Rabu, Juli 8MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT

ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT

Hikmah, Uncategorized
ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT // Untuk bisa istiqamah, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Betapa mahalnya harga sebuah keistiqamahan, maka hanya lima perkara yang bisa membuat hal itu terjadi; 1) Melakukan segala sesuatu atas dasar niat yang ikhlas karena Allah 'azza wa jalla, 2) Mengawal segala sesuatu yang dilakukan dengan kawalan ilmu yang benar, 3) Semangat menjalankan segala sesuatu dengan penuh yakin ada di jalan yang benar, bukan karena dipengaruhi pihak lainnya, 4) Menjalankan segala sesuatu yang diyakini dengan penuh rasa tanggung jawab seiring pertimbangan kebaikan [mashlahat] dan keburukannya [madharat], dan 5) Puncak harapannya, tidak lain hanyalah keridhaanNya [mardhaatillaah]. Sungguh tidak mudah untuk bisa istiqamah, maka pantaslah apabila ...
BAHAGIA ITU BUKAN FATAMORGANA

BAHAGIA ITU BUKAN FATAMORGANA

Hikmah, Uncategorized
BAHAGIA ITU BUKAN FATAMORGANA // Di antara kebaikan Allah 'azza wa jalla pada kita, yaitu dijauhkannya segala sesuatu yang tidak layak untuk kita dapatkan. Apa yang tidak kita dapatkan itu belum tentu sebuah kesengsaraan, sama halnya dengan apa yang kita dapatkan itu belum pasti atau bukanlah satu-satunya jaminan pertanda hidup bahagia. Semua itu, bisa jadi datang dan pergi sebagai ujian belaka. Tugas kita, teruslah berlomba dalam kebaikan hingga ke garis finish perjuangan. Harapannya adalah suatu saat kelak kita harus mampu menumpah ruahkan kebahagiaan itu dengan penuh rasa syukur. "Jangan berfikir untuk menyerah, jika kita masih mau berusaha untuk mencoba. Selama keinginan kita itu masih ada, pasti Dzat yang Maha berkehendak akan menunjukkan jalanNya". Itulah kata kunci utamanya. Kunci b...
MERAWAT FITHRAH TAUHIED DI TENGAH GELOMBANG ISLAMOPHOBIA

MERAWAT FITHRAH TAUHIED DI TENGAH GELOMBANG ISLAMOPHOBIA

Hikmah, Uncategorized
MERAWAT FITHRAH TAUHIED DI TENGAH GELOMBANG ISLAMOPHOBIA // Dalam perspektif dakwah binaa-an-difaa'an, bulan mulia Dzulhijjah banyak memberikan isyarat khittah juang untuk diteladani; 1) Tauhiedullaah merupakan fithrah yang wajib dijaga dan dipelihara sebagai misi global para Nabi dan Rasul, 2) Menguatkan keluarga sebagai pertahanan andalan ajaran Tauhied di segala zaman, 3) Mata rantai perjuangan yang tidak boleh terputus dari generasi ke generasi lainnya sebagai pemegang landasan teologis dan bangunan juang Nubuwwah, 4) Problematika dan tantangan yang menghadang merupakan sunnatullaah dalam perjuangan, 5) Pengorbanan merupakan syarat muthlak yang wajib dipenuhi bagi siapa pun yang menjadi insan juang, 6) Pewarisan nilai dari generasi senior kepada yunior adalah sebuah keniscayaan, dan 7)...
SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWA

SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWAOleh:Teten Romly Qomaruddien Tepat hari Selasa yang lalu [27/06] pekan terakhir bulan Mei 2022 ini, mencoba untuk menyapa para mahasiswaku di STAIPI Jakarta untuk belajar secara offline [sebahagian online]. Seperti biasa, belajar pun dimulai penuh kehangatan dan bersemangat. Terlebih materi kuliahnya "Studi Literasi dan falsafah Tokoh Dakwah", yang tibalah saatnya seorang mahasiswa menyajikan bagaimana sosok Imam Hassan al-Bashri yang begitu sangat ikhlas dan shabar dalam mengarungi kehidupan yang fana' ini. Beragam tingkah manusia ia saksikan, bermacam polah insan ia rasakan. Namun semua itu, tidaklah menjadikan sikap dirinya berubah untuk memahami orang lain yang dilihatnya. Betapa pandainya seorang Al-Hassan menjaga sikap pemaaf ['iffah] bagi sauda...
TUA TUA KELADI MAKIN TUA MAKIN MENJADI

TUA TUA KELADI MAKIN TUA MAKIN MENJADI

Hikmah, Uncategorized
TUA TUA KELADI MAKIN TUA MAKIN MENJADI // Itulah peribahasa populer yang sering muncul untuk menyebut perilaku orang berumur yang dikonotasikan negatif; over puber, tebar pesona, atau bertingkah muda. Padahal Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], memaknai "tua-tua keladi" itu bukan tua umurnya, melainkan juga pengetahuan dan pengalamannya. Secara asal kata, "keladi" mirip dengan caladium, yakni tanaman umbi-umbian serumpun talas-talasan [araceae] yang tidak berbuah besar [lebih pada hiasan]. Dengan demikian, sebutan "makin tua makin menjadi" yang telah melegenda itu, dimaknai positif dengan semakin menjadi bertambah kebaikannya; semakin berilmu, rajin ibadah, dan kebaikan lainnya. Adapun yang diingatkan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah perilaku Qalbus syaikhi syaabbun 'alaa...
MARHABAN DZULHIJJAH YANG AGUNG

MARHABAN DZULHIJJAH YANG AGUNG

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
MARHABAN DZULHIJJAH YANG AGUNG // Terlepas dari kemungkinan terjadinya perbedaan penentuan bulan Dzulhijjah 1443 H, baik yang berpegang pada ru'yah 'aalamiyyah standar wuquf 'arafah atau ru'yah ahlil balad, dan hisab wujuudul hilaal atau hisab imkaanur ru'yah, ditambah ikhtiar baru hisab-ru'yah kriteria MABIMS (Kesepakatan mentri-mentri Agama negara Asean). Lima hal penting yang menjadi saripati bulan ini, janganlah sampai lepas dari genggaman. 1) Menggairahkan amal shalih pada 10 hari awwal Dzulhijjah, 2) Menunaikan shaum 'arafah pada 09 Dzulhijjah, 3) Semangat ibadah qurban pada 10-13 Dzulhijjah dan manasik haji, 4) Menata keluarga Tauhied sebagaimana keluarga Nabiyullah Ibrahim 'alaihis salaam, serta 5) Merawat persatuan ummat [tauhiidul ummah]. Itulah mutiara kemuliaan yang bermuara pa...
MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK

MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK

Hikmah, Tarbiyah
MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK // Di antara analogi paling berbahaya, suka membandingkan sesuatu dengan yang lain atas dasar kesombongan. Inilah yang melatar belakangi Imam As-Syafi'i rahimahullaah berani menegaskan dalam tutur katanya: Awwalu man qaasa ibliisu; "Yang pertama kali membuat analogi adalah iblis". Demikian pula dua ulama terkemuka, yakni Imam Ibnul Jauzy rahimahullaah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullaah melakukan analisis tajam terhadap persoalan ini. Yang pertama memunculkan narasi agar kita selamat dari "belitan iblis" [talbiisu ibliis], sementara yang kedua mengajak untuk menyelamatkan hati dari tipu daya setan [ighaatsatul lahfaan min mashaaidis syaithaan]. Ketika "keangkuhan" bersemayam dalam jiwa, maka ia akan menganggap semua di luar dirinya tak b...
BERDAMAI DENGAN HARAPAN

BERDAMAI DENGAN HARAPAN

Hikmah, Uncategorized
BERDAMAI DENGAN HARAPAN // Diratapi atau tidak, hidup itu berjalan seperti itu. Ibarat orang membawa kendaraan, lalu tiba-tiba mogok; rodanya pecah atau kehabisan bensin. Apa harus diratapi? Tentu saja tidak. Mencari roda atau bensin sebagai solusi, itu tindakan tepat. Ketika sedang diupayakan ada masalah baru, itu perkara lain. Demikian gambaran hidup, yang masing-masingnya memiliki masalah yang tidak sama. Jangan menyerah karena satu masalah, belajarlah tegar menghadapi banyak masalah. Ada atau tidak ada masalah, hidup ini ikhtiar menjawab dan mewujudkan teka-teki jiwa. Yang penting, jangan pernah tidak melibatkan Dzat Maha pemberi solusi dan harapan. Allaahumma rahmataka arjuu, falaa takkilnii ilaa nafsii tharfata 'ainin. Wa ashlihlii sya'nii kullahu laa ilaaha illaa Anta; "Ya Allah rah...
NYALAKAN SEMANGAT QURBANMU, QURBANKU, DAN QURBAN KITA SEMUA!!!

NYALAKAN SEMANGAT QURBANMU, QURBANKU, DAN QURBAN KITA SEMUA!!!

Hikmah, Uncategorized
NYALAKAN SEMANGAT QURBANMU, QURBANKU, DAN QURBAN KITA SEMUA!!! // Indahnya langit karena hiasan hamparan awan membentang … Indahnya rembulan karena adanya hiasan bintang gemintang yang berkedipan … Indahnya lautan lepas karena warna kebiruan yang menyisakan kerinduan … Indahnya langkah perjuangan karena hadirnya iman dan keikhlasan … Dan indahnya pengorbanan di Hari Raya Adhha karena berbalut kesetiaan dan ketha'atan akan titah perintah Dzat yang Maha menguasai segala kehidupan … Buktikan sekarang dan nyalakan semangat!! … Qurbanku, Qurbanmu, dan Qurban kita semua … Rasul panutan pernah berpesan: Man wajada sa'atan falam yudhahhi falaa yaqrabanna mushallaanaa; "Siapa yang diberikan kelapangan rezeki untuk berqurban, namun tidak menunaikannya, maka janganlah mendekati tempat shalat kami." [...
MIMPI DI HARI INI BERHARAP NYATA DI HARI ESOK

MIMPI DI HARI INI BERHARAP NYATA DI HARI ESOK

Hikmah, Uncategorized
MIMPI DI HARI INI BERHARAP NYATA DI HARI ESOK // Memang berat, kalau tantangan yang menggunung hanya dilihat dan dipikirkan. Seharusnya, mulailah digarap pekerjaannya dan dijalankan dengan penuh perhitungan. Berteori tanpa praktek, hanya akan melahirkan "filosof di atas menara gading". Sebaliknya, praktek tanpa didasari teori yang benar, hanya akan membuahkan hasil yang kurang optimal dan serampangan. Lahirnya para pemimpin, public figure, atau sosok yang diidolakan, hanya akan menjadi lamunan panjang dan khayalan tak bertepi, apabila hanya sebatas dimimpikan. Demikian pula cita-cita luhur dan visi-misi yang tinggi hanya akan menjadi kebanggaan yang dielu-elukan, tanpa mampu mewujudkan imperium peradaban yang diharapkan. Mulailah berjuang dari yang kita bisa, karena yang ada pun sudah cuku...
KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG /

KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG /

Hikmah, Uncategorized
KITA TAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG //Di sana senang di sini senang, tentu menjadi harapan semua orang. Di mana pun kita hidup, inginnya senang dan tenang. Ternyata, keduanya tak semudah membalikan telapak tangan. Kita senang, belum tentu orang lain yang melihatnya tenang. Bahkan ketika sudah tenang, yang lain menjadi tak senang. Betapa agungnya ajaran Islam, di mana kita disuruh belajar senang, ketika saudaranya senang dan tenang. Memang benar, tak mudah menyenangkan semua orang. Al-Hafizh Ibnu Qayyim rahimahullaah dengan bijak mengingatkan: Laa budda likulli ni'matin min haasidin, wa likulli haqqin min jaahidin wa ma'aanida; "Mestilah pada setiap kenikmatan ada orang yang tak senang, sama halnya pada setiap kebenaran ada saja yang menyimpang dan membangkang." [Lihat: Miftaah, 1/ 216]....
AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK

AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK

Hikmah, Uncategorized
AGAR SEMUA MENJADI INDAH DI AKHIR KELAK// Dalam mendefinisikan kata "indah", orang bisa beragam. Demikian pula memaknai "hakikat keindahan", bisa berdebat panjang. Selama masih di dunia, keindahan itu bersifat sementara [fanaa']. Ketika memasuki negeri akhir, keindahanpun bersifat kekal [baqaa']. Lalu bagaimana agar keduanya bisa berjalin berkelindan? Menjadikan dunia sebagai masa proses bercocok tanam [yaumaz zar'i] dan negeri akhir sebagai hari memanen [yaumal hishaad], itulah jawaban yang menentramkan. Agar hari esok tak lagi gegabah, maka semangat muhaasabah adalah jawabnya. Agar hidup tak sekedar lelah, maka mengubahnya menjadi lillaah merupakan pijakan niatnya. Hidup laksana arena pacu, Syaikh As-Sa'di menuturkan: "Mereka yang berlomba memburu aneka kebaikan di dunia, berarti mereka ...
MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABAN

MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MERAWAT FITHRAH MENGAWAL PERADABANOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian nikmat yang dianugerahkan kepada manusia adalah nikmat diberikannya fithrah dan kemajuan peradaban. Fithrah bersifat tetap, sedangkan peradaban terus berubah. Islam sebagai agama fithrah, sangat menekankan untuk memelihara dan merawatnya. Demikian pula dengan peradaban, Islam pun sangat mewantikan agar perkembangan peradaban senantiasa mendapatkan pengawalan. Fithrah menurut kitab-kitab kamus beragam maknanya; bersih, suci, asal kejadian, awal penciptaan, tabiat asli dan lain-lain. Semua itu benar, mengingat kata "fithrah" di dalam Al-Qur'an tidak kurang dari 20 kata dengan segala varian yang beragam maknanya. Dari sekian makna fithrah, di antaranya terkait dengan keyakinan manusia yang wajib dipel...
BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!!

BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!!

Hikmah, Uncategorized
BERSANDARLAH SEJENAK, LALU BERTOLAKLAH!!! // Sudah menjadi sunnatullaah, perjuangan itu ada pasang surutnya. Tak selalu semangat atau jenuh selamanya. Tak mudah merawat ghiirah; Ketika berusaha ikhlas, tiba-tiba muncul ujian yang membuat "terpaksa" menjadi tidak ikhlas. Ternyata benar, ikhlas itu tak cocok didiskusikan, apalagi diseminarkan. Ikhlas itu tepatnya diteladankan. Bagaimana caranya? Jawabnya, tak perlu dimatematiskan, cukup dirasakan. Karena hal ini merupakan ranahnya hati [af'aalul qalb], maka pertimbangan hitung-hitungan akal diarsipkan terlebih dahulu. Seperti kerja fisik yang pasti mengalami lelah, demikian pula perbuatan batin. Yang dibutuhkan ternyata rehatlah sebentar, lalu lanjutkan pekerjaan. Menepilah terlebih dahulu, lalu lanjutkan berselancar. Bersandarlah, lalu bert...
DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUR

DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUR

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
DAHSYATNYA DAYA RUSAK GHURUUROleh:Teten Romly Qomaruddien Tak ada seorang pun dari kita yang bisa melepaskan dari "keteperdayaan" diri [ghuruur]; Baik teperdaya oleh keunggulan dirinya, teperdaya oleh kekayaan yang dimilikinya, atau teperdaya oleh faktor lain yang mempengaruhinya. Para ulama banyak menggambarkan ghuruur ini dengan narasi seperti berikut: الغرور وهمٌ يراه صاحبه علماً، فهو جهل مركب، لأن المتصف به لا يدري ولا يدري أنه لا يدري. هذا الجهل آفة عظيمة جامعة لمفاسد الأخلاق وقع في مهواتها الكثيرون، لأحد سببين: إما لأن الغرور لم ينل في نشأته شيئاً من التربية الصحيحة؛ أو لأنه نال حظاً ناقصاً. "Keteperdayaan itu sebuah ilusi di mana sang pelaku melihatnya sebagai ilmu, [padahal sebenarnya] kebodohan majemuk. Hal itu terjadi, dikarenakan orang yang tersifatinya tidak tahu, ...
error: Content is protected !!