Senin, Juni 1MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN

MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN

Aqidah, Uncategorized
MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN // Dengan menghadirkan KH. DR. Muhyiddin Junaidi, KH. Dr. Amirsyah Tambunan, KH. Abu Deedat Syihab, MH., KH. Teten Romly Qomaruddien, H. Fadhlan Garamatan, H. Dondy Tan, dan H. Sholahuddin Al-Ayubi, M.A. Maka FGD LDK MUI yang dihadiri berbagai utusan Ormas Islam dan Lembaga Muallaf Centre ini, diharapkan mampu mewujudkan agenda sinergis dalam menghadang laju pemurtadan dari berbagai lini. Selain menghadapi modus konvensional, di forum tersebut diserukan pula agar para cendikiawan dan pegiat dakwah berikhtiar keras untuk memperkaya literasi dalam meluruskan diksi dan narasi miring, di mana terminologi agama menjadi sasaran pengkaburan makna. Istilah-istilah semisal kalimatun sawaa, al-hanifiyyah as-samhah, ummatan wasathan, rahmatan lil 'aalamiin, dan...
RAWAT AGAMA DENGAN JIHAD ILMU DAN KAWAL NEGARA DENGAN ILMU JIHAD

RAWAT AGAMA DENGAN JIHAD ILMU DAN KAWAL NEGARA DENGAN ILMU JIHAD

Kebangsaan, Uncategorized
RAWAT AGAMA DENGAN JIHAD ILMU DAN KAWAL NEGARA DENGAN ILMU JIHAD // Jelang hari Santri Nasional 22 Oktober 2022, menyempatkan diri menemui para jamaah dan para santri di Masjid 'Aisyah At-Tarkiet Kuwait Pesantren Persatuan Islam 81 Cibatu Garut. Di samping ada pelantikan Pimpinan Jamaah, juga didaulat menyampaikan Khutbah Jum'at di Mesjid yang dibangun Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia tersebut. Untuk mengenang para pendahulu, al-faqir menyinggung betapa pentingnya menghargai para perintis dakwah; Di mana sejak para ulama dari zaman ke zaman menorehkan tinta emas sejarah, baik mereka yang berkuah darah di medan laga atau menulis berjilid-jilid kitab panduan, mereka tidak pernah menagih gaji jasa perintisan perjuangan atau royalti penulisan ajaran. Bagi para sesepuh, mari tumbuhkan sikap bij...
KEHARAMAN KAWIN BEDA AGAMA DALAM ISLAM

KEHARAMAN KAWIN BEDA AGAMA DALAM ISLAM

Fiqih Kontemporer, Tsaqofah, Uncategorized
KEHARAMAN KAWIN BEDA AGAMA DALAM ISLAMOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pendahuluan Menyoal kawin beda agama seolah tidak mengenal kata berhenti, walau pun pada dasarnya ajaran Islam telah memberikan aturan yang jelas. Selain terdapat dalil-dalil ayat yang menegaskan haramnya perkawinan beda agama tersebut, juga adanya riwayat hadits dan atsar yang jelas pula. Ditambah lagi dengan adanya ijma' para ulama di setiap zamannya. B. LANDASAN HUKUM KEHARAMAN KAWIN BEDA AGAMA Dalil keharaman kawin beda agama, dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat sebagai berikut: وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰاتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وّ...
AGAR CINTA SEJATI TETAP ABADI

AGAR CINTA SEJATI TETAP ABADI

Breaking News, Materi Kajian, Uncategorized
AGAR CINTA SEJATI TETAP ABADI Sebuah petikan kalam mulia lisan Sang panutan: Almar'u ma'a man ahabba; "Seseorang itu [akan dikumpulkan di hari kemudian] bersama orang yang dicintainya". Demikian bunyi hadits Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam riwayat Imam Bukhari no. 6169 dan Imam Muslim no. 2640 dari shahabat Ibnu Mas'ud radhiyallaahu 'anh. Sungguh menggugah perasaan hati yang teramat dalam, di kala sosok manusia termulia sejagat bertutur seperti itu. Walau waktu terselang abad dan kesempatan berjumpa wajah seakan telah sirna di telan masa, namun tidak demikian bagi para pecintanya [muhibbiin], seolah-olah hadirnya benar-benar selalu menari di ujung kelopak mata. Sejenak diri ini bangkit dan tersadar; menerawang masa-masa silam yang penuh khilaf, mawas diri akan jiwa yang pe...
AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALAN

AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALAN

Hikmah, Uncategorized
AGAR INTERAKSI SOSIAL TETAP BERJALANOleh:Santri MAU Institute Bukan sekadar pemanis kalam belaka, bahwa Islam merupakan diin paling sempurna. Yakni ajaran yang mengatur semua lini kehidupan tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya merangkum kaidah-kaidah penting interaksi sosial. Manusia, sebagai makhluq yang diciptakan dengan keberagaman; berjalan di atas ketidaksamaan warna bahasa, variasi budaya, dan latar belakang sejarah yang berbeda-beda, mampu menghadirkan kemanusiannya. Semua itu terjadi, karena Allah 'azza wa jalla menganugerahkan konsep ukhuwwah yang mampu merawat heterogenitas dalam menjembatani segala jenis perbedaan dengan jalinan persaudaraan. Salah satu kenikmatan agung yang Allah 'azza wa jalla hamparkan pada kita adalah kenikmatan dipersaudarakan [at-taaakhiy] y...
KEMENANGAN KITA ADALAH KEMENANGAN DA’WAH ILALLAAH

KEMENANGAN KITA ADALAH KEMENANGAN DA’WAH ILALLAAH

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
KEMENANGAN KITA ADALAH KEMENANGAN DA'WAH ILALLAAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Al-hamdulillaah was syukru lillaah … Semoga kesantunan, kedamaian, kesejukan, kekeluargaan, kearifan, kebijakan, dan kelembutan senantiasa menghiasi para duta dakwah dalam mengemban amanat aspirasi ummat. Selama jalinan iman yang ditanamkan, wawasan ilmu yang dibentangkan, riuh ukhuwwah yang diperlihatkan, serta kawalan ketaqwaan yang dipertontonkan, biidznillaah suasana Muktamar Persatuan Islam [PERSIS] XVI di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung dan Muktamar Persatuan Islam Istri [PERSISTRI] XIII di Hotel Horison Bandung senantiasa ada dalam lindungan dan ridha Allah yang Maha kasih sayang. Oleh karenanya, diksi imaamah, imaarah, dan jamaa'ah benar-benar wajib dirawat dan dijaga dengan bingkai a...

MARHABAN YAA AHLAL UKHUWWAH WAL HARAKAH

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
MARHABAN YAA AHLAL UKHUWWAH WAL HARAKAH Dalam usianya yang hampir genap satu abad, kini Persatuan Islam [PERSIS] tengah berbenah menyongsong masa depan. Muktamar XVI yang diselenggarakan mulai tanggal 23-26 September 2022 di Soreang Kabupaten Bandung ini, benar-benar akan menjadi saksi berpadunya ghiirah dan 'izzah juang para pengemban washiyat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam dari berbagai daerah di pelosok tanah air sebagai duta-duta dakwah pengemban ar-rujuu' ilal Qur'aan was Sunnah. Sebagaimana sunnatullaah dalam perjuangan dakwah, fase membangun masyarakat bertauhid [marhalatut tauhiid] dan mewujudkan situasi-kondisi yang penuh ikatan persaudaraan [marhalatul ukhuwwah] merupakan dua perkara yang niscaya wajib dilakukan. Dengan semangat keduanya itulah, baht...
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

Aqidah, Tokoh, Uncategorized
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRANOleh:Teten Romly Qomaruddien Setelah mempertimbangkan layak dan tidaknya untuk ditulis, sepertinya tetap harus ditulis sekalipun terlambat. Tentu ditulis masih lebih baik, dibanding tidak sama sekali. Adapun pertimbangan terlambat menulis; Selain bukan maqam-nya untuk menggoreskan kata-kata tentang sang begawan sejarah ini, juga menghindari kekhawatiran penilaian "kurang piknik" dari sebagian besar pengagum pemikirannya, termasuk kerabat dari rekan-rekan diskusi [baik sesama alumni pesantren, insan kampus, juga komunitas digital]. Sebenarnya, al-faqir sendiri mengagumi dan banyak tercerahkan oleh paparan historiografi-nya yang sangat mumpuni dan memukau. Namun demikian, sebagai pemikir sejarah yang par excellence, tidak b...
MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR

MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR

Hikmah, Uncategorized
MENJADI ORANG ASING ATAU MUSAFIR // Kehidupan laksana kurikulum. Demikian, Guru Besar Pendidikan asal Kota Kembang menegaskan. Memang benar, dalam hidup ini ada ragam sifat manusia yang bisa dipotret. Di antara yang disebut Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam; seolah-olah orang asing [ghariibun] atau musafir ['aabiru sabiilin] sebagaimana HR. Al-Bukhari dari shahabat Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anh. Biasanya, yang namanya orang asing atau musafir akan lebih hati-hati dan bisa membawa diri. Selain itu, mereka hanya menjadikan dunia sebagai "tempat singgah sejenak" atau "tempat berteduh sementara", di mana sewaktu-waktu akan ditinggalkan. Jadi jalma mah kudu bisa nitipkeun diri nyangsangkeun awak; "Jadi orang itu harus mampu menitipkan diri dan badan", itulah pepatah para karuhun. Kata ...
‘AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKE

‘AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKE

Aqidah, Uncategorized
'AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKEOleh:Teten Romly Qomaruddien Mengapa manusia begitu mudah berpaling ke lain hati dalam meyakini ajaran Tauhidnya? Atau senang memelihara kecintaan ganda dari Rabb-nya. Tentu di antara jawaban umum yang sering mengemuka, adalah karena keimanan seseorang itu bersifat fluktuatif, yakni tidak kokoh alias labil [ghair mustahkim]. Kondisi semacam ini, tidak dapat dilepaskan dari liarnya akal pikiran seseorang dalam menetapkan sesuatu tanpa batas. Bermula dari sekadar membandingkan [muqaaranah], berkembang menjadi kecondongan dan kecenderungan [az-zaigh], hingga berujung dengan keberpihakan. Mengikuti kehendak akal pikiran semata, tanpa pengawalan wahyu, maka itulah cikal bakal lahirnya keraguan akut [syubuhaat] yang dapat melahirkan kesesatan ...
GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU

GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU

Hikmah, Uncategorized
GORESANMU ADALAH CERMINAN JIWAMU // Tulisan apa pun; baik goresan tangan atau ketikan, maka dapat dikatakan manuskrip [makhthuuthah]. Adapun ilmu yang mengkaji terkait kehidupan, pranata dan sejarah yang terdapat dalam naskah [nuskhah], itulah yang disebut Filologi. "Maka benarlah, tulisan itu alat konfirmasi diri. Menulis artinya mengabadikan gagasan; sarana menitipkan kenangan, kadang juga mengingatkan kita pada sebuah perasaan. Dan nyatanya, entah berapa kali kita disemangati oleh kalimat-kalimat yang pernah kita tulis sendiri". Demikian, seorang pegiat sastra mengingatkan diri ini. Nashihat para Guru layak untuk kita renungkan: "Tuangkan dalam tulisan apa yang engkau lakukan dan lakukan apa yang pernah engkau tuliskan!". Bukankah sebaik-baiknya duduk bagi seorang penuntut ilmu, adalah ...
SEPTEMBER KELABU

SEPTEMBER KELABU

Hikmah, Kebangsaan, Uncategorized
SEPTEMBER KELABU // Sewaktu duduk di bangku SD kelas 6 [1984], ayahku senang berkisah masa lalu di tengah-tengah santai sore keluarga. Sambil "gogolehean" [tiduran] di pangkuan mamahku, diri ini menyimak satu persatu kisah yang disajikan dengan seksama. Mulai dari sejarah kejayaan Masyumi tahun 1950an dengan tokoh-tokohnya, hingga pengkhianatan Partai Komunis Indonesia [PKI] yang gagal melakukan pemberontakan dengan G 30 S/ PKI-nya tahun 1965. Ayah cerita tentang kakek dan para Kyai lain yang digelandang ke hutan ditutup mata, ayah pun cerita tentang Kyai ahli Tafsir Sunda yang hilang diculik para bedebah anti Tuhan itu, ayah pun cerita tentang simpang siur berita Darul Islam putih dan "Darul Islam" merah, ayah pun cerita bagaimana manunggalnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia [ABRI]...
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAIN

Hikmah
BELAJAR MENGHADIRKAN MUTIARA SENDIRI, BUKAN MENEMUKAN MUTIARA ORANG LAINOleh:Teten Romly Qomaruddien Genap sudah 12 hari lamanya, diri ini tidak menjentikkan jemari. Selain ada perkara teknik yang kurang mendukung sarana, juga ada suasana batin yang sepertinya mengajak diri ini untuk lebih melakukan tafakkur dan tadabbur atas segala yang terjadi di hadapan; baik peristiwa pada diri sendiri, kerabat dekat, dan khalayak luar yang lebih luas. Sekalipun terkesan guyon dan candaan segar, seorang Guru tiba-tiba mengirimkan potongan video [berupa kendaraan yang kelebihan beban] yang mengesankan dan sekaligus menggelitik untuk ditafsirkan. Di samping itu, ada ilham lain yang sangat menginspirasi di mana seorang mitra diskusi memberikan dorongan-dorongan konstruktif yang bisa lebih meluas...
MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAH

MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAH

Uncategorized
MERDEKA JIWA ITU MEMANG INDAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Apabila kita benar-benar menjiwai kata "merdeka", maka kita akan mendapatkan bahwa merdeka itu merupakan sifat keadaan, yakni keadaan yang menunjukkan suasana yang lapang tanpa beban dan tekanan. Selama diri seseorang itu terjajah dengan keinginan yang berlebihan; selalu ingin terlihat lebih hebat, selalu ingin tampak lebih terhormat, selalu merasa dirinya menjadi emas, dan sifat-sifat ghuruur lainnya. Maka yang terjadi, adalah munculnya libido ingin selalu menguasai dan memonopoli orang lain. Dengan demikian, gurita kebodohan pun tidak akan bisa dihindari seiring matinya daya kritis seseorang. Lahirnya generasi "pembebek", matinya karakter dan hilangnya talenta, kurangnya mandiri, mudah takjub pada sesuatu yang tidak seme...
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI’AAFAN

Hikmah, Uncategorized
MERINDUKAN DZURRIYYAH THAYYIBAH BUKAN DZURRIYYAH DHI'AAFANOleh:Teten Romly Qomaruddien Sesuai algoritma digital yang begitu cepat berubah, maka fenomena "ajang kreasi" kaum muda teranyar yang dikenal dengan Citayam Fashion Week pun meredup. Bahkan, di beberapa titik kota bermunculan kreasi alternatif sebagai penggantinya, di mana aroma religius lebih kental dan lebih mendidik. Itulah hakikat pendidikan; di mana proses pembelajaran tidak harus dilaksanakan di ruang kelas semata, melainkan bisa menggunakan fasilitas publik. Dalam pendekatan sosiologis, bisa saja orang berdebat terkait pro kontra "ajang kreasi" itu, namun menjaga sesuatu yang tidak diinginkan terhadap generasi anak bangsa pun merupakan pertimbangan yang wajib diperhatikan. Adanya kekhawatiran terjerumus budaya bebas...
error: Content is protected !!