SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI
Oleh : Teten Romly Qomaruddien
Beberapa hari ke depan, negeri ini genap 78 tahun. Setiap waktunya tiba, beragam pesta dan perlombaan pun digelar. Semua ini mengingatkan diri ini menerawang masa ke belakang ketika masih di bangku SD dan Sekolah Menengah, juga masa di Pesantren tentunya.
Aneka lomba dan pentas ditawarkan, diri yang masih bocah ini pun mencoba mengambil peran sebagai anak bangsa; kalau lomba gambar lebih senang menggambar pahlawan pejuang yang ulama seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Tuanku Imam Bonjol atau Mohammad Natsir [bapak Mosi Integral, arsitek NKRI]. Kalau disuruh lomba peran, maka lomba pidato kemerdekaan dan drama perjuangan yang diambil. Dengan penuh penghayatan, lagu kebangsaan, pembacaan teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945, serta do'a p...










