Selasa, Juli 21MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!!

GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!!

Hikmah
GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!! // Masih dalam suasana Hari Raya, luapan gembira masih menghiasi setiap ruang rumah, tempat pertemuan, pojok komunitas, paguyuban, dan sejumlah area rekreasi keluarga. Selama dalam batas wajar, kesumringahan semacam ini termasuk pemoles keseruan riuhnya berhari raya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullaah menuturkan: Izhhaarus suruur fil a'yaad min syi'aarid diin; "Menampakkan kegembiraan di Hari Raya merupakan syi'ar dalam agama." [Lihat: Fathul Baari: 2/443]. Namun demikian, keceriaan dan suka cita tidaklah cukup, apabila tidak diiringi rasa empatik bagi saudara-saudaranya. "Tetap atur ekspresi bahagiamu, karena bisa jadi ada sahabat kita yang saat ini tengah Allah 'azza wa jalla uji dengan sakit, bahkan kehilangan orang yang dicintainya". Bukankah Nabi panutan...
SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH

SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH

Hikmah
SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH // Sungguh momentum emas, ketika seseorang dengan suka rela "meminta maaf" tanpa dipaksa. Bahkan kepada orang baru berjumpa dan tak pernah menzhalimi sekalipun, permohonan itu sangat kentalnya. Itulah kemuliaan Hari Raya yang Allah 'azza wa jalla dan nabiNya janjikan, di mana semua orang tengah luruh hatinya. Salah itu sifat umum manusia sebagai makhluq, sedangkan khawatir bersalah merupakan sifat terpuji atas pertimbangan kehati-hatian. Merasa bersalah sifat lapang seorang hamba Allah atas kekhilafan diri, baik terasa maupun tidak. Sementara menyalahkan, kebiasaan yang kurang melibatkan nurani. Adapun tertuduh bersalah, obyek perkara yang perlu ditabayunkan. Karenanya, "Ketika saya salah, apakah anda benar?". Demik...

KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU

Hikmah, Uncategorized
KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU // Menjadi pribadi Muslim yang tangguh, tak semudah membalikkan telapak tangan. Memaksimalkan usia yang tersisa bukanlah perkara ringan. Sementara kematian, ia datang tanpa menunggu seseorang menjadi pribadi yang istiqamah terlebih dahulu. Lalu bagaimanakah agar seseorang menjadi pribadi ideal yang diharapkan? Dalam hal ini, Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradhawy memberikan tujuh rambu-rambu sebagai berikut; paling baik amal perbuatannya [ahsanuhum 'amalan], paling unggul kreativitas karyanya [afdhaluhum intaajan], paling semangat menebar kemanfaatan diri dan orang banyak [ahrashuhum 'alal intifaa'], paling mampu membebaskan kesulitan sesama saudaranya [aqdaruhum 'alat ta'aawun], paling menjaga amanat yang diembannya [ar'aahum lil amaan...
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN // Sudah menjadi pemandangan yang lumrah, di mana sebahagian keluarga Muslim menyediakan suguhan makanannya lebih memilih kaleng bekas biskuit, dari pada wadah lainnya. Selain mudah didapat, juga murah meriah. Khong Guan menjadi wadah kaleng paling legendaris di antara merk wadah kue lainnya? Selain usia produksinya sudah sangat lama, juga keteguhannya dalam mempertahankan kekhasanannya. Maka sangatlah wajar apabila setiap musim lebaran, kaleng-kaleng tersebut kehilangan isinya, dan berubah fungsi menjadi "tempat mabitnya" aneka ragam makanan kering seperti halnya peyek, rengginang, dan keripik. Agar para tamu tidak merasa "kecele" dengan "toples kepalsuan" yang ada, alangkah eloknya apabila disematkan nama jenis makanan keringnya. Kelihatannya seperti sederha...

LELAHMU ADALAH MAHKOTAMU

Uncategorized
LELAHMU ADALAH MAHKOTAMU // Lelahnya kemacetan Cicalengka, Nagreg, hingga Limbangan karena masifnya arus mudik, belum sebanding dengan lelahnya sang Bocil ahlul Qur'an ini. Jauh dari hiruk pikuk keramaian, asyik menyepi dalam tadarusan. "Nam shaalihan yaa bunay, nikmat nian tidurmu! Dalam mimpimu, semoga tak ada kemacetan dan padat merayap seperti yang al-faqir alami. Sepertinya, ananda tengah bermimpi indah, di mana mahkota kemuliaan tengah disematkan di kepalamu …" Tak ada hijab penghalang bagimu untuk mendapatkannya; ketika kedua tanganmu menggenggam "Mu'jizat Abadi" di pangkuan, hal itu menunjukkan mimpimu akan menjadi kenyataan. "Siapa yang bertanya pada Al-Qur'an, pasti dijawab. Siapa yang memohon dengannya, pasti dibalas. Dan siapa yang minta solusi dengannya, pasti ditunjukkannya k...
MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

Hikmah, Uncategorized
MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!! // Terlepas seberapa cepat do'a dikabulkan, manusia hanya disarankan meminta kepada yang Maha segalanya kalau memang merasa butuh. Di samping itu, janganlah lupa, bahwa permohonan seseorang wajib diiringi amal nyata. Itulah yang dialami Nabiyullah Musa 'alaihis salaam, ketika dikejar-kejar Fir'aun dan bala tentaranya. Di tengah-tengah kondisi tak menentu, masih sempat menolong orang-orang kesusahan [QS. Al-Qashash/28:24, dengan kasus menimbakan air bagi dua wanita gembala puteri-puteri Nabi Syu'aib 'alaihis salaam]. Sambil menikmati semilir angin di tempat teduh, diiringi rasa syukur atas nikmat keselamatan yang dianugerahkan. Butiran kata-kata indah pun terucap dari lisannya: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiirun; "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sa...
KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL

KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL

Da'wah, Materi Kajian, Uncategorized
KADO SYAWWAL BUAT YANG MERASA SPESIAL // Bulan Ramadhan 1443 H. mulai bergeser, kini babak baru bulan Syawwal siap menyambutnya. Ketika garis start perjuangan kembali digoreskan, maka bentangan sejarah panjang ke depan pun harus sudah siap untuk ditorehkan. Melalui Buletin Tsaqafah Ghazwul Fikri News Bidang Pemikiran dan Ghazwul Fikri Dewan Da'wah, kado spesial di bulan peningkatan ini siap untuk disajikan. Menepis Fitnah Menggapai Agungnya Fithrah, itulah bahasan pertama. Kembali ke Fithrah; Menafsir Pandemi Menalar Zaman, merupakan bahasan lanjutan. Sedangkan Hari Kemenangan Kita; Menuju Arah Baru Peradaban Ummat, adalah bahasan penutupnya. Demikian tiga materi "Khutbah Peradaban" yang telah disiapkan. Adapun dua bahasan berikutnya, berupa "Risalah Pengorbanan" yang meliputi; Falaa Tamuu...
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

Hikmah, Uncategorized
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!! // Terlepas dari perbedaan makna "mudik" dan "pulang kampung" yang sempat viral, yang lebih penting adalah bagaimana dua peristiwa itu mampu mereview memori yang "terhijab" tirai kejumawaan. Merasa sudah maju, banyak perubahan, memiliki keunggulan, taraf hidup yang melejit, serta status sosial yang menonjol. Semua itu terkadang, menjadi kunci penghalang bagi terbukanya "keran kepekaan" terhadap sesama. Ketika seseorang gagal memahami dirinya dari mana dia berasal, biasanya memaksa pribadi orang itu berubah secara ekstrim. Sekalipun, bisa jadi orang tersebut tidak menyadarinya. Dengan demikian, ketika mudik dan pulang kampung dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ditampilkan dengan penuh elegan, maka sudah bisa dipastikan bahwa mudik dan p...
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIKOleh:Teten Romly Qomaruddien Suasana batin kaum Muslimin pada Ramadhan 1443 H tahun ini memang berbeda dengan suasana dua tahun sebelumnya, di mana tahun 2020 dan 2021 pemerintah memberlakukan larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kini dengan dibolehkannya kembali, dalam sekejap jalanan kembali dipenuhi kendaran bermotor dan kendaraan roda empat. Dari sisi sosiologis dan psikologis sangatlah wajar, apabila kaum Muslimin menumpahkan rasa gembiranya dengan mudik. Di satu sisi, kegembiraan setelah menunaikan ibadah shaum Ramadhan, dan di sisi lainnya hidupnya kembali suasana kehidupan yang lebih optimis penuh antusias. Terlebih telah dibukanya kembali kebolehan mudik, sekalipun masih ada persyaratan yang mesti diperhatika...
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

Hikmah, Uncategorized
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA // "Apabila kita merasa kurang sempurna di permulaan, maka jangan kita cederai di masa perpisahan". Sungguh tak tersisa dari malam-malam pekan terakhir di bulan mulia ini, melainkan dalam hitungan jari semata. Di awal Ramadhan, orang-orang shalih terdahulu mengumpamakan Ramadhan sebagai bulan "panen raya". Setelah melewati masa puncaknya dan mendekati masa akhir, mereka umpamakan sebagai "hari-hari perburuan". Perburuan 10 malam terakhir, perburuan malam-malam ganjil, hingga perburuan malam ganjil tertentu [yakni malam ke-27 Ramadhan]. Semua itu menunjukkan, betapa Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan semangat yang tiada henti agar ummatnya memenangkan "perburuan" itu. Itulah primadona "malam kemuliaan" yang dibidik o...
MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

Tarbiyah, Uncategorized
MEMBERSAMAI MU'TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGATOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian momentum berharga dalam memaksimalkan babak pekan terakhir Ramadhan adalah "mengkarantina jiwa" dengan amalan ahlul i'tikaaf. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan sebagai "relaksasi kejiwaan" dan upaya mengendorkan saraf-saraf kedegilan diri dan kerasnya hati. Sebenarnya, amalan i'tikaf yang paling pokok tidak lepas dari mengoptimalkan ibadah [baik yang wajib maupun sunnat atau naafilah], menghidupkan dzikrullaah dengan cara-cara yang disunnahkan, mengoptimalkan tilaawatul Qur'aan, dan juga renungan diri di saat yang tepat, di mana mu'takifien biasanya lebih menerima dan rela untuk "menyerahkan jiwa" di hadapan Allah 'azza wa jalla. Namun demikian, di dalamnya pula dapat ...
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak motivasi, berupa kabar gembira [targhieb] dan motivasi kabar ancaman [tarhieb], bagi mereka yang tengah menentukan nasib hidupnya kelak. Apakah di negeri akhir menjadi pemenang atau pecundang? Sekalipun surga itu belum dapat dilihat hari ini dengan mata kepala sendiri [maa laa 'ainun ra'at], belum bisa didengar oleh telinga hari ini [wa laa udzunun sami'at], bahkan tidak bisa dirasakan oleh lintasan perasaan manusia saat ini sekalipun [wa laa khatara 'alaa qalbin basyarin]. Semua itu menunjukkan betapa perkara ini merupakan sirrun min asraarillaah, yakni suatu rahasia di antara sekian rahasia-rahasia Allah 'azza wa jalla. Alangkah merugi, mereka yang beranggapan bahwa alam akhir itu sebagai khayalan ...
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

Aqidah, Tarbiyah, Uncategorized
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH // Ada ungkapan popular dalam bahasa 'Arab: Yabqaa alhubbu kalimatan hattaa ya'tiya syakhshuhaa wa ya'thiihaa ma'nan; "Cinta hanya sekadar untaian kalimat belaka, hingga seseorang datang mengisinya dan memberinya makna". Artinya, tak ubahnya bejana kosong tanpa makna, ia akan tetap menjadi diksi tanpa narasi hakiki. Mahabbatullaah itulah substansi Ilahi, sedangkan yang didapat manusia dengan sesamanya hanyalah bentuk perhatian semata. Ahli hikmah menasihatkan: "Janganlah berkeinginan untuk dicintai manusia seutuhnya, karena sifat dan karakter hati manusia itu sendiri bolak-balik [mutaqallabah] sifatnya; hari ini ia bisa mencintaimu, besok hari bisa saja sebaliknya. Hendaklah luruskan fokus keinginanmu untuk dicintai Allah, karena dicintai Alla...
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

Hikmah, Uncategorized
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU // Ketika seseorang merasa tersakiti, biasanya syaithan gerak cepat meniupkan api kesumat [khushuumat; perseteruan]. Hal itu terjadi karena terkadang kurang pandai mengambil hikmah, dan sirnanya ketulusan diri dalam menerima kekurangan. Dengan bismillaah, senyum penuh syukur, mendo'akan orang yang terlibat dalam hidup kita dengan baik, merupakan ikhtiar dalam menampakkan hidup bahagia. Imam Ad-Dzahabi rahimahullaah bertutur: "Seorang mukmin apabila diuji, dia bersabar, menerima nasihat, beristighfar, dan tidak menyibukkan diri dengan mencela orang yang menyakitinya. Karena Allah 'azza wa jalla Hakim yang adil, dia akan memujiNya, dan dia tahu bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya." (Lihat: Siyaru A'laamin Nubalaa', 8/81). Jadi...
BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIA

BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIA

Materi Kajian, Tsaqofah, Uncategorized
BENALU PERUSAK AMAL DI TENGAH BULAN MULIAOleh:Teten Romly Qomaruddien Dalam menggapai kesempurnaan beragama, ada yang dikenal dengan istilah syarat dan rukun. Syarat adalah, suatu yang mesti ditepati sebelum mengerjakan sesuatu. Apabila tidak sempurna syaratnya, maka pekerjaan yang dilakukan pun tidak shah. Sedangkan rukun, adalah sesuatu yang mesti dikerjakan dalam memulai sesuatu. Rukun merupakan bagian pokok yang tidak terpisahkan, apabila terlewatkan menyebabkan pekerjaan itu tidak shah. Berikutnya, jika sebuah pekerjaan itu terpenuhi syarat dan rukunnya, maka itulah yang disebut dengan shah. Kebalikannya, jika suatu pekerjaan tidak terpenuhi syarat dan rukunnya, maka itulah yang disebut bathal atau tidak shah. Namun, dalam memelihara shah dan tidak shahnya suatu pekerjaan...
error: Content is protected !!