Rabu, Juli 8MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU // Kini usianya 87 tahun [Lahir di Koto Gadang Agam, 1935]. Apabila menyimak taujieh dan mencermati bodylanguage-nya, sungguh tak terlihat tanda-tanda ketuaan. Dengan fasih Buya H. Mas'oed Abidin, ulama kharismatik [penulis buku: "Mentawai dalam Pelukan Muhtadin"] ini menyuguhkan sajian nasihatnya pada Rakornas Dewan Da'wah yang digelar bersama Gubernur Sumatra Barat. Menurutnya: "Sekalipun zaman berubah, musim berganti, menggelindingkan da'wah ilallaah adalah kewajiban. Tantangan dakwah hari ini bukan sekedar penetrasi budaya, melainkan infiltrasi budaya yang harus dijawab dengan budaya syari'at". Dalam hal ini, petuah Minang "Adat basandi syara', Syara' basandi Kitaabullaah. Adat mangato, Syara' mamakai" merupakan jawabannya. Buya pun mengingatkan;...
ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

Hikmah, Pendidikan, Tokoh, Uncategorized
ANAK RANTAU DARI 'AQABAH BUKIT TINGGI // Pria kelahiran Palembang 1954 ini, sebenarnya keluarga Minang dengan gelar Imam Sinaro. Beliau H. Amlir Syaifa Yasin, M.A. [Dosen Ilmu Dakwah LPDI Jakarta, kini Waketum Dewan Da'wah]. Yang menarik dari obrolan dhuha [sambil menunggu hasil Antigen di RSI Ibnu Sina], yaitu "bijak memaknai sebuah kegagalan". Ketika lulus dari Thawalib Parabek 1975, berlanjut ke 'Aqabah 1976 [Pimpinan Buya Muslim 'Aboud Ma'ani sebelum memimpin Al-Azhar Kebayoran]. Dalam usianya 26 tahun merantau ke Jakarta dikarenakan "gagal faktor usia" mendaftar di Universitas Islam Madinah [1983], alternatifnya beralih pada penawaran studi di Daarul 'Uluum miliknya Sayyid Abul Hassan Ali al-Hasani an-Nadawy [India]. Lagi-lagi "gagal" karena tidak keluar visa. Pak Natsir pun menasehat...
“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

“KUDA-KUDA ILMU” SANG MAESTRO DAKWAH

Hikmah, Uncategorized
"KUDA-KUDA ILMU" SANG MAESTRO DAKWAH// Lama merenung, seiring perjalanan panjang Jakarta-Merak. Terbersit ingin mencari tahu akan kokohnya argumentasi Allah yarhamh Mohammad Natsir. Alhamdulillaah kutemukan file kiriman si bungsu Ibnu Hisyam [alumni TK & SD Pusdiklat Dewan Da'wah, MTs & MA PPI 81] dengan Sinar Tajdid Official-nya. Ananda menukil Fiqhud Da'wah, hlm. 13 di mana dari sekian "kuda-kuda ilmu" murid ulama pembaharu Tuan Ahmad Hassan [Guru utama Persatuan Islam] ini adalah "Wahyu tidak memusuhi panca-indera dan akal". Baik wahyu, panca-indera, dan akal merupakan pemberian Al-Khaaliq yang Maha mengetahui perkara yang tidak nampak dan perkara yang nampak. Artinya, perkara mana yang tidak mampu dicapai panca-indera, akal siap menjemputnya. Perkara mana yang tidak mampu dijan...
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUAN

Hikmah, Uncategorized
MEMBENAHI PERAHU SOSIAL; AGAR PENUMPANG KEHIDUPAN SELAMAT SAMPAI TUJUANOleh:Teten Romly Qomaruddien Untuk menggambarkan kehidupan, kata "perahu" atau "bahtera" seringkali dimunculkan sebagai tamtsiil. Bahkan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pun menggunakannya. Tak terkecuali dalam memotret kehidupan kita yang semakin senja, ibarat kapal layar atau perahu yang telah melaju begitu jauhnya di lautan lepas. Sebagai penumpang di dalamnya, sudah tentu akan menemukan banyak pengalaman di samping kejenuhan dikarenakan lamanya waktu pengembaraan. Di tengah-tengah panjangnya waktu pelancongan, ujian demi ujian kian mendera seiring ditemukannya jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Karena telah menjadi sunnah Rabbaniyah, setiap ada kesusahan Allah 'azza wa jalla pun tela...
DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

DAHSYATNYA DO’A BERCERMIN

Hikmah, Uncategorized
DAHSYATNYA DO'A BERCERMIN // Sekalipun banyak yang menyebut, kata-kata indah Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii ini sebagai do'a bercermin, sebenarnya memiliki dimensi luas mencakup kebaikan lahir-bathin manusia. Ar-Raghib al-Ashbahani memaknai khalqun itu fisik [beauty], sedangkan khuluqun itu psikis [inner beauty]. Paripurnanya kebaikan seseorang itu, sangat terkait erat dengan keduanya. Dalam bahasa shahabat 'Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anh: "Yang disebut faqir itu bukanlah mereka yang tak memiliki perhiasan, melainkan mereka yang kehilangan akhlaq dan adab". Do'a yang termaktub dalam Kitaabul Jaami' dan Shahiih Ibnu Hibban ini mengajarkan akan pentingnya mengeja kembali narasi kehidupan; di mana pikiran, ucapan, tindakan, kebiasaan, dan keperibadian merupakan sat...
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
CERITA USTADZ SYUHADA BAHRI YANG SELALU MENARIK Apa pun tema obrolannya, kalau "Bang Ada" [panggilan KH. Syuhada Bahri] yang menceritakan kembali, pasti menarik; berkesan, membekas dan menggelitik. Padahal waktu itu [tahun 1998an], tanpa meminjam telinga, al-faqir pun mendengar langsung Allaahu yarhamh H. Husein Umar menyampaikan taushiyah zhuhurnya di Masjid Al-Furqan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. Isi kuliahnya, sama persis dengan yang diceritakan Bang Ada. Masih teringat dalam bayangan, Bang Husein Umar saat berdiri di mimbar memakai setelan batik krem tanpa peci menyampaikan ulasannya tentang Kerukunan Ummat Beragama. Di sela-sela ceramahnya, Bang Husein menyuguhkan cerita detik-detik keputusan pembangunan Islamic Centre di area Kramat Tunggak Jakarta Utara yang terkenal itu. ...
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN

Hikmah, Uncategorized
LOGIKA HIDUP JANGAN KALAH SAMA KABAYAN // Si Kabayan; sosok lucu tapi cerdik, bertingkah salah tapi bener. Itulah legenda tatar Pasundan. Mun urang nanjak kudu seuri, sabab sakeudeung deui bakal mudun. Nyakitu sabalikna mun urang mudun kudu ceurik, sabab sakeudeung deui bakal nanjak; "Kalau kita jalan menanjak tersenyumlah, karena sebentar lagi akan menurun. Sebaliknya, kalau kita sedang jalan menurun menangislah, karena sebentar lagi akan menanjak". Demikianlah, perjuangan bukanlah proses penderitaan menuju sukses, melainkan proses "memantaskan diri" meraih tujuan. Karenanya, sesekali rehatlah sejenak! Bukan untuk terlena, namun membangun semangat perjuangan berikutnya. Puncak penderitaan adalah awal kebahagiaan, puncak kegelapan malam berarti telah dekatnya cahaya pagi. Kalau begitu, pun...
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH?

Hikmah, Uncategorized
DERITA TIADA AKHIR, BENARKAH? // Tak ada yang bisa menolak, ketika Allah 'azza wa jalla sudah berkehendak. Tak seorang pun dapat membantah, kalaulah semua itu sudah menjadi qudrah dan iradah-Nya. Mungkin saja, ketika derita bertubi-tubi menimpa seseorang, maka akan muncul perasaan suu'uz zhan "mengapa cuma aku yang harus terus mengalami seperti ini?" Itulah prasangka ahlul mushibah yang seolah-olah dirinya selalu dirundung malang. Memang berat, bagi siapa pun yang mengalaminya pasti bersikap demikian. Namun kalaulah dihadapi dengan penuh iman, justeru kelak di kampung akhirat mereka berhak mendapatkan status barunya sebagai ahlul 'aafiyah yang berhak mendapatkan tiga keutamaan sekaligus; kekuatan yang prima ['aafiyatan], perlakuan khusus [khairan], dan kedudukan yang tinggi [manzilatan]. U...
FIQIH DILEMA ITU PENTING

FIQIH DILEMA ITU PENTING

Fiqh Ikhtilaf, Hikmah, Uncategorized
FIQIH DILEMA ITU PENTING // Singkatnya, mobil jeep ini tengah berusaha memutar balik dengan kondisi jalan yang terbatas. Maju kena mundur pun kena; depan mentok karena sempit, mundur apalagi bisa terpelanting ke jurang curam. Kalaulah bukan karena kemahiran [mahaaraat], mengetahui medan [ma'rifatul maidaaniyyah], dan yang paling utama adalah yakin tanpa keraguan [al-yaqiinu bilaa syakkin] yang diiringi tawakkal, sudah tentu keinginan memutar balik tak dapat dilanjutkan. Demikian pula dengan hidup ini, terkadang kita sering dihadapkan dengan kondisi yang dilematis [qadhaayaa, musykilaat]. Sekiranya kita tak pandai menyiasati, dan mendudukkan setiap masalah yang dihadapi secara adil dan seimbang, maka tebing tinggi, tikungan tajam, lembah yang dalam dapat merenggut kita kapan saja lengahnya....
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU

Hikmah, Uncategorized
PANDANG TAK JEMU MENATAP CIPTAANMU // Ketika bertamasya, pernahkah kita menatap penuh seksama birunya langit, luasnya lautan. Atau putihnya awan dan hamparan taman daratan? Allah 'azza wa jalla mencipta, sementara manusia membuat. Samakah ciptaan Allah dengan buatan manusia?? Jawabnya, tentu saja "tidak". CiptaanNya tak mengenal kata berubah yang berarti, juga tak mengenal kata bosan. Kalaulah ada kejenuhan, Allahpun sudah menyiapkan alternatifnya. Sangat berbeda dengan buatan manusia, apa yang diproduknya mengalami keterbatasan; mudah berubah, dan cepat bosannya. Demikian sang ulama bergelar Hujjatul Islaam Abu Hamid al-Ghazali, melukiskannya dalam Al-Hikmatu Fie Makhluuqaatillaah. Memang benar, jangankan memikirkan makhlukNya yang lebih besar seperti halnya Andromeda Galaxy; Untuk memiki...
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI

Hikmah, Uncategorized
UBAHLAH DUNIA DENGAN KATA SIRAMI BUMI DENGAN NARASI// Dialah Allah 'azza wa jalla yang menganugerahkan bahasa, dan ini hanyalah sebagian kecil di antara tanda-tanda kebesaranNya. Dunia penuh dengan kata-kata, hamparan bumi terisi dengan narasi. Berbahagialah mereka yang memelihara kata-kata mulia, binasalah mereka yang mengobralnya tanpa makna. Bukankah Rasul panutan banyak mengingatkan bahwa seburuk-buruk ucapan, adalah perkataan sia-sia? Namun demikian, tak berarti kita harus diam seribu basa ketika angkara murka merajalela [di dunia nyata maupun dunia maya]. Bahasa bisa mengubah moral, dan narasi bisa membimbing jiwa insan hakiki. Benar apa yang dituturkan Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallaahu 'anh: Maa nadamtu 'alaa sukuutii marratan, laakinnani nadamtu 'alal kalaami miraaran; "Aku...
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA

Hikmah, Uncategorized
MENGHARGAI ITU MAHAL HARGANYA// Keringat ditambah pengorbanan sama dengan kesuksesan. Demikian Charles O. Finley pernah memotivasi. Karenanya, aroma kesuksesan itu muncul dibalik bau keringat yang diperoleh dengan susah payah. Lihatlah Tuan dan Puan, "sang ibu petani" di atas!!. Tidakkah trenyuh qalbu kita melihatnya? Sungguh, pengorbanan yang menampar jiwa. Dengan demikian, marilah belajar menghargai sekecil apa pun yang dilakukan saudara kita; Karena kita tak tahu, sesuatu yang sepele menurut kita, bisa jadi besar menurut mereka. Karena kita tak tahu, bahwa yang diusahakannya itu sudah maksimal menurut mereka. Benar terasa, ternyata berusaha itu tak semudah kita bicara. Ketika kita sudah tahu bagaimana arti menghargai dan dihargai, maka di situlah kita akan mengerti keberadaan orang lain...
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA

Hikmah, Uncategorized
SELAIN IBADAH MEMIMPIN ITU MEMENUHI HAJAT HIDUP MANUSIA// Tahun 1994, rekan-rekan mendaulat diri ini sebagai Bidang Ilmiah Keluarga Mahasiswa Lembaga Pendidikan Dakwah Islam [KM-LPDI] Jakarta. Di antara programnya, bedah literasi tokoh. Bersama rekan angkatan, terselenggaralah saresehan bertajuk "Pemikiran Politik M. Natsir". Sekalipun bahasannya siyasah, namun kami mendapatkan mutiara lain dari keteladanan kepemimpinannya. Kajian demi kajian masih terus bergulir sampai sekarang, bahkan sore ini [24/01/22] yunior kami Wildan Hassan mengirimkan temuan nasihat sang khaadimul ummat yang dipetik Bang YIM dalam tulisannya Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir berikut ini: "Pemimpin menurutnya harus lahir dari bawah, ia lahir karena masyarakat dan kelompoknya menganggap orang itu layak dan pa...
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU

Hikmah, Uncategorized
AKRIM USTAADZAKA; MULIAKANLAH GURUMU // Kalimat itu masih terngiang dalam ingatan; baik ketika menjadi murid MDA tahun 80an, maupun ketika belajar menjadi Guru tingkat Tahdhiri [Pra MDA], semasa masih di bangku Mu'allimien jelang tahun 90an. Pelajaran Mahfuuzhaat, itulah pelajaran pavorit para muridku saat itu [kini banyak di antara mereka yang telah lebih sukses dari Gurunya]. Sekarang, setiap bertemu mereka, pasti mereka mengingatkan tentang pelajaran tadi yang kerapkali disuguhkan secara kisah alias mendongeng [hikaayat]. Merupakan kebahagiaan tersendiri waktu itu, ketika anak-anak menyapa: "Kakak … Kakak … koq belum cerita lagi sih!!??", itulah pinta mereka kalau telat bercerita [sambil gelayutan]. Walau sudah cukup lama, mereka masih mengingatnya. Benar kata pepatah: "Sekian banyak mu...
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

Hikmah, Uncategorized
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS// Selagi menjadi mahasiswa, pernah diberi amanah mendampingi seorang mentor membedah buku Fiqhul Waaqi' karya Nashir Sulaiman al-'Umr. Sebuah panduan praktis yang mengurai bagaimana aktivis dakwah wajib memahami realita ummatnya. Seorang peserta bertanya, mengapa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika ditanya "Amal apakah yang paling mulia? Terkadang Nabi menjawab: berbuat baiklah kepada orang tua, shalatlat di awal waktu, infaqlah di jalan Allah, bahkan menjawab berjihadlah di jalan Allah". Sang mentor menjawab, "Itulah Nabi, beliau sangat memahami realita, dan tahu siapa yang bertanya, maka jawaban disesuaikan dengan kadar akal orang yang bertanya". Demikian pula dalam hal peran dakwah, semua muslim berakal dan dewasa memiliki tugas dakwa...
error: Content is protected !!