah itu adalah me...
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

Uncategorized
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak akan ada seorang anak bangsa mana pun yang rela mendengarkan atau menyaksikan bangsanya sendiri berada di tepi jurang kehancuran. Sebaliknya, anak bangsa mana pun akan dibuat senang karenanya, apabila mendengar dan menyaksikan, bahkan merasakan bangsanya ada dalam limpahan keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, damai, aman dan tentram ... Gemah ripah loh jinawi tata tengtrem kertaraharja ... baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafûr. Cerminan negeri bermartabat, sangat tergantung pada masyarakatnya yang bermartabat pula dan masyarakat yang bermartabat sangat ditentukan oleh anak bangsanya yang bermartabat pula. Hubungan harmonis ini akan lebih dapat dirasakan apabila dibangun di atas sinergisitas antara para ...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Hikmah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ...
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Aqidah, Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian 1) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya Seruan Taqrîb Bakda tahmid, Dr. Abdul Azîz bin Abdillah al-Humaidy hafizhahullâh menjelaskan beberapa point penting dalam kutaibatnya yang berjudul: "Ad-Dînus Samawy Huwal Islâm; Agama Langit itu adalah Islam" sebagai berikut: Pertama; Islam sebagai agama langit merupakan perkara yang sudah jelas (amrun wâdhihun lidzâtihi) dalam kitâbullâh dan bentangan sunnahNya. Kedua; Adanya berbagai upaya dengan melakukan pendekatan-pendekatan (bias ilmiah) yang menggiring pada "perbandingan agama-agama" antara Islam dengan agama lainnya. Ketiga; Agama Allah adalah agama yang sat...
MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA

MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA

Hikmah
MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahagia dan cinta merupakan dua perbuatan hati (af'âlul qulûb) yang saling berkoneksi. Ekspresi kepuasan batin yang sulit disembunyikan dan ungkapan rasa senang yang tidak bisa dihalang. Bermula dari proses cinta dan berakhir dengan menggapai bahagia. Bila diibaratkan pasangan, shaum dan kebahagiaan merupakan pasangan yang ideal dengan segala pernak pernik ujian di dalamnya; mulai dari menahan rasa lapar dan haus yang sangat, berpantang dari segala keinginan dan dorongan kesenangan, hingga harus menekan gelora dan ledakan syahwat jiwa. Semuanya berjalan dan mengalir laksana air seiring dengan kesabaran dan kegigihan diri hingga berhasil memetik hasilnya. Suatu saat kelak, buah kesungguhan itu, akhirnya akan menjadi in...
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

Uncategorized
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI'AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam tradisi Sunda ada istilah "hahampuraan" atau "silih hapunten", di mana setiap lepas menunaikan ibadah shaum ramadhan yang ditutup dengan lebaran, kaum Muslimin saling meminta maaf satu sama lain. Tentu saja hal serupa terjadi pula di tempat-tempat lain di pelosok Nusantara ini. Negeri elok zamrud khatulistiwa, tidak sekadar menyimpan keragaman hayati, melainkan populis budhaya yang bhineka dan berbagai kearifan lokal (local wisdom) yang banyak jumlahnya. Sebelum masuk ramadhan, diawali dengan "kuramasan" (berkeramas) dan "rantangan" (saling mengirim makanan khas dengan tentengan rantang). Lalu diakhiri dengan lebaran yang diramaikan dengan makanan khas "kupat" (ket...
error: Content is protected !!