Rabu, Juli 8MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

AYYUHAL WALAD CAMKANLAH!!! …

AYYUHAL WALAD CAMKANLAH!!! …

Hikmah, Uncategorized
AYYUHAL WALAD CAMKANLAH!!! … Betapa pentingnya ilmu dan adab bagi seseorang, sehingga para ulama di setiap zaman tak bosan-bosannya mengingatkan. Misalnya Az-Zarnuji menulis Ta'liimul Muta'allim, Al-Ghazali menulis Ayyuhal Walad, KH. Hasyim Asy'ari menulis Adaabul 'Aalim wal Muta'allim, Tuan Ahmad Hassan menulis Hai Putraku, Hai Putriku, dan Hai Cucuku, serta masih banyak ulama lainnya (dulu atau pun belakangan). Semuanya memiliki harapan yang sama, bahwa manusia dididik tidak lepas dari rumus CBBPJ dengan lima tujuan, yaitu melahirkan generasi cageur (sehat jasmani dan rohani), bageur (beradab/ bermoral), bener (berpikiran lurus), pinter (memiliki kecerdasan), dan jalinger (memiliki skill/ kreativitas). Namun, semua sepakat, bahwa adab merupakan yang paling pertama dan utama untuk dimilik...
BERBURU KETENANGAN HIDUP

BERBURU KETENANGAN HIDUP

Hikmah, Uncategorized
BERBURU KETENANGAN HIDUP … Alangkah bahagianya, siapa pun yang di akhir hayatnya mendapatkan sambutan Rabbul 'Aalamiin dengan kalimat: "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan puas dan penuh keridhaan, masuklah dalam barisan hamba-hambaKu, dan masuklah ke jannahKu." (QS. Al-Fajr/ 89: 27-30). Siapakah gerangan yang berbahagia itu? Mereka ternyata, "orang-orang yang bukan sekedar mencukupkan kenikmatannya dengan kenikmatan makanan, minuman, kesehatan raganya semata, melainkan kenikmatan Islam dan hidayah taufiqNya dengan senantiasa taqarrub dan mentaatiNya" (Ibnu Qayyim, Madaarijus Saalikiin, 1/277). Mereka pemilik akal sehat yang sesungguhnya, dikarenakan mampu menghadirkan rasa syukur yang sebenarnya. Benar, kata Syaikh 'Aid al-Qarni: "Dalam ruh seseorang itu ada rasa lapa...
MINTALAH UMUR BERKAH, BUKAN UMUR PANJANG …

MINTALAH UMUR BERKAH, BUKAN UMUR PANJANG …

Hikmah, Uncategorized
MINTALAH UMUR BERKAH, BUKAN UMUR PANJANG … Hampir semua warta nubuwwah yang menyebut "panjang umur" bersifat khabari (pernyataan berita), bukan insyaai (permohonan, perintah atau larangan). Lebih dari itu, selalu diiringi dengan keterangan penjelasnya (qariinah). Karena itu, panjang dan pendeknya umur seseorang yang menunjukkan pada kuantitas, bukanlah perkara substantif. Yang lebih substantif, justeru kualitas umur itu sendiri. Ketika umur seseorang ada dalam kebenaran, kebaikan, dan kemuliaan (hasan, khair, fadhl), itulah sejatinya keberkahan. Al-Ashbahani mendefinisikannya dengan: tsubuutul khairil ilaahiy; "Tetapnya anugerah kebaikan Allah 'azza wa jalla". Demikian pula dengan umur seseorang, Rasul panutan mengabarkan: "Sebaik-baiknya manusia, adalah yang umurnya panjang dan baik amaln...
AGUSTUS-MUHARRAM; LOMBA BERTAHAN HIDUP UNTUK PAHALA NEGERI AKHIR

AGUSTUS-MUHARRAM; LOMBA BERTAHAN HIDUP UNTUK PAHALA NEGERI AKHIR

Hikmah, Uncategorized
AGUSTUS-MUHARRAM; LOMBA BERTAHAN HIDUP UNTUK PAHALA NEGERI AKHIROleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak bentuk perlombaan di muka bumi ini, di antaranya berlomba menggapai ampunan Allah 'azza wa jalla dan jannahNya yang sangat luas, seluas langit dan bumi. Di mana pun kita berada, di situ ada arena untuk berlomba, di mana meraih amalan baik sebanyak-banyaknya adalah kunci kebahagiaan di negeri akhir. Sungguh, "lomba bertahan hidup" benar-benar diperintahkan Dzat yang Maha kuasa. Bumi yang kita pijak, adalah arena terbuka untuk adu kuat siapa peraih terbanyak dan terbaik. Sedangkan negeri yang tengah menanti, yakni yaumul akhir adalah hari pengumuman siapa bakal meraih pahala kemenangan sejati. Betapa bahagianya, mereka yang berhasil mendapatkan piala keberuntungan duniawi yang me...
MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH

MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH … 1️⃣QS. At-Takwiir/81:29 terkait kehendak Allah 'azza wa jalla merupakan jawaban bahwa: "Menggantungkan segala urusan sepenuhnya kepada Allah, atau pun melepaskan segala urusan sepenuhnya dari Allah adalah kesesatan." Demikian menurut As-Sa'di. 2️⃣Al-Mawardi menegaskan: "Bersabar atas taqdir yang menimpa adalah pahala, sedangkan berkeluh kesah adalah perbuatan dosa." 3️⃣Hubungannya dengan wabah, ikhtiar manusia tidak lepas dari tiga pendekatan utama; Mematuhi aturan wahyu sebagai "protokoler langit" dengan taqarrub kepadaNya, menghargai ilmu pengetahuan sebagai "protokoler bumi" dengan segala temuannya, dan mendengarkan arahan ulama rabbaniy yang menentramkan sebagai firasat mukmin merupakan keniscayaan. 4️⃣Integralitas ilmu langit dan ilmu bumi tentang ...
HIJRAH ITU MENGUBAH TANTANGAN MENJADI PELUANG

HIJRAH ITU MENGUBAH TANTANGAN MENJADI PELUANG

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
HIJRAH ITU MENGUBAH TANTANGAN MENJADI PELUANG … Tiba-tiba seorang remaja milenial (IH, 17 tahun) mengirimkan flyer ini ke layar handphone, rupanya mengingatkanku bahwa hari ini telah memasuki awal Muharram 1443 H. Aku pun bergegas membuka file tulisan lama, fokus bacaan mengarah pada kesimpulan 'ibrah dan hikmahnya. Agar peristiwa hijrah menjadi pemantik kesadaran pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang, aku pun mengeja ulang narasi itu. Adapun percikan cahaya dimaksud, adalah sebagai berikut: 1️⃣Hijrah adalah kesabaran dan keteguhan hati dalam mempertahankan cita-cita sekalipun kesulitan dan rintangan datang silih berganti. 2️⃣Hijrah adalah adanya kesediaan untuk berkorban dalam segala hal; keinginan diri, perasaan, harta benda, keluarga, fisik, bahkan nyawa sekalipun. 3️⃣Yakin adan...
MEMERDEKAKAN TAK SEMUDAH TERIAK MERDEKA

MEMERDEKAKAN TAK SEMUDAH TERIAK MERDEKA

Hikmah, Uncategorized
MEMERDEKAKAN TAK SEMUDAH TERIAK MERDEKA … Kini bulan Agustus kembali menyapa, yakni bulan sejarah di mana negeri ini diproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sudahkah kita benar benar merdeka? Tentu jawabannya beragam … Namun, bagi orang beriman, seperti apa kondisi zamannya, situasi bagaimana negerinya? Jawabannya selalu berpijak pada kebeningan hati dan kelapangan dada yang dihiasi iman. Ketika seseorang mampu melepaskan belenggu yang menelikung hidupnya, memutuskan rantai beban yang memborgol kemanusiaanya, dan hanya menjadikan Allah 'azza wa jalla sebagai sumber kelapangan jiwa raganya … Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya!!! Ingatkah kita gelegar kata Rib'i bin 'Amir, juru bicara panglima Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallaahu 'anhumaa ketika berhadapan dengan Jendral Rustum ...
AMBIL PERAN, JANGAN SAMPAI BERPANGKU TANGAN …

AMBIL PERAN, JANGAN SAMPAI BERPANGKU TANGAN …

Hikmah, Uncategorized
AMBIL PERAN, JANGAN SAMPAI BERPANGKU TANGAN … Hidup memang terasa sulit, tapi bukan berarti kematian. Kesempatan mencari sesuatu sangat terbatas, tapi bukan berarti tak ada peluang. Keinginan mendapatkan yang dicita-citakan begitu teramat jauh, tapi bukan berarti pupusnya harapan. Menggapai sesuatu yang diidam-idamkan seolah tak kunjung datang, tak berarti harus berputus asa dan patah arang … Di balik hijab kegundahan, masih terbentang luas kehidupan. Di balik sempitnya diri, masih ada kelapangan dada. Berpangku tangan bukanlah jalan keluar … Namun, bersegera mengambil peran, itulah keteladanan. "Likulli waqtin rihaaluhu; Setiap saat perjalanan ada pelaku dan kendaraannya." Terkadang kita harus mencontoh akar; walau tersembunyi, tapi menguatkan. Rajinlah menatap langit; walau menjulang tin...
CELOTEH TEMPO DOELOE “SANG ABANG”

CELOTEH TEMPO DOELOE “SANG ABANG”

Hikmah, Uncategorized
CELOTEH TEMPO DOELOE "SANG ABANG" … Siapa yang tak kenal sosok KH. Syuhada Bahri? Ustadz berjenggot lebat yang senang guyon: "Saya mah orang bodo, pernah kuliah di Saudi, namun inget terus pedalaman. Yang lain banyak dapat gelar honoris causa, paling-paling saya mah humoris causa". Katanya sambil ngehkeh. Suatu saat, jelang acara "Setengah Abad Dewan Da'wah" terlibat obrolan, dan diminta tanggapannya seputar poligami da'i? Beliau menjawab: "Alhamdulillaah, saya dikaruniai 12 anak. Tentu semua laki-laki punya keinginan sama, namun saya merasa ngak punya kemampuan untuk itu, yang ada pun sudah cukup berat ditangani. Umur makin tambah, sudah ngak kepikiran buat nambah." Jawabnya datar. Lalu beliau balik bertanya: "Kapan ente bikin anaknya, kalau bikin tulisan melulu!". Semua yang duduk mengel...
PESANTREN KILAT RAMADHAN AL-ISTIQOMAH MESTER JATINEGARA 1985

PESANTREN KILAT RAMADHAN AL-ISTIQOMAH MESTER JATINEGARA 1985

Hikmah, Uncategorized
PESANTREN KILAT RAMADHAN AL-ISTIQOMAH MESTER JATINEGARA 1985 … Di tengah riuhnya pasar Mester, sekelompok alumni Pesantren Persis (Garut, Tasik, Bandung, dll.), selain menghidupkan Madrasah di berbagai masjid binaan, mereka pun bersemangat melakukan bimbingan-bimbingan ke setiap pelosok ibu kota. Qaddarallaah, tahun itu adalah kali pertama alfaqir "saba kota" hanya untuk mengikuti Pesantren Kilat mereka, setelah program selesai balik lagi ke kampung, dan lanjut "nyantren". Di Pesantren Kilat itulah, awal mula mendapatkan ilmu dan wawasan baru selepas tamat SD dan Diniyyah. Sampai hari ini jasa mereka tak akan pernah alfaqir lupakan; ada Ust. Endang Manshur, Ust. Muhammad Sudarno, Ust. Asip Supyana, Ust. Arifin Hidayat, Ust. Amin Bunyamin, juga Ust. Tate Qomaruddin. Dibawah asuhan para sese...
PENULIS LIRIK “BINGKAI KEHIDUPAN” ITU TELAH TIADA

PENULIS LIRIK “BINGKAI KEHIDUPAN” ITU TELAH TIADA

AKHBAR NEWS!, Hikmah, Uncategorized
PENULIS LIRIK "BINGKAI KEHIDUPAN" ITU TELAH TIADA … Kang Tate, panggilan dari Ustadz Tate Qomaruddin, Lc. Alfaqir telah mengenalnya jauh sebelum masa-masa tarbiyah, tepatnya 1985 setamat SD. Beliau salah satu mudarris Pesantren Ramadhan waktu itu di Masjid Istiqamah Mester Jatinegara Jakarta Timur. 1992-1995 dipertemukan kembali dalam Halaqah Tarbiyah bersama para senior lain; Ust. Makmur Hasanuddin, Ust. Mohammad Taofiq Ridha, Ust. Hilman Rosyad, Ust. Natsir Harits, Ust. Aceng Thoha, Ust. Mulyadi, Ust. Iwan Kartiwan, Ustadz Jajat Sudrajat, Ust. Yono Sudiono, Ust. Iman Sulaeman, Ust. Aang Suwandi, dan lain-lainnya. Selain alfaqir jadi marbot di masjid itu sembari nyantri di LPDI, juga bisa jadi anak bawang mereka yang mayoritas para mahasiswa LIPIA. Kitab-kitab yang mereka baca, jadi ikut ...
TASYRIEQ PUN SEGERA PAMIT

TASYRIEQ PUN SEGERA PAMIT

Hikmah, Uncategorized
TASYRIEQ PUN SEGERA PAMIT … Sesuai itsbat Dzulhijjah 1442 H., jum'ah ini merupakan tasyrieq terakhir; Alunan takbir, tahlil, dan tahmid berhenti, penyembelihan berakhir sudah. Ribuan sapi, kambing, domba, kerbau dan unta bagi masyarakat jazirah, menjadi saksi kepasrahan seorang hamba pada Rabb-nya. Walau di tengah wabah, ghairah tak pernah punah. Islam benar-benar agama rahmatan lil 'aalamiin, di mana terangkatnya nilai kemashlahatan merupakan tujuannya. Sungguh prestasi pemberian gizi yang massif dan peningkatan kesejahteraan massal yang sangat tepat saat dibutuhkan. Jadi, ini bukan ritual pembantaian makhluq Tuhan seperti dituduhkan, melainkan "pemerataan semesta untuk kemanusian" di atas ridha dan berkah Tuhan. Ingat!!! Lan yanaalallaaha luhuumuhaa wa laa dimaauha wa lakin yanaaluhut ta...
BERHARAP BAHAGIA KETIKA “BERJUMPA” YANG MAHA PENCIPTA

BERHARAP BAHAGIA KETIKA “BERJUMPA” YANG MAHA PENCIPTA

Hikmah
BERHARAP BAHAGIA KETIKA "BERJUMPA" YANG MAHA PENCIPTAOleh:Teten Romly Qomaruddien Setiap orang beriman, pasti memiliki keinginan, dan cita mulia, serta harapan yang diidam-idamkan. Ketika Allah 'azza wa jalla memanggil ke haribaanNya, ia dalam keadaan suka cita nan bahagia. Allah ridha menerimanya, dan ia pun ikhlash berserah diri menghadapNya. Itulah buah kepasrahan dan keyakinan akan indahnya sebuah "perjumpaan" dengan segala bekal yang telah dipersiapkan tentunya. Pantaslah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengajarkan do'anya untuk kita: "Sesungguhnya hak Allah untuk mengambil dan memberi sesuatu, dan setiap yang di sisiNya telah ditentukan batas waktunya. Maka hendaklah engkau bersabar dan ridha karenanya." (HR. Al-Bukhari, no. 1284) Sejenak, diri ini teringat, s...
BERGUGURANNYA PARA PONGGAWA UMMAT DAN KESUMA DAKWAH

BERGUGURANNYA PARA PONGGAWA UMMAT DAN KESUMA DAKWAH

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
BERGUGURANNYA PARA PONGGAWA UMMAT DAN KESUMA DAKWAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Di tengah-tengah berseliwerannya berbagai warta kontroversial yang masih berkaitan dengan wabah, namun tetap belum mengalahkan berita duka menyayat jiwa yang terus menerus menghiasi jagat media maya setiap saat. Yakni, peringatan berita kematian yang begitu sangat dekat. Kalimat istirja' innaa lillaahi wa Innaa ilaihi raaji'uun begitu menggema, syaaffakallaah laa ba'sa wa thahuurun in syaa Allaah begitu sangat suburnya. Semuanya itu semakin meyakinkan kita bahwa kematian itu sesuatu yang pasti, baik Allah 'azza wa jalla mengawalinya terlebih dahulu dengan kembang ujian berupa sakit, atau pun Malakul maut yang datang menjemput secara tiba-tiba. Dua-duanya kita yakini sebagai bentuk keimanan pada Allah ...
SENYUM SANG RASUL JELANG DZULHIJJAH YANG PENUH BERKAH

SENYUM SANG RASUL JELANG DZULHIJJAH YANG PENUH BERKAH

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
SENYUM SANG RASUL JELANG DZULHIJJAH YANG PENUH BERKAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Tanpa terasa Dzulqa'dah segera berakhir, bulan keberkahan lain pun Dzulhijjah segera menyusul. Seperti biasanya, apabila ada momentum yang lebih tepat dan dekat untuk dibahas, maka bahasan itulah yang diurai. Selain tempat tugas jum'atnya di Jakarta, tepatnya kantor Komisi Yudisial Kramat Raya Jakarta Pusat sedang menjalani PPKM Darurat, di sisi lain masa pemulihan pun belum mengizinkan berangkat jauh. Alhamdulillaah bisa ikut shalat jum'at di masjid terdekat. Hikmahnya tentu ada, senang rasanya, jum'ah kali ini malahan mendapatkan siraman ruhani yang sangat berharga dari seorang khatib yang menguraikan makna "Al-Kautsar", sehingga kata tersebut menjadi sebuah nama surat terpendek di antara bentanga...
error: Content is protected !!