Minggu, Juli 19MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

MASYARAKAT MADANI; ANTARA FAKTA DAN UTOPIA

MASYARAKAT MADANI; ANTARA FAKTA DAN UTOPIA

Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien A. Selayang Pandang Berawal dari kunjungan Dato' Aidit bin Ghazali Malaysia di Markaz Da'wah Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, yang berlanjut dengan menggelar diskusi terbatas bersama Pengurus dan Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Dengan diprakarsai H. Ade Salamun, M.Si (eks Direktur Laznas Dewan Da'wah), gelaran ilmiah yang bertopik "Mewujudkan Masyarakat Madani" ini menghadirkan Dr. H. Adian Husaini, M.Si (Ketua Umum Dewan Da'wah) dan Prof. Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc. (Ketua Pembina Dewan Da'wah) dapat berjalan dengan baik. Ada banyak pandangan dari para tokoh yang hadir; Prof. Didin lebih menitik beratkan, bahwa masyarakat madani sangat ditentukan oleh gerakan civil. Dr. Adian menegaskan, dalam konteks melayu sebenarnya khazanah Melay...
MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

Da'wah, Tokoh, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak kenal sosok H. Soewardi Sulaiman? Pria Betawi tulen kelahiran Johar Baru 1948 ini, dikenal "asal jeplak". Selain karena sikapnya yang tegas terkesan "keras", wibawa dan pembawaan dirinya pun juga membuat ketar ketir orang yang mengajak bicara dengannya. Namun, dibalik sikap cadasnya itu, ternyata beliau memiliki jiwa lembut yang tersembunyi [al-'athiifah al-mustatiirah]. Di sela-sela usianya yang telah memasuki 75 tahun, gelora semangatnya masih menggebu-gebu setiap kali diajak diskusi soal pentingnya kader perjuangan. Menurutnya, sumpah setia yang telah diikrarkan dalam "Bai'at Perjuangan" jam'iyyah untuk mewakafkan diri, hendaknya dipegang teguh dengan penuh komitmen oleh semua aktivis dakwah. Karena itulah kata kunci kedisiplina...
SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Beberapa hari ke depan, negeri ini genap 78 tahun. Setiap waktunya tiba, beragam pesta dan perlombaan pun digelar. Semua ini mengingatkan diri ini menerawang masa ke belakang ketika masih di bangku SD dan Sekolah Menengah, juga masa di Pesantren tentunya. Aneka lomba dan pentas ditawarkan, diri yang masih bocah ini pun mencoba mengambil peran sebagai anak bangsa; kalau lomba gambar lebih senang menggambar pahlawan pejuang yang ulama seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Tuanku Imam Bonjol atau Mohammad Natsir [bapak Mosi Integral, arsitek NKRI]. Kalau disuruh lomba peran, maka lomba pidato kemerdekaan dan drama perjuangan yang diambil. Dengan penuh penghayatan, lagu kebangsaan, pembacaan teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945, serta do'a p...
TAFAKKUR SEJENAK 78 TAHUN INDONESIA MERDEKA

TAFAKKUR SEJENAK 78 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Kebangsaan, persatuan umat, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Jika membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], maka kita akan menemukan bahwa makna kemerdekaan itu adalah keadaan berdiri sendiri [bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya] atau kebebasan. Padanan kata bebas ini dalam bahasa Arab disebut juga al-hurr, dengan bentuk verba-nya kebebasan [al-hurriyah]. Namun ada juga yang menggunakan kata istiqlaal, disebut 'iedul istiqlaal artinya hari kemerdekaan. Dalam Al-Qur'an, minimalnya ada tiga bentuk kemerdekaan yang dapat kita renungkan, yaitu: Kemerdekaan dalam kisah Nabiyullaah Ibrahim 'alaihis salaam yang membebaskan diri dari pencarian yang keliru dalam menentukan kebenaran wujudnya Tuhan Dzat Pencipta [Lihat QS. Al-An'aam/6: 76-79], kemerdekaan dalam kisah Nabiyullaah Musa 'alaihis salaam t...
MULAILAH DENGAN BISMILLAAH WAHAI PARA DUTA LOMBA DAN PEJUANG PRESTASI

MULAILAH DENGAN BISMILLAAH WAHAI PARA DUTA LOMBA DAN PEJUANG PRESTASI

AKHBAR NEWS!, Pendidikan, Uncategorized
MULAILAH DENGAN BISMILLAAH WAHAI PARA DUTA LOMBA DAN PEJUANG PRESTASI // Menang atau kalah, kalian tetap hebat ... Juara atau tidak kalian tetap mulia ... Terlibatnya kalian dalam ajang pencarian "santri berprestasi" ini saja, adalah kebanggaan dan harapan kami. Niat merupakan tekad yang wajib digelorakan, ikhtiar merupakan kasab yang wajib dimaksimalkan, sedangkan kemenangan merupakan cita-cita yang bukan sekedar diangan-angankan. Dha' 'aiynaika bilhadaf !!!, "Hendaknya tetap fokus pada pendirianmu dalam menggapai tujuan". Perburuan kalian sangatlah berarti, selama hiasan iman dan taqwa menyertai. Pertarungan kalian sangatlah merugi, apabila keduanya sepi dari dhamir hati dan sirna dari bingkai jiwa. Kalaulah perlombaan kalian diibaratkan laksana maghfirah untuk meraih jannah Dzat Pencipt...
USTADZAH YANG RAMAH ITU TELAH WAFAT

USTADZAH YANG RAMAH ITU TELAH WAFAT

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
USTADZAH YANG RAMAH ITU TELAH WAFAT // Di lingkungan Persatuan Islam Istri DKI Jakarta, siapa yang tidak kenal Ustadzah Hj. Siti Maryam Hayuningtyas; Selain aktif menjadi mudarris Pesantren, muballighah, juga pengurus di komunitasnya. Selagi al-faqir masih belajar menjadi muballigh, suaminya yang lebih sering dipanggil "Engkang", selalu memanggil diri ini "Ustadz Unyil" atau "Ustadz Leutik", mungkin karena saking kecilnya. Sering kali, Engkang menyuruh menjadi badal khatib atau mengisi pangaosan jadwalnya. Di antara suasana yang selalu terkesan, Bu Nining [panggilan akrabnya], dengan keramahannya beliau tidak pernah membedakan diri ini sebagai junior dari para senior. Selain itu, beliau tidak canggung menjadi MC membuka acara mempersilahkan kepada juniornya dengan panggilan Al-Ustadz begit...
HIKMAH TEOLOGIS TASU’A-‘ASYURA

HIKMAH TEOLOGIS TASU’A-‘ASYURA

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
HIKMAH TEOLOGIS TASU'A-'ASYURA// Telah dimaklumi bahwa hari ke-9 dan ke-10 bulan Muharram ini di dalamnya ada kemuliaan; Allah 'azza wa jalla akan menghapuskan kesalahan satu tahun yang sudah berlalu bagi hamba yang menunaikan shaum pada keduanya [sebagaimana hadits riwayat Muslim dari Abu Qatadah]. Yang menarik, beriringannya dua hari tersebut, hari kesembilannya merupakan cita-cita sang Rasul [Sunnah hammiyyah] yang sebelumnya beliau hanya menunaikan hari ke-10 saja. Dengan diingatkannya oleh para shahabat [sehubungan ada kesamaan dengan Yahudi], membuat beliau berniat menambahkannya di tahun depan [terlepas ada riwayat lemah/ dhaif yang membolehkan hari ke-11]. Hikmah bagi kita sebagai umatnya, betapa prinsip teologis itu penting dan wajib ditegakkan. Karenanya, sangat terlarang meniru-...
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

Aqidah, Da'wah, Uncategorized
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN// Untuk menyebut kata "sesat", terkadang Al-Qur'an menggunakan kalimat zayghun [condong pada kesesatan], ghayyun [jalan menuju kesesatan], dan dhalaalun [terperosok dalam kesesatan]. Memang benar, penyimpangan dan kesesatan itu terjadi, biasanya berawal dari rasa simpatik dan kecenderungan hati, diiringi dengan "mencoba-coba" untuk masuk, dan berakhir dengan ketergelinciran yang mapan. Selagi kita berada di bulan yang sarat inspirasi sejarah penuh semangat, yakni bulan mulia Muharram; Nampaknya "berhijrah" dari berbagai ragam keburukan, adalah suatu yang niscaya dilakukan. Tidak terkecuali berpindah posisi [intiqaal], meninggalkan suasana [tark], bergerak tempat [harakat], ataupun perubahan sikap [taghyiir] dari mencekam menjadi aman sentosa, dari keg...
“TAMAN SORGA DUNIA” ITU HALAQAH ILMU

“TAMAN SORGA DUNIA” ITU HALAQAH ILMU

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
"TAMAN SORGA DUNIA" ITU HALAQAH ILMU// Bagi rekan-rekan Kramat Raya 45, terlebih alumni Lembaga Pendidikan Da'wah Islam Jakarta [LPDI], sosok pria asal Sapekan Sumenep Madura bernama H. Heri Mulyadi Acok [lahir 1965] ini telah akrab di telinga. Berbekal pendidikan; mulai PPI Abu Hurairah Sapekan [1979], Ponpes Darul Falah Bogor [1985], LPDI [1988], hingga Strata 1 di Jakarta. Suami dari Ibu Darilah [seorang perawat RS], kini dikaruniai 5 orang anak. Pria yang bertugas sebagai TU LPDI dan melayani pembuatan tazkiyah calon mahasiswa luar negeri ini, hari ini [18/7] tampil memukau di Mimbar Kuliah Zhuhur Al-Furqan. Fasih, renyah, menyentuh, bernash, dan "menggedor qalbu". Dalam paparannya terkait "Keutamaan Majlis Ilmu dan Pentingnya Saling Menghargai", terbetik narasi: "Masjid sebagai rumah ...
MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sifat yang bisa merusak ajaran agama adalah mengikuti kehendak nafsu [ittibaa'ul hawaa], berburuk sangka kepada Allah 'azza wa jalla [suu'uz zhan billaah], dan berlebihan dalam memahami agama tanpa piranti ilmu [al-ghuluw fid diin]. Selain itu, sikap menyombongkan diri [takabbur] yang menyebabkan seseorang terbiasa menolak kebenaran [batharul haq], dan senang merendahkan orang lain [ghamthun naas]. Menarik untuk direnungkan, timbulnya beragam kegaduhan dan penyimpangan dalam beragama tidak lepas dari sifat yang telah disebutkan. Ketika akal pikiran dipertuhankan, menyangka bahwa Allah 'azza wa jalla memiliki banyak kelemahan sehingga menempatkan diri berhak untuk menafsirkan, kemudian memaksakan kehendak diri dalam menyimpulkan pemahaman ag...
MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dengan mengucapkan al-hamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin, akhirnya Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta kembali menyuguhkan hasil telaahnya. Adapun yang menjadi obyek kajian, adalah terkait fenomena baru yang akhir-akhir ini cukup viral di media sosial, yakni "Mimpi Muhammad Qasim" dari Pakistan. Melalui beragam sumber berupa artikel-artikel, tayangan youtube, bahkan tulisan PDF berbahasa Melayu, pengkajian ini pun dapat diselesaikan. Sebagai pengurus dan penulis sekaligus, adinda Ustadz H. Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. bersama Tim biidznillaah telah berhasil mengkritisinya dalam sebuah buku yang diberi judul: "Penyimpangan Mimpi-mimpi Muhammad Qasim" . Tujuannya tidak lain, selain menjadi penyeimbang pandangan dalam mengedukasi ummat I...
TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Kata "golongan" dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, terkadang menggunakan kata jamaa'ah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang bersesuaian dengan kebenaran [al-haq], dan kata firqah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang menyelisihi kebenaran [mukhaaliful haq]. Demikian shahabat 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhumaa menuturkan. Selain itu terkadang menggunakan kata thaaifah, untuk menyebut kumpulan dengan sifat atau karakteristik tertentu. Di antara kalimat populer yang bisa ditemukan adalah: kumpulan orang-orang yang mendalami pemahaman agama [thaaifah mutafaqqihiina fid diin] dan orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah 'azza wa jalla karena pembelaan terhadap agama dan ketaatan pelakunya [thaaifah manshuurah]. ...
TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sudah hampir satu bulan tidak menulis; Selain medianya mulai macet karena kepenuhan data, juga banyak objek telaah yang memerlukan perhatian untuk didahulukan. Namun demikian, ada banyak hikmah yang bisa diambil faidah. Minimalnya dapat menyimak banyak ulasan dari berbagai berita media sosial terkait semakin liarnya narasi tafsir agama yang kian mengkhawatirkan. Maraknya pandangan keagamaan yang kurang populis dan tidak familiar dalam ajaran Islam yang muktabar di kalangan ahli ilmu; Seperti halnya shalat berjarak tanpa alasan ['ilat] syari'at, adanya perempuan di tengah barisan shalat laki-laki, rencana khatib Jum'at oleh kaum Hawa, senandung salam agama tertentu yang bukan Islam, hingga dagelan atau seloroh "madzhab Bung Karno" yang menghebohkan ...
MENYUSUN KEMBALI PUZZLE KEMULIAAN YANG MULAI TERSERAK

MENYUSUN KEMBALI PUZZLE KEMULIAAN YANG MULAI TERSERAK

Da'wah, Hikmah, persatuan umat, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Menyebut kata "puzzle", mengingatkan kita pada media kreatif pengajaran yang biasa digunakan di Taman Bermain atau Taman Kanak-kanak. Bentuknya bisa beragam; Mulai dari gambar manusia, kendaraan, rumah, hewan, hingga peralatan keseharian yang sudah dipotong-potong menjadi serpihan-serpihan dan ditebar secara acak. Setelah itu, dirangkai kembali dan disusun menjadi gambar yang utuh sesuai aslinya. Dalam kehidupan pun, tidak ubahnya seperti bermain puzzle; Ada banyak kebaikan dan kemuliaan yang berserak di hadapan kita, yang terkadang tidak beraturan. Ketika kebaikan dan kemuliaan itu dibiarkan apa adanya, maka akan nampak terlihat kurang nyaman dirasakan. Namun sebaliknya apabila kebaikan dan kemuliaan itu kembali dirangkai penuh pemeliharaan, maka y...
BERCERMIN PADA KACA YANG RETAK

BERCERMIN PADA KACA YANG RETAK

Hikmah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Ada pribahasa klasik yang mengemuka di kalangan cerdik pandai, yakni "buruk muka cermin dibelah”. Frasa tersebut dialamatkan bagi mereka yang "gampangan" menyalahkan orang lain tanpa menyadari kesalahannya sendiri. Sungguh benar, cermin yang dibelah hanya akan menjadi kaca yang retak. Serpihannya bisa melukai diri dan membawa petaka bagi orang lain; Kalaulah bercermin, jangankan yang dirasakan kurang akan semakin nampak kekurangannya, yang baik sekalipun akan menjadi kurang baik karenanya. Kalau ingin mengetahui seperti apakah kita? Maka "bercerminlah!", itulah salah satu jawabnya. Bercermin merupakan suatu kondisi di mana orang ingin melihat dirinya sendiri; Akan menjadi apa dan seperti bagaimana, tergantung prilaku orang tersebut dalam bercermin. ...
error: Content is protected !!