Sabtu, Mei 23MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj, Uncategorized
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-4) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Fikratut Taqrîb Bainal Adyân wa Kamâlur Risâlah al-Khâtimah Setelah penulis buku kecil ini (Syaikh Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy rahimahullâh) memaparkan latar belakang mengapa beliau menuliskan goresan pena yang ringkas ini, dilanjutkan pembahasan terkait bahwa Islam adalah sejatinya ad-dîn, beliau pun menguraikan dengan jelas bahwa Islam merupakan agamanya seluruh para Nabi dan Rasul. Selain itu, penulis pun menegaskan, para Nabi dan Rasul memiliki agama yang sama (yakni al-Islâm) sekalipun tata cara bagaimana mereka beribadah (syarâ'i) berbeda-beda. Sebagai bahasan pamungk...
KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH UDHHIYYAH RISÂLAH 'IEDUL ADHHA 1440 H. FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA Bersama: Teten Romly Qomaruddien Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Illallâh, Wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, Walillâhilhamd Ikhwânie fid dîn a'azzakumullâh ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Allah 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Allah dengan bimbingan kehanifan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan tersebut; damai dan sejahterany...
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

Uncategorized
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak akan ada seorang anak bangsa mana pun yang rela mendengarkan atau menyaksikan bangsanya sendiri berada di tepi jurang kehancuran. Sebaliknya, anak bangsa mana pun akan dibuat senang karenanya, apabila mendengar dan menyaksikan, bahkan merasakan bangsanya ada dalam limpahan keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, damai, aman dan tentram ... Gemah ripah loh jinawi tata tengtrem kertaraharja ... baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafûr. Cerminan negeri bermartabat, sangat tergantung pada masyarakatnya yang bermartabat pula dan masyarakat yang bermartabat sangat ditentukan oleh anak bangsanya yang bermartabat pula. Hubungan harmonis ini akan lebih dapat dirasakan apabila dibangun di atas sinergisitas antara para ...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Hikmah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ...
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

Uncategorized
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI'AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam tradisi Sunda ada istilah "hahampuraan" atau "silih hapunten", di mana setiap lepas menunaikan ibadah shaum ramadhan yang ditutup dengan lebaran, kaum Muslimin saling meminta maaf satu sama lain. Tentu saja hal serupa terjadi pula di tempat-tempat lain di pelosok Nusantara ini. Negeri elok zamrud khatulistiwa, tidak sekadar menyimpan keragaman hayati, melainkan populis budhaya yang bhineka dan berbagai kearifan lokal (local wisdom) yang banyak jumlahnya. Sebelum masuk ramadhan, diawali dengan "kuramasan" (berkeramas) dan "rantangan" (saling mengirim makanan khas dengan tentengan rantang). Lalu diakhiri dengan lebaran yang diramaikan dengan makanan khas "kupat" (ket...
KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da...
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu...
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se...

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Uncategorized
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-karîmah). Terw...
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

Uncategorized
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN "MEMAMORKAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Institusi paling tua dan paling melegenda di muka bumi adalah masjid. Yakni sebuah tempat khusus, di mana di dalamnya manusia bersujud menghadap Rabbnya dengan menjalankan shalat lima waktu sebagaimana ditunjukkan Syaikh Sa'id Wahf al-Qahthany. Mengapa hanya sujud yang disebut?, Imam Az-Zarkasyi menuturkan: "Tempat tersebut disebut masjid, karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya ketika sujud" Bukan hanya dimulai sejak Nabi akhir zaman, melainkan para Nabi sebelumnya pun telah mengenalnya sejak lama. Adapun pengertian "setiap tempat di muka bumi adalah masjid", merupakan kekhususan yang Allah 'azza wa jalla anugerahka...
MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

Uncategorized
MEMAKNAI "MADZHAB" AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu apabila dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". (Lihat: Ibnu Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan Min Mashaaid as-syaithaan) Dengan adanya akal, manusia mampu meng...
‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

Uncategorized
'UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika mendengar atau membaca kata 'uzlah, sangatlah wajar apabila yang ada dalam pikiran adalah "menyepi" di tempat sunyi atau "meniadakan diri" dari keramaian, "menjauh" dari hiruk pikuk kesibukkan dan kehingar bingaran. Praktek semacam ini, mirip-mirip dengan mereka yang terbiasa dengan kehidupan skeptis yang menganggap urusan dunia itu hanyalah beban belaka yang tidak memiliki makna apa-apa, bahkan dinilainya sesuatu yang hina sehina-hinanya. Gerak lampah semisal ini, banyak dipraktekkan oleh mereka yang meyakini bahwa haqiqat adalah maqam tertinggi dalam pencarian "bebeneran". Kondisi semacam ini dapat kita baca dalam riwayat-riwayat hidup para shufi dan penganut ajaran suluk thariqah yang b...
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

Uncategorized
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". Dengan adanya akal, manusia mampu mengemban beban dan tanggung jawab di atas pundaknya, dengan akal pula ma...
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

Uncategorized
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; 'IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sebagai kitab suci, Al-Qur'anul Kariem merekam dengan jelas, bagaimana Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan penggalan peristiwa peperangan yang terjadi di lembah Badar dan bukit Uhud. Semua ini menjadi renungan perjalanan dari peristiwa panjang sejarah (sierah) yang mesti menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang mampu menggunakan akal sehatnya (nazhar). Kemenangan dengan segala indikatornya dan kekalahan dengan segala indikatornya, itulah yang patut jadi renungan bagaimana Allah tunjukkan ke-Maha besaranNya. Adapun menang atau pun kalah, keduanya merupakan perkara lazim dalam sebuah pertempuran. (Lihat QS. Alu 'Imran/ 3: 137) Diawali dengan menjelaskan, bahwa berkaca pada sejarah itu adala...
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

Uncategorized
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara missi utama da'wah yang Allaahu yarham Dr. Mohammad Natsir tanamkan sebagai tiang pancang pondasi keummatan adalah: pembinaan ummat yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan (binaa-an), juga membentengi ummat dengan melakukan penangkalan dari berbagai penyimpangan ajaran dan pemahaman (difaa-an). Di samping itu, Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan menjadi ciri yang sangat menonjol dari gerakan da'wahnya. Hal ini tercermin begitu jelas dalam lima sifat yang sering dikumandangkan para generasi pelanjutnya sebagai gerakan "politik da'wah". Dengan berpijak pada ungkapan: "Dulu berda'wah melalui jalur politik, sekarang bepolitik melalui jalur da'wah", bersama...
error: Content is protected !!