Jumat, September 4MAU INSTITUTE
Shadow

Penulis: Adinda Khalifah

AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

Aqidah
AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Bumi ini tak akan pernah sepi dari dua kondisi yang selalu berhadapan dan saling tarik menarik; antara yang mengibarkan bendera al-haq dengan bendera al-baathil, antara yang mengajak pada terang [an-nuur] dengan yang mengajak pada gelap [az-zhulumaat], antara yang menggiring pada petunjuk [ar-rusyd] dengan yang mengajak pada kesesatan [al-ghayy], antara yang memenangkan barisan Alloh [hizbullaah] dengan yang memenangkan komplotan syaitan [hizbus syaithaan] atau antara yang mendukung kelompok kanan [ashhaabul yamiin] dengan yang mendukung kelompok kiri [ashhaabus syimaal]. Demikian Alloh Jalla Jalaaluh menuturkan bentangan ayat-ayatNya.   Sunnatullah ini diisyaratkan Ras...
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

Kebangsaan
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN Notulen: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Senang rasanya dapat menyaksikan kekompakkan semua elemen ummat Islam dari berbagai ormas dan gerakan dakwah dapat hadir dalam menyokong komitmen kebangsaan MUI dan responsif atas keprihatinan terhadap berbagai masalah keummatan dan kebangsaan. Dalam bingkai dasar negara Pancasila dan NKRI, tanggung jawab terhadap agama (mas'uuliyah dieniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas'uuliyah wathaniyyah) sudah terpenuhi di dalamnya sebagai pengejawantahan hiraasatud dien wa siyaasatud dunyaa, artinya bagaimana nilai-nilai agama dapat dipelihara dan urusan-urusan dunia dapat diatur dengan baik. Demikian pula dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika, bahwa kemajemukan yang baik adalah kemajemukan yang berjalan di atas kese...
DARI BEDAH BUKU “SETENGAH ABAD DEWAN DA’WAH” UNTUK UMMAT DAN BANGSA

DARI BEDAH BUKU “SETENGAH ABAD DEWAN DA’WAH” UNTUK UMMAT DAN BANGSA

Da'wah
DARI BEDAH BUKU "SETENGAH ABAD DEWAN DA'WAH" UNTUK UMMAT DAN BANGSA Moderator: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Bedah buku bertajukkan "Setengah Abad Dewan Da'wah Berkiprah Mengokohkan NKRI" digelar di aula Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Tiar Anwar Bachtiar, (Doktor sejarah UI, PP. Persatuan Islam) sebagai penulis buku tersebut menuturkan: "untuk meluruskan sejarah di tanah air, perlu adanya penulisan historiografi dakwah" agar ummat dan bangsa mengenal peran dan sepak terjang para pendahulu yang sesungguhnya agar tidak menciderai sejarah, di mana perjuangan mereka sangat nyata dalam "memperkasakan" NKRI. Menurut H. M. Fu'ad Nasar (pemerhati dakwah Baznas), "gerak dakwah Dewan Da'wah tidak bisa dilepaskan dari tokoh-tokoh pendirinya yang Masyumi", yang dengan gigih dan cerd...
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI'AH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Belakangan ini, muncul anggapan kalau ingin sempurna mencintai Nabi dan keluarganya (ahlul bait) harus seperti cintanya orang syi'ah terhadap mereka. Buktinya, hanya kaum syi'ahlah yang benar-benar perhatian dan menunjukkan gelora rasa cinta dan rindunya. Berdirinya komunitas ahlul bait atau dalam bentuk ikatan jamaah ahlul bait, itulah wujud nyatanya. Tentu anggapan itu, tidak dapat dibenarkan dan mengandung kekeliruan. Mengapa demikian? Hal ini dapat diperhatikan dari beberapa persoalan berikut ini: 1. Kedustaan belaka, andaikan mereka dikatakan senagai kaum yang sangat mencintai Nabi dan keluarganya. Bagaimana mereka dikatakan cinta, apabila mereka send...
PURITANISME BERBEDA DENGAN EKSTRIMISME

PURITANISME BERBEDA DENGAN EKSTRIMISME

Uncategorized
PURITANISME BERBEDA DENGAN EKSTRIMISME Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Puritanisme, sering dimaknai dengan gerakan yang melakukan pemurnian ajaran [ashaalah, purifikasi]. Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang kembali kepada pemahaman generasi awal secara konprehensif dan total [muhyi atsaris salaf, revivalisasi]. Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan [ishlaah, reformasi], maka itulah yang disebut dengan sejatinya tajdied. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imarah dalam "Al-Ushuuliyyah Bainal Gharbi wal Islaam", mereka menyebut diri sebagai 'kaum fundamentalis'. ...
AL-WASATHIYYAH; SIKAP PERTENGAHAN DALAM ISLAM

AL-WASATHIYYAH; SIKAP PERTENGAHAN DALAM ISLAM

Manhaj
AL-WASATHIYYAH; SIKAP PERTENGAHAN DALAM ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Wasath, artinya tengah-tengah, i'tidaal/ adil, atau tawaazun/ seimbang. Dari segi zaman, Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam berada pada posisi tengah antara Nabi-nabi terdahulu dan ummat setelahnya. Al-Qur'an dan As-Sunnah mengajarkan keseimbangan kebaikan dunia dan akhirat sebagai inti keselamatan dan kebahagiaan dalam Islam [sa'aadatud daarain]. Maka sudah seharusnya keteladanan hidup diambil secara seimbang; antara sikap bijak mengambil kebaikan masa lalu, namun tidak menghilangkan semangat masa depan. Artinya, bagaimana kita menimba keelokkan generasi masa lalu yang shalih [as-salaf as-shaalih] untuk dijalankan dalam kehidupan kekinian yang dihiasi dengan keshalihan, sehingga lahirnya manusi...
keringat, Air Mata dan Darah (‘ibroh Hamasyah Perjuangan)

keringat, Air Mata dan Darah (‘ibroh Hamasyah Perjuangan)

Hikmah, Uncategorized
KERINGAT, AIR MATA DAN DARAH ('Ibrah Hamasyah Perjuangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sekedar melawan lupa, teringat Ustadzunal Fadhil Muzayyin Abdul Wahhab (Allaahu yarhamh) ketika beliau mengajarkan "Fiqih Tawaazun" dalam perjuangan. Menurutnya, perjuangan membutuhkan keseimbangan seperti halnya para ulama terdahulu pun demikian. Ibnul Mubarak rahimahullaah misalnya, beliau ini bukan sekedar seorang yang faaqih dalam agama, namun beliau pun tangkas mengayun pedang di medan laga. Ketika suatu saat berjumpa dengan saudaranya Fudhail bin 'Iyadh rahimahullaah yang tengah menangis tersedu sedan dengan linangan air mata, Ibnul Mubarak pun bertutur: "yaa 'aabidal haramain, wahai hamba yang senantiasa mengabdi di dua kota suci (beribadah dan menuntut ilmu di masjid haram dan masjid...
SIDANG AHMADIYAH/ MK KE-4

SIDANG AHMADIYAH/ MK KE-4

AKHBAR NEWS!
(Jakarta 29/11). SIDANG AHMADIYAH/ MK KE-4; Merupakan sidang ke-4 yang kami ikuti, di mana kali ini diawali dengan mendengarkan pihak terkait dari Komnas Perempuan yang merincikan pointer-pointer hak perempuan Ahmadiyah yang wajib dilindungi, di mana menurut pengakuannya mereka kini menjadi salah satu korbannya. Sedangkan untuk ahli pemohon, pihak Ahmadiyah menghadirkan Dr. Catur Wahyudi (Dosen Fisip Universitas Merdeka Malang). Tak jauh berbeda dengan para pembela sebelumnya, dirinya menyoal UU No.1/ PNPS/ 1965 dan SKB Tiga Mentri yang dinilainya sangat membatasi kehidupan beragama, terutama Ahmadiyah. Terlebih-lebih Fatwa MUI tahun 1980 yang menyebutkan bahwa Ahmadiyah "di luar Islam", lalu diikuti Fatwa MUI tahun 2005 yang menyebutkan Ahmadiyah "sesat dan menyesatkan". Hal ini menyeb...
SIDANG AHMADIYAH/ MK KE-3

SIDANG AHMADIYAH/ MK KE-3

AKHBAR NEWS!
Sebagai pihak terkait, sidang ke-3 kalinya ini (yang kami ikuti) masih mendengarkan ahli pemohon dan keterangan saksi fakta pemohon. Bertindak sebagai ahli pemohon, Ahmad Najieb Burhani, Ph.D. yang mengaku bahwa dirinya "sudah lelah" dengan perdebatan teologis, namun lebih tertarik untuk mengkritisi pasal demi pasal yang tertuang dalam UU PNPS No.1/ 1965. Burhani menuduh, bahwa ummat Islam di luar Ahmadiyah telah "salah paham" terhadap ajaran dan amalan-amalan mereka. Menurutnya, perbedaan tafsir tidak bisa dijadikan standar untuk menilai keyakinan pihak lain. Seperti halnya para ahli sebelumnya, dirinya mengaku kehadirannya bukan untuk membela Ahmadiyah. Kenyataannya, justeru apa yang dipaparkannya sangat ahmadi; Tadzkirah bukan kitab suci, Qadyan bukan tempat suci, tidak ada amalan aneh...
SHILATURRAHIM DUBES KSA BERSAMA MOI DAN  IKATAN DU’AT & ULAMA ASEAN;

SHILATURRAHIM DUBES KSA BERSAMA MOI DAN IKATAN DU’AT & ULAMA ASEAN;

AKHBAR NEWS!
SHILATURRAHIM DUBES KSA BERSAMA MOI DAN IKATAN DU'AT & ULAMA ASEAN; Menanggapi berbagai perkembangan terkini di Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Osama bin Mohammad Abdullah as-Shuaibi memberikan beberapa bayanat terhadap spekulasi yang kini menjadi rumor di media-media lokal; 1) Soal moderatisasi kerajaan, menurutnya tetap bersandar pada padanan Al-Qur'an dan As-Sunnah, jauh dari liberalisasi tanpa arah, 2) Reformasi besar-besaran, kini sedang dilakukan pihak otoritas Raja Salman bin 'Abdul 'Aziez di segala bidang tanpa pandang bulu, terutama pemberantasan korupsi yang lembaganya (semacam KPK) baru dibentuk melanjutkan program sebelumnya Raja 'Abdullah. Ada 11 pangeran, 4 mentri dan para mantan mentri, pengusaha dan lain-lain yang diduga terlibat. Namun menurutnya, kerajaan tetap memperla...
​LDK-UNJ ADAKAN SPPI​ (Studi Pemikiran dan Peradaban Islam)

​LDK-UNJ ADAKAN SPPI​ (Studi Pemikiran dan Peradaban Islam)

AKHBAR NEWS!
​LDK-UNJ ADAKAN SPPI​; Mengimbangi percepatan dinamika intelektual, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UNJ selenggarakan Studi Pemikiran dan Peradaban Islam (SPPI). Materi perkuliahan disampaikan secara tematik, mulai dari bahasan teologi Islam, sejarah dan kebangsaan, Islamisasi ilmu, Islamic worldview, ghazwul fikri, hingga as-siyaasah as-syar'iyyah. Kajian berkala ini diikuti para mahasiswa dari berbagai jurusan, tentu harapannya adalah kembalinya semangat insan kampus dalam melahirkan ​du'at kampus​ yang sesuai dengan tantangan zaman dan lingkungannya ​(muthaabiqun bimaqaamiz zamaan wal makaan)​. Tidak ada kata terlambat dalam berjuang; harapan itu masih ada dan kesempatan berjuang itu masih panjang. Semoga apa yang diamanahkan dan diingatkan ​Allaahu yarhamh​ Pak Natsir bahwa "bente...
Mereka Wajib Diberitahu, lalu dibekali

Mereka Wajib Diberitahu, lalu dibekali

AKHBAR NEWS!, Da'wah
MEREKA WAJIB DIBERITAHU, LALU DIBEKALI. Mengenalkan medan yang sesungguhnya adalah sesuatu yang mesti dilakukan (ma'rifatul maidaan), menunjukkan fakta adanya pertarungan haq dan bathil merupakan hal wajib diberitahukan (wujuudus shira' bainal haq wal baathil). Namun, membekali mereka dengan segala pirantinya; baik kecerdasan fikir, kekuatan fisik, ketangkasan berstrategi, kelembutan jiwa dan ketahanan mental agar tetap merapat pada Rabbul 'Aalamien lebih wajib lagi diintensifkan (mudaawamatu bitadzkiyatil adzhan wa tarbiyatil hissi wal istiraatijiyyati wa tazkiyatin nufuusi taqarruban ilallaah). Benar kata para ulama al-fudhala: "Semangat kebangkitan (shahwah) tanpa diiringi kebangkitan kefahaman, bisa menuai kesia-siaan". Jangan tunda lagi, saatnya mereka dibekali ... Semoga. (#TenRomly...
SIDANG AHMADIYAH KE-2

SIDANG AHMADIYAH KE-2

AKHBAR NEWS!
[1:23 PM, 11/20/2017] Ust Dr H Teten Romly: Sidang lanjutan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Ahmadiyah, 23 Oktober 2017 dimulai pukul 11.30 sampai 13.30 digelar. Sebagai pemohon, pihak Ahmadiyah kini menghadirkan kembali dua ahli; Dr. Imdadun Rahmat, M.Si dan Dr. Jayadi Damanik (Keduanya merupakan penggiat HAM). Selain itu, kuasa hukum yang terdiri dari tiga orang ini menghadirkan pula saksi pemohan dua orang dan dihadiri belasan peserta lainnya. Sedangkan dari pihak terkait, terdiri dari empat kuasa hukum yang dipimpin Rangga Lukita, SH. dan empat peserta lain terdiri dari H. Amlir Syaifa, MA (wakil ketua Dewan Da'wah), H. Avid Sholihin, MM (sekum Dewan Da'wah), Teten Romly Qomaruddien, MA dan H. Syamsul Bahri Ismail, MH (keduanya dari Pusat Kajian), serta Yudhiardi (Humas) dan satu oran...
SIDANG AHMADIYAH KE-1

SIDANG AHMADIYAH KE-1

AKHBAR NEWS!
Mendampingi Ketum Dewan Da'wah Drs. Mohammad Siddik, MA., Sekum Avid Shalihin, MM. dan Waketum Amlir Syaifa Yasin, MA. bersama Tim Pengacara yang dipimpin Ahmad Laksono, SH. serta Pusat Kajian Dewan Da'wah yang diwakili H.M. Amin Djamaluddin, Syamsul Bahri Ismail, MH. dan H.T. Romly Qomaruddien, MA. (sebagai Pihak Terkait) memenuhi panggilan Sidang MK untuk mendengarkan pandangan keberatatan pihak Ahmadiyah (sebagai Pihak Pemohon) yang diwakili Tim Pengacara dan ahli pemohon yang terdiri dari Prof. Dr. M. Qasim Mathar (dari UIN Alauddin Makasar) dan Zuhairi Misrawi (dari Moderate Muslim Society). Persidangan yang melibatkan delapan anggota majlis hakim dan dihadiri unsur pemerintah ini, dipimpin oleh Ketua Majlis Hakim Arief Hidayat. Adapun dari pihak DPR, berhalangan hadir. Ahmadiyah (se...
GERAKAN KEBATINAN; MAU KEMANA? (Mengurai Irisan Kebatinan, Kepercayaan, Tashawwuf dan Mistisisme)

GERAKAN KEBATINAN; MAU KEMANA? (Mengurai Irisan Kebatinan, Kepercayaan, Tashawwuf dan Mistisisme)

Uncategorized
GERAKAN KEBATINAN; MAU KEMANA? (Mengurai Irisan Kebatinan, Kepercayaan, Tashawwuf dan Mistisisme) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Walaupun terjadi debatable, mengenai penggunaan istilah kebatinan, yang jelas hampir semua keyakinan memiliki "nilai-nilai bathiny" yang berbeda satu sama lain. Yahudi memiliki pandangan yang berbeda dengan Nashrani, keduanya memiliki pandangan yang berbeda dengan Hindu, Budha, Konghucu dan lain-lainnya. Demikian pula dengan Islam, di mana di dalamnya ada ajaran-ajaran yang mewajibkan beriman pada perkara-perkara ghaib. Mempercayainya merupakan sebuah keniscayaan, sekalipun bertentangan dengan akal. Kalaulah bukan karena dorongan bathiny, tentu sulit bagi seorang Muslim mempercayainya. Namun demikian, makna bathin di sini, berbeda dengan pandangan pada um...
error: Content is protected !!