Minggu, Juni 28MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

Tarbiyah
TA'LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT HALAQAH KE-2 Bersama: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA. (Mudier 'Aam) Saripati Taujieh: "Gigih dalam Menuntut Ilmu; Pengorbanan Terbesar Pelajar Sejati" A. Dalil dalam Menuntut Ilmu 1) Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 28: وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supa...
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

Tarbiyah
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien “Sesungguhnya kalian akan menjumpai banyak kaum yang menyangka bahwa mereka sedang menyeru kepada Kitâbullâh, padahal mereka sedang membuangnya ke belakang punggung mereka sendiri. (Kalau sudah kondisi demikian) maka kalian wajib berilmu, berhati-hati dari kebid’ahan dan sikap berlebih-lebihan, serta berdalam-dalam pada suatu urusan (yang tidak perlu). Dan hendaknya kalian berpegang pada peninggalan yang original (yaitu Sunnah).” (Lihat: Sunan Ad Dârimi I/ 54) Buahnya ilmu adalah amal, demikianlah orang-orang bijak menuturkan. Betapa tidak, sesungguhnya ilmu dimaksudkan untuk diamalkan dan ilmu adalah petunjuk amal. Nam...
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi, hadirnya STAI PERSIS Jakarta di tengah-tengah Ibu Kota menjadi harapan baru dalam melengkapi kehidupan intelektual di ranah metropolitan. Bukan sekedar menunjukkan adanya kesadaran terhadap ilmu secara umum pada setiap anak bangsa, melainkan adanya keinginan keras dari para aktivis pendidikan dan dakwah dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang menginginkan kepahaman terhadap agamanya. Sebagaimana termaktub dalam program jihad jam'iyah (QA Bab II Pasal 6 ayat 1, 2 dan 3) bahwa program tersebut mencakup: "Pertama; Mengembangkan dan memberdayakan potensi jam'iyah demi terwujudnya jam'iyah Persis sebagai shûratun mushagh...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah 'Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Karîm atau pun sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawiyyah, merupakan warisan...
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ'AH Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Membicarakan ajaran agama, maka sudah pasti akan masuk pada bahasan 'aqîdah sebagai landasan pokok keyakinan (ashlun, ushûl) dan masuk bahasan syarî'ah sebagai praktek ritual (far'un, furû'). Sinergi keduanya merupakan keniscayaan, sedangkan keberpisahan keduanya merupakan kemustahilan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan: إعلم أن الإيمان والإسلام يجتمع فيهما الدين كله "Ketahuilah! Sesungguhnya Islam dan Iman itu keduanya bersatu padu." (Lihat: Kitâbul Imân, hlm. 3) Lalu, Imam Muhammad 'Ali As-Syaukâni merincikan terkait kesinambungan ini dengan menukil ayat QS. As-Syûra/ 42: 13 berikut ini: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya ke...
MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

Parenting, Tarbiyah, Uncategorized
MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincangkan peran ayah dan peran ibu, tentu sangatlah mulia. Namun akan lebih mulia apabila peran keduanya dilihat dari sisi yang lebih menonjolkan sentuhan pemeliharaan keturunan (hifzhun nasab) dalam bahasa fiqih, atau pelestarian generasi (naqlul ajyâl) dalam bahasa sosial, yang keduanya dikaitkan dengan pemeliharaan agama (hifzhud dîn). Karena dengan agamalah semuanya menjadi bernilai dan memiliki kedudukkan yang amat terhormat. "Indung nu ngandung jeung bapa nu ngayuga, indung tunggul rahayu jeung bapa tangkalna darajat". Seorang ibu, dialah sosok wanita yang mengandung kita, dan bapak karena sosok dialah yang menyebabkan kita menjadi ada -atas idzin Allah 'azza wa jalla-. I...
MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincangkan peran ayah dan peran ibu, tentu sangatlah mulia. Namun akan lebih mulia apabila peran keduanya dilihat dari sisi yang lebih menonjolkan sentuhan pemeliharaan keturunan (hifzhun nasab) dalam bahasa fiqih, atau pelestarian generasi (naqlul ajyâl) dalam bahasa sosial, yang keduanya dikaitkan dengan pemeliharaan agama (hifzhud dîn). Karena dengan agamalah semuanya menjadi bernilai dan memiliki kedudukkan yang amat terhormat. "Indung nu ngandung jeung bapa nu ngayuga, indung tunggul rahayu jeung bapa tangkalna darajat". Seorang ibu, dialah sosok wanita yang mengandung kita, dan bapak karena sosok dialah yang menyebabkan kita menjadi ada -atas idzin Allah 'azza wa jall...
SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA

SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA Pertama; Senantiasa mengedepankan klarifikasi dan cermat dalam menerima berita (tabâyun), terlebih datangnya dari orang-orang fasiq. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurât/ 49: 6) Kedua; Senantiasa mengedepankan rasa keadilan (al-qisth) dalam memutuskan segala perkara dan pertikaian. وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِ...
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

Buku, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN "Kembang melati sungguhlah indah ... Di tengah taman jadi hiasan ... Harum Ramadhan tercium sudah ... Salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali ... Lama dipandang indah sekali ... Biar pun Ramadhan sebentar lagi ... Mohon maaf setulus hati ..." Tiada ungkapan yang lebih mulia yang dapat kita lafalkan saat Ramadhan tiba, selain kata syukur ke hadhirat Allah 'azza wa jalla. Ramadhan hadir bagai hadiah dari Allah untuk orang-orang beriman, Hadiyyah Rabbâniyyah agar kita bisa membenahi diri menjadi peribadi yang lebih baik. Ia datang selalu tepat waktu ... Kehadirannya sangatlah ditunggu ... Bulan mulia Ramadhan, kini akan hadir kembali ... Menyapa siapa pun dari insan beriman yang berburu takwa dan meng...
ISLÂMIYYATUL MA’RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

ISLÂMIYYATUL MA’RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

Tarbiyah, Uncategorized
ISLÂMIYYATUL MA'RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejak pertama kali wahyu diturunkan di gua Hira Makkah, Al-Qur'ânul Karîm mengawali ayatnya dengan perintah membaca dan membaca secara berulang. Ini menunjukkan betapa kitab suci sangat perhatian terhadap kunci ilmu pengetahuan tersebut. Allah 'azza wa jalla berfirman: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)5 "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam, Dia mengajar kepada manusia apa ...
MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

Tarbiyah, Uncategorized
MENYELAMI "FALSAFAH ATIKAN" PRAKTIS KI SUNDA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Suatu hari seperti biasanya, Guru kami Ustadzuna KH. Mohammad Iqbal Santoso Syihab mengirimkan pesan-pesan singkatnya; terkadang dengan kata-kata singkat, dialog guyonan, bahkan meme yang lucu dan mendidik. Sentilan sentilunnya yang kadang membuat diri ini tersenyum, tertawa lebar, bahkan yang memotivasi diri agar introspeksi pun ada, tanpa harus merasa digurui. Di antara kiriman yang pernah diterima murid adalah pepatah terkait pendidikan Ki Sunda berikut ini: "Budak teh modalna ti bapak, modelna ti indung. Hayang budak soleh moal bisa dadakan, tapi kudu didikan. Ngadidikna kudu dilakonan jeung dileukeunan. Nu paling penting, didik ku cinta jeung conto. Omat kudu sabar ulah kasar, make elmu lain make...
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu (wal 'ashri), demi waktu fajar (wal fajri), demi waktu dhuha (wad dhuhâ), demi waktu malam (wal laili) dan demi waktu siang (wan nahâri). Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-sâ'ah dan al-qiyâmah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya ...

SILABUS TERPADU DAKWAH KAMPUS; IKHTIAR MERAWAT SEMANGAT BINÂAN DAN DIFÂAN

Tarbiyah
SILABUS TERPADU DA'WAH KAMPUS; IKHTIAR MERAWAT SEMANGAT BINÂAN DAN DIFÂAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Universal Da'wah Sebagaimana tertuang dalam buku Fiqhud Da'wah, secara universal Allâhu yarham Mohammad Natsir mendefinisikan da'wah sebagai berikut: "Da'wah merupakan satu kewajiban yang harus dipikul oleh setiap Muslim dan Muslimah dalam arti al-amru bil ma'rûf wan nahyu 'anil munkar." (M. Natsir, Fiqhud Da'wah, Jakarta: Sinar Media Abadi, 2017, cet. XIV, hlm. 121) Dalam definisi yang lebih lengkap, "Da'wah pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengubah seseorang, sekelompok atau suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik, sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan RasulNya. Da'wah terhadap ummat Islam Indonesia, adalah segala upaya untuk mengubah pos...
KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

Tarbiyah
KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak syak lagi, kemuliaan Nabi akhir zaman Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam bukan sekedar memiliki dalil-dalil yang pasti (qath'iyud dalâlah), melainkan mengundang rasa ingin tahu yang mendalam para peneliti, pengkaji, bahkan para Islamolog yang terdiri dari para sejarawan Timur dan Barat. Sebagai Muslim, tidak ada alasan untuk tidak meyakini bahwa dalam dirinya memiliki sifat dan karakteristik prima. Sekalipun sama-sama manusia, tentu tidak dapat disamakan dengan manusia pada umumnya. Ada banyak ayat Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan tentang keutamaan dan kemuliannya. Di antara ayat-ayat dimaksud adalah: 1. Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam disebut-sebut sebagai manusia yang paling...
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Tarbiyah
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika membicarakan nilai dalam perspektif agama (dalam hal ini Islam), berarti kita sedang mendiskusikan sebuah keyakinan yang menjadi pilihan dalam melakukan tindakan dengan patokan normatif yang telah ditentukan oleh wahyu Allah ‘azza wa jalla dan sabda NabiNya. Tidak kurang dari 15 definisi terkait nilai, Rohmat Mulyana menariknya menjadi satu kesimpulan definisi yang mewakili, yaitu: "Rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan." (Lihat: Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, 2004: hlm. 8 - 11) Kaitannya dengan pendidikan nilai adalah bagaimana Islam memiliki aturan, norma, keyakinan, pegangan, moral, etika dan lain-lain yang harus diberikan dalam dunia pendidikan berdasarkan paradigma wahyu dan sabda...
error: Content is protected !!