Selasa, Juli 21MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

SEPTEMBER KELABU

SEPTEMBER KELABU

Hikmah, Kebangsaan, Uncategorized
SEPTEMBER KELABU // Sewaktu duduk di bangku SD kelas 6 [1984], ayahku senang berkisah masa lalu di tengah-tengah santai sore keluarga. Sambil "gogolehean" [tiduran] di pangkuan mamahku, diri ini menyimak satu persatu kisah yang disajikan dengan seksama. Mulai dari sejarah kejayaan Masyumi tahun 1950an dengan tokoh-tokohnya, hingga pengkhianatan Partai Komunis Indonesia [PKI] yang gagal melakukan pemberontakan dengan G 30 S/ PKI-nya tahun 1965. Ayah cerita tentang kakek dan para Kyai lain yang digelandang ke hutan ditutup mata, ayah pun cerita tentang Kyai ahli Tafsir Sunda yang hilang diculik para bedebah anti Tuhan itu, ayah pun cerita tentang simpang siur berita Darul Islam putih dan "Darul Islam" merah, ayah pun cerita bagaimana manunggalnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia [ABRI]...
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

Hikmah
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAINOleh:Teten Romly Qomaruddien Genap sudah 12 hari lamanya, diri ini tidak menjentikkan jemari. Selain ada perkara teknik yang kurang mendukung sarana, juga ada suasana batin yang sepertinya mengajak diri ini untuk lebih melakukan tafakkur dan tadabbur atas segala yang terjadi di hadapan; baik peristiwa pada diri sendiri, kerabat dekat, dan khalayak luar yang lebih luas. Sekalipun terkesan guyon dan candaan segar, seorang Guru tiba-tiba mengirimkan potongan video [berupa kendaraan yang kelebihan beban] yang mengesankan dan sekaligus menggelitik untuk ditafsirkan. Di samping itu, ada ilham lain yang sangat menginspirasi di mana seorang mitra diskusi memberikan dorongan-dorongan konstruktif yang bisa lebih meluas...
MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAH

MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAH

Uncategorized
MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Apabila kita benar-benar menjiwai kata "merdeka", maka kita akan mendapatkan bahwa merdeka itu merupakan sifat keadaan, yakni keadaan yang menunjukkan suasana yang lapang tanpa beban dan tekanan. Selama diri seseorang itu terjajah dengan keinginan yang berlebihan; selalu ingin terlihat lebih hebat, selalu ingin tampak lebih terhormat, selalu merasa dirinya menjadi emas, dan sifat-sifat ghuruur lainnya. Maka yang terjadi, adalah munculnya libido ingin selalu menguasai dan memonopoli orang lain. Dengan demikian, gurita kebodohan pun tidak akan bisa dihindari seiring matinya daya kritis seseorang. Lahirnya generasi "pembebek", matinya karakter dan hilangnya talenta, kurangnya mandiri, mudah takjub pada sesuatu yang tidak seme...
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

Hikmah, Uncategorized
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI'AAFANOleh:Teten Romly Qomaruddien Sesuai algoritma digital yang begitu cepat berubah, maka fenomena "ajang kreasi" kaum muda teranyar yang dikenal dengan Citayam Fashion Week pun meredup. Bahkan, di beberapa titik kota bermunculan kreasi alternatif sebagai penggantinya, di mana aroma religius lebih kental dan lebih mendidik. Itulah hakikat pendidikan; di mana proses pembelajaran tidak harus dilaksanakan di ruang kelas semata, melainkan bisa menggunakan fasilitas publik. Dalam pendekatan sosiologis, bisa saja orang berdebat terkait pro kontra "ajang kreasi" itu, namun menjaga sesuatu yang tidak diinginkan terhadap generasi anak bangsa pun merupakan pertimbangan yang wajib diperhatikan. Adanya kekhawatiran terjerumus budaya bebas...
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASAOleh:Teten Romly Qomaruddien Sebagai makhluq yang diberikan perasaan oleh Dzat Maha Pencipta [homo somatica], setiap insan akan mengarungi kehidupannya dengan hiasan semilir batinnya itu [esoteris]. Menghidupkan perasaan itu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan insan, karena hal itu sudah menjadi anugerah Allah 'azza wa jalla. Ibarat titik-titik air embun yang senantiasa melapisi benda yang ditemuinya, terutama dedaunan pepohonan yang tumbuh di muka bumi ini. Karena itulah setiap tumbuhan menjadi tampak lebih hidup dibuatnya. Wajarlah apabila bisikan batin ini bergumam seperti ini: "Jadilah tetesan embun di dedaunan, agar ia tetap tumbuh segar menyongsong harapan …" Dahsyatnya perasaan melebihi dari segalanya, sek...
DUA MOMENTUM UNTUK PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT

DUA MOMENTUM UNTUK PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT

Breaking News, Uncategorized
DUA MOMENTUM UNTUK PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT // Bukan kebetulan, melainkan qudrah Allah 'azza wa jalla. Hari proklamasi kemerdekaan RI ke-77 dan Muharram 1444 H tahun ini berbarengan. Sebagai anak bangsa tentu sangat berharap, di usianya yang lebih dari setengah abad negeri ini dapat menunjukkan kedaulatannya sebagai bangsa merdeka. Sebagai Muslim yang sadar akan sejarah, tentu paham bahwa "setengah abad" itu merupakan simbol rerata usia kebangkitan sebagaimana ditunjukkan Dr. Majid 'Irsan Kilani. Ketika ikhtiar manusia telah dilakukan hingga meraih kemenangan [fathun], di saat itu pula manusia yang berjuang mendapatkan pertolonganNya [nashrun]. Dengan demikian, beragam upaya untuk terus berjuang tanpa lelah, merupakan kemenangan sementara [fathan qariiban]. Adapun meraih kemena...
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYAOleh:HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA Berangkat dari sebuah pepatah Arab yang menasihatkan pada kita, di mana hidup ini diibaratkan dengan lembaran kisah drama yang berubah-ubah. Setiap episode memiliki alur cerita yang berbeda-beda, demikian pula dengan kehidupan kita masing-masing yang memiliki keragaman taqdir yang berbeda-beda pula. مثل الحياة مثل قصة قصيرة، فلا تقف عند الشطر الحزين منها "Kehidupan ini seperti cerita pendek, maka janganlah engkau berhenti pada episode yang menyedihkan." Agar hidup jauh dari bayangan gelap dan selalu melihat sisi yang terang, maka yang mesti dilakukan seseorang itu menjaga keseimbangan. Artinya adalah; senang atau pun susah, bahagia atau pun sengsara, dan sumringah a...
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Biasanya, ketika seseorang merasa kalah dan lemah dalam hidupnya, maka lillaah dan 'izzah pun kian terasa tidak mendapat tempat dalam dirinya. Agar jiwa-jiwa itu merasakan marwah-nya sebagaimana orang-orang shalih yang layak jadi pemenang, maka permohonan kekuatan dan sapaan menjadi bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam menjemput tahni'ah kemuliaan. Tertanamnya sikap ikhlas, kelapangan, tawakkal, ikhtiar serta iringan do'a yang tulus dan tidak terputus menjanjikan bentangan harapan dan penawar jiwa untuk hidup yang lebih berghairah menuju masa depan. Satu hal yang penting jadi catatan, "Menang saja tidaklah cukup, apabila tidak disertai dengan kelapangan". Untuk kem...
TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR

TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR

Hikmah, Uncategorized
TERNYATA KUNCINYA BERSYUKUR // Tidak mudah bagi seseorang untuk menerima keadaan yang tidak lazim, contohnya Nabiyullaah Zakariya 'alaihis salaam dan istrinya yang mengidam-idamkan hadirnya sang buah hati. Dengan setengah putus asa, mereka pun berusaha pasrah dan sadar diri bahwa usia sudah tidak muda lagi. Namun, satu hal yang tidak pernah hilang dari mereka, yaitu selalu bersyukur. Dengan syukur itulah, mereka bisa hidup semangat dan tetap bahagia. Sekalipun kenyataannya pahit, namun mereka tampak terlihat manis dan sumringah. Wa lam akun bidu'aaika Rabbii syaqiyyan; "… Aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepadaMu yaa Rabb." [QS. Maryam/19:4]. Demikian alunan mutiara yang selalu mereka curahkan kepada Dzat yang Maha pencipta alam ini. Semoga kemuliaan hidup dan kemudahan rezeki mampu m...
PERLAWANAN TERHADAP ISLAMOPHOBIA; AMANAH DUNIA YANG PATUT DISAMBUT

PERLAWANAN TERHADAP ISLAMOPHOBIA; AMANAH DUNIA YANG PATUT DISAMBUT

Breaking News, Uncategorized
PERLAWANAN TERHADAP ISLAMOPHOBIA; AMANAH DUNIA YANG PATUT DISAMBUT // Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB], mengeluarkan resolusinya bahwa tanggal 15 Maret 2022 dijadikan "Hari Internasional Perang Terhadap Islamophobia". Tidak ketinggalan Majelis Ulama Indonesia, tanggal 30 Maret 2022 meresponnya dengan menggelar Webinar mengundang segenap komponen ummat tingkat Nasional. Resolusi berharga ini tidak bisa dilepaskan dari peran Organisasi Konferensi Islam [OKI] sejak tahun 1981 di London, berlanjut di Paris, dan diproklamirkan di Cairo tahun 1990 terkait HAM Partikular yang diperjuangkannya. Selanjutnya, silahkan baca: Quo Vadis HAM? dan Madrasah Dakwah Binaa-an dan Difaa'an Cara Jitu Hadapi Islamophobia di www.madrasahabi-umi.com. Selamat!!! … 💫💟☪️🌸✒️ (@TenRomlyQ)...
DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI

DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI

persatuan umat, Uncategorized
DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI // Setiap Allah 'azza wa jalla mengutus para Nabi, maka Allah jadikan pula para pengikut setia yang siap melanjutkan misi sucinya. Di masa para Nabi dikenal dengan hawaariyyuun, sedangkan di masa Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam dikenal dengan ashhaabun. Untuk lebih berjalin berkelindannya khittah juang, maka mewujudkan semangat "Risalah merintis Dakwah melanjutkan" adalah keniscayaan. Datang dan perginya sebuah generasi merupakan sunnatullaah dalam perjuangan yang wajib diestafetkan, bukan untuk diabadikan sebagai puing kebanggaan dan fosil peradaban belaka. Itulah sejatinya sikap bijak generasi pelanjut yang wajib tertanam dalam relung batin yang teramat dalam. Benar Al-Qur'an mewartakan: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang...
TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH

TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH

AKHBAR NEWS!, Hikmah, Uncategorized
TADZKIRAH SINGKAT KI SEPUH "Di atas kereta yang istiqamah kita bisa istirahat". Itulah WA terakhir Pangersa Drs. K.H. Uu Suhendar, M.Ag. [Anggota DH PP. PERSIS] mengomentari tulisan TRQ di MadrasahAbi-Umi.Com yang berjudul "Istiqamah Memang Berat … Yang Ringan Itu Istirahat" (posting WAG Forum Mubahatsah atau FM). Tidak lama berselang, beliau pun dikabarkan masuk Rumah Sakit, dan pagi ini melalui kabar Prof. Dr. K.H. Atip Latiful Hayat di WAG Majelis Mubahatsah [MM] kita semua mendapatkan kabar duka. Sebuah untaian nasihat yang al-faqir catat, ketika beliau memberikan "harewos" di tengah-tengah makan siang dalam perhelatan Sidang Dewan Hisbah di Bangil Jawa Timur: "Ustadz Teten, ngajalanan hirup mah kudu mengalir, mun mobil urang mogok di jalan kusabab ban bitu maenya urang teh rek ...
DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU

DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU

Hikmah, Uncategorized
DARIPADA SEDIH MENDINGAN SEDUH SESUATU // Salahsatu perbuatan batin yang sering muncul pada manusia, adalah kesedihan [al-hazn]. Itu sesuatu yang manusiawi, bukan perkara 'aib dalam kehidupan. Biasanya, sedih itu muncul ketika potret negatif masa lalu terlampau mendominasi diri, akhirnya depresi. Sedangkan khawatir atau takut [al-khauf], terjadi karena potret negatif yang berlebihan terhadap situasi-kondisi yang akan datang, itulah kecemasan atau dikenal dengan anxiety. Keduanya bisa menjadi sumber penyakit jiwa, apabila dibiarkan tanpa kawalan iman. Bukankah Al-Qur'an yang agung berulang kali mengingatkan, orang beriman itu Laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun; "Tidak ada rasa takut dan tidak ada rasa cemas". Begitu pula dengan do'a Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang mem...
ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT

ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT

Hikmah, Uncategorized
ISTIQAMAH MEMANG BERAT … YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT // Untuk bisa istiqamah, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Betapa mahalnya harga sebuah keistiqamahan, maka hanya lima perkara yang bisa membuat hal itu terjadi; 1) Melakukan segala sesuatu atas dasar niat yang ikhlas karena Allah 'azza wa jalla, 2) Mengawal segala sesuatu yang dilakukan dengan kawalan ilmu yang benar, 3) Semangat menjalankan segala sesuatu dengan penuh yakin ada di jalan yang benar, bukan karena dipengaruhi pihak lainnya, 4) Menjalankan segala sesuatu yang diyakini dengan penuh rasa tanggung jawab seiring pertimbangan kebaikan [mashlahat] dan keburukannya [madharat], dan 5) Puncak harapannya, tidak lain hanyalah keridhaanNya [mardhaatillaah]. Sungguh tidak mudah untuk bisa istiqamah, maka pantaslah apabila ...
HARI TASYRIQ YANG SEMAKIN ASYIK

HARI TASYRIQ YANG SEMAKIN ASYIK

Da'wah, Uncategorized
HARI TASYRIQ YANG SEMAKIN ASYIK // Bagi yang Dzulhijjahnya lebih awwal, hari ini [Selasa] tasyriq terakhir. Bagi yang belakangan, hari esok [Rabu] masih ada kesempatan. Sebagai hari makan dan minum, secara menyeluruh pekan ini merupakan pekan peningkatan gizi di seluruh dunia. Bagaimana tidak, dari mulai kota besar hingga desa terpencil penduduknya menikmati daging qurban dengan aneka hidangan. Tanpa memandang kayak dan miskin, udhhiyyah mengajarkan kesetaraan martabat manusia. Bagi yang "kepengen" dan berani meminta [al-qaani'], silahkan minta! Bagi yang "mau tapi malu" untuk meminta [al-mu'tar], perhatikanlah mereka! … Islam benar-benar Rahmatan lil 'aalamiin bukan? Jauh dari nilai-nilai "keangkeran" sebagaimana banyak dituduhkan. "Melihat ke atas untuk berharap, menatap ke bawah untuk b...
error: Content is protected !!