Selasa, Juli 7MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

MINAL HARAMAIN SANABDA’U; DARI DUA KOTA SUCI KITA MEMULAI

MINAL HARAMAIN SANABDA’U; DARI DUA KOTA SUCI KITA MEMULAI

Hikmah, Uncategorized
MINAL HARAMAIN SANABDA'U; DARI DUA KOTA SUCI KITA MEMULAIOleh:Teten Romly Qomaruddien Bagi Al-faqir, November kali ini merupakan bulan yang teramat istimewa. Selain sebelumnya mendapatkan kesempatan menjadi pemberi keterangan Ahli di Mahkamah Konstitusi terkait UU Perkawinan Tahun 1974, juga dapat hadir sebagai pemateri dan peserta sekaligus pada berbagai seminar tentang Melawan Gerakan Islamophobia, Memaknai Wasathiyyatul Islaam, Memotret Ahlus Sunnah wal Jamaa'ah di Nusantara, Tajdiid dan Tawassuth dalam Narasi Islam Klasik dan Kontemporer, Moderasi Beragama dan Pintu Pemurtadan, hingga pembahasan Kemanusiaan dan Keberagamaan. Bahasan demi bahasan tersebut cukup dirasakan menggugah selera intelektual dan adrenalin pemikiran. Selain itu, yang membahagiakan adalah bisa kembali me...
BELAJAR MENANGIS SEBELUM TERTAWA (Catatan Angkot Sang Guru)

BELAJAR MENANGIS SEBELUM TERTAWA (Catatan Angkot Sang Guru)

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR MENANGIS SEBELUM TERTAWA (Catatan Angkot Sang Guru)Oleh:Santri MAU Institute Bisa tertawa dan menangis dalam rentang masa yang tidak jauh berbeda. Haru bisa bergulir menjadi pilu dalam pijakan radius yang sama. Begitulah siklus hidup manusia …Luka kita sementara, sedih juga pasti ada ujungnya.Sabarlah saja sejenak, walau terkadang rentetan peristiwa membuat kita serasa habis dipermainkan emosi. Tapi … Bukankah tidak ada rasa yang dipahat abadi dalam sanubari? Tidak ada duka yang diciptakan selamanya menetap dalam dada? Maha suci Allah 'azza wa jalla yang Maha mengatur setiap pertemuan, terlebih pertemuan yang membawa pada penyadaran diri … Kita tidak bisa meremehkan arti sebuah pengorbanan … Ya benar, pengorbanan yang menggambarkan kesungguhan perjuangan. Guruku pernah...
AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALAN

AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALAN

Hikmah, Uncategorized
AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALANOleh:Santri MAU Institute Bukan sekadar pemanis kalam belaka, bahwa Islam merupakan diin paling sempurna. Yakni ajaran yang mengatur semua lini kehidupan tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya merangkum kaidah-kaidah penting interaksi sosial. Manusia, sebagai makhluq yang diciptakan dengan keberagaman; berjalan di atas ketidaksamaan warna bahasa, variasi budaya, dan latar belakang sejarah yang berbeda-beda, mampu menghadirkan kemanusiannya. Semua itu terjadi, karena Allah 'azza wa jalla menganugerahkan konsep ukhuwwah yang mampu merawat heterogenitas dalam menjembatani segala jenis perbedaan dengan jalinan persaudaraan. Salah satu kenikmatan agung yang Allah 'azza wa jalla hamparkan pada kita adalah kenikmatan dipersaudarakan [at-taaakhiy] y...

MARHABAN YAA AHLAL UKHUWWAH WAL HARAKAH

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
MARHABAN YAA AHLAL UKHUWWAH WAL HARAKAH Dalam usianya yang hampir genap satu abad, kini Persatuan Islam [PERSIS] tengah berbenah menyongsong masa depan. Muktamar XVI yang diselenggarakan mulai tanggal 23-26 September 2022 di Soreang Kabupaten Bandung ini, benar-benar akan menjadi saksi berpadunya ghiirah dan 'izzah juang para pengemban washiyat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam dari berbagai daerah di pelosok tanah air sebagai duta-duta dakwah pengemban ar-rujuu' ilal Qur'aan was Sunnah. Sebagaimana sunnatullaah dalam perjuangan dakwah, fase membangun masyarakat bertauhid [marhalatut tauhiid] dan mewujudkan situasi-kondisi yang penuh ikatan persaudaraan [marhalatul ukhuwwah] merupakan dua perkara yang niscaya wajib dilakukan. Dengan semangat keduanya itulah, baht...
MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR

MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR

Hikmah, Uncategorized
MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR // Kehidupan laksana kurikulum. Demikian, Guru Besar Pendidikan asal Kota Kembang menegaskan. Memang benar, dalam hidup ini ada ragam sifat manusia yang bisa dipotret. Di antara yang disebut Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam; seolah-olah orang asing [ghariibun] atau musafir ['aabiru sabiilin] sebagaimana HR. Al-Bukhari dari shahabat Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anh. Biasanya, yang namanya orang asing atau musafir akan lebih hati-hati dan bisa membawa diri. Selain itu, mereka hanya menjadikan dunia sebagai "tempat singgah sejenak" atau "tempat berteduh sementara", di mana sewaktu-waktu akan ditinggalkan. Jadi jalma mah kudu bisa nitipkeun diri nyangsangkeun awak; "Jadi orang itu harus mampu menitipkan diri dan badan", itulah pepatah para karuhun. Kata ...
GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU

GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU

Hikmah, Uncategorized
GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU // Tulisan apa pun; baik goresan tangan atau ketikan, maka dapat dikatakan manuskrip [makhthuuthah]. Adapun ilmu yang mengkaji terkait kehidupan, pranata dan sejarah yang terdapat dalam naskah [nuskhah], itulah yang disebut Filologi. "Maka benarlah, tulisan itu alat konfirmasi diri. Menulis artinya mengabadikan gagasan; sarana menitipkan kenangan, kadang juga mengingatkan kita pada sebuah perasaan. Dan nyatanya, entah berapa kali kita disemangati oleh kalimat-kalimat yang pernah kita tulis sendiri". Demikian, seorang pegiat sastra mengingatkan diri ini. Nashihat para Guru layak untuk kita renungkan: "Tuangkan dalam tulisan apa yang engkau lakukan dan lakukan apa yang pernah engkau tuliskan!". Bukankah sebaik-baiknya duduk bagi seorang penuntut ilmu, adalah ...
SEPTEMBER KELABU

SEPTEMBER KELABU

Hikmah, Kebangsaan, Uncategorized
SEPTEMBER KELABU // Sewaktu duduk di bangku SD kelas 6 [1984], ayahku senang berkisah masa lalu di tengah-tengah santai sore keluarga. Sambil "gogolehean" [tiduran] di pangkuan mamahku, diri ini menyimak satu persatu kisah yang disajikan dengan seksama. Mulai dari sejarah kejayaan Masyumi tahun 1950an dengan tokoh-tokohnya, hingga pengkhianatan Partai Komunis Indonesia [PKI] yang gagal melakukan pemberontakan dengan G 30 S/ PKI-nya tahun 1965. Ayah cerita tentang kakek dan para Kyai lain yang digelandang ke hutan ditutup mata, ayah pun cerita tentang Kyai ahli Tafsir Sunda yang hilang diculik para bedebah anti Tuhan itu, ayah pun cerita tentang simpang siur berita Darul Islam putih dan "Darul Islam" merah, ayah pun cerita bagaimana manunggalnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia [ABRI]...
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

Hikmah
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAINOleh:Teten Romly Qomaruddien Genap sudah 12 hari lamanya, diri ini tidak menjentikkan jemari. Selain ada perkara teknik yang kurang mendukung sarana, juga ada suasana batin yang sepertinya mengajak diri ini untuk lebih melakukan tafakkur dan tadabbur atas segala yang terjadi di hadapan; baik peristiwa pada diri sendiri, kerabat dekat, dan khalayak luar yang lebih luas. Sekalipun terkesan guyon dan candaan segar, seorang Guru tiba-tiba mengirimkan potongan video [berupa kendaraan yang kelebihan beban] yang mengesankan dan sekaligus menggelitik untuk ditafsirkan. Di samping itu, ada ilham lain yang sangat menginspirasi di mana seorang mitra diskusi memberikan dorongan-dorongan konstruktif yang bisa lebih meluas...
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

Hikmah, Uncategorized
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI'AAFANOleh:Teten Romly Qomaruddien Sesuai algoritma digital yang begitu cepat berubah, maka fenomena "ajang kreasi" kaum muda teranyar yang dikenal dengan Citayam Fashion Week pun meredup. Bahkan, di beberapa titik kota bermunculan kreasi alternatif sebagai penggantinya, di mana aroma religius lebih kental dan lebih mendidik. Itulah hakikat pendidikan; di mana proses pembelajaran tidak harus dilaksanakan di ruang kelas semata, melainkan bisa menggunakan fasilitas publik. Dalam pendekatan sosiologis, bisa saja orang berdebat terkait pro kontra "ajang kreasi" itu, namun menjaga sesuatu yang tidak diinginkan terhadap generasi anak bangsa pun merupakan pertimbangan yang wajib diperhatikan. Adanya kekhawatiran terjerumus budaya bebas...
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASAOleh:Teten Romly Qomaruddien Sebagai makhluq yang diberikan perasaan oleh Dzat Maha Pencipta [homo somatica], setiap insan akan mengarungi kehidupannya dengan hiasan semilir batinnya itu [esoteris]. Menghidupkan perasaan itu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan insan, karena hal itu sudah menjadi anugerah Allah 'azza wa jalla. Ibarat titik-titik air embun yang senantiasa melapisi benda yang ditemuinya, terutama dedaunan pepohonan yang tumbuh di muka bumi ini. Karena itulah setiap tumbuhan menjadi tampak lebih hidup dibuatnya. Wajarlah apabila bisikan batin ini bergumam seperti ini: "Jadilah tetesan embun di dedaunan, agar ia tetap tumbuh segar menyongsong harapan …" Dahsyatnya perasaan melebihi dari segalanya, sek...
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYAOleh:HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA Berangkat dari sebuah pepatah Arab yang menasihatkan pada kita, di mana hidup ini diibaratkan dengan lembaran kisah drama yang berubah-ubah. Setiap episode memiliki alur cerita yang berbeda-beda, demikian pula dengan kehidupan kita masing-masing yang memiliki keragaman taqdir yang berbeda-beda pula. مثل الحياة مثل قصة قصيرة، فلا تقف عند الشطر الحزين منها "Kehidupan ini seperti cerita pendek, maka janganlah engkau berhenti pada episode yang menyedihkan." Agar hidup jauh dari bayangan gelap dan selalu melihat sisi yang terang, maka yang mesti dilakukan seseorang itu menjaga keseimbangan. Artinya adalah; senang atau pun susah, bahagia atau pun sengsara, dan sumringah a...
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Biasanya, ketika seseorang merasa kalah dan lemah dalam hidupnya, maka lillaah dan 'izzah pun kian terasa tidak mendapat tempat dalam dirinya. Agar jiwa-jiwa itu merasakan marwah-nya sebagaimana orang-orang shalih yang layak jadi pemenang, maka permohonan kekuatan dan sapaan menjadi bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam menjemput tahni'ah kemuliaan. Tertanamnya sikap ikhlas, kelapangan, tawakkal, ikhtiar serta iringan do'a yang tulus dan tidak terputus menjanjikan bentangan harapan dan penawar jiwa untuk hidup yang lebih berghairah menuju masa depan. Satu hal yang penting jadi catatan, "Menang saja tidaklah cukup, apabila tidak disertai dengan kelapangan". Untuk kem...
TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR

TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR

Hikmah, Uncategorized
TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR // Tidak mudah bagi seseorang untuk menerima keadaan yang tidak lazim, contohnya Nabiyullaah Zakariya 'alaihis salaam dan istrinya yang mengidam-idamkan hadirnya sang buah hati. Dengan setengah putus asa, mereka pun berusaha pasrah dan sadar diri bahwa usia sudah tidak muda lagi. Namun, satu hal yang tidak pernah hilang dari mereka, yaitu selalu bersyukur. Dengan syukur itulah, mereka bisa hidup semangat dan tetap bahagia. Sekalipun kenyataannya pahit, namun mereka tampak terlihat manis dan sumringah. Wa lam akun bidu'aaika Rabbii syaqiyyan; "… Aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepadaMu yaa Rabb." [QS. Maryam/19:4]. Demikian alunan mutiara yang selalu mereka curahkan kepada Dzat yang Maha pencipta alam ini. Semoga kemuliaan hidup dan kemudahan rezeki mampu m...
TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH

TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH

AKHBAR NEWS!, Hikmah, Uncategorized
TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH "Di atas kereta yang istiqamah kita bisa istirahat". Itulah WA terakhir Pangersa Drs. K.H. Uu Suhendar, M.Ag. [Anggota DH PP. PERSIS] mengomentari tulisan TRQ di MadrasahAbi-Umi.Com yang berjudul "Istiqamah Memang Berat … Yang Ringan Itu Istirahat" (posting WAG Forum Mubahatsah atau FM). Tidak lama berselang, beliau pun dikabarkan masuk Rumah Sakit, dan pagi ini melalui kabar Prof. Dr. K.H. Atip Latiful Hayat di WAG Majelis Mubahatsah [MM] kita semua mendapatkan kabar duka. Sebuah untaian nasihat yang al-faqir catat, ketika beliau memberikan "harewos" di tengah-tengah makan siang dalam perhelatan Sidang Dewan Hisbah di Bangil Jawa Timur: "Ustadz Teten, ngajalanan hirup mah kudu mengalir, mun mobil urang mogok di jalan kusabab ban bitu maenya urang teh rek ...
DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU

DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU

Hikmah, Uncategorized
DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU // Salahsatu perbuatan batin yang sering muncul pada manusia, adalah kesedihan [al-hazn]. Itu sesuatu yang manusiawi, bukan perkara 'aib dalam kehidupan. Biasanya, sedih itu muncul ketika potret negatif masa lalu terlampau mendominasi diri, akhirnya depresi. Sedangkan khawatir atau takut [al-khauf], terjadi karena potret negatif yang berlebihan terhadap situasi-kondisi yang akan datang, itulah kecemasan atau dikenal dengan anxiety. Keduanya bisa menjadi sumber penyakit jiwa, apabila dibiarkan tanpa kawalan iman. Bukankah Al-Qur'an yang agung berulang kali mengingatkan, orang beriman itu Laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun; "Tidak ada rasa takut dan tidak ada rasa cemas". Begitu pula dengan do'a Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang mem...
error: Content is protected !!