Minggu, Agustus 23MAU INSTITUTE
Shadow

Aqidah

KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

Aqidah, Manhaj
KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ada banyak aspek permasalahan, yang satu sama lain saling berkaitan dalam merubah tatanan ummat, di antaranya: 1) Aspek sosial-budhaya; salah satunya adalah maraknya kembali sekularisme, materialisme dan nativisme. 2) Aspek pendidikan; masih adanya pandangan dikotomik terhadap ilmu; antara keberpihakan yang tidak seimbang pada ilmu dunia dan atau ilmu agama. 3) Aspek dakwah dan informasi; ditandai dengan terjadinya rekayasa sosial, penggiringan opini dan perang media. 4) Aspek kejama'ahan dan ukhuwwah; dirasakan belum optimalnya fungsi jam'iyah sebagai kekuatan jama'ah yang mampu merakit, merekat dan meroketkan ummat. 5) Aspek politik; adanya penurunan kwalitas peranan ...
AHLUL QIBLAT DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM

AHLUL QIBLAT DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
AHLUL QIBLAT DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Seiring dengan semakin gegap gempitanya berbagai kajian ke-Islaman dan maraknya majlis ilmu; baik yang bersipat tabligh, taklim, tadrieb, daurah intensif, hingga tafaqquh, tentu patut disyukuri. Di samping anugerah dari Allah 'azza wa jalla, juga merupakan pertanda bahwa rambu-rambu kesadaran (ma'aalimul inshaaf) itu tengah menyala menyinarkan harapan kebangkitan kepahaman akan pentingnya ajaran agama (as-shahwah bil fiqhi fied Diin). Meminjam bahasa Fadhilatus Syaikh Prof. Dr. 'Abdul Kariem al-'Aql (Guru Besar Ushuuluddin Universitas Al-Imam Riyadh): "Untuk menyokong kebangkitan Islam (as-shahwah al-Islaamiyyah), mengandalkan semangat semata tidaklah cukup tanpa diiringi dengan kebangkitan kepahaman terha...
MENYOAL PRO-KONTRA ANTARA AGAMA DAN FILSAFAT

MENYOAL PRO-KONTRA ANTARA AGAMA DAN FILSAFAT

Aqidah, Manhaj
MENYOAL PRO-KONTRA ANTARA AGAMA DAN FILSAFAT Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Mengenai keyakinan agama dan hubungannya dengan filsafat, minimalnya ada tiga golongan; 1) Agama adalah filsafat, sebagaimana pandangan sebagian pemikir Barat seperti Dean Inge [1860-1954], 2) Agama berbeda dengan filsafat, sebagaimana dipegang mayoritas ulama yang menegaskan "agama terlahir dari wahyu sedangkan filsafat produk akal manusia", 3) Agama dan filsafat memiliki hubungan erat, sama-sama menyoal hidup dan matinya seseorang. Menurut William Temple, yang membedakan keduanya adalah "agama menuntut pengetahuan untuk mengabdi/ ibadah, sedangkan filsafat menuntut pengetahuan untuk memaham". Masih menurutnya, "pokok dari agama bukan pengetahuan tentang Tuhan, akan tetapi perhubungan antara seorang m...
MEMBELOT DARI JALAN TUHAN (Membedah Akar Atheisme dalam Pespektif Wahyu)

MEMBELOT DARI JALAN TUHAN (Membedah Akar Atheisme dalam Pespektif Wahyu)

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
MEMBELOT DARI JALAN TUHAN (Membedah Akar Atheisme dalam Pespektif Wahyu) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertanyaan besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan? Bila dikatakan sebabnya karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya. Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan. Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan. Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagai...
SEKULARISME DAN LIBERALISME; PENGINGKARAN AGAMA GAYA BARU

SEKULARISME DAN LIBERALISME; PENGINGKARAN AGAMA GAYA BARU

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
SEKULARISME DAN LIBERALISME; PENGINGKARAN AGAMA GAYA BARU Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Para pengingkar tauhied zaman dahulu, meyakini bahwa makhluk-makhluk [hidup atau benda] yang dipuja dan disembah tidaklah mendatangkan kemanpaatan dan kemadharatan. Mereka melakukannya bukan karena meyakini makhluk-makhluk itu bisa memberi rezki atau mengatur alam semesta, melainkan sebagai "perantara" dalam mendekatkan diri kepada hakikat Pencipta. Demikian pula dengan pengingkaran zaman ini, mereka menjadikan sosok yang dikagumi, benda yang dikeramatkan, sistem hidup yang diagung-agungkan pun sebagai perantara dalam menggapai sasaran tujuan yang ditujunya. Misalnya, berawal dari memuliakan tokoh, berakhir dengan pengkultusan. Berawal dari melindungi dan melestarikan budhaya, berakhir den...
JAHILIYAH MODERN DALAM PERBINCANGAN

JAHILIYAH MODERN DALAM PERBINCANGAN

Aqidah, Manhaj
JAHILIYAH MODERN DALAM PERBINCANGAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Hakikatnya, istilah "jahiliyah" tidaklah terkurung dan dibatasi oleh waktu dan tempat tertentu [bangsa Arab misalnya], melainkan berlaku umum di segala zaman dan tempat. Perbedaannya adalah, umat masa lampau terlena dalam kejahilan sebelum sempurnanya pengutusan kenabian [qablal bi'tsah], sedangkan umat masa kini terlena dalam kejahilan setelah sempurnanya kenabian [ba'dal bi'tsah]. Wajarlah bila sebahagian orang mengatakan, bila kejahilan saat ini disebut "jahiliyah murakkab", alias kejahilan akut. Ketika menafsirkan Qs. Al-Maidah/ 5:50, "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik selain hukum Alloh bagi orang-orang yang yakin". Menurut As-Syaukani dalam Fathul Qadier, aya...
KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan)

KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan)

Aqidah
KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Pro dan Kontra masalah Ahmadiyah, kini mencuat kembali. Sekte keagamaan yang telah dihukum murtad dan keluar dari Islam oleh Organisasi Konfrensi Islam (OKI) tahun 1985, juga sebelumnya Fatwa Internasional Liga Muslim Dunia tahun 1974 dan dikembangkan oleh Majma’ Fiqih al-Islami tahun 1975 yang menyebutkan Ahmadiyah adalah agama di luar Islam. Bahkan di negara asalnya (India dan Pakistan), Ahmadiyah ditempatkan dalam kelompok minoritas non muslim, lalu fatwa tersebut diikuti negara-negara muslim lainnya, tak terkecuali di Indonesia yang diikuti ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga lainnya, terutama Majlis Ulama Indonesia yang telah menegaskan ke...
AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

Aqidah
AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Bumi ini tak akan pernah sepi dari dua kondisi yang selalu berhadapan dan saling tarik menarik; antara yang mengibarkan bendera al-haq dengan bendera al-baathil, antara yang mengajak pada terang [an-nuur] dengan yang mengajak pada gelap [az-zhulumaat], antara yang menggiring pada petunjuk [ar-rusyd] dengan yang mengajak pada kesesatan [al-ghayy], antara yang memenangkan barisan Alloh [hizbullaah] dengan yang memenangkan komplotan syaitan [hizbus syaithaan] atau antara yang mendukung kelompok kanan [ashhaabul yamiin] dengan yang mendukung kelompok kiri [ashhaabus syimaal]. Demikian Alloh Jalla Jalaaluh menuturkan bentangan ayat-ayatNya.   Sunnatullah ini diisyaratkan Ras...
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI'AH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Belakangan ini, muncul anggapan kalau ingin sempurna mencintai Nabi dan keluarganya (ahlul bait) harus seperti cintanya orang syi'ah terhadap mereka. Buktinya, hanya kaum syi'ahlah yang benar-benar perhatian dan menunjukkan gelora rasa cinta dan rindunya. Berdirinya komunitas ahlul bait atau dalam bentuk ikatan jamaah ahlul bait, itulah wujud nyatanya. Tentu anggapan itu, tidak dapat dibenarkan dan mengandung kekeliruan. Mengapa demikian? Hal ini dapat diperhatikan dari beberapa persoalan berikut ini: 1. Kedustaan belaka, andaikan mereka dikatakan senagai kaum yang sangat mencintai Nabi dan keluarganya. Bagaimana mereka dikatakan cinta, apabila mereka send...
MENDUDUKAN ISTILAH AHLUSUNAH WALJAMAAH

MENDUDUKAN ISTILAH AHLUSUNAH WALJAMAAH

Aqidah, Manhaj
MENDUDUKKAN ISTHILAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAA'AH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ahlus Sunnah wal Jamaa'ah, apabila dilihat dari sisi bahasa, terdiri dari tiga kata; ahlun [ 'asyierah: famili, penghuni], as-sunnah [ tharieqah, sierah: segala sesuatu yang berkenaan dengan perjalanan Rasulullaah shalalloohu 'alaihi wasallam] dan al-jamaa'ah [pengikut Nabi dan jejak langkah para shahabatnya]. Apabila dikatakan ahlus sunnah wal jamaa'ah, berarti "hum al-mutamassikuuna bis sunnah wal jamaa'ah; mereka yang komitmen dengan sunnah Nabi shalalloohu 'alaihi wasallam dan mengikuti jejak langkah para shahabatnya". Demikian Nashir 'Abdul Kariem al-'Aql menjelaskan dengan menukil Ibnu Manzhur dalam Lisaanul 'Arab. Mereka dikenal sebagai ahlul hadits, apabila disandarkan pada kesungguhannya dalam...
GENERASI TERBAIK UMMAT; DULU DAN KINI

GENERASI TERBAIK UMMAT; DULU DAN KINI

Aqidah, Manhaj
Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Generasi terbaik ummat, dalam bahasa al-Qur'an disebut "khairu ummah" apabila disandarkan pada sifat-sifat yang mulia; menegakkan al-amru bil ma'ruuf dan an-nahyu 'anil munkar, serta beriman kepada Alloh 'azza wa jalla (Qs. Alu 'Imran/3:110). Hadits Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam menyebutnya dengan "khairun naas; manusia terbaik" apabila disandarkan pada karakteristik manusianya yang selalu menebar kemanfaatan kepada manusia lainnya (HR.Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anh), atau sifat-sifat baik yang lebih rinci; lebih menguasai ilmu [aqra'], lebih takwa [atqaa], lebih senang menghidupkan shilaturrahim [aushiluhum lir rahimi], di samping al-amru bil ma'ruuf wan nahyu 'anil munkar (HR. Ahmad dari Durrah binti Abi Lahab radhiyallaahu)....
IKHTIYAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

IKHTIYAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Kata "golongan" dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, terkadang menggunakan qaum untuk menyebut kumpulan manusia secara umum. Terkadang juga hizbun untuk menyebut kumpulan ideologis, atau jamie'an untuk menyebut sebuah kumpulan yang diharapkan komitmennya. Demikian pula thaaifah, untuk menyebut sebahagian dari kumpulan yang lebih banyak, dan juga firqah atau firaq untuk menyebut bagian ummat yang mesti diwaspadai. Dalam istilah Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam dan para shahabat ridhwaanullah 'alaihim, taabi'in dan generasi berikutnya menyebutnya dengan: Al-Jamaa'ah; "siapa saja yang mengikuti Nabi dan para shahabatnya yang mulia" (jawaban beliau atas pertanyaan shahabat). Dikatakan pula, "Siapa saja yang b...
KHAZANAH WARISAN NABI AKHIR ZAMAN

KHAZANAH WARISAN NABI AKHIR ZAMAN

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
KHAZANAH WARISAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Merupakan harta karun peradaban yang tak ternilai dari seorang Nabi akhir zaman, warisan yang tak pernah lekang oleh waktu dan tak akan mengenal kata punah sepanjang sejarah. Itulah Rasulullooh shalalloohu 'alaihi wasallam Muhammad bin 'Abdillah sang khaatamil anbiyaa wal mursalien. Tiga warisan utama, mencakup di dalamnya persoalan 'aqiedah, syari'ah, mu'amalah dan akhlaq/ tazkiyatun nafs yang tersemat pada wajah dan wijhah nya menjadi sinar yang tak pernah padam menyinari bumi. Apabila dicermati dengan seksama, warisan yang dimaksud mencakup beberapa hal: Warisan berupa pedoman manhajan, minhaajan;  yaitu tatanan, aturan, atau sistem yang dijalankan oleh Rasulullooh shalalloohu 'alaihi wasallam. Dengan m...
error: Content is protected !!