Sabtu, Juni 27MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

MENJADI MUWAHHID

MENJADI MUWAHHID

Hikmah, Tarbiyah
MENJADI MUWAHHID// Bagi pembaca Al-Qur'an, siapa yang tak kenal Luqmanul Hakim? Sosok bijak yang bukan Nabi, bukan pula Rasul. Para mufassir tak mendetailkan ketepatan asal muasalnya, sekalipun ada yang menyebut dari Sudan. Yang jelas, Ibnu Katsir memaparkan perawakannya; hitam, pendek, keriting, tak mancung, dan bibir tebal. Namanya populer seperti para Nabi dan keluarganya semisal Alu 'Imran. Allah 'azza wa jalla memberikan keutamaan berupa hikmah, yakni "ilmu di atas ilmu" di mana segala nasihatnya menjadi anutan. Sangatlah wajar, namanya diabadikan dalam kitab suci dengan nama "Surat Luqman". Karakteristik nasihatnya yang paling utama adalah "ketauhidan", Yaa bunayya laa tusyrik billaah innas syirka lazhulmun 'azhiim; "Wahai ananda, janganlah engkau menyekutukan Allah! Sesungguhnya per...
NAMANYA TERAMAT MULIA TUK DIBINCANG MANUSIA HINA

NAMANYA TERAMAT MULIA TUK DIBINCANG MANUSIA HINA

Hikmah, Tarbiyah
NAMANYA TERAMAT MULIA TUK DIBINCANG MANUSIA HINA// Jauh sebelum Al-Qur'an turun, nama manusia termulia sudah tercantum dalam kitab-kitab sebelumnya. QS. As-Shaff/61:6 mewartakan, Nabiyullaah 'Isa 'alahis salaam menyebutkan akan lahirnya Nabi akhir zaman bernama "Ahmad". Sejumlah Ahli Tafsir menuturkan, nama tersebut merupakan satu di antara nama Sang Rasul sebagaimana ditegaskan hadits Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Muhammad bin Jubair bin Muth'im radhiyallaahu 'anh. Al-Ashbahani menjelaskan, kata "Ahmad" merupakan isim tafdhil untuk menyebut lebih dari sekadar Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Artinya, beliau dilebihkan dalam beberapa hal dari para Nabi sebelunya. Bukanlah sesuatu yang rahasia, para ilmuwan Timur dan Barat di segala masa mengakuinya secara ilmiah. Demikian pul...
MENAKAR LUASNYA ILMU SESEORANG

MENAKAR LUASNYA ILMU SESEORANG

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENAKAR LUASNYA ILMU SESEORANG// Bukan karena berderetnya gelar, atau menggunungnya kedudukan dan jabatan. Sekalipun semua itu penting, namun bukanlah tujuan utama. Karena terkadang, hiasan-hiasan tersebut kerapkali menyandera diri, bahkan sering menutupi kebenaran yang sesungguhnya. Untuk itulah para ulama sering mengingatkan, agar kita tidak terpelanting dan terpeleset karenanya. Al-Hafizh Ibnu Qayyim rahimahullaah menuturkan: "Setiap kali ilmu seorang hamba itu melimpah ruah, maka semakin lapang dan luas pula dadanya. Dan ini tidak berlaku bagi semua ilmu, melainkan ilmu yang diwariskan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam, yakni ilmu yang bermanfaat. Pemiliknya adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling tidak sempit hatinya, paling baik budi pekertinya, dan paling bersih h...
MEMORI SANTRI

MEMORI SANTRI

Tarbiyah, Uncategorized
MEMORI SANTRI// Para psikolog percaya, reuni bisa mendatangkan kebaikan; mengembalikan jati diri, mengasah ingatan, mengubah pandangan, introspeksi diri, dan munculnya gagasan. Tak mustahil, ada ketidak baikan. Semua itu, sangat tergantung pada nawaitu-nya. Dengan semangat persaudaraan dan berbagi kebaikan, sudah tentu majelis tersebut menjadi ruang yang diberkahi. Al-ashlu fii ijtimaail khirriijien shilatur rahimi wa jalbul mashlahah illaa maa dallas syaiu 'alaa khilaafihi; "Asal dalam pertemuan alumni adalah shilaturrahim dan mendatangkan kemashlahatan kecuali ada sesuatu yang memalingkannya". Dengan berkumpul, diharapkan ada banyak solusi ditemukan. Minimalnya, selain mengulang memori baik dan memperbaiki nucleus accumbens, yaitu otak kesenangan. Juga, dapat memecahkan persoalan bersama...
DUNIA DALAM GENGGAMAN

DUNIA DALAM GENGGAMAN

Tarbiyah, Uncategorized
DUNIA DALAM GENGGAMAN // Di antara tanda globalisasi adalah: komunikasi semakin terbuka, tak ada batas teritorial, dan transparansi menjadi sesuatu yang niscaya. Di samping itu, kebutuhan terhadap alat menjadi hal yang tak bisa dihindari. Menghadapi perubahan dan era percepatan (disruption era) ini, sangat memungkinkan munculnya dua kelompok; Bagi para kreator, kondisi ini merupakan momentum tepat melejitkan diri. Sedangkan mereka yang kurang familiar, bisa menjadi beban yang menyebabkan dirinya ketinggalan atau ditinggalkan. Sebagaimana diisyaratkan QS.49:13, bahwa adanya "kampung global" ['aulamah] merupakan sunnatullaah, di mana Allah 'azza wa jalla telah menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Artinya, globalisasi itu sebuah kenyataan. Agar arus global tak membawa fitnah,...
AGAR CINTA TAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia)

AGAR CINTA TAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia)

Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
AGAR CINTA TAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Setiap tiba bulan Rabi'ul Awwal, hampir negeri-negeri Muslim (terutama Asia Tenggara), yang namanya penyambutan terhadap hari kelahiran Nabi akhir zaman sangat meriah. Apabila ditanya mengapa hal itu dilakukan? Maka jawabannya adalah, "karena kami mencintai Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam". Sungguh jawaban yang luar biasa, di mana kecintaan terhadap seseorang yang dicintai melahirkan sikap yang sangat penuh perhatian. Terlebih-lebih Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan "al-mar'u ma'a man ahabba; seseorang itu akan berkumpul (di hari kiamat) bersama orang yang dicintainya" (HR. Bukhari, no. 6169 dan Muslim, no. 2640 dari Ibnu Mas'ud radhiya...
KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN

KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN// 23 tahun telah berlalu, waktu itu selain terus bershilaturrahim ke tokoh-tokoh "Kabul" [sebutan Kampung Bulu Tambun Bekasi] hingga satu tahun [1998-1999]. Pengajian anak-anak, pemuda/i, dan pengajian masyarakat mulai dijajaki. Itulah modal awal lahirnya pendidikan TK/RA, MDA, Dasar, dan Menengah Dewan Da'wah. Ketika mau mengawali aktivitas publik, qaddarallaah belum ada alat apa-apa, akhirnya Ustadz Syuhada Bahri menghadiahkan mesin Tik bekas. Agenda pun berjalan, walau kondisi jamaah masjid baru hitungan jari. Untuk lebih terarahnya pembinaan, selalu ada "pengawalan ilmiah" berupa literasi pokok. Atas saran Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, dimulailah dengan tafsir Surat Yasin, Surat Luqman dalam Tafsir Ibnu Katsir, fiqih dan haditsnya dengan Syarah Bu...
ANAKING, JIMAT AWAKING!!!

ANAKING, JIMAT AWAKING!!!

Tarbiyah, Uncategorized
ANAKING, JIMAT AWAKING!!!// Betapa perhatiannya para ulama akan nasib para peserta didik; Al-Ghazaly menulis risalah Ayyuhal Walad, Ibnu Qayyim menulis Tuhfatul Waduud fii Ahkaamil Mauluud. Tuan Ahmad Hassan menulis Wahai Anakku, Wahai Cucuku, dan Wahai Puteriku. Demikian pula buku legend yang selalu dijadikan rujukan oleh Jurusan Pendidikan Islam, yaitu Tarbiyatul Aulaad fil Islaam karya Dr. Nashih 'Ulwan. Tentu, masih banyak judul buku lainnya. Sungguh, apabila mentadabburi kembali terminologi Al-Qur'an dan Hadits Nabi, maka akan ditemukan beragam akar pendidikan dalam Islam. Mulai dari ta'liim (penyampaian ilmu secara umum), tadriis (penyampaian ilmu secara terukur), tarbiyah (penyampaian ilmu secara momongan), ta'diib (penyampaian ilmu secara etika/ keteladanan), tahdziib (penyampaian ...
MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH

MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENGUBAH WABAH MENJADI AMAL DAKWAH … 1️⃣QS. At-Takwiir/81:29 terkait kehendak Allah 'azza wa jalla merupakan jawaban bahwa: "Menggantungkan segala urusan sepenuhnya kepada Allah, atau pun melepaskan segala urusan sepenuhnya dari Allah adalah kesesatan." Demikian menurut As-Sa'di. 2️⃣Al-Mawardi menegaskan: "Bersabar atas taqdir yang menimpa adalah pahala, sedangkan berkeluh kesah adalah perbuatan dosa." 3️⃣Hubungannya dengan wabah, ikhtiar manusia tidak lepas dari tiga pendekatan utama; Mematuhi aturan wahyu sebagai "protokoler langit" dengan taqarrub kepadaNya, menghargai ilmu pengetahuan sebagai "protokoler bumi" dengan segala temuannya, dan mendengarkan arahan ulama rabbaniy yang menentramkan sebagai firasat mukmin merupakan keniscayaan. 4️⃣Integralitas ilmu langit dan ilmu bumi tentang ...
MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah ‘Iedul Adhha 1442 H.)

MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah ‘Iedul Adhha 1442 H.)

Da'wah, Materi Kajian, Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah 'Iedul Adhha 1442 H.)Oleh:Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah حمدا و شكرا لله نحمده ونستعينه و نستغفره، نصلي و نسلم على رسول الكريم، وعلى اله و أصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين … أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد: Ma'aasyiral Muslimiin A'azzakumullaah Atas idzin dan qudrah Allah 'azza wa jalla. Sekalipun ada di tengah-tengah suasana duka dan keprihatinan yang mendalam, sampai hari ini kita masih bisa menikmati dan merasakan suasana bahagia, di mana alunan takbir, tahlil, dan tahmid masih dapat bergema. Mememecah kesunyian alam, menambah 'izzah diri, semangat bertahan untuk menjalani kehidupan, dan selalu siap untuk berkorban demi kegemilangan masa depan. Diiringi...
BERILMU SEBELUM BERTINDAK

BERILMU SEBELUM BERTINDAK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
BERILMU SEBELUM BERTINDAK … Membaca Twitter Rashiif al-Kutub kutemukan guyonan segar yang menuturkan kisah pendek berikut: "Seorang anak laki-laki masuk kamar mandi sembari mengalunkan thala'al badru 'alainaa min tsaniyyatil wadaa, lalu ayahnya masuk dan memukulnya hingga menangis. Datanglah ibunya seraya bertanya marah: kenapa engkau pukul anakmu? Suaminya (sang ayah si anak) menjawab: dia membaca Al-Qur'an di kamar mandi. Lho itu bukan bacaan Al-Qur'an, melainkan qashidah orang Arab, sergah isterinya. Tiba-tiba suaminya menangis serius. Dengan herannya isterinya bertanya: sekarang kenapa engkau yang menangis? Dengan sedikit malu suaminya menjawab: selama 30 tahun ini justeru aku membaca qashidah ini dalam shalat", ujarnya. Kisah humor ini mengingatkan kita pada kitab klasik berjudul Akhb...
PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA “AYAT BESI” (Mencari Oase di Tengah Gurun)

PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA “AYAT BESI” (Mencari Oase di Tengah Gurun)

Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA "AYAT BESI" (Mnencari Oase di Tengah Gurun)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Semua orang yang membaca Al-Qur'an pasti tahu, ada Surat yang namanya Al-Hadiid, artinya Surat Besi. Betapa Kalam Allah yang mulia ini sangatlah menarik perhatian, sehingga mengundang rasa selera ingin tahu apa rahasianya di balik namanya yang unik. Jumlah ayatnya terdiri dari 29 ayat, dengan bilangan surat ke-57 dari 114 surat. Sekalipun terbilang surat pendek (qashiir), namun surat ini tergolong pada surat Madaniyyah. Apabila dilihat dari pembabakan tematiknya, surat ini dibagi menjadi tiga bagian; Dari ayat 1 sampai dengan ayat 24, menjelaskan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah 'azza wa jalla, tidaklah semua yang terjadi melainkan telah digoreskan taqdirnya. Dari ayat 24...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Melanjutkan bahasan halaqah sebelumnya terkait "Fiqih Kegundahan; Sebuah Terapi Hawa Nafsu", berikutnya mari kita perhatikan secara seksama beberapa panuturan para ulama kita tentang pentingnya upaya bersih jiwa: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah yang menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman kesucian iman (tazkiyah imaaniyyah) melainkan orang yang menyadari akan kejahilan diri. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi paling baik yang ditaqdirkan mendapatkan nikmat yang satu ini dengan sebaik-baiknya. Mereka menemukan pemisah yang dapat menjauhkan anta...
DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
DU'ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Waktu terus melaju, zaman semakin berubah. Perkembangan demi perkembangan semakin dapat dirasakan, betapa kemajuan ini bukanlah tanpa resiko, melainkan menuntut adanya konsekuensi yang harus segera dilakukan seiring dengan perubahan yang ada. Sebuah zaman, kini sudah hadir di depan mata. Yakni sebuah era yang menjadikan ummat manusia bisa terlindas dan ditinggalkan, apabila kurang sigap menyikapinya. Kurang fokus, tidak perhatian, enggan melibatkan dalam kancah perubahan ini, bisa berakibat fatal karenanya. Itulah sebuah era yang para ahli abad ini menyebutnya dengan disrupsi (disruption era). Guru besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, salah satu tokoh yang mempopuler...
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

Tarbiyah
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH "DRAMA" MENJADI REALITA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Keutamaan bulan Dzulhijjah kini sudah berlalu; Terhitung tanggal 1 hingga 13 (mulai dari memperbanyak amal kebaikan sejak pekan pertama, shaum 'arafah, tarwiyah di Mina yang dilanjutkan wuquf bagi yang menunaikan ibadah haji, juga pelaksanaan shalat 'iedul adhha dan penyembelihan hewan qurban hingga tiga hari tasyriq). Datangnya bulan mulia ini, laksana sebuah episode "drama" yang terus diputar ulang untuk mengingatkan para pemirsa, yakni ummat manusia akan pengorbanan sosok-sosok agung teladan sepanjang zaman. Mereka itulah nabiyullâh Ibrahim 'alaihis salâm, bunda Sarah yang melahirkan nabiyullâh Ishaq 'alaihis salâm yang akan melahirkan sosok nabiyullâh Ya'qub 'alaihis salâm bersama ke...
error: Content is protected !!