Rabu, Juli 8MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

TABAYYUN ‘ILMIYYAH ITU PENTING

TABAYYUN ‘ILMIYYAH ITU PENTING

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TABAYYUN 'ILMIYYAH ITU PENTING // Suatu hari, saya dipanggil khusus Bapak [Allaahu yarhamh Pak Moh. Natsir] saat genting-gentingnya "Revolusi Khomeini" di Iran. Hampir semua kampus dan pergerakan muda Islam tertuju ke sana … Saya ditanya: "Saudara Nabhan, apa benar ajaran Syi'ah sesat?", ujar Bapak. "Benar pak", jawab saya. "Saudara bisa buktikan?", kejar Bapak. "Bisa pak", jawab saya lagi. Setelah saya menjelaskan, bapak pun bertanya simpatik: "Apa yang saudara butuhkan dan saya bisa bantu?". Ujar pak Natsir meyakinkan. Demikianlah perhatian seorang "Amiirud Da'wah" terhadap masalah 'aqidah ummat. Beliau bertanya bukanlah tidak paham, melainkan ingin kejelasan ilmiah [tabayyun 'ilmiyyah] dan ketegasan penjelasan [ta'kiidul bayaan] dari seseorang yang dianggap memiliki otoritas ilmu. Tampa...
RUWET RUWETT AND RUWETTT!!

RUWET RUWETT AND RUWETTT!!

Hikmah, Uncategorized
RUWET RUWETT AND RUWETTT!!! // Itulah posting sticker yang viral saat ini; kata "ruwet" 3x, ditambah gambar "benang kusut" yang sulit diurai. Sebenarnya, dari mana datangnya keruwetan itu? Dari mana lagi, kalau bukan dari rekaman pandangan kita, masuk pada akal pikiran, lalu menyelinap dalam hati. Ketika mengkristal dan menular ke sekujur tubuh, khususnya wajah. Maka tak bisa disembunyikan lagi; ceria dan murungnya, sumringah dan dan pucatnya, serta menawan dan bermuram durja-nya sangat terlihat pada body language-nya. Petuah Arab menuturkan: Lil jamaali syuruuthun katsiiratun, ahammuhaa al-ibtisaamatu; "Seseorang untuk disebut mempesona itu memiliki banyak syarat, yang paling terlihat adalah senyumannya". Ketika penat dianggap sebagai pengingat untuk rehat sejenak, masalah dan musykilah d...
LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA

LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA

Hikmah, Uncategorized
LEZATNYA KETUPAT LEBARAN SEDALAM MAKNA SIMBOLIKNYA // Hidangan khas Hari Raya ala Nusantara ini, tetap menjadi idola. "Ketupat lebaran", demikian orang-orang menyebutnya. Lebih singkat disebut "kupat", merupakan singkatan dari "ngaku lepat" [artinya mengaku bersalah]. Atau "laku papat", mencerminkan empat tingkah laku; lebaran [suasana bahagia setelah puasa], luberan [saat tepat berbanyak shadaqah], leburan [momentum bermaafan melebur dosa], dan laburan [labur atau kapur, artinya putih bersih lahir-batin]. Adapun daun kelapa muda yang dianyam, menunjukkan harapan penguatan jiwa dan raga. Terlepas dari tafsir budaya yang debatable, Islam tidak menolaknya sebagai kandungan nasihat selama tidak berlebihan dan tidak menerabas batas 'aqidah dan syari'ah. Makanan ini, tentu tidak populer di nege...
GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!!

GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!!

Hikmah
GEMBIRA YES, EMPATIK YES YES!! // Masih dalam suasana Hari Raya, luapan gembira masih menghiasi setiap ruang rumah, tempat pertemuan, pojok komunitas, paguyuban, dan sejumlah area rekreasi keluarga. Selama dalam batas wajar, kesumringahan semacam ini termasuk pemoles keseruan riuhnya berhari raya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullaah menuturkan: Izhhaarus suruur fil a'yaad min syi'aarid diin; "Menampakkan kegembiraan di Hari Raya merupakan syi'ar dalam agama." [Lihat: Fathul Baari: 2/443]. Namun demikian, keceriaan dan suka cita tidaklah cukup, apabila tidak diiringi rasa empatik bagi saudara-saudaranya. "Tetap atur ekspresi bahagiamu, karena bisa jadi ada sahabat kita yang saat ini tengah Allah 'azza wa jalla uji dengan sakit, bahkan kehilangan orang yang dicintainya". Bukankah Nabi panutan...
SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH

SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH

Hikmah
SALAH, KHAWATIR SALAH, MERASA BERSALAH, MENYALAHKAN, DAN TERTUDUH BERSALAH // Sungguh momentum emas, ketika seseorang dengan suka rela "meminta maaf" tanpa dipaksa. Bahkan kepada orang baru berjumpa dan tak pernah menzhalimi sekalipun, permohonan itu sangat kentalnya. Itulah kemuliaan Hari Raya yang Allah 'azza wa jalla dan nabiNya janjikan, di mana semua orang tengah luruh hatinya. Salah itu sifat umum manusia sebagai makhluq, sedangkan khawatir bersalah merupakan sifat terpuji atas pertimbangan kehati-hatian. Merasa bersalah sifat lapang seorang hamba Allah atas kekhilafan diri, baik terasa maupun tidak. Sementara menyalahkan, kebiasaan yang kurang melibatkan nurani. Adapun tertuduh bersalah, obyek perkara yang perlu ditabayunkan. Karenanya, "Ketika saya salah, apakah anda benar?". Demik...

KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU

Hikmah, Uncategorized
KEMATIAN DATANG TANPA MENUNGGU ISTIQAMAH TERLEBIH DAHULU // Menjadi pribadi Muslim yang tangguh, tak semudah membalikkan telapak tangan. Memaksimalkan usia yang tersisa bukanlah perkara ringan. Sementara kematian, ia datang tanpa menunggu seseorang menjadi pribadi yang istiqamah terlebih dahulu. Lalu bagaimanakah agar seseorang menjadi pribadi ideal yang diharapkan? Dalam hal ini, Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradhawy memberikan tujuh rambu-rambu sebagai berikut; paling baik amal perbuatannya [ahsanuhum 'amalan], paling unggul kreativitas karyanya [afdhaluhum intaajan], paling semangat menebar kemanfaatan diri dan orang banyak [ahrashuhum 'alal intifaa'], paling mampu membebaskan kesulitan sesama saudaranya [aqdaruhum 'alat ta'aawun], paling menjaga amanat yang diembannya [ar'aahum lil amaan...
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR DARI KALENG KEJUJURAN // Sudah menjadi pemandangan yang lumrah, di mana sebahagian keluarga Muslim menyediakan suguhan makanannya lebih memilih kaleng bekas biskuit, dari pada wadah lainnya. Selain mudah didapat, juga murah meriah. Khong Guan menjadi wadah kaleng paling legendaris di antara merk wadah kue lainnya? Selain usia produksinya sudah sangat lama, juga keteguhannya dalam mempertahankan kekhasanannya. Maka sangatlah wajar apabila setiap musim lebaran, kaleng-kaleng tersebut kehilangan isinya, dan berubah fungsi menjadi "tempat mabitnya" aneka ragam makanan kering seperti halnya peyek, rengginang, dan keripik. Agar para tamu tidak merasa "kecele" dengan "toples kepalsuan" yang ada, alangkah eloknya apabila disematkan nama jenis makanan keringnya. Kelihatannya seperti sederha...
MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!!

Hikmah, Uncategorized
MEMINTALAH SELAGI BUTUH!!! // Terlepas seberapa cepat do'a dikabulkan, manusia hanya disarankan meminta kepada yang Maha segalanya kalau memang merasa butuh. Di samping itu, janganlah lupa, bahwa permohonan seseorang wajib diiringi amal nyata. Itulah yang dialami Nabiyullah Musa 'alaihis salaam, ketika dikejar-kejar Fir'aun dan bala tentaranya. Di tengah-tengah kondisi tak menentu, masih sempat menolong orang-orang kesusahan [QS. Al-Qashash/28:24, dengan kasus menimbakan air bagi dua wanita gembala puteri-puteri Nabi Syu'aib 'alaihis salaam]. Sambil menikmati semilir angin di tempat teduh, diiringi rasa syukur atas nikmat keselamatan yang dianugerahkan. Butiran kata-kata indah pun terucap dari lisannya: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiirun; "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sa...
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!!

Hikmah, Uncategorized
MUDIKKAN HATIMU DAN PULANG KAMPUNGKAN JIWAMU!!! // Terlepas dari perbedaan makna "mudik" dan "pulang kampung" yang sempat viral, yang lebih penting adalah bagaimana dua peristiwa itu mampu mereview memori yang "terhijab" tirai kejumawaan. Merasa sudah maju, banyak perubahan, memiliki keunggulan, taraf hidup yang melejit, serta status sosial yang menonjol. Semua itu terkadang, menjadi kunci penghalang bagi terbukanya "keran kepekaan" terhadap sesama. Ketika seseorang gagal memahami dirinya dari mana dia berasal, biasanya memaksa pribadi orang itu berubah secara ekstrim. Sekalipun, bisa jadi orang tersebut tidak menyadarinya. Dengan demikian, ketika mudik dan pulang kampung dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ditampilkan dengan penuh elegan, maka sudah bisa dipastikan bahwa mudik dan p...
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIKOleh:Teten Romly Qomaruddien Suasana batin kaum Muslimin pada Ramadhan 1443 H tahun ini memang berbeda dengan suasana dua tahun sebelumnya, di mana tahun 2020 dan 2021 pemerintah memberlakukan larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kini dengan dibolehkannya kembali, dalam sekejap jalanan kembali dipenuhi kendaran bermotor dan kendaraan roda empat. Dari sisi sosiologis dan psikologis sangatlah wajar, apabila kaum Muslimin menumpahkan rasa gembiranya dengan mudik. Di satu sisi, kegembiraan setelah menunaikan ibadah shaum Ramadhan, dan di sisi lainnya hidupnya kembali suasana kehidupan yang lebih optimis penuh antusias. Terlebih telah dibukanya kembali kebolehan mudik, sekalipun masih ada persyaratan yang mesti diperhatika...
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA

Hikmah, Uncategorized
MALAM KEMULIAAN ITU PENUH MISTERI DAN UNIK PENUH PESONA // "Apabila kita merasa kurang sempurna di permulaan, maka jangan kita cederai di masa perpisahan". Sungguh tak tersisa dari malam-malam pekan terakhir di bulan mulia ini, melainkan dalam hitungan jari semata. Di awal Ramadhan, orang-orang shalih terdahulu mengumpamakan Ramadhan sebagai bulan "panen raya". Setelah melewati masa puncaknya dan mendekati masa akhir, mereka umpamakan sebagai "hari-hari perburuan". Perburuan 10 malam terakhir, perburuan malam-malam ganjil, hingga perburuan malam ganjil tertentu [yakni malam ke-27 Ramadhan]. Semua itu menunjukkan, betapa Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan semangat yang tiada henti agar ummatnya memenangkan "perburuan" itu. Itulah primadona "malam kemuliaan" yang dibidik o...
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

Hikmah, Uncategorized
BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU // Ketika seseorang merasa tersakiti, biasanya syaithan gerak cepat meniupkan api kesumat [khushuumat; perseteruan]. Hal itu terjadi karena terkadang kurang pandai mengambil hikmah, dan sirnanya ketulusan diri dalam menerima kekurangan. Dengan bismillaah, senyum penuh syukur, mendo'akan orang yang terlibat dalam hidup kita dengan baik, merupakan ikhtiar dalam menampakkan hidup bahagia. Imam Ad-Dzahabi rahimahullaah bertutur: "Seorang mukmin apabila diuji, dia bersabar, menerima nasihat, beristighfar, dan tidak menyibukkan diri dengan mencela orang yang menyakitinya. Karena Allah 'azza wa jalla Hakim yang adil, dia akan memujiNya, dan dia tahu bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya." (Lihat: Siyaru A'laamin Nubalaa', 8/81). Jadi...
BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES

BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES // Setiap sore kita menyaksikan, banyak orang berseliweran membawa es batu. Benda cair yang dipadatkan itu sering menjadi primadona, terlebih di bulan mulia Ramadhan ini. Sekalipun mengkonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan radang tenggorokan, atau penyakit lainnya. Namun, "rasanya kurang afdhal apabila berbuka shaum tanpa dibersamai minuman dingin", ujar milenial. Ketika belum membeku, dia memang benda cair. Sesudah menjadi es, berubah menjadi padat dan keras, jadilah batu es, bahkan gunung es dalam skala cuaca berat. Masih ingatkah peristiwa tragis yang melegenda? Tenggelamnya kapal super mewah Titanic [15 April 1912] di Utara Samudra Atlantic yang menabrak gunung es. Selain karakternya yang bisa mencair dan bisa keras itu, pelajaran penting ...
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak ungkapan kata di jagat raya ini, namun tak akan mampu mengalahkan kalam mulia dalam Kitaabullaah dan Sunnah nabi-Nya. Kalau pun ada bentangan kalimat terurai dari cerdik pandai yang diberi hikmah, itulah mereka para pelita zaman yang terus menebar narasi iman, menyalakan obor kemuliaan. Untaian kalimatnya laksana mutiara ratna mutu manikam, menyeruak ke seluruh relung batin yang teramat dalam. Terlebih ketika mereka bertutur akan makna sebuah ketaatan; yakni ketaatan hakiki tanpa kepalsuan dan pencitraan, ketaatan yang terdorong dari panggilan jiwa akan pentingnya ketundukkan makhluuq yang lemah di hadapan Rabbul khalqi yang Maha gagah. Misalnya Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahulla...
PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM

PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM

Hikmah, Uncategorized
PERNAK-PERNIK AKSI 114 DAN TUGAS JELANG IFTHAR SHAUM // Sejak ramai diberitakan media, bahwa akan ada aksi BEM SI seputaran Istana Negara dan DPR-MPR RI, diri ini langsung teringat pada tugas yang diamanahkan untuk mengisi acara "Syi'ar Ramadhan" di Pro1 91.2 FM RRI Jakarta. Sesuai dengan tema yang diminta, "Ketika Taat Terasa Berat" [Lihat: artikel kolom Dakwah atau Hikmah], mulailah al-faqir membuat goresan pena [tepatnya jentik jemari] di atas bis 9A sambil "menikmati" cuaca panas tapi mendung sepanjang jalan Tol Bekasi-Prumpung Jatinegara. Sambil menunggu jam 16.30 WIB tiba, bakda zhuhur sempat merapihkan tulisan di Lantai 6 Gedung Menara Da'wah Kramat Raya 45 [sekarang kami menyebutnya Lantam, merujuk pada aktivitas Madrasah Ilmiyah bidang-bidang yang kami garap di "lantai enam" Gedun...
error: Content is protected !!