Jumat, Agustus 28MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu...
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se...

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Uncategorized
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-karîmah). Terw...
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

Uncategorized
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN "MEMAMORKAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Institusi paling tua dan paling melegenda di muka bumi adalah masjid. Yakni sebuah tempat khusus, di mana di dalamnya manusia bersujud menghadap Rabbnya dengan menjalankan shalat lima waktu sebagaimana ditunjukkan Syaikh Sa'id Wahf al-Qahthany. Mengapa hanya sujud yang disebut?, Imam Az-Zarkasyi menuturkan: "Tempat tersebut disebut masjid, karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya ketika sujud" Bukan hanya dimulai sejak Nabi akhir zaman, melainkan para Nabi sebelumnya pun telah mengenalnya sejak lama. Adapun pengertian "setiap tempat di muka bumi adalah masjid", merupakan kekhususan yang Allah 'azza wa jalla anugerahka...
MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

Uncategorized
MEMAKNAI "MADZHAB" AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu apabila dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". (Lihat: Ibnu Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan Min Mashaaid as-syaithaan) Dengan adanya akal, manusia mampu meng...
‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

Uncategorized
'UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika mendengar atau membaca kata 'uzlah, sangatlah wajar apabila yang ada dalam pikiran adalah "menyepi" di tempat sunyi atau "meniadakan diri" dari keramaian, "menjauh" dari hiruk pikuk kesibukkan dan kehingar bingaran. Praktek semacam ini, mirip-mirip dengan mereka yang terbiasa dengan kehidupan skeptis yang menganggap urusan dunia itu hanyalah beban belaka yang tidak memiliki makna apa-apa, bahkan dinilainya sesuatu yang hina sehina-hinanya. Gerak lampah semisal ini, banyak dipraktekkan oleh mereka yang meyakini bahwa haqiqat adalah maqam tertinggi dalam pencarian "bebeneran". Kondisi semacam ini dapat kita baca dalam riwayat-riwayat hidup para shufi dan penganut ajaran suluk thariqah yang b...
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa

Uncategorized
AKAL SEHAT, AKAL MERDEKA DAN AKAL SELAMAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". Dengan adanya akal, manusia mampu mengemban beban dan tanggung jawab di atas pundaknya, dengan akal pula ma...
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

Uncategorized
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; 'IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sebagai kitab suci, Al-Qur'anul Kariem merekam dengan jelas, bagaimana Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan penggalan peristiwa peperangan yang terjadi di lembah Badar dan bukit Uhud. Semua ini menjadi renungan perjalanan dari peristiwa panjang sejarah (sierah) yang mesti menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang mampu menggunakan akal sehatnya (nazhar). Kemenangan dengan segala indikatornya dan kekalahan dengan segala indikatornya, itulah yang patut jadi renungan bagaimana Allah tunjukkan ke-Maha besaranNya. Adapun menang atau pun kalah, keduanya merupakan perkara lazim dalam sebuah pertempuran. (Lihat QS. Alu 'Imran/ 3: 137) Diawali dengan menjelaskan, bahwa berkaca pada sejarah itu adala...
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

Uncategorized
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara missi utama da'wah yang Allaahu yarham Dr. Mohammad Natsir tanamkan sebagai tiang pancang pondasi keummatan adalah: pembinaan ummat yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan (binaa-an), juga membentengi ummat dengan melakukan penangkalan dari berbagai penyimpangan ajaran dan pemahaman (difaa-an). Di samping itu, Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan menjadi ciri yang sangat menonjol dari gerakan da'wahnya. Hal ini tercermin begitu jelas dalam lima sifat yang sering dikumandangkan para generasi pelanjutnya sebagai gerakan "politik da'wah". Dengan berpijak pada ungkapan: "Dulu berda'wah melalui jalur politik, sekarang bepolitik melalui jalur da'wah", bersama...
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

Uncategorized
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN (Saripati Kutaibat Ad-Dhawaabithul Munjiyat fiel Ayyaamil Muhlikat) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tali ikatan iman yang menjanjikan kebaikan dunia dan akhirat adalah saling menasihati dalam kebenaran dan keshabaran sebagaimana ditunjukkan QS. Al-'Ashr/ 103: 1 - 3. Muhammad bin Shalih al-Harby menuturkan dalam prolog bukunya ini: "Saling menasihati dapat berfungsi sebagai berikut; memberi pengetahuan bagi yang tidak tahu, mengingatkan orang yang lupa dan lalai, memotivasi orang yang tahu agar berbuat dan berkelanjutan dalam perbuatannya, juga menjadi ajang pembinaan bagi ummat agar selamat dari jeratan-jeratan fitnah, (terutama) yang telah dirancangkan pihak musuh demi hancurnya ummat." Fadhielatus Syaikh Shalih...
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

Aqidah, Uncategorized
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Allah 'azza wa jalla berfirman dalam kalamNya: ... يَقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ... "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya." (QS. Al-A'raaf/ 7: 59, 65, 73, 85) Seruan tersebut disampaikan oleh Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Syu'aib dan para Nabi 'alaihimussalaam lainnya kepada kaumnya masing-masing. Demikian pula Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam; 13 tahun lamanya menyeru kaumnya di Makkah, mengajak bertauhid dan meluruskan aqiedah mereka. Hal ini dilakukan semata-mata karena tauhid merupakan asas utama dalam menegakkan agama (iqaamatud dien). Sungguh para penyeru da'wah (du'aat) hendaknya mengutamakan "da'wah Tauhid" dan membenahi keyakinan k...
KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama)

KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama)

Uncategorized
KRITIK ULAMA MU'TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad bin Hariz al-Zar'iy ad-Dimasqi Abi Abdillah Syamduddin lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah putra seorang 'alim yang menjadi dewan kurator (al-Qayyim) Madrasah Damsyiq di Jauziyyah. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Beliau lahir di desa Zar'i (propinsi Huran) tanggal 7 Shafar 691 H./ 1292 M. dan wafat pada malam Kamis, 23 Rajab 751 H./1350 M. Kepiawaiannya dalam hal ilmu tidak diragukan lagi. Menurut Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zaid dalam karyanya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah; Hayaatuhu, Atsaaruhu, Mawaariduhu, lbnu Qayyim telah menulis buku sebanyak 96 buku. Di antarany...
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

Uncategorized
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Zaman Fitnah adalah zaman yang penuh dengan ujian, malapetaka, huru-hara, kegaduhan, hingga serangan dahsyat pemikiran. Bertubi-tubinya deraan yang menghantam, bisa mengakibatkan terjadinya banyak kegundahan dan keraguan, termasuk meragukan cara pandang beragama. Suasana yang tidak dapat dipungkiri, zaman pancaroba terkadang bukan hanya membiaskan akal sehat, namun dapat mengikis dinding-dinding keyakinan. Merobohkan bangunan nalar, dan bahkan menghempas jauh dari nurani tersembunyi sekalipun. Mana pandangan biasa dan mana hasil ijtihad, begitu sulit dipilih dan dipilah, dicerna dan ditangkap maknanya, terlebih bagi mereka yang mengabaikan ilmu. Maka dengan berpegang pada ilmu itulah menjadi salah satu kia...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

Uncategorized
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3) Jentikkan lentera itu ... sahabat Goresanku adalah riuh nadiku dalam ujud tak kentara Terkadang persahabatan butuh pengorbanan ... butuh pengertian ... butuh kesan yang mendalam Goresanku adalah untaian kata yang asah mata hati agar tak lagi berkarat Kuingin hidup lebih bermakna tak hanya menunaikan apa yang sudah tertulis ... Ada rasa warnai labirin hidup yang penuh liku Jentikkan lentera itu ... bahwa hidup butuh kehidupan Ada sahabat yang faham akan harapan ... Ada sahabat pilin indahnya piranti ... Bahwa kasih sayang bukanlah hal yang ma'ashi ... jika dihidupkan ruh tazkiyah di dalamnya ... Ada sahabat jinjing tali batin ... bahwa semua butuhkan perjuangan untuk dapat memahami ... tidak takut ada cela di semua sela ...
AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

Uncategorized
AL-'IBRATUL 'UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Secara umum, Al-Qur'an telah membentangkan betapa Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam seorang manusia yang memiliki keagungan akhlaq (khuluqin 'azhiem) yang dengannya itulah mengantarkan dirinya memiliki keteladanan yang paripurna (uswatun hasanah). Allah 'azza wa jalla berfirman: وانك لعلى خلق عظيم "Dan sesungguhnya engkau [Muhammad] memiliki akhlaq yang agung" (QS. Al-Qalam/ 68: 4) لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة ... "Sesungguhnya pada diri Rasulullaah ada suri tauladan yang baik bagimu ... " (QS.Al-Ahzaab/ 33: 21) Banyak tafsir dalam memaknai suri tauladan Rasulullaah, baik dari sisi pedoman hidup (minhaajan, manhajan), kesungguhan dalam men...
error: Content is protected !!