MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT
MEMBERSAMAI MU'TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGATOleh:Teten Romly Qomaruddien
Di antara sekian momentum berharga dalam memaksimalkan babak pekan terakhir Ramadhan adalah "mengkarantina jiwa" dengan amalan ahlul i'tikaaf. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan sebagai "relaksasi kejiwaan" dan upaya mengendorkan saraf-saraf kedegilan diri dan kerasnya hati.
Sebenarnya, amalan i'tikaf yang paling pokok tidak lepas dari mengoptimalkan ibadah [baik yang wajib maupun sunnat atau naafilah], menghidupkan dzikrullaah dengan cara-cara yang disunnahkan, mengoptimalkan tilaawatul Qur'aan, dan juga renungan diri di saat yang tepat, di mana mu'takifien biasanya lebih menerima dan rela untuk "menyerahkan jiwa" di hadapan Allah 'azza wa jalla. Namun demikian, di dalamnya pula dapat ...













