Sabtu, Juni 27MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR MUDIK TETAP ASYIK DAN SIMPATIKOleh:Teten Romly Qomaruddien Suasana batin kaum Muslimin pada Ramadhan 1443 H tahun ini memang berbeda dengan suasana dua tahun sebelumnya, di mana tahun 2020 dan 2021 pemerintah memberlakukan larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kini dengan dibolehkannya kembali, dalam sekejap jalanan kembali dipenuhi kendaran bermotor dan kendaraan roda empat. Dari sisi sosiologis dan psikologis sangatlah wajar, apabila kaum Muslimin menumpahkan rasa gembiranya dengan mudik. Di satu sisi, kegembiraan setelah menunaikan ibadah shaum Ramadhan, dan di sisi lainnya hidupnya kembali suasana kehidupan yang lebih optimis penuh antusias. Terlebih telah dibukanya kembali kebolehan mudik, sekalipun masih ada persyaratan yang mesti diperhatika...
MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

MEMBERSAMAI MU’TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGAT

Tarbiyah, Uncategorized
MEMBERSAMAI MU'TAKIFIEN DENGAN KUTAIBAAT DAN DISKUSI HANGATOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian momentum berharga dalam memaksimalkan babak pekan terakhir Ramadhan adalah "mengkarantina jiwa" dengan amalan ahlul i'tikaaf. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan sebagai "relaksasi kejiwaan" dan upaya mengendorkan saraf-saraf kedegilan diri dan kerasnya hati. Sebenarnya, amalan i'tikaf yang paling pokok tidak lepas dari mengoptimalkan ibadah [baik yang wajib maupun sunnat atau naafilah], menghidupkan dzikrullaah dengan cara-cara yang disunnahkan, mengoptimalkan tilaawatul Qur'aan, dan juga renungan diri di saat yang tepat, di mana mu'takifien biasanya lebih menerima dan rela untuk "menyerahkan jiwa" di hadapan Allah 'azza wa jalla. Namun demikian, di dalamnya pula dapat ...
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAH

Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
LIMA GOLONGAN PERAIH WISMA SURGA TERINDAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak motivasi, berupa kabar gembira [targhieb] dan motivasi kabar ancaman [tarhieb], bagi mereka yang tengah menentukan nasib hidupnya kelak. Apakah di negeri akhir menjadi pemenang atau pecundang? Sekalipun surga itu belum dapat dilihat hari ini dengan mata kepala sendiri [maa laa 'ainun ra'at], belum bisa didengar oleh telinga hari ini [wa laa udzunun sami'at], bahkan tidak bisa dirasakan oleh lintasan perasaan manusia saat ini sekalipun [wa laa khatara 'alaa qalbin basyarin]. Semua itu menunjukkan betapa perkara ini merupakan sirrun min asraarillaah, yakni suatu rahasia di antara sekian rahasia-rahasia Allah 'azza wa jalla. Alangkah merugi, mereka yang beranggapan bahwa alam akhir itu sebagai khayalan ...
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

Aqidah, Tarbiyah, Uncategorized
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH // Ada ungkapan popular dalam bahasa 'Arab: Yabqaa alhubbu kalimatan hattaa ya'tiya syakhshuhaa wa ya'thiihaa ma'nan; "Cinta hanya sekadar untaian kalimat belaka, hingga seseorang datang mengisinya dan memberinya makna". Artinya, tak ubahnya bejana kosong tanpa makna, ia akan tetap menjadi diksi tanpa narasi hakiki. Mahabbatullaah itulah substansi Ilahi, sedangkan yang didapat manusia dengan sesamanya hanyalah bentuk perhatian semata. Ahli hikmah menasihatkan: "Janganlah berkeinginan untuk dicintai manusia seutuhnya, karena sifat dan karakter hati manusia itu sendiri bolak-balik [mutaqallabah] sifatnya; hari ini ia bisa mencintaimu, besok hari bisa saja sebaliknya. Hendaklah luruskan fokus keinginanmu untuk dicintai Allah, karena dicintai Alla...
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENDULANG MUTIARA KETAATAN DARI PARA PELITA ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak ungkapan kata di jagat raya ini, namun tak akan mampu mengalahkan kalam mulia dalam Kitaabullaah dan Sunnah nabi-Nya. Kalau pun ada bentangan kalimat terurai dari cerdik pandai yang diberi hikmah, itulah mereka para pelita zaman yang terus menebar narasi iman, menyalakan obor kemuliaan. Untaian kalimatnya laksana mutiara ratna mutu manikam, menyeruak ke seluruh relung batin yang teramat dalam. Terlebih ketika mereka bertutur akan makna sebuah ketaatan; yakni ketaatan hakiki tanpa kepalsuan dan pencitraan, ketaatan yang terdorong dari panggilan jiwa akan pentingnya ketundukkan makhluuq yang lemah di hadapan Rabbul khalqi yang Maha gagah. Misalnya Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahulla...
MENGHIDUPKAN PEWARISAN NILAI

MENGHIDUPKAN PEWARISAN NILAI

Tarbiyah, Uncategorized
MENGHIDUPKAN PEWARISAN NILAIOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara tradisi baik yang sering dilupakan, adalah menunaikan pewarisan nilai [baik yang bersifat keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas tertentu seperti halnya sosial-keagamaan]. Tradisi baik ini menjadi sesuatu yang berharga, ketika yang diwariskan adalah nilai-nilai kebaikan yang menjanjikan kebahagiaan dua negeri tempat kita hidup [sa'aadatud daarain; dunia dan akhirat]. Ungkapan hikmatul kibaar wa hamaasatus shighaar; "bijaknya senior dan ghairahnya yunior", atau hamaasatus syabaab wa hikmatus syuyuukh; "semangat anak muda dan bijaknya orang tua", belum begitu mengakar menjadi falsafah kehidupan dalam masalah "alih generasi" ini. Oleh karenanya, menghidupkannya kembali merupakan sesuatu yang niscaya....
“MENSHALEHKAN” HARTA DUNIA

“MENSHALEHKAN” HARTA DUNIA

Tarbiyah, Uncategorized
"MENSHALEHKAN" HARTA DUNIA // Penisbatan kata shaleh, biasanya ditujukan kepada suatu sikap laku. Namun, dalam dialog "Syi'ar Ramadhan" kali ini, lebih tertuju pada kekayaan yang wajib dibersihkan dari aneka kotoran yang menelikungnya. Betapa generasi emas sepanjang zaman, telah memperlihatkan antusiasme yang begitu semangat dalam menunaikan bangunan Islam ketiga ini. "Aku akan keluarkan separuh hartaku", ujar Umar bin Khaththab. Disusul yang lain, "Aku keluarkan seluruh hartaku", sahut Abu Bakar as-Shiddiq. Bagai tak mau ketinggalan, sejoli kakek dan nenek yang telah merasa hartanya berlebih, keduanya sepakat bahwa seluruh harta yang membuat hidup tak tenang itu diinfaqkan saja. Kata Thalhah bin Yahya, bahwa kakeknya yakni Thalhah bin 'Ubaidillah memiliki harta sebesar 400.000 dirham. Bai...
TIGA KODE ETIK MUSLIM YANG WAJIB DIJAGA DI TENGAH PRAHARA

TIGA KODE ETIK MUSLIM YANG WAJIB DIJAGA DI TENGAH PRAHARA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TIGA KODE ETIK MUSLIM YANG WAJIB DIJAGA DI TENGAH PRAHARA Di sela-sela waktu dhuha dalam penantian keberkahan, Guru kami Al-Faadhil KH. 'Abdul Wahid 'Alwy, MA. hafizhahullaah melayangkan nashihatnya, agar kita yang tengah dihadapkan berbagai musykilah keummatan dapat menghadapinya dengan penuh hiasan kemuliaan. Khawatir boleh, bahkan harus. Namun, panik jangan!!! ujarnya. Siapa pun kita, dalam masa-masa ketidak wajaran suasana, ketidak menentuan sikap, maka bukan hal yang mustahil bara fitnah sesama ummat bisa berubah menjadi kobaran yang mengoyak ukhuwwah. Di era keterbukaan, di zaman perubahan dan percepatan ini, memperhatikan kode etik universal bagi seorang Muslim adalah keniscayaan yang wajib 'ain adanya. Semua kita, wajib memelihara dan menjaganya. Minimalnya, menurut santr...
LEMBAH PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN

LEMBAH PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN

Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
LEMBAH PARA PENGHAFAL AL-QUR'AN // Sekalipun tak bisa hadir, setidaknya pernah turut memberikan Kuliah Iftitah mengantarkan para kesuma penjaga Kalam Allah 'azza wa jalla di lembah ini. Kini Waadil Qur'aan, telah melahirkan para penghafal; angkatan ke-1 150 hafizh/ zhah, angkatan ke-2 70 hafizh/ zhah, dan angkatan ke-3 200 hafizh/ zhah. Ketika al-faqir bertanya kepada Ustadz Arif Husni Majid, M.Pd [al-hamdulillaah pernah mengajarnya dan berjuang dalam dakwah di kota Patriot] tentang apa yang menjadi motivasi beliau bersama para pejuang dan muhsinin lainnya membuat pondok secara gratis [majaanan] ini? Sebagai Mudierul Ma'had, da'i muda ini menjawab: Salian urang teh tos kaboler jeung teu apal-apal wae ngapalkeun Qur'an teh, atuh masihan-masihan jalan ka generasi kiwari keur ngaramekeun tumu...
BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAH

BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAH

Tarbiyah, Uncategorized
BELAJAR MENDIDIK DARI SEORANG GURU PENUH HIKMAHOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Kisah Qur'aniy itu Penting Betapa Al-Qur'an itu kaya dengan berbagai tuntunan, tak terkecuali pelajaran penting dari setiap kisah inspiratif yang terkandung di dalamnya. Yakni berbagai kisah yang diharapkan, dapat diambil pelajaran oleh siapa pun yang mau dan mampu menggunakan akal pikirannya. (Lihat: QS. Yusuf/ 12: 111) Sebagaimana fungsinya, kisah sejarah dalam Al-Qur'an mengandung banyak kegunaan; baik sebagai penjelas [bayaan], sebagai petunjuk [hudan], dan sebagai nasihat [mauw'izhah]. (Lihat: QS. Alu Imran/ 3: 138). Selain itu, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam mewartakan bahwa Al-Qur'an itu bukan sekadar berita masa lampau, melainkan berbicara pula peristiwa hari ini, dan masa yan...
TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUTOleh:Bidang Publikasi dan Dokumentasi Untuk memberikan pembekalan bagi santri akhir, Pesantren Persatuan Islam 81 Cibatu Garut telah menyelenggarakan program "pematangan" berupa daurah santri selama sepekan lamanya. Selain santri Rijaalul Ghad dan Ummahaatul Ghad dimatangkan kembali ingatan kognetif, afektif, dan psikomotoriknya, juga diberikan berbagai wawasan kekinian lainnya. A. Dialog Pendidikan Islam Dengan menghadirkan Dr. H. Adian Husaini, M.Si [Kaprodi doktoral Pendidikan Islam UIKA Bogor, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia] yang didampingi Mudier 'Aam Pesantren, suguhan pembahasan lebih diarahkan kepada bagaimana santri harus merasa bangga dan mulia menjadi k...

BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN

imamah, Tarbiyah, Uncategorized
BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN// Selain maknanya dekat, sementara, kata ad-dunyaa beririsan makna dengan diinun [agama] dan dainun [utang]. Keduanya bermuara kepada kata al-jazaau, maknanya "balasan". Karenanya, kenikmatan dunia bersifat sementara. Ath-Thabari rahimahullaah berkata: Aku pernah mendengar Abu Bakar Asy-Syibli mengatakan: "Jika engkau melihat dunia dengan segala kemewahannya, maka lihatlah tempat pembuangan sampah, seperti itulah dunia. Jika engkau ingin melihat hakikat dirimu, maka ambillah segenggam tanah, karena engkau diciptakan darinya, akan kembali menjadi tanah, dan dibangkitkan pun ketika engkau sedang terkubur tanah. Dan jika engkau ingin melihat keadaan dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari isi perutmu ketika engkau ada di kakus. Siapa saja yang keadaannya seperti ...
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

Hikmah, Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan 'Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Berangkat dari sebuah pertanyaan, berimankah kita? Tentu jawabannya tidak semudah pertanyaannya. Pertanyaan ini mengingatkan kita pada peristiwa masa lampau, di mana hal ini terjadi di kalangan orang-orang shalih terdahulu, baik kalangan shahabat, taabi'in, atau pun generasi sesudahnya. Dikatakan oleh Ibnu Abi Najih: "Seseorang bertanya kepada Al-Hasan, apakah anda orang beriman? Kalau yang dimaksud beriman di situ adalah mengimani Allah 'azza wa jalla, para malaikatNya, para rasulNya, kitab-kitabNya, adanya hari akhir, adanya sorga, adanya hari kebangkitan, dan adanya hari penghisaban, tentu aku seorang yang be...
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH// "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bershabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [QS. Az-Zumar/39:10]. Itulah kalam Allah 'azza wa jalla yang mengingatkan bahwa shabar itu wajib dipelihara. Tak terkecuali shabar menghadapi zaman yang semakin melaju dengan segala problematikanya. Selain ikhtiar yang tak boleh berhenti, juga shabar dalam berprinsip dan berpegang pada agama di tengah pusaran aneka kemusykilan. Maju kena, mundur pun kena. Kondisi dilematis seperti inilah yang terkadang sering menggiring kita pada sikap salah tingkah, dan berujung pada salah kaprah. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menuturkan dalam sabdanya: Ya'tii 'alan naasi zamaanun, ash-shaabiru fiihim 'alaa diinihi kalqaabidhi 'alal jamri; “Akan tiba waktunya kep...
PAHLAWAN KELUARGA

PAHLAWAN KELUARGA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
PAHLAWAN KELUARGA// 22 Desember, ditetapkan sebagai "hari ibu". Agar tidak timpang, Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi [PPIP] mengusulkan ada "hari ayah" pada 12 November. Bahkan di Eropa dan Amerika, 19 November dikenal dengan "hari lelaki" sedunia. Dalam Islam sudah jelas, diperingati atau tidak diperingati, memuliakan "ayah" dan "ibu" adalah kewajiban. Di samping itu, diciptakannya laki-laki dan perempuan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah 'azza wa jalla sebagai makhluq berpasang-pasangan [azwaaj]. Untuk menyebut kemuliaan keduanya, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam menggunakan kata "abawaahu" [artinya: kedua orang tua]. Para ahli ilmu memberikan penjelasan, kata "abun-ummun" berbeda dengan kata "waalid-waalidah". Yang pertama maknanya "orang tua ideologis", sedangkan yang kedua ...
error: Content is protected !!