BELAJAR MENJADI TEMAN DAN PEMBISIK YANG BAIK
Oleh: Teten Romly Qomaruddien
Ada narasi yang telah popular di masyarakat, khususnya kalangan aktivis politik praktis, atau minimalnya simpatisan dari sebuah kendaraan politik. "Tidak ada pertemanan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi". Demikian kalimat ini sering muncul, terutama jelang perhelatan hajat demokrasi. Bagaimana Islam memandang persoalan ini? Sebagai ummat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam tentunya hal ini menjadi sangat penting untuk dikritisi.
Pertama; Dalam Al-Qur'anul Kariim digambarkan, bahwa pertemanan orang-orang bertaqwa itu abadi hingga hari akhir. Allah 'azza wa jalla berfirman:
الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين
"Pertemanan di hari itu [hari qiyamat] satu sama lain menjadi musuh, kecuali orang-orang bertaqwa." (QS. Az-Zukhruf/ 43:...











