BELAJAR TAWAAZUN DALAM MENILAI KEADAAN
BELAJAR TAWAAZUN DALAM MENILAI KEADAANOleh:Teten Romly Qomaruddien
Melanjutkan obrolan terkait kondisi yang sama-sama kita alami, terlepas dari berbagai perhelatan dan beragam pandangan di dalamnya; Mulai dari yang sangat mengedepankan dalil-dalil agama semata (bayaani), hingga yang mengedepankan pendekatan-pendekatan rasional semata (burhaani). Bahkan, ada pula yang lebih melarutkan diri dalam kesenyawaan alam rasa semata ('irfaani).
Islam sebagai agama yang paripurna, sangat menjunjung tinggi semua itu tanpa mengunggulkan dan merendahkan salah satunya. Semuanya sinergi berjalin berkelindan tanpa saling menegasikan. Dengan bimbingan dalil-dalil wahyu, beragama menjadi lebih tsiqah dan istiqamah. Dengan dikawal akal, beragama menjadi lebih cerdas dan berwibawa. Dan dengan berhias...













