Rabu, Oktober 7MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

SAAT MANUSIA TIDAK BISA MENGELAK DARI KESALAHAN YANG PERNAH DIPERBUAT

SAAT MANUSIA TIDAK BISA MENGELAK DARI KESALAHAN YANG PERNAH DIPERBUAT

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bukan perkara mudah bagi seseorang untuk mengakui dan menyadari kesalahannya, namun akhirnya semua orang akan menerima kenyataan bahwa ada satu masa yang manusia tidak bisa lagi beralasan untuk menutupi kesalahan yang pernah diperbuat dirinya. Semua itu terjadi tidak lain karena masing-masing diri telah menjadi saksi utama dari apa yang pernah dilakukannya. Maka dengan sendirinya, setiap diri memberikan kesaksiannya. Allah 'azza wa jalla berfirman: يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ "Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." (QS. Al-Qiyaamah: 13) بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ "Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri." (QS. Al-Qiyaama...
MEMAKNAI SUNNATULLAH SALAH DAN LUPA PADA DIRI MANUSIA

MEMAKNAI SUNNATULLAH SALAH DAN LUPA PADA DIRI MANUSIA

Da'wah, Hikmah, Pendidikan, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi kebiasaan umum manusia, apabila melakukan suatu kesalahan atau lupa dan lalai terhadap suatu yang diamanahkan, maka orang tersebut akan memberikan pembelaan diri dengan mengatakan al-insaanu mahallul khatha' wan nisyaan. Narasi ini merupakan gugusan kalimat popular bagi siapa pun yang melakukan kesalahan dan mengharapkan pemaafan. "Manusia itu tempatnya salah dan lupa", sungguh untaian indah yang mengandung simpatik tinggi dan sangat menggugah bagi siapa pun yang mendengarnya. Minimalnya, ada dua sandaran dalil yang dapat membenarkan kalimat yang mengandung pelajaran ['ibaarat] ini; Yang pertama bersandar pada petikan ayat Al-Qur'an. Sekalipun ayat tersebut secara umum menguraikan tentang sikap saling memaafkan di antara pasangan suami ...
ILMU AMALIAH DAN AMAL ILMIAH; MENATA HIKMAH MERENDA AMALAN

ILMU AMALIAH DAN AMAL ILMIAH; MENATA HIKMAH MERENDA AMALAN

Da'wah, Hikmah, Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selalu ada mutiara di setiap zaman; Yakni pelita peradaban yang senantiasa menunjukkan jalan, mengawal kehidupan dengan pengetahuan dan memberikan keteladanan dengan amalan. Pengetahuan di atas pengetahuan, atau dalam bahasa akademisnya "ilmu yang telah terverifikasi". Itulah mutiara hikmah. Begitu pula asam garam kehidupan yang dipertunjukkan oleh orang-orang mulia, yang bukan sekadar tebar pesona dan isapan jempol pencitraan yang minim ketulusan. Bagaimana seseorang mampu "menibakan makna kepada jiwa", keselarasan antara ucapan dan perbuatan, kesesuaian ilmu dan amalan; Semuanya sangat tergantung kepada kemampuan orang tersebut dalam mensenyawakan semua itu dengan landasan iman dalam satu tarikan nafas yang tidak terputus. Ucapan [al-qaul], pengeta...
JELAJAH KEHIDUPAN MANUSIA; ANTARA AMANAH KAUWNIYYAH DAN AMANAH SYAR’IYYAH

JELAJAH KEHIDUPAN MANUSIA; ANTARA AMANAH KAUWNIYYAH DAN AMANAH SYAR’IYYAH

Da'wah, Hikmah, Materi Kajian, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Pendahuluan Sebagai makhluk yang Allah 'azza wa jalla ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk [ahsanu taqwiim, ahsanul khaaliqiin], manusia termasuk yang mendapatkan fasilitas terlengkap di muka bumi. Dengan ditunjuknya menjadi khalifatullaah fil ardh [QS. 2/ 30], maka peran yang diemban minimalnya memiliki tiga tugas pokok; Sebagai pemimpin bumi, pelaksana ajaran Dzat pencipta dan pemakmur bumi dengan segala disiplin ilmu yang dimiliki. Dengan bekal yang dianugerahkannya berupa cahaya langit [yakni nuurus samaawaat, wahyu] dan cahaya bumi [yakni nuurul ardh, yakni akal], maka manusia bisa menjalankan perannya menjadi penghuni bumi yang digdaya dan mendigdayakan sesama manusia, serta sekaligus menjadi penghuni bumi yang patuh terhadap aturan Dzat ya...
SOSOK ‘IBAADURRAHMAAN; PRIBADI UNGGUL BERAKHLAK LUHUR

SOSOK ‘IBAADURRAHMAAN; PRIBADI UNGGUL BERAKHLAK LUHUR

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ombak besar menghantam karang, karang terbawa ke tengah telaga … Bila hendak dipandang orang, budi bahasa hendak dijaga. Minyak zaitun di atas kapas, kapas rusak karena diremas … Sopan santun jangan dilepas, itulah kekayaan seindah emas. Bunga melati sedang merekah, tumbuh indah di batok kelapa … Kemana kaki hendak melangkah, budi mulia jangan dilupa. Peti kemas dibawa berlayar, gudang padi di hutan jati … Hutang emas bisa dibayar, hutang budi dibawa mati. Demikianlah bait-bait pantun Melayu yang mengajarkan betapa budi pekerti atau akhlak mulia menjadi benteng utama kehidupan; Tanpa budi pekerti, kehidupan menjadi mati. Tanpa akhlak mulia, kehidupan menjadi rusak binasa. Untuk memotret semua itu, seorang penyair besar pujangga sastra modern...
MENJADI UMMATUL QUR’AN DI TENGAH PANCAROBA ZAMAN

MENJADI UMMATUL QUR’AN DI TENGAH PANCAROBA ZAMAN

Da'wah, Hikmah, Pendidikan, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Al-Qur'an adalah tali Allah 'azza wa jalla yang kokoh [hablullaahil matiin], pemberi nasihat paling bijak [adz-dzaakirul hakiim]. Al-Qur'an mengajak manusia pada jalan yang lurus [as-shiraathul mustaqiim], Al-Qur'an pula yang membuat hawa nafsu terkendali dan menjadikan lisan seseorang tidak menjadi kabur. Para ulama dan ilmuwan di setiap zaman tidak akan pernah bosan menggali kandungannya, karena Al-Qur'an tidak akan pernah hampa oleh banyaknya pihak yang menolak. Keajaibannya tidak akan pernah pudar; Siapa yang berhujjah dengannya pasti dia benar, siapa yang mengamalkan isinya pasti dibalas, siapa yang berhukum dengannya pasti akan adil, dan siapa saja yang mengajak kepadanya pasti akan mendapatkan petunjuk jalan yang lurus. Beberapa kabar kenabian...
TADABBUR KEMERDEKAAN; WASIAT PARA SALAF PENDIRI BANGSA YANG TERABAIKAN

TADABBUR KEMERDEKAAN; WASIAT PARA SALAF PENDIRI BANGSA YANG TERABAIKAN

Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Genap sudah bangsa ini di usia kemerdekaannya yang ke-80. Usia yang telah melewati lebih setengah abad, sudah tentu banyak mengabadikan pengalaman hidup berbangsa dan bernegara yang sangat beragam; Zaman perebutan kemerdekaan dengan segala tantangan dan pengorbanannya, zaman revolusi dengan semua kecamuk pertarungan ideologi di dalamnya, zaman setelah pengakuan kedaulatan dengan semua dinamikanya, zaman awal pembangunan nasional [baik masa orde lama atau pun orde baru], hingga zaman reformasi dan setelah reformasi. Mulai dari persatuan dan kesatuan bangsa, kedaulatan negara, kesejahteraan rakyat, hingga kemajuan yang menjadi cita-cita luhur semua para pendiri negeri hingga kemakmuran anak bangsa menjadi bunga pembahasan yang kerap kali dibincangkan dari...
PILAR PERUBAHAN; ISYARAT NUBUWWAH YANG MENGINGATKAN

PILAR PERUBAHAN; ISYARAT NUBUWWAH YANG MENGINGATKAN

Da'wah, Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bulan Muharram Tahun 1447 H tinggal hitungan hari, seiring dengan berjalannya waktu gema Muharram yang sering disebut-sebut sebagai "bulan kebangkitan" setiap tahunnya ini pun berangsur pudar berganti dengan agenda lainnya. Selain bulan Muharram sering dinisbatkan kepada peristiwa hijrahnya Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya dari Makkah ke Madinah [sekalipun banyak data sejarah yang lebih valid menyebutkan akhir bulan Shafar sebagaimana disinggung Al-Manshurfuri dan Al-Mubarakfuri], juga dijadikannya bulan tersebut sebagai bulan pertama dalam penanggalan Islam oleh Khalifah 'Umar bin Khathab radhiyallaahu 'anh. Karena itulah, bulan ini banyak menginspirasi kaum Muslimin sebagai bulan penuh makna yang menggairahkan dan memban...
DZULHIJJAH KITA; BERBURU KEAGAUNGAN DAN MENGUATKAN KEPEKAAN

DZULHIJJAH KITA; BERBURU KEAGAUNGAN DAN MENGUATKAN KEPEKAAN

Da'wah, Hikmah, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah yang dikenal dengan ayyaamul 'asyr, dengan segala kemuliaan di dalamnya kini telah berakhir. Menyusul tiga hari mulia berikutnya 11-13 Dzulhijjah yang disebut hari tasyriiq atau yauwmu aklin wa syurbin wa dzikrillaah, yakni hari pesta makan dan minumnya umat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam, serta mengingat keagungan Allah 'azza wa jalla sembari menyantap hidangan lezat udhhiyyah yang disuguhkan bersama keluarga dan handai tolan. Dalam suasana yang seharusnya kebahagiaan ini disyukuri bersama, namun kondisi ini tidak terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina terutama Gaza. Saat lautan kaum Muslimin yang menunaikan ibadah haji tumpah ruah dengan linangan air mata dan fokusnya ibadah dengan khusu' di Pa...
MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk [ahsanu takwiin], diberikan anugerah Allah 'azza wa jalla berupa organ tubuh yang sempurna, di antaranya pendengaran [as-sam'u], penglihatan [al-basharu] dan hati [al-fu'aadu]. Dengan ketiganya itulah cakrawala pengetahuan bisa diketahui, padahal sebelumnya manusia tidak mengetahui apa-apa. Al-Qur'an mewartakan dalam firman-Nya: وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl/ 16: 78). Tig...
MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk [ahsanu takwiin], diberikan anugerah Allah 'azza wa jalla berupa organ tubuh yang sempurna, di antaranya pendengaran [as-sam'u], penglihatan [al-basharu] dan hati [al-fu'aadu]. Dengan ketiganya itulah cakrawala pengetahuan bisa diketahui, padahal sebelumnya manusia tidak mengetahui apa-apa. Al-Qur'an mewartakan dalam firman-Nya: وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl/ 16: 78). Tig...
PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Umat dan Penguasa)

PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Umat dan Penguasa)

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Parenting, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tingginya angka kemiskinan yang mendera suatu negeri, bisa terjadi karena banyak sebab. Keterbelakangan pendidikan, sempitnya lapangan kerja, merajalelanya penyalahgunaan amanah sebagian penguasa dan semakin meningkatnya pembayaran pajak yang harus dibayar masyarakat. Itulah yang sering dibahas para pengamat pada umumnya dengan menghubungkannya pada sumber daya alam yang dimilikinya. Selain itu, banyak pula kalangan yang berpandangan bahwa kemiskinan identik dengan prilaku masyarakat semata, yakni mereka dinilai kurang memperhatikan pengaturan kelahiran hingga mengabaikan kesejahteraan dan pendidikan anak-anaknya. Alasan terakhir ini sangat logis dan bisa jadi ada benarnya, namun dirasa kurang tepat dan sangat paradoks apabila dihadapkan pada kenya...
PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Ummat dan Penguasa)

PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Ummat dan Penguasa)

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Parenting, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tingginya angka kemiskinan yang mendera suatu negeri, bisa terjadi karena banyak sebab. Keterbelakangan pendidikan, sempitnya lapangan kerja, merajalelanya penyalahgunaan amanah sebagian penguasa dan semakin meningkatnya pembayaran pajak yang harus dibayar masyarakat. Itulah yang sering dibahas para pengamat pada umumnya dengan menghubungkannya pada sumber daya alam yang dimilikinya. Selain itu, banyak pula kalangan yang berpandangan bahwa kemiskinan identik dengan prilaku masyarakat semata, yakni mereka dinilai kurang memperhatikan pengaturan kelahiran hingga mengabaikan kesejahteraan dan pendidikan anak-anaknya. Alasan terakhir ini sangat logis dan bisa jadi ada benarnya, namun dirasa kurang tepat dan sangat paradoks apabila dihadapkan pada kenyata...
GURU SEBAGAI TONGGAK PERADABAN (Refleksi Hati Seorang Santri)

GURU SEBAGAI TONGGAK PERADABAN (Refleksi Hati Seorang Santri)

Hikmah, Pendidikan, Tokoh, Uncategorized
Diadaptasi oleh Misbahudin dari Pembukaan Kajian Al-Ustadz H.Teten Romly Qomaruddien di Lingkungan Pendidikan Pusdiklat Dewan Dakwah Guru Sebagai Lentera Peradaban Guru merupakan ruh peradaban, guru pun menjadi energi perubahan. Manusia tidak akan cerdas tanpa adanya sosok seorang guru. Manusia tidak akan berakhlak mulia dan memiliki peradaban tanpa adanya keteladanan guru sebagai "role model". Berharganya guru dalam pentas peradaban tergambar dalam wahyu pertama yang Allah 'azza wa jalla turunkan yang memerintahkan manusia untuk membaca. Membaca di sini, mengandung makna membaca dalam artian berliterasi yang luas dan mendalam. Dalam prakteknya, hal ini hanya bisa dilakukan oleh seorang guru. Karenanya, salah satu bagian keteladanan dari sisi kehidupan Rasulullah shallallaahu ...
GELOMBANG DALAM GELAS; MENYANGGA KEMULIAAN AGAMA DI TENGAH PRAHARA

GELOMBANG DALAM GELAS; MENYANGGA KEMULIAAN AGAMA DI TENGAH PRAHARA

Da'wah, Hikmah, Tokoh, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bagaikan pohon tinggi menjulang; Semakin tinggi, semakin kencang pula anginnya, semakin tembus menuju langit semakin berat pula ujiannya. Itulah gambaran umum kekhalifahan 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdil Muthalib radhiyallaahu 'anh. Lahir dari seorang ibu bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin 'Abdi Manaf. Pengangkatannya sebagai Khalifah ke-empat tidak seperti pengangkatan kepemimpinan [istauwlaa] sebelumnya; Simalakama yang penuh intrik, syak wasangka dan kecurigaan berkecamuk menyelimuti mereka. Bagaimana tidak, wafatnya sang Khalifah 'Utsman secara tragis oleh gerombolan pemberontak yang terhasut bara fitnah membuat situasi Madinah chaos tidak menentu. Siapa kawan dan siapa lawan, berbaur menjadi satu dengan kaum pemberontak. Tidak terkecuali, me...
error: Content is protected !!