Rabu, Oktober 7MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

Hikmah
YANG "BERSAING" KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah dimaklumi, di samping ramadhan sebagai bulan berkah; bulan yang sarat nilai tarbiyah, tazkiyah dan bulan penuh spirit dan semangat juang (rûhiyah, jihâdiyah), juga ramadhan menjadi bulan yang menjadi faktor penggerak (driving factor) dalam beragam amal kebaikan. Di antara amalan yang dilipat gandakan itu adalah memperbanyak shadaqah dan infaq (taktsîrus shadaqât wal infâq), karena itu pula ramadhan menutup aktivitas amaliahnya dengan seruan mengeluarkan sebahagian harta berupa makanan pokok (tha'âmul adamiyyin) secara kolosal berupa zakat fithri, yaitu zakat badan yang dikeluarkan setiap Muslim (baik laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, bahkan anak yang masih...
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

Hikmah
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN? Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Umur geus aya nu ngatur, napas geus aya nu ngalas ..." Demikianlah petuah orang toea doeloe warga priangan ketika mereka menasehati siapa pun yang dicintainya dalam mengingatkan usia. Nasihat ini mengingatkan kita pada bentangan sabda baginda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam dalam hadits-hadits peringatannya, baik peringatan baik atau peringatan buruk (al-wa'd wal wa'îd). Di antara sekian peringatan, adalah terkait kisaran usia ummat manusia, yakni ummat Rasûlullâh itu sendiri. Beliau bertutur: أعمار امتي ما بين ستين و سبعين و أقلهم لا يجوز ذلك "Usia ummatku dalam kisaran 60 hingga 70 tahun tidak melebihi dari usia itu." (HR. Al-Bukhâry dan Ibnu Mâjah dari shahabat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anh) Lal...
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

Hikmah
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kita awali perbincangan ini dengan sapaan syair seseorang yang tengah dihiasi rindu berat akan kehadirannya. Bukan karena ini sebuah ajaran atau sebuah anjuran Rasul teladan, melainkan kesan dan bisikan batin yang tertanam dalam sanubari tersembunyi yang membuncah menjadi telaga kegembiraan: "Kembang melati sungguhlah indah, di tengah taman jadi hiasan ... Harum ramadhan tercium sudah, salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali, lama dipandang indah sekali ... Biar pun ramadhan sebentar lagi, mohon maaf setulus hati ..." Sebagai tamu agung engkau datang, tamu yang senantiasa membawa banyak kebaikan (mashâlih) dan kemanfaatan (manâfi') di dalamnya. Engkau laksana telaga atau ko...
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

Hikmah
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum'at Wadhhah 'Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da'wah) Disarikan dari Khutbah Jum'ah KH. Abdul Wahid Alwy, MA. pada tanggal 13 Sya'ban 1440 H./ 19 April 2019 oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan idzin Allah jalla jalâluh, dengan kuasaNya Al-Faqîr dapat menyimak untaian mutiara khuthbah sang guru dan sekaligus orang tua kita Ustâdzunal Fâdhil Abdul Wahid 'Alwy hafizhahullâh (Wakil Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia) yang berkesempatan menjadi khathib di majlis mulia dan ranah persemaian da'wah di kawasan Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kampung Bulu Setiamekar Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat ini. Tidak kurang dari 10 Mutiara Hikmah yang dapat disarikan dari tutur katanya yang berat,...
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

Hikmah
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Saudara-saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air ..." Demikian bunyi ungkapan pembuka teralunkan (sembari guyon), di mana ungkapan tersebut terasa ganjil di telinga namun apabila dipikir ada benarnya. Memang manusia dicipta oleh Dzat yang Kuasa dari tanah dan air. Informasi qur'ani pun begitu jelas dalam bentangan ayat-ayat Allah 'azza wa jalla. Inilah gugusan firman mulia yang termaktub dalam kitabNya: 1. Sebelum menciptakan nabiyullah Adam ‘alaihis salam, Allah 'azza wa jalla memberitakan terlebih dahulu kepada malaikatNya: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (QS. Shad/ 38: 71) 2. Ketika orang-orang musyrik menunjukkan keingkaran dan kesombongannya tentang dari a...
CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

Hikmah
CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH Negeri idaman, adalah negeri barakah. Negeri yang penuh kebaikan dan limpahan kasih sayang dan ampunan Allah jalla jalaaluh... Bukan sekedar karena kemakmurannya semata, melainkan penduduknya yang menghiasi diri dengan iman ... Bila tiang tiang pancang 'aqidah tetap tertanam dalam jiwa, nafas juang selalu bergelora dan menyala ... Selama itu pula, keberkahan tak akan sirna dan kemenangan kan pasti datang ... Wahai sahabat, berjuang dan berkhidmat itulah pegangan, berdoa dan berbuat itulah hiasan. Untuk melepas penat, yuk kita bersenandung untuk menang ... Semoga senandung ini dapatlah kiranya meringankan kelelahan dan menambah 'izzah dan ghirah kita ... Allaahumma a'izzal Islaama wal muslimien ... Aamiin بلادي بلادي...
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

Hikmah
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum'atan Pertama 2019) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, demi waktu malam dan demi waktu siang. Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-saa'ah dan al-qiyaamah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya matahari dan bulan, sejalan pula manusia...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6) Seperti menyelam di telaga ... segenap hurup basah dalam utas do'a Lindap di celah lidah ... dalam nafas menghela harap Senyap di sayup riak ... dengarkan kalimat qalbu yang tak pernah dapat ditampung halaman buku Hidup adalah nafas ... mengubah udara yang kita hirup ... menjadi rasa syukur seumur hidup Alhamdulillaah 'alaa kulli haal ... Sepanjang rinai ... Ceruk matamu memilin kenang Sembari sesekali mengetuk pintu yang berkarat di garis ufuq ini ... cerita berakhir sudah Pohon rindang berbisik geligahi telinga Meraba rasa Memilih aksara di genang rindu Kusukai suara hujan menderai renyah dawaimu Merdu merayu ... Violin selalu temani temaram jiwa Tak usahlah beranjak di beranda ini kawan Tak usahlah tanganmu ge...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5) Samudera adalah tampian hati Saat jiwa berserak menapak lara Bukankah peluk wibawa Memberi kharisma yang berbeda Di saat membuih amarah Jadilah samudera Melapang ... melenggang Seperti lanscap yang tak digiring ombak murka Damainya ada di genggaman ... tenangnya ada di naluri Piranti kasih ... saling menyayang Tanggalkan semua lukamu dalam lirih Kuntum membuka pagi Membiarkan sisa hujan tadi malam Membaur embun Menari riak ... Hidup butuh kehidupan Mengeja saat mengaji hari Berharap ada bunga yang bisa dipetik Bisikan bisu nurani Tentang rindu ... Sepikul gumam ... Sejinjing tali batin ... Setandan doa ... Kupikir ini indah Ada saat memilah Jeda terkadang amuk rasa Di tuas karat pintu yang pernah t...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4) Ketukan itu membuat ritme indah mendawai sukma ... aku ingin rinai kembali damaikan hati Merintis lagi sepenuh kebeningan jiwa ... riuhnya indah mainkan nada Aku ingin pulang ke ranah lama ... saat kasih sayang penuh merengkuh jiwa Aku ingin panggilan itu ... membersamai sahabat dalam pengabdian yang sangat Aku hanya rindu itu ... ketulusan mengabdi yang hakiki Ranahku .... kini aku datang kembali ... Allaahumma ikhtimnaa bil husni .... wakhtimnaa bis shaalihaati Ngarai mengapit alur sungai menuju muara Sauh mengayuh sampan menuju tepian nan tak berujung Jauh di ufuk ... kentara jelajah batas pandang dalam bias mulai menjingga Menderai kabut ... menyaput mega ... menghalau galau di batas senja Gelisah yang menggeligah ....
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-2) Kuketuk pintu berkarat usang Tuasnya geregas memamah waktu Kuingin hanya sekedar suara yang lama tak kudengar Sahabat lama yang sudah tak pernah ada kabar Baiknya tak kentara dalam nafas sengalmu Kawan ... berapa jeda kan kau hapus jejak itu dalam sua Rindu bayangmu kawan Ruhmu selalu mengembara di benak Rindu mewarna semua sedan yang menyembab Kawan ... jangan lupa kita pernah bertali kelindan Menjinjing batin yang menali setandan harap Aku rindu hilang bertahun-tahun lalu Jangan, kau usai ... Untuk semua sahabat yang pernah menambat dulu Tak kan pernah usang persahabatan kita Kawan, di manakah ... Siapa pun dirimu ... Ruh kita bertemu sudah ... kami butuh hadirmu ... (Diadaptasi Oleh: TenRomlyQ dari "Jentikan Jema...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-1) Seperti selaksa cahaya Ia datang tanpa dipaksa Seperti seantero jagat melanglang angan Ia pun datang tanpa dirunding Hanyasanya Saat hati bicara Tak butuh kata dan aksara Diam saja cukup menjadi saksi Ada banyak tanya Tak ada jawab Ada banyak rasa Tak ada firasat Bahwa ... hidup butuh kehidupan Dalam resonanse harmoni Berdoa sajalah Sejatinya peluh kan sirna dengan sendirinya Karna kita punya sumber mata air jiwa Yang kan meluruh semua noda Dalam doa segala doa Pertanyaan yang hiba memaksa untuk menulis Ada kata yang singgah di benak Kekuatan cinta dan rasa percaya Dari teman sebaya Mengingat hati ... mata ... jiwa ... saling bicara Untuk mengubah peduli menjadi cinta sejati Saat menikmati kesadaran batin...
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly)

Hikmah
BERDAMAI DENGAN ALAM (Renungan Seorang Huijatul Islaam Abu Hamid Al-Ghazaly) Diadaftasi kembali oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alam menyatukan semua makhluq. Mereka bercengkerama, berinteraksi, dengan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya. Meski ada banyak makhluq berbeda, mereka tetap ada dalam kesatuan. Semuanya menggambarkan kehidupan yang tidak berjalan otomatis. Ada yang menggerakkan mereka, yaitu Allah jalla jalaaluhu. Alam seperti rumah yang kokoh. Di dalamnya terdapat segala hal yang dibutuhkan. Langit menjulang tinggi seperti atap. Bumi terbentang layaknya karpet. Bintang berkelap-kelip bagaikan lampu. Ada banyak ciptaan di dunia ini. Saking banyaknya, manusia kesulitan untuk menghitung ciptaan Allah satu per satu. Jangankan menghitung semuanya, sekiranya semua makh...
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja’ di Tengah Nestapa)

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja’ di Tengah Nestapa)

Hikmah
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja' di Tengah Nestapa) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Itulah untaian kalimat yang mengisyaratkan di dalamnya akan ke-Mahabesaran Allah 'azza wa jalla. Tidaklah semua yang terjadi pada makhluqNya dan tidak pula yang dinikmati dan dimiliki, melainkan dari Allah dan milik Allah semata. Demikian pula akhir kejadian dan akhir kehidupan, semuanya akan kembali kepadaNya. Kalimat inilah yang dapat mengingatkan kita, siapa pun yang mendengarkannya; orang baik atau sebaliknya, sama-sama akan terperangah jiwanya. Yang kasar menjadi lembut hatinya, yang sombong menjadi remuk batinnya. Semua ini menunjukkan, betapa masih tersimpan banyak harapan untuk mengakui keagunganNya seraya merendahkan diri di hadapan Dzat yang Maha mem...
SEMINAR “BERBISNIS SEJAK USIA MUDA” DIGELAR DI PESANTREN

SEMINAR “BERBISNIS SEJAK USIA MUDA” DIGELAR DI PESANTREN

Hikmah, Uncategorized
SEMINAR "BERBISNIS SEJAK USIA MUDA" DIGELAR DI PESANTREN Di antara program penguatan pesantren, adalah "motivasi berniaga", baik bagi para santri Mu'allimien ('Aliyah) atau pun bimbingan untuk para guru. Program ini diadakan, dalam rangka menumbuhkan semangat berniaga yang baik, di samping tugas pokok sebagai pengajar dan pembelajar di pesantren. Dalam pembukaannya, Mudier Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut H.T. Romly Qomaruddien, MA.menyampaikan pesan iftitahnya sebagai berikut: 1. Sesuai dengan temanya; "Berbisnis Sejak Usia Muda", merupakan materi penting untuk para santri dan guru-guru di pesantren. Mengapa demikian? Menurutnya, yang pertama; Bisnis sejak usia muda, merupakan budaya yang baik sejak Nabi akhir zaman masih belia. Walau harus menempuh ribuan mil, Muhammad Al-...
error: Content is protected !!