Minggu, September 6MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

Tarbiyah
KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak syak lagi, kemuliaan Nabi akhir zaman Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam bukan sekedar memiliki dalil-dalil yang pasti (qath'iyud dalâlah), melainkan mengundang rasa ingin tahu yang mendalam para peneliti, pengkaji, bahkan para Islamolog yang terdiri dari para sejarawan Timur dan Barat. Sebagai Muslim, tidak ada alasan untuk tidak meyakini bahwa dalam dirinya memiliki sifat dan karakteristik prima. Sekalipun sama-sama manusia, tentu tidak dapat disamakan dengan manusia pada umumnya. Ada banyak ayat Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan tentang keutamaan dan kemuliannya. Di antara ayat-ayat dimaksud adalah: 1. Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam disebut-sebut sebagai manusia yang paling...
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Tarbiyah
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika membicarakan nilai dalam perspektif agama (dalam hal ini Islam), berarti kita sedang mendiskusikan sebuah keyakinan yang menjadi pilihan dalam melakukan tindakan dengan patokan normatif yang telah ditentukan oleh wahyu Allah ‘azza wa jalla dan sabda NabiNya. Tidak kurang dari 15 definisi terkait nilai, Rohmat Mulyana menariknya menjadi satu kesimpulan definisi yang mewakili, yaitu: "Rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan." (Lihat: Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, 2004: hlm. 8 - 11) Kaitannya dengan pendidikan nilai adalah bagaimana Islam memiliki aturan, norma, keyakinan, pegangan, moral, etika dan lain-lain yang harus diberikan dalam dunia pendidikan berdasarkan paradigma wahyu dan sabda...
HAYAT JUANG POLITIK SANTUN SANG KHÂDIMUL UMMAH (Dari Pojok Diskusi Buku Biografi Mohammad Natsir di STAI Persatuan Islam Jakarta)

HAYAT JUANG POLITIK SANTUN SANG KHÂDIMUL UMMAH (Dari Pojok Diskusi Buku Biografi Mohammad Natsir di STAI Persatuan Islam Jakarta)

Hikmah
HAYAT JUANG POLITIK SANTUN SANG KHÂDIMUL UMMAH (Dari Pojok Diskusi Buku Biografi Mohammad Natsir di STAI Persatuan Islam Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sedikit pengetahuan penulis tentang sosok Allâhu yarham Mohammad Natsir; selain bukan maqam dan zaman-nya bagi diri ini untuk membincangnya, namun perjalanan hidup juangnya begitu sangat menarik untuk dikenang oleh generasi mana pun jua. Istilah Ayahanda Prof. Dr. Ir. AM. Saefuddin, "Pak Natsir itu tokoh multi talenta dan tidak pernah mati" (maksudnya: alam pikirannya terasa masih hidup, pen.). Termasuk diri ini, yang sekedar kenal dari karya-karyanya, namun sempat melihatnya pada masa-masa akhir tahun 1993an dalam usia beliau 84 tahun. Ketika wafatnya, diri ini masih sempat menyaksikan ribuan jamaah mengantarkan jenazahny...
MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi)

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi)

Tarbiyah
MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membicarakan manusia, berarti berbicara tentang unsur-unsur yang ada pada diri manusia. Mengetahui hal ini menjadi penting, terkait dengan hajat hidup manusia yang mendapatkan kepercayaan Tuhan sebagai makhluq yang harus mengarungi kehidupan di muka bumi. Keberadaannya tidaklah muncul secara tiba-tiba dengan sendirinya, melainkan ada yang mencipta. Karenanya, mengetahui asal kejadian manusia dan bagaimana penciptaannya serta untuk apa manusia dicipta, akan memberikan jawaban mengapa manusia harus ada dan apa hakikat manusia itu? Hubungannya dengan pendidikan, dikarenakan pendidikan itu hakikatnya kehidupan. Dan setiap kehidupan tidak dapat dilepaskan dari berbagai macam pengaruh yang dapat memp...
AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman)

AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman)

Uncategorized
AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Lahirnya generasi pemimpin, bukanlah sebuah kelahiran yang tiba-tiba. Kemunculannya merupakan rentetan sanad perjalanan dari zaman yang satu ke zaman lainnya. Dalam perjalanannya ada rûhul jihâd yang satu sama lain bertemu dan senyawa, mengkristal menjadi satu kekuatan yang saling berkesinambungan. Ada pengalaman sejarah yang mengajarkan, betapa "penglamaan" waktu tanpa terasa mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang terukur dan benar-benar dipersiapkan, yaitu kaderisasi pemimpin masa depan yang tidak boleh terputus. Ada langkah yang mesti dikayuh, ada tujuan yang mesti ditempuh. Walau terhalang zaman terhijab saat, ruh baik bertemu kembali dengan ruh baik yang...
INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan)

INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan)

Tarbiyah
INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara agenda yang harus terus dijalankan dalam dunia pendidikan hari ini, adalah mewujudkan masyarakat terdidik. Banyak upaya telah dilakukan pemerintah, di samping merupakan amanah konstitusional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan dibentuknya negara Republik Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga merupakan tuntutan zaman yang terus kian berubah. Menurut Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, selama perjalanan berbangsa dan bertanah air, dirinya telah mencatat dan mencermati empat indikator perkembangan sistem pendidikan nasional; popularisasi pendidikan melalui gerakan education for all (di antaranya tahun 1984 menerapkan wajib belajar 6 ...
MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN

MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN

Tarbiyah
MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membicarakan pendidikan tidak lepas dari membicarakan dasar dan tujuan pendidikan, karena keduanya merupakan pintu pokok untuk dapat memahami kemana arah suatu pendidikan akan diarahkan. Dalam konteks Indonesia, sudah tentu yang harus dijadikan dasar pendidikan itu adalah falsafah negara, Undang-Undang Dasar 1945 serta ketentuan-ketentuan lainnya sebagai aturan tata pelaksanaannya. Menentukan dasar pendidikan, menjadi sesuatu yang sangat penting, di mana tujuan pendidikan sangat ditentukan oleh pandangan hidup (way of life) orang yang mendesainnya. Pandangan hidup itu sangat ditentukan pula oleh kecenderungan-kecenderungan warisan nilai yang ada padanya, baik kecenderungan agama, filsafat maupun pandangan nen...
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

Da'wah
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya faham "Wahabiyyah" kembali muncul ke permukaan; Hal ini lebih disebabkan pada semakin kuatnya dorongan dari luar yang tidak menginginkan dakwah tauhid ini ada, juga disebabkan biasnya sejarah sosok Syaikh Muhammad bin Abdul Wahâb sebagai tokoh pemula yang sudah banyak dikaburkan. Tidak terkecuali, perilaku dakwah di lapangan yang kurang bijak, seringkali menisbatkan dengan membawa nama besar tokoh tauhid tersebut. Agar kita bersikap adil dalam menilainya, maka mengetahui kembali selayang pandang hidupnya, adalah sebuah keniscayaan. Kondisi Nejd Abad XII H./ XVIII M. Nejd adalah daerah terpencil di pedalaman Arab Saudi, daerahnya tandus dan tidak banyak diperhatikan orang. Walau...
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pengertian ulama Secara bahasa, kata ulama ('ulamâ`) merupakan bentuk jamak dari kata Arab 'alîm, artinya seseorang yang memiliki kualitas ilmu, pengetahuan, kearifan, sains dalam pengertian yang lebih luas. Dalam pengertian 'maha' (mubâlaghat), artinya sangat mengetahui (maka Allah bersifat 'Alîm). Menurut H.A.R. Gibb dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam sebagaimana dikutip Dr. Rifyal Ka'bah, pemakaian kata ulama yang popular adalah bentuk jamak dari 'âlim, artinya yang memiliki pengetahuan, orang alim dan seterusnya. (Lihat: Krisis Ulama Sebagai Pewaris Para Nabi, 1988: hlm. 3) Dalam Al-Mu'jam al-Wasîth, dijelaskan bahwa al-'ilmu itu sendiri yang memberikan kualitas kepada 'ulama, di ma...
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

Tarbiyah
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan Islam itu adalah agar manusia menggapai "kebahagiaan dunia" dan "kebahagiaan akhirat." Kedua-duanya bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan satu sama lainnya (antagonis), melainkan harus diseimbangkan dan diselaraskan, serta disikapi dengan adil. Baik kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat (sa'âdatud dârain), keduanya harus ditempuh dengan ilmu. Maka lahirlah apa yang disebut "ilmu dunia" dan "ilmu akhirat." Dengan ilmu dunia manusia dapat mengelola dan memelihara bumi dengan segala isinya, juga dengan ilmu akhirat manusia dapat mengetahui tujuan akhir hidupnya. Meminjam istilah Syaikh Abdurrahman Nâshir Sa'di, ilmu syar'i bersifat langsung tujuan...
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

Tarbiyah
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Salah satu tantangan pendidikan Islam, adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadinya pemisahan antara ilmu-ilmu dunia (‘ulûmud dunyâ) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulûmus syar’i) yang saling menafikan satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi ini, di antaranya hilangnya spirit atau semangat keagamaan, bahkan meragukan dan menganggap bahwa agama bukanlah jalan keluar untuk dapat selamat dari permasalahan duniawi dan juga diperkuat dengan adanya ketidakjelasan mengenai konsep kehidupan di akhirat kelak. Cara pandang semacam ini, jelas akan berpengaruh besar terhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Di samping ilmu menjadi tidak utuh, juga menjadi bebas nilai. Untuk mengembalik...
PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon)

PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon)

Aqidah
PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagaimana dimaklumi, dalam Kitâbullah dan Sunnah nabiNya terdapat ayat dan hadits-hadits Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam yang cukup banyak mengenai berita fitnah atau “petaka akhir zaman.” Hal ini dapat dilihat dalam sejumlah karya para ulama ahli tafsir dan ahli hadits seperti An-Nihâyah fil Fitan wal Malâhim (Fitnah dan Bencana Akhir Zaman karya Imam Ibnu Katsîr), Imam Al-Bukhâri dan Muslim dalam Kitab Al-Fitnah, Imam Abu Dâwud dalam Al-Fitan wal Malâhim, Ibnu Mâjah dalam Ats-Tsawâbit fil Fitnah dan sejumlah kitab lainnya. Dari semuanya itu, para ulama memahami bahwa pengertian “fitnah” adalah: malapetaka, huru-hara, kekacauan, chaos, peperangan dan bencana, di samping...
MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda)

MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda)

Hikmah
MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Semua kita tentu merasakan, usia muda adalah usia yang penuh dengan "cita rasa" kehidupan; harapan membentang, semangat menggelora, cita-cita menjulang dan lainnya. Menimba pengalaman dari sejarah, berbagai keberhasilan sebuah perjuangan tidak lepas dari keterlibatan para pemudanya. Dengan hadirnya tanggal 28 Oktober sebagai hari "Sumpah Pemuda" maka seyogianya yang harus kita ambil hikmah adalah semangat pengorbanan sebagai pelajaran berharga dari sosok-sosok pemuda zaman, terutama tokoh-tokoh muda Muslim berdikasi tinggi dalam khidmat mereka untuk agama dan bangsanya. Agar semangat tidak mudah pudar, asa dan harap senantiasa senyawa dalam jiwa, hendaknya generasi kini menyelami ka...
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua...
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

Aqidah, Manhaj
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membaca liputan Beritaislam.org (8 Oktober 2019) di mana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, agama hadir untuk memanusiakan manusia dan menjaga harkat martabat manusia. Namun, kata Menag, agama dapat melahirkan fanatisme yang berlebihan jika tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang baik. “Nah, dari fanatisme ini dapat melahirkan sikap ekstremisme,” kata Lukman dalam diskusi dan peluncuran buku "Moderasi Beragama" di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (8/10). Pernyataan tersebut, mengingatkan penulis pada kumpulan tulisan yang disebut-sebut M. Dawam Rahardjo sebagai Nurcholish Madjid Memorial (dalam Pengantar). Tulisan yang terdiri dari 24 artikel itu, berkenaan dengan bahasan Islam peradaban, fanatisisme d...
error: Content is protected !!